Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 141


__ADS_3

[Chapter 141.]


[Kejadian.]


[Silahkan Dibaca.]


Alam bawah sadar.


Ryuto memandang padang rumput di depannya, lalu beralih ke rumah dan danau. Kemudian, dia mengalihkan ke panel sistem.


“Jelaskan tentang benih pohon roh?”


[Benih pohon roh.]


[Sebuah benih pohon yang bisa berkembang di alam bawah sadar, benih tersebut akan menghasilkan pohon yang kaya akan roh.]


[Jika, ada roh yang tidak sempurna, lalu roh tersebut mendapatkan satu daun dari pohon tersebut, roh akan menjadi sempurna dan hidup di alam bawah sadar.]


[Fungsi lain, dari daun pohon roh. Menciptakan energi spiritual yang lebih kaya.]


“Lalu, seni pohon seribu akar, apa itu?”


[Seni pohon seribu akar, ialah seni bela diri pertahanan yang kuat, seni ini diciptakan saat seseorang melihat sebuah pohon besar.]


[Pohon tersebut, berdiri sendiri. Bahkan setelah di tabrak Naga, Meteor, dan lain-lain. Pohon tersebut berdiri kokoh, tanpa satu cabang pohon yang hilang.]


“Cerita yang benar-benar hebat, kalau begitu tanam benih pohon roh di sini,” ucap Ryuto.


Kemudian, tanah di depan kaki Ryuto membentuk lubang kecil, lalu benih pun masuk di dalam dan terkubur di sana.


Beberapa menit kemudian.


Daun pohon muncul, Ryuto mengangguk senang. Lalu, bertanya kepada Sistem.


“Bagaimana caraku keluar dari sini?” ucap Ryuto.


[Masih sama, Tuan.]


Ryuto pun memejamkan matanya dan berkata, “keluar.”


Seketika, Ryuto menghilang dari tempat tersebut. Lalu, Ryuto yang berada di perpustakaan membuka matanya.


“Sungguh menakjubkan, apakah orang-orang yang kultivator selalu begini?” gumam Ryuto sambil tersenyum.


Lalu, Ryuto berdiri dan melihat bahwa buku yang dia pegang kembali ke rak dengan sendirinya.


‘’Sistem, apakah perpustakaan ini, kamu yang membuat?’


[Menjawab, Iya. Seluruh markas dan isinya adalah buatan sistem.]


‘Terimakasih, sistem,'


[Selamat Tuan, mendapatkan batu roh tingkat rendah, karena sudah memuji sistem.]


Ryuto terkejut, selama ini saat dia memuji sistem tidak pernah mendapatkan hadiah sama sekali.


“Sistem, kenapa kamu memberiku hadiah?”


[Fitur baru Level 5 : Sistem yang dipuji akan membalas dengan hadiah, 1x sehari.]


“Oh, begitu. Baiklah,” ucap Ryuto, dia benar-benar senang dengan sistem.


Ryuto pun berjalan turun ke bawah dengan santai dan pelan, entah kenapa sejak mendapatkan seni pohon akar seribu, dia menjadi orang tenang.

__ADS_1


Sampai di bawah, dia disambut oleh Lion dengan hormat. Lion juga merasa Ryuto seperti tidak bisa di hancurkan.


Dulu, Lion selalu melihat Ryuto tidak bisa di tindas, namun sekarang, Lion melihat Ryuto tidak bisa dihancurkan bahkan dengan apapun.


Lion benar-benar senang dengan hal tersebut, dia menyukai sifat Ryuto, kejam pada lawan, baik kepada teman.


“Hormat, Tuan,”


Ryuto yang melihat itu, hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, Lion pun mengangguk, lalu mereka keluar dari perpustakaan.


Di luar.


Ryuto melihat bahwa hari sudah mulai malam, dia berkata kepada Lion, tanpa menatapnya.


“Lion, terimakasih telah memanduku, ini hadiahmu,” ucap Ryuto.


Kemudian, Ryuto melemparkan sebuah botol berwarna hijau kepada Lion.


Lion menangkap botol tersebut, dia tidak peduli itu berisi apa, dia segera menunduk hormat.


“Terimakasih, Tuan,”


Ryuto mengangguk, lalu dia berjalan keluar dari markas dan menuju ke tempat parkir markas.


Lion yang melihat Ryuto sudah keluar, dia mengalihkan pandangan ke botol. Lalu, dia segera meminum isi dari botol tersebut.


“Ini..”


Lion benar-benar terkejut, dia bisa merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan, matanya menjadi bisa menangkap lalat yang terbang.


[Ramuan peningkat kecepatan.]


Ryuto masuk ke dalam mobil, lalu dia mengendarai mobilnya menuju ke rumah miliknya.


“Hmmm, lebih baik makan di luar,” ucap Ryuto, kemudian menelpon Amy.


Purupurupuru.


Katcha.


“Sayang?” ucap di telpon yang tak lain, Amy.


Ryuto yang mendengar suara gugup Amy, mengerutkan keningnya.


“Sayang, aku akan ke restoran. Aku ingin makan bersama disana, atau kita pergi ke kedai ramen sebelah?” ucap Ryuto.


“Eh, kalau begitu pergi ke kedai ramen sebelah saja, akan kupesankan tempat VIP yang bisa menampung seluruh Saudari,” ucap Amy.


Entah kenapa, Amy menjadi senang dan dia melupakan yang akan dibicarakan.


“Oke, aku akan kesana,” ucap Ryuto, dia menutup telponnya. Lalu, dia bergumam pelan.


“Kenapa dia tadi terlihat gugup? Sudahlah nanti kutanyakan?” ucap Ryuto. Lalu, melajukan mobilnya dengan santai.


Di sisi Amy.


“Semuanya, bersiap-siap. Kita akan makan di kedai ramen sebelah,” ucap Amy, dengan senang.


“Tunggu, kenapa kita makan disana?” ucap Lilia, dia mengerutkan keningnya mendengar Amy yang senang.


“Itu Ryuto berkata bahwa makan di luar, lalu dia memilih kedai ramen sebelah,” ucap Amy, semuanya tersenyum.


“Para maid juga ikut, aku dan Aoi akan memesan dulu,” ucap Amy, mereka mengangguk, lalu Lilia berkata dengan datar.

__ADS_1


“Amy, apakah kamu belum memberitahu soal pagi tadi?” ucap Lilia, sementara Amy yang akan pergi, dia berhenti.


“Astaga, aku lupa,” ucap Amy, dia menatap ke arah Lilia dengan membelalakkan matanya.


“Hufff, nanti saja biar kita bicara bersama,” ucap Lilia, semuanya mengangguk. Amy sedikit malu, karena telah lalai.


Mereka pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke kedai ramen sebelah, mereka menutup restoran dan membersihkan restoran sebelum pergi.


Di sisi Ryuto.


Dia sungguh santai, karena sebentar lagi dia akan tiba di kedai ramen.


“Hmmm, Kucing itu? Kenapa dia terlihat begitu waspada terhadap sesuatu?” ucap Ryuto, dia memperhatikan kucing hitam yang berada di pagar dari jarak jauh.


Ryuto memperlambat mobilnya, dia mengamati kucing hitam tersebut.


Tak lama kemudian, muncul berbagai orang memakai pakaian putih dan tudung putih, mengepung kucing hitam tersebut.


“Oho, ada tontonan tanpa diduga,” ucap Ryuto tersenyum, kemudian dia melihat kucing hitam berubah menjadi seorang perempuan.


Di sisi kucing.


“Grrr, kalian benar-benar berani menyerang Klan Ouro,” teriak perempuan tersebut.


“Kalian, Klan Ouro pantas untuk mati, di sini hanya ada satu pengusir Roh, yaitu Klan Sain,” ucap orang berbaju putih.


“Ya, Klan Ouro dan roh yang kalian jaga akan menjadi budak kami,” ucap orang berbaju putih lain.


Perempuan yang mendengar hal tersebut, dia menggertakkan giginya dan menatap orang berbaju putih dengan marah dan tajam.


“Matilah kalian,”


Perempuan tersebut, melesat ke arah orang berbaju putih. Namun, seketika dia jatuh dan tersungkur ke bawah.


“Hahahaha, kau kira kami tidak tahu kelemahan Klan Ouro,” ucap mereka. Sementara itu, perempuan terkejut.


Lalu, dia meraskana tubuhnya melemas, dia benar-benar tak berdaya.


Orang berbaju putih mendekat ke arah perempuan tersebut, mereka ingin memegang perempuan tersebut.


Saat orang berbaju putih akan memegang perempuan tersebut, tangan miliknya terbang ke samping.


Dia membelalakkan matanya, lalu merasakan sakit di tangannya.


“Arhhhhhh,” teriak sakit orang baju putih tersebut, semuanya membelalakkan matanya. Lalu, mereka mendengar suara dari arah lain.


Suara langkah kaki dan itu ada dua langkah kaki. Mereka segera melihat siapa pemilik langkah kaki tersebut.


“Oioi, Kurht. Sepertinya mereka benar-benar kasar kepada seorang perempuan,” ucap orang yang memiliki rambut emas, tinggi dan berotot.


“Yah, begitulah. Perempuan di jepang memang menyedihkan, mereka selalu jadi incaran budak,” ucap orang sebelah orang rambut emas tersebut.


Keduanya berjalan dengan santai, lalu tiba di depan para orang berbaju putih.


“Nah, kalian ingin mati cepat atau lambat, pilihlah?”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2