
[Chapter 255.]
[Hancurkan Star.]
[Silahkan Dibaca.]
Lautan, terlihat tiga garis lintas di air. Sosok tiga orang terbang melesat dengan cepat di atas air tersebut, dua perempuan satu laki-laki, mereka ialah Ryuto, Rina, dan Nina.
Ketiga orang itu memiliki satu tujuan sekarang, selamatkan orang terdekat mereka yang disiksa oleh musuh.
Di depan ketiga orang tersebut, ombak besar, pusaran badai besar melesat dengan cepat menuju ke arah satu tempat, yang tak lain ialah Kerajaan Star.
Ryuto dan kedua istrinya mengendalikan ombak yang dinamai tsunami tersebut, mereka mengarahkan seluruh bencana alam ke Kerajaan Star, lokasi para keluarga mereka disiksa berada.
***
Pantai pertahanan Kerajaan Star, terlihat berbagai mortal dan berbagai senjata lainnya terpasang di pantai tersebut. Arah senjata-senjata tersebut ialah Kerajaan Kurokami.
Berbagai pasukan berkumpul di sana untuk berperang, akan tetapi gerakan mereka sekarang berhenti ketika melihat laut yang mengamuk.
“Apa itu?”
“Tidak mungkin, bukan...”
“Mustahil...”
“Semuanya, segera berlindung, selamatkan diri kalian masing-masing.” Pemimpin pasukan berteriak dengan keras, dia sendiri mulai berlari menuju ke arah Kota.
Namun, sebelum mereka semua bergerak. Tsunami dan badai besar menerpa seluruhnya, entah itu apa, rusak semuanya oleh kedua bencana alam tersebut.
Boommm.
Air terus bergerak dengan sangat cepat menuju kota, badai menerbangkan berbagai bangunan pencakar langit.
Kota itu sudah tidak terselamatkan, berbagai orang tak bernyawa mengambang namun anehnya adalah para perempuan terlihat di selimuti oleh pelindung berwarna hijau, membuat mereka tidak terkena bencana alam tersebut.
Tiga sosok di langit yang tak lain Ryuto, Rina, dan Nina menatap ke arah kota. Di sana terlihat budaya aneh dijalankan, berbagai perempuan bahkan wanita telnjng di luar.
Melihat hal itu, Ryuto melambaikan tangannya. Seketika seluruh perempuan dan wanita tlnjang mulai terbalut oleh kain yang membentuk pakaian untuk mereka.
Ryuto menatap ke depan, dirinya melihat ada sosok 50 orang datang ke arahnya. Namun, sebelum mereka tiba. Rina dan Nina menghentikan seluruhnya.
“Lawan kalian adalah kami.”
***
Dunia jiwa Ryuto.
Para istri Ryuto yang tengah akan membuka toko, merasakan perasaan amarah tinggi. Mereka tanpa sadar menatap ke arah langit secara bersamaan.
“Suami...”
Dengan cepat seluruh istri menutup kembali tokonya, mereka dengan cepat keluar dari Dunia jiwa. Seluruhnya khawatir akan terjadi hal yang tidak-tidak terhadap suami mereka.
__ADS_1
***
Ryuto menatap kedua istrinya bertarung dengan 50 orang terbang yang tak lain seorang Kultivator. Namun, seketika dirinya merasakan berbagai istrinya keluar dari Dunia jiwa.
Wush Wush Wush Wush.
“Sayang...” seluruh istri Ryuto memanggil dengan bersamaan, mereka melihat suaminya yang tengah berdiri ke depan dengan ekspresi dingin.
Hal ini belum pernah terjadi, hanya ada satu kesimpulan, itu adalah ada seseorang yang membuat suaminya marah.
Seluruh istri Ryuto memandang sekitar, mereka dengan cepat merasakan sesuatu informasi masuk ke dalam kepala mereka. Seketika mata mereka melebar, niat membunuh besar keluar.
Booommmmmm.
Benua Star terguncang dengan hebat, ini benar-benar mengerikan. Terlihat retakan gempa bumi di berbagai tempat, ombak tsunami naik mengelilingi benua tersebut.
Tangan para istri Ryuto mengepal, mereka ingin menghancurkan benua di depannya, akan tetapi sebuah tangan menghalangi seluruhnya.
“Hentikan, jangan hancurkan. Jika saudari kalian terkena dampaknya bagaimana?”
Ryuto menenangkan para istrinya, dia sendiri juga menahan sekarang. Tangannya juga terkepal erat, darah juga keluar dari kukunya, hal itu menunjukkan betapa eratnya Ryuto menahan agar tidak melepaskan pukulannya.
Para istri Ryuto seketika sadar, mereka melupakan fakta itu karena diselimuti oleh niat membunuh.
“Kalian hancurkan Kerajaan ini, biarkan aku sendiri yang mengurus orang yang menyiksa saudari kalian!”
Seluruh Istri Ryuto mendengar perintah itu, mereka tidak keberatan. Dengan cepat Istri Ryuto berpencar ke segala arah, tujuan mereka adalah hancurkan benua.
Ryuto sendiri menatap ke satu arah yaitu desa Starsia, desa yang berada di timur balik pegunungan. Dia bisa mengetahuinya karena tanda panah sistem di depannya, hal itu benar-benar membantunya.
[Selamat, Tuan mendapatkan kotak biasa.]
[Kotak biasa ini hanya bisa dibuka di Alam menengah.]
[Sama-sama, Tuan. Sistem akan selalu membantu Tuan, menuju ke puncak dari Dunia ini.]
Ryuto tersenyum ketika melihat hal itu, akan tetapi senyum itu menghilang dan digantikan oleh wajah dingin yang tajam.
“Mari pergi.”
Wushhhh.
***
Di sebuah persembunyian, terlihat hanya satu orang duduk di singgasana. Orang itu memiliki ekspresi muram, ketika merasakan Kerajaan Star di serang.
Orang itu memakai jubah putih dengan lambang harimau putih, dia terus mengetuk jarinya menunggu pasukan miliknya tiba, akan tetapi tidak ada yang kembali sama sekali.
“Bjingn, sebenarnya kalian semua berada dimana? Sun, Star, Moon, Kame, Suzaku, Neptun.”
Orang itu berteriak dengan penuh amarah, niat membunuhnya menggetarkan tempat itu. Namun, seketika niat membunuh menghilang dan dia berdiri dari duduknya.
“Kurokami menyerang, akan kumusnahkan kalian.”
__ADS_1
Namun, sebelum orang itu melangkah. Dia mendengar suara langkah kaki masuk ke dalam tempatnya. Orang yang bernama Den tersebut mengerutkan keningnya.
“Siapa disana?”
Bushhhh.
Den menjadi waspada ketika merasakan aura kematian yang begitu besar. Ini baru pertama kali dirinya merasakan hal itu.
Dengan cepat, Den memasuki mode tempur miliknya. Langkah kaki semakin mendekat, kemudian terlihat siluet tiga orang perempuan yang dikenalnya, akan tetapi tidak memakai jubah dan topeng sama sekali.
“Suzaku, Moon, Star, apa artinya ini?”
Den muram ketika melihat ketiga perempuan di depannya, dia benar-benar terkejut. Sementara ketiga perempuan itu, yang tak lain Kaguya, Seren, Luna menatap Den dengan mengerikan.
“Kita bertemu kembali, Den.”
***
Ryuto tiba di desa Starsia, dia melihat desa yang ketinggalan zaman, akan tetapi tidak ada sama sekali penghuni disana.
Ryuto kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah hutan yang benar-benar rimbun. Tatapannya menajam, kemudian terlihat sebuah gua yang tertutupi berbagai batu.
Ryuto melesat ke arah gua tersebut. Tiba disana, dia melihat berbagai batuan dengan simbol aneh menutupi gua itu.
“Sistem, bisakah kau hancurkan batu ini?”
[Mudah, Tuan.]
[Letakkan tangan Tuan ke batu-batu tersebut.]
Ryuto mengikuti instruksi dari sistem, tangannya menempel ke batu-batu aneh itu. Seketika batu-batu tersebut bersinar dan menghilang dalam kehampaan.
Ryuto tersenyum dan berkata, “terima kasih sistem.”
[Sama-sama, Tuan.]
Ryuto berjalan masuk ke dalam gua, dia melihat gua itu mirip seperti terowongan yang sangat besar, dirinya berpikir seperti itu karena terdapat berbagai ukiran disana.
Tibalah Ryuto di depan gerbang yang memiliki motif sayap hitam dan putih. Dia tahu itu adalah motif dari keluarga Kurokami miliknya.
“Masuklah dengan kasar.” Ryuto berkata dengan ringan. Tangannya mengepal dan Qi menyelimuti seluruh tangannya.
Booommm.
Pintu gerbang hancur tak berkeping-keping, seluruh orang di dalam terkejut. Ryuto masuk ke dalam dan matanya membulat melihat isi ruang tersebut.
Namun, Ryuto segera menajamkan matanya, dirinya menatap pria yang memakai jubah hitam sobek.
“Jack...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.