
[Chapter 158.]
[Ayah Lisa datang.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan besar, Sumatera.
Ular putih, menatap dengan tajam ke arah Harimau Putih. Begitu juga sebaliknya, Aura membunuh keduanya keluar.
Bushhh.
Sementara itu, Ryuto dan para istrinya menjadi datar saat merasakan aura tersebut.
Lisa sendiri, sudah di lindungi oleh Ryuto, jadi dia tidak akan terkena dampak dari aura membunuh tersebut.
“Berhenti,” ucap Ryuto, dengan mengeluarkan aura miliknya menekan kedua makhluk tersebut.
Keduanya terkejut, saat merasakan aura dari Ryuto, kemudian mereka merasakan tekanan kembali.
Bushh.
Keduanya semakin terkejut, melihat bahwa pemilik tekanan adalah para perempuan yang tak lain istri Ryuto.
“Bagus, kalian diam,” ucap Yuli datar dan dingin. Kemudian, mereka menghilangkan aura milik mereka, begitupun Ryuto.
Lalu, Ryuto menatap ke arah Lisa dan beralih ke arah Harimau Putih, kemudian dia berkata dengan ringan.
“Namamu adalah Little Den, bukan?” ucap Ryuto, Harimau Putih pun menunduk dan berkata.
“Itu benar, Tuan,” ucap Harimau Putih, dia langsung jinak saat merasakan aura dari Ryuto. Tubuhnya juga gemetar, takut.
“Baiklah, kau akan menjadi roh milik Lisa,” ucap Ryuto, mengejutkan Harimau Putih. Kemudian, dia mengalihkan tatapan ke arah Lisa.
“Lisa? Kenapa kau berada disini?” ucap Harimau Putih, dia benar-benar terkejut melihat Lisa berada disini.
“Aku sudah disini sejak tadi, Den,” ucap Lisa, membuat Harimau Putih mengangguk. Kemudian, dia menatap ke arah Ryuto.
“Apakah anda tahu, kalau aku akan berubah menjadi Spiritual Jahat?” ucap Harimau Putih.
Ryuto yang diberi pertanyaan tersebut, mengangguk. Lalu, dia menjawab dengan santai.
“Ya, aku tahu. Maka dari itu, aku ingin kau menjadi Roh di dalam Lisa,” ucap Ryuto, kemudian Harimau Putih berkata.
“Tapi, apakah Lisa tahu tentang energi spiritu-,” ucap Harimau Putih, melebarkan matanya saat melihat sebuah cahaya di dalam tubuh Lisa.
“Jadi begitu, kau sudah memiliki energi spiritual,” ucap Harimau Putih, kemudian menatap Ryuto dan mengangguk.
“Ya, aku akan menjadi roh untuknya,” ucap Harimau Putih.
Seketika tubuh Harimau Putih bercahaya, kemudian perlahan-lahan menjadi sebuah energi sebesar bola basket.
Energi pun melesat ke dalam kening Lisa, lalu Lisa merasakan sebuah rasa sakit di dalam dirinya.
“Mulai integrasikan,” ucap Ryuto, dengan serius. Kemudian, Lisa duduk dengan posisi lotus.
Dia berkonsentrasi untuk bergabung sepenuhnya dengan Harimau Putih.
__ADS_1
Ryuto pun membiarkan hal itu, kemudian dia berbalik ke arah Ular putih tersebut. Dia berkata.
“Kau, akan menjadi peliharaan milikku,” ucap Ryuto, kemudian sebelum Ular putih menjawab, Ryuto menyela terlebih dahulu.
“Disana ada danau, serta orang yang berada disana adalah orang baik, kau bisa berkomunikasi tanpa khawatir dengan orang-orang tersebut,” ucap Ryuto.
Ular putih pun sedikit ragu, namun dia mengangguk. Kemudian Ryuto menyentuh, tubuh Ular putih.
Sling.
Ular putih pun menghilang dari tempat tersebut, Ryuto mengangguk puas begitu juga para istrinya.
“Nah, berhubung Lisa masih menggabungkan diri. Mari kita makan ikan,” ucap Ryuto, dia menatap ke arah danau.
Ryuto pun mengambil banyak ikan dengan energi spiritual miliknya, para istrinya mengumpulkan ranting yang berada didekat sana.
Beberapa menit kemudian.
Ikan sudah terkumpul banyak, sampai akhirnya membentuk sebuah gunung kecil. Ryuto pun mengangguk puas.
Sementara para istrinya sudah mengumpulkan banyak ranting, mereka juga mulai membuat api.
Ryuto pun menusuk beberapa ikan dan membakarnya di perapian. Mereka menunggu ikan matang.
(Note : Ikannya sebelum ditusuk udah di beri beberapa bumbu.)
Beberapa menit kemudian.
Ikannya sudah matang, mereka bisa mempercepat matang, karena menggunakan energi spiritual.
Mereka pun makan dengan senang, sambil menunggu Lisa selesai berintegrasi dengan Harimau Putih.
Tak lama kemudian, Sore pun tiba.
Lisa yang memejamkan mata, perlahan membuka matanya kembali. Lalu, dia menyunggingkan sebuah senyuman.
“Akhirnya selesai,” ucap Ryuto, dia menunggu beserta istrinya di dekat Lisa.
Mendengar suara Ryuto, Lisa pun menoleh ke arah Ryuto, kemudian melihat para saudarinya yang tersenyum.
“Baiklah, ayo pulang,” ucap Ryuto, kemudian Lisa mengangguk dan berdiri. Begitu juga yang lainnya.
Saat mereka berdiri, Ryuto merasakan pancaran energi melesat ke arahnya dan para istrinya.
Wushhh.
Boommm.
Asap bertebaran, kemudian perlahan asap menghilang dan menampilkan sosok dengan pakaian putih dengan jas berwarna hitam.
“Beraninya kalian, membunuh pasukanku,” ucap orang tersebut, sementara Lisa menatap orang tersebut dengan wajah muram.
“Ayah,” ucap Lisa penuh dengan emosi, orang yang di panggil Lisa, Ayah. Dia segera menatap ke arah Lisa.
“Oh, sampah. Kau ternyata sudah durhaka kepada Ayahmu,” ucap Ayah Lisa tersebut, dia menatap Lisa dengan dingin.
‘Hanya Prajurit Laut tahap 5, sudah sombong sangat,' batin Ryuto, dia menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kalian tidak akan bebas dari sini, akan kubunuh kalian disini, sementara perempuan akan kusiksa dan kujadikan budak, Hahaha,” ucap Ayah Lisa dengan tawa menjijikkan.
Wushhh.
Bughhh.
“Ughh,” ucap Ayah Lisa tersebut, saat menerima sebuah tendangan tepat di perutnya.
Bushhh.
Ayah Lisa terbang oleh tendangan tersebut, orang yang menendang tersebut ialah Lisa.
“Kau bukan Ayahku,” ucap Lisa, dia benar-benar marah saat Ayahnya berkata tentang bunuh dan budak.
Ryuto hanya menghela nafas, dia sebenarnya marah. Namun, dia tahan sebentar.
Tanpa di duga, Lisa malah menjadi sangat marah dan penuh akan emosi.
“Istirahatlah,”
Kata-kata terakhir yang Lisa dengar, kemudian pandangan miliknya kabur dan menghitam, dia jatuh tak sadarkan diri.
Grep.
Ryuto menangkapnya, lalu menatap ke arah para istrinya, mereka paham dan mengangguk.
Ryuto pun menyerahkan Yuli yang dekat, kemudian menatap ke arah Ayah Lisa yang berusaha berdiri di tepi danau.
Ryuto pun menghilang dari tempat dan muncul 10M tepat depan Ayah Lisa. Kemudian, dia berkata.
“Sepertinya kau perlu kusiksa,” ucap Ryuto, sementara Ayah Lisa, menatap Ryuto penuh dengan kebencian, lalu dia berkata dengan nada tinggi.
“Beraninya kau, apa-“ ucap Ayah Lisa terhenti, saat sesuatu menggores lehernya. Kemudian keluarlah darah.
Ayah Lisa terkejut, saat dia merasakan rasa sakit di lehernya, tangannya secara reflek menyentuh lehernya.
Pandangan Ayah Lisa menjadi kosong dan terkejut, apa yang dia lihat di tangannya ialah darah.
“A-apa ,ya-yang te-terjadi,” ucap Ayah Lisa, kemudian dia menyadari, lalu matanya menunjukkan rasa horor saat memandang Ryuto.
Ryuto sendiri hanya tersenyum, serta membelai Tanto di tangannya. Dia menatap ke arah Ayah Lisa sambil menyeringai.
Ayah Lisa pun bergetar hebat, sekarang dia benar-benar ketakutan. Ryuto lalu, berkata dengan nada ringan.
“Nah, beritahu aku, kau ingin disiksa seperti apa?”
[To be Continued.]
Info : Grub sudah aktif bagi yang mau masuk silahkan Klik profil author, lalu join Grub.
Disana nanti, tempat diskusi dan sebuah vote permintaan dari kalian semua.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1