
[Chapter 74.]
[Kerinduan Junior.]
[Silahkan Dibaca.]
Kepolisian Tokyo
Di sebuah ruangan terdapat dua orang yang saling berhadapan. Satu Pria satu Perempuan, mereka berdua saling bertatap muka.
“Inspektur Honda, apa sebenarnya yang dilakukan Ketua Ruen?. Sehingga Pembunuh itu berkata bahwa Ketua Ruen, hukuman mati adalah yang teringan.” Ucap Perempuan tersebut.
“Detektif Shizuka, baca file ini. Baru aku cari saat kamu bilang begitu di telpon.” Ucap Pria tersebut, yang tak lain adalah Inspektur Honda.
Honda, Seorang Inspektur dari Kepolisian Tokyo. Dia memiliki fitur gagah, tinggi, dan besar. Otot-otot yang dia miliki sangat besar. Tubuh ideal, wajah garang dengan tambahan luka garis di matanya membuat orang tersebut tambah terlihat seperti Preman. Memiliki rambut hitam pendek.
Shizuka mengambil file dokumen yang diberikan oleh Inspektur Honda. Shizuka tercengang, matanya terbuka lebar, dia benar-benar terkejut.
“Ini, jadi selama ini, aku bekerja dengan seorang penjual Narkoba dan manusia.” Ucap Shizuka dengan mata yang berkaca-kaca. Shizuka menaruh file dokumen tersebut.
“Kau tidak salah. Serta dia tidak menyuruhmu untuk membantunya, karena kamu Polisi dan kamu dekat dengan ku. Aku juga awalnya sedikit terkejut, pantas saja dia ingin berjaga di pelabuhan.” Ucap Honda menghela nafas panjang.
“Baiklah, kamu kembalilah bekerja. Soal pembunuh itu, aku bingung harus mencarinya atau tidak. Jika kita mencari dan menangkapnya, sama saja seperti kita tidak berterima kasih. Jika, dibiarkan aku takut, dia akan membunuh warga yang tak bersalah.” Ucap Honda.
Sedangkan, Shizuka menghilangkan air matanya, lalu menghirup nafas panjang, kemudian membuangnya. Shizuka sudah tenang, lalu menatap ke arah Honda dan berkata.
“Aku akan mencarinya, serta berterima kasih dan mencoba yang terbaik agar dia tidak membunuh warga yang baik.” Ucap Shizuka dengan tegas.
Honda melihat Shizuka yang seperti itu, dia tersenyum dan mengangguk. Lalu, Shizuka berbalik dan pergi dari ruangan tersebut.
Di sisi Andy.
Andy, Nanami, dan Ren pergi menuju ke rumah. Andy berada di kemudi, Nanami di sebelahnya tertidur. Ren di belakang juga tertidur.
Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di rumah. Andy memarkirkan Mobil Honda Civic di garasi rumahnya. Mematikan mesinnya, Nanami terbangun dan melihat sekitar.
“Apakah kita sudah sampai.?.” Ucap Nanami dengan ekspresi lelah. Andy menjawab sambil mengangguk.
“Kita sampai, kamu tunggu di luar terlebih dahulu. Aku akan membawa Ren.” Ucap Andy keluar dari Mobil. Nanami juga ikut keluar dan berdiri di luar.
Andy membuka pintu mobil belakang dan menggendong Ren, lalu menutup kembali pintu mobil belakang.
__ADS_1
“Baiklah, ayo masuk ke dalam.” Ucap Andy kepada Nanami. Sedangkan Nanami sedikit bingung, lalu bertanya.
“Lalu, barang-barang kami, bagaimana?.” Ucap Nanami dengan wajah bingung. Andy menatap ke arah Nanami dan menjawab.
“Itu besok saja, bawa masuknya. Kamu terlihat lelah, jadi kita masuk saja dulu.” Ucap Andy, sedangkan Nanami mengangguk.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, berjalan ke tempat tangga menuju ke atas. Namun, saat dia masuk ke ruang tamu, Andy bertemu dengan Amy, Aoi, dan Miya.
“Eh, kalian belum tidur?.” Ucap Andy saat melihat ketiga Wanita tersebut. Namun, sebelum Andy mendapat balasan. Nanami segera memeluk ketiga Wanita tersebut.
“Kak, sudah lama kita tidak bertemu, aku sangat rindu dengan kalian.” Ucap Nanami memeluk ke tiganya. Aoi melihat itu membalas pelukan Nanami dan berkata sambil tertawa pelan.
“Hihihi, junior kesayangan kita yang selalu banyak bicara, berubah menjadi melankolis.” Ucap Aoi, sedangkan Amy dan Miya juga memeluknya.
“Kamu benar, Aoi. Dulu dia selalu banyak bicara, fufufu.” Ucap Amy.
“Itu benar, Junior satu ini banyak bicara disaat Syuting, fufufufu.” Ucap Miya.
Sedangkan, Nanami cemberut mendengar ucapan para Seniornya. Lalu, dia melepaskan pelukannya dan berkata.
“Kalian, selalu menggertakku.” Ucap Nanami sambil mengerucutkan bibirnya. Amy, Aoi, dan Miya tertawa bersama, lalu memeluk Nanami.
“Selamat datang, Nanami.” Ucap ketiganya, sedangkan Nanami membalas pelukan itu sambil tersenyum.
“Kalian, nikmati waktu bersama dulu, lalu segera tidur. Aku akan membawa Ren ke kamarnya.” Ucap Andy, sedangkan keempat Wanita tersebut mengabaikannya.
Andy tidak peduli, dia naik ke lantai atas dan masuk ke kamar yang sudah di dekorasi oleh para Perempuan dan Wanitanya.
“Tidurlah, dulu Ren. Ayah, akan keluar.” Ucap Andy, kemudian mencium kening Ren. Lalu, keluar dari kamar tersebut.
“Mandi, lalu tidur.” Ucap Andy sambil mengangguk. Kemudian, Andy pergi ke kamarnya mengambil baju santai, lalu pergi ke kamar mandi.
Andy yang sudah sampai di kamar mandi, menaruh baju yang diambil. Lalu, berendam di bak mandi, yang terlihat seperti kolam.
“Hari yang begitu melelahkan, besok Sekolah. Serta, berita besok akan menggemparkan Jepang. Apalagi, sisi Dunia bawah Jepang dan Amerika.
“Biarkan saja, jika berani mengusik keluarga ku. Tinggal ku hancurkan saja yang mengusik keluargaku.” Ucap Andy, lalu menikmati perasaan berendam. (Air yang dipakai air hangat.)
Lalu, pintu terbuka menampilkan Amy, Aoi, Miya, dan Nanami. Andy mengerutkan keningnya, lalu berkata.
“Kenapa kalian disini, bukankah aku meminta kalian untuk tidur.” Ucap Andy bingung, namun Amy berkata sambil melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
“Kami ingin menemanimu mandi.” Ucap Amy, lalu ketiga Wanita tersebut ikut berendam di dekat Andy. Aoi segera berada di depan Andy.
“Jadi, apa kamu berhasil mengalahkan Mafia Kura-kura?.” Ucap Aoi sambil mulai bermain. Sedangkan Andy menjawab.
“Ya, aku sudah menghancurkannya. Besok mungkin beritanya akan muncul. Mungkin Dunia bawah Jepang dan Amerika akan gempar.” Ucap Andy. Lalu melihat ke bawah, kemudian samping kanan dan kiri.
“Sepertinya waktunya bermain.” Ucap Andy. Lalu mereka berlima bermain di kamar mandi. Kemudian, Andy berkata.
“Ayo kita lanjut, di kamar.” Ucap Andy, mereka mengangguk. Lalu memakai pakaian mereka dan pergi ke kamar Andy, di tengah jalan Aoi berkata.
“Kemungkinan hanya Amerika yang terkejut dan akan memulai menyelidiki kejadian tersebut. Kalau Dunia bawah Jepang hanya sedikit terkejut dan senang.” Ucap Aoi.
“Mungkin, besok saja kita fikirkan kembali.” Ucap Andy, sampai di depan kamarnya. Lalu, kelima orang tersebut masuk dan mulai bermain kembali.
Pagi hari, pukul 05.00.
Andy terbangun dan melihat bahwa keempat Wanita tidak ada di kamarnya. Andy kemudian bangun dan menuju ke lemari mengambil Pakaian Olahraga.
“Sarah, selesai aku berolahraga. Tunjukkan seluruh misi ku.” Ucap Andy.
[Baik, Tuan.]
Andy keluar dari kamar, lalu turun ke bawah. Di ruang tamu, Andy mendapati Sayoko, Amy, Lilia, Aoi, Miya, dan Nanami. Mereka sudah berpakaian Olahraga.
“Selamat pagi, kalian.” Ucap Andy, sedangkan keenam orang tersebut menghadap ke Andy, dan menjawab.
“Selamat pagi, Andy.” Ucap keenam orang tersebut. Andy pun tiba dan melihat keseluruhan Wanita tersebut.
“Lilia, kamu jangan sampai kelelahan dan banyak fikiran.” Ucap Andy, sedangkan semuanya juga menatap ke Lilia.
“Itu benar, Lilia. Kamu hamil jadi nanti tidak boleh terlalu kelelahan.” Udah Amy, begitu juga yang lainnya mengucapkan kata yang sama.
“Aku akan mengingat. Serta ada kalian bukan yang akan menjaga ku.” Ucap Lilia, keempat Wanita dan satu Perempuan tersebut mengangguk.
“Pasti.” Ucap mereka bersama, Andy tersenyum senang melihat begitu akrab dan serasinya para Perempuan dan Wanitanya.
“Baiklah, ayo kita pergi.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.