Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 102


__ADS_3

[Chapter 102.]


[Bantai.]


[Silahkan Dibaca.]


Ryuto menatap ke arah semua orang yang berkumpul di pintu, dia memikirkan satu hal, kemudian berkata dengan serius.


“Aku akan buka jalan, kalian pergilah dari tempat ini dengan mobil milikku.” Ucap Ryuto, lalu melemparkan kunci ke arah Alice. Lalu, Alice menerima kunci tersebut dan berkata.


“Baiklah, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Alice, sementara Lilia dan Amy merasa khawatir. Namun, mereka segera tekan, mereka tahu kemampuan suaminya.


“Kalau begitu, ayo maju.” Ucap Ryuto, lalu dengan cepat melemparkan pisaunya ke arah M1, lalu Ryuto dengan cepat bergegas ke arah M1.


(Disini, kutulis M1 artinya Musuh 1, biar tidak ribet tulis orang yakuza dan Mafia.)


Wushhh.


Alice juga dengan cepat mengeluarkan pedang pendeknya, lalu mengeluarkan bom asap ke arah mereka semua.


Boommm.


“Sial, mereka menggunakan bom asap, jangan sampai biarkan mereka keluar dari sini.” Teriak M2 kepada yang lainnya.


Lalu, terlihat barisan mereka menjadi lebih rapat. Namun, Ryuto dengan cepat mengambil pisau yang tertancap tepat di leher M1, begitu juga dia mengambil pedang milik M1.


Ryuto mengarahkan kedua tangannya ke depan, dengan pedang dan pisau lurus ke depan. Lalu, dengan cepat berlari mendorong para musuh.


“Hhaaaaaaa.” Teriak Ryuto, lalu ujung pisau dan pedang menusuk tepat M3 dan M4, lalu mendorong tubuh mereka dengan kuat ke belakang.


Brukkkkk.


Boommm.


Pintu seketika hancur, lalu terlihat asap masih ada. Alice, Rina, Nina, Lilia, dan Amy segera berlari menuju ke arah mobil milik Ryuto.


Banyak yang menghalangi, namun berujung di tebas oleh Alice dan Ryuto. Tak lama kemudian, kelima perempuan dan Wanita tersebut masuk ke dalam mobil.


“Pergilah, menjauh.” Teriak Ryuto, lalu mesin mobil menyala. Mobil pun melesat pergi dari tempat tersebut, lalu asap pun menghilang.


“Sial, perempuan itu kabur. Arhhh, semua gara-gara laki-laki itu, ayo kita bunuh dia.” Ucap M100, dia benar-benar marah dan terkejut.


Baru kali ini, mereka bisa membiarkan seseorang kabur dari sergapan mereka. Serta, mereka terkejut dengan kekuatan tubuh milik Ryuto.


Sementara, Ryuto dia berterimakasih kepada Iris. Karena, di saat dia mendorong musuh, dia meminta seluruh poin peningkatan miliknya dimasukkan ke dalam Kekuatan semua.


“Sepertinya, waktunya bermain.” Ucap Ryuto, dia lalu melesat ke arah kerumunan musuh tersebut, namun karena wilayah Yakuza Itoka luas membuat mereka tidak terlalu merapat.


Wushhh.

__ADS_1


Ryuto, lalu melompat dan menendang tepat kepala M11, dengan memutar kakinya membuat tendangan tersebut menjadi lebih mengerikan.


Booommm.


M11 terbang dan menabrak M12-30, lalu Ryuto mendapati dua serangan dari depan dan belakangnya, dia mengarahkan telapak tangannya ke arah serangan tersebut.


Wushh Wushhh.


Kling kling.


Ryuto memegang bilah pedang dengan santai tanpa terluka, kemudian terdengar suara retakan dan bilah pun terpecah menjadi dua.


Ctarrrr Ctarrrr.


Kedua ujung bilah tersebut, Ryuto tambahi dengan energi. Lalu, melemparkan ke arah M11-30. Bilah tersebut melesat dengan cepat.


Wushhh Wushhh.


Kedua bilah menembus tubuh M11-30 tersebut. Kemudian, terlihat tubuh mereka jatuh tak bernyawa dalam sekejap.


Ryuto, melihat pemilik pedang yang dia hancurlan terdiam. Dia menendang kedua tangan orang tersebut, alhasil kedua pedang setengah tersebut terlepas dalam tangan mereka berdua.


Ryuto dengan sigap menangkap dan memutar kedua pedang tersebut tepat leher kedua Orang tersebut, lalu kepala kedua musuh tersebut jatuh, diikuti dengan tubuh.


Ryuto terus membunuh kembali M50-900 dengan singkat dia bunuh. Tubuh para musuh bergetar hebat dan hanya berkata satu hal.


“Iblis.” Ucap mereka semua, namun mereka menekan rasa takut mereka dan maju ke arah Ryuto, namun hasil yang mereka dapatkan adalah mati.


Mereka melihat Ryuto membunuh mereka tanpa ampun. Banyak teriakan dari tempat, juga banyak yang melihat hal tersebut.


Namun, mereka tidak berani ikut campur dengan hal tersebut, mereka tahu itu lokasi mana. Bahkan dengan menelpon polisi pun percuma, alhasil mereka hanya diam dan ada yang pergi.


Kembali ke Ryuto, dia sekarang melihat ke arah 10 orang yang terlihat kuat. 1990 orang sudah dibunuh oleh Ryuto, menurut Ryuto mereka hanya pasukan biasa.


Namun, berbeda dengan 10 di depannya tersebut. 5 memakai pakaian Yakuza, 5 memakai pakaian Mafia, lebih detailnya google saja.


“Kau hebat juga, nak.” Ucap salah satu dari orang berbaju Yakuza. Namun, Ryuto mengabaikannya dan melesat maju ke arahnya.


Mereka merasa Ryuto terlalu ceroboh menghadapi mereka bersepuluh. Mereka kemudian melakukan gaya khas masing-masing.


Lalu, salah satu melesat dengan pedangnya ke arah Ryuto, sementara Ryuto menatap orang tersebut dengan seringai senangnya, Ryuto tetap menggunakan dua pedang yang sudah patah tersebut.


(MB1 artinya Musuh Bos 1.)


MB1 dengan cepat mengayunkan pedangnya seperti seorang samurai, namun Ryuto menangkisnya dengan satu pedangnya, lalu menebas tangan MB1 dengan pedang keduanya.


Slashhh.


Jresss.

__ADS_1


“Ahhhh.” Teriak MB1 melihat tangannya terpotong dan tersisa satu tangan yang memegang pedangnya. MB2-10 tertegun dengan hal tersebut.


MB2 dan MB3 meraung dengan marah saat melihat temannya yaitu MB1 terpotong tangannya, dengan cepat kedua orang tersebut melesat ke arah Ryuto sambil berteriak.


“Baj*ngan kau bocah, matilah di tempat.” Teriak keduanya, dengan cepat mengayunkan pedang mereka berdua. Kemudian, mereka merasa bahwa Ryuto telah mereka tebas.


“Hm, itulah akibatnya jik-“ ucap MB2 terpotong saat melihat pandangannya terbang dan jatuh ke bawah, dia juga melihat tubuhnya sendiri berdiri tanpa kepala.


Begitu juga MB3, dia juga merasakan hal yang sama dengan MB2, kedua tubuh dan kepala mereka jatuh bersama.


Bukkkk.


MB4-10 benar-benar merasa terbakar oleh amarah mereka saat melihat kematian kedua teman mereka. MB4 dan MB5 melesat ke Ryuto dengan cepat.


Ryuto menatap datar dan menganggap mereka semua adalah sekumpulan orang bodoh yang memberikan nyawa dengan percuma.


‘Mereka sungguh bodoh, kecepatan apa itu, sungguh sangat lambat, mungkin dengan batu milik Patrick mereka pasti kalah.’ Batin Ryuto, lalu melesat ke arah keduanya.


“Matilah.” Ucap Ryuto dengan dingin, kemudian menusuk jantung keduanya dengan cepat. Mereka berdua tertegun.


Jleb Jleb.


“Ughh.” Ucap keduanya, kemudian terlihat darah keluar dari dada mereka dan mulut mereka. Pandangan mereka memutih dan jatuh ke tanah.


Brukk Brukk.


MB6-10 benar-benar mulai merasakan takut, namun hal selanjutnya membuat mereka tertegun. Sebuah pedang melesat ke arah mereka berempat dengan cepat.


“Sial.” Umpat mereka berempat, namun saat mengeluarkan pedang mereka, pedang yang melesat ke arah mereka sudah tepat di depan mata mereka.


Jleb Jleb Jleb Jleb.


Ryuto menatap ke arah mereka dengan datar, lalu berbalik dan melihat MD1 yang masih kesakitan dengan tangannya.


MD1 benar-benar bergetar ketakutan melihat teman yang memiliki tingkat tinggi mati dalam sekejap oleh Ryuto.


Sementara Ryuto, dia mengeluarkan Telponnya dan memanggil Zero untuk membersihkan kekacauan yang dia buat. Setelah itu, Ryuto menatap ke arah MD1 dan berkata.


“Siapa di balik penyergapan ini?.” Ucap Ryuto, sukses membuat MD1 membelalakkan matanya dan tercengang, namun sebuah suara mendahului mereka.


“Khekhekhe, Itu aku bocah.”


[To be Continued.]


Info : Telat up, keasikan lihat fanfic.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2