Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 118


__ADS_3

[Chapter 118.]


[Bertemu June.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari, 05.20.


Ryuto terbangun dan melihat seluruh Istrinya tidur dengan wajah puas. Lalu, dia mengalihkan pandangannya ke Kazuha yang memakai pakaian.


‘Hmmm, dia setingkat dengan Lilia, namun tidak setingkat Anri,' ucap Ryuto dalam hati, kemudian Ryuto melihat bahwa para Maid juga tidak ada di tempat tidur.


“Kau sudah bangun?” ucap Kazuha yang melihat Ryuto bangun. Sementara itu, Ryuto menjawab sambil mengangguk.


“Selamat pagi,” ucap Ryuto, lalu dia turun dari tempat tidur. Kemudian, berjalan ke lemari yang berada di dekat Kazuha.


Sementara itu, Kazuha menatap Ryuto. Tidak lebih tepatnya bagian bawahnya, Kazuha melihat bahwa itu belum sepenuhnya lemas.


“Kau sunggu Monster. 29 orang semuanya pingsan saat bermain denganmu, apalagi itu masih terlihat belum melemas,” ucap Kazuha.


Ryuto hanya tersenyum dan mengambil pakaian olahraga miliknya, kemudian dia memakai pakaian tersebut, lalu menatap Kazuha dan bertanya.


“Apa kamu ingin ikut Olahraga?” ucap Ryuto dengan santai. Kazuha yang mendapatkan ajakan dari Ryuto, tidak menolak. Dia mengangguk setuju.


“Baiklah, aku ikut,” ucap Kazuha, namun sebelum mereka pergi semua Istrinya bangun, kecuali Istri yang muda.


Mereka melihat Ryuto yang memakai pakaian olahraga, serta mereka melihat Kazuha dengan pakaian santai.


“Apakah kalian akan berolahraga?” ucap Lilia, melihat ke arah Ryuto dan Kazuha. Mereka berdua mengangguk. Lalu, Ryuto menjawab.


“Itu benar, aku mengajak dia untuk berolahraga. Kalian, mau ikut?” ucap Ryuto, membuat para Istrinya tersenyum senang.


“Kami ikut,” ucap mereka lalu turun dari tempat tidur. Tubuh mereka semakin berkembang, mereka menjadi lebih cantik dari biasanya.


Mereka juga merasakan energi yang masuk ke dalam tubuh mereka, Ryuto sudah memberikan manual pelatihan pengendalian energi, membuat mereka bisa menjadi lebih kuat.


‘Selamat pagi, Iris. Maaf selama ini, aku belum berkomunikasi denganmu,'


[Pagi, sayang. Tidak apa-apa, Iris berharap sayang bisa mengeluarkan Iris sepenuhnya.]


‘Akan kulakukan,'

__ADS_1


[Terimakasih, sayang.]


(Yang tanya soal Status, mungkin besok kubuatkan. Aku harus menghitung kembali dari status yang terbaru kembali, dan itu sudah 20 an chapter lebih.)


Ryuto berjalan keluar setelah para Istrinya sudah memakai pakaian santai maupun olahraga. Mereka keluar dari kamar dan menuju ke halaman rumah.


Sampai di halaman, seperti biasa. Ryuto melakukan olahraga ringan, sebelum berlari. Begitu juga, pada Istrinya, mereka juga melakukan pemanasan seperti yang diajarkan oleh Sayoko.


Selesai melakukan hal tersebut, mereka mulai lari pagi berkeliling halaman yang luas tersebut. Mereka benar-benar semangat saat melakukan olahraga.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai melakukan olahraga. Ryuto dan yang lainnya seperti biasa memberikan makan kepada hewan peliharaan.


Haruna dan Kazuha merasa senang, dengan kehidupan seperti ini. Hidup mereka lebih berwarna saat melakukan aktivitas tersebut.


Selepas memberi makan hewan peliharaan, mereka masuk ke dalam rumah. Lalu, pergi ke kamar mandi untuk mandi bersama.


Sesi pagi seperti biasa, Ryuto akan mandi bersama dengan Istri yang Wanita. Kazuha mengikuti hal tersebut dan benar-benar senang.


Selesai mandi, mereka berpakaian dengan pakaian santai yang lainnya. Lalu, berjalan menuju ke ruang makan.


Disana sudah ada Istri Ryuto yang perempuan. Mereka sudah memakai seragam sekolah. Ryuto datang dan duduk di kursi makan, begitu juga semuanya, maid kemudian juga duduk.


Selesai makan, para Istri Ryuto yang perempuan bersiap akan pergi ke sekolah. Sedangkan Ryuto sendiri, dia bersiap-siap ingin pergi ke Bar Flower.


“Aku akan pergi menemui Zero,” ucap Ryuto, kepada para Istrinya. Mereka mengangguk, dan menyiapkan beberapa untuk membuka Restoran.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah siap untuk pergi. Ryuto mencium kening dan mulut mereka satu persatu.


Lalu, setelah sesi ciuman. Mereka berangkat begitu juga Ryuto, dia membawa BMW X6 vantablack miliknya. Dia menjalankan mobilnya menuju ke arah bar Flower.


Ryuto mengendarai mobilnya dengan santai, dia tidak ingin buru-buru. Serta, dia memilih jalan yang berbeda dari biasanya.


Ryuto memilih jalan yang sepi, agar terhindar dari macet dan lain-lain. Dia berkendara sampai menemukan seorang perempuan yang dia kenal sedang di ikuti oleh Van berwarna hitam.


“June, kenapa dia disini?, serta mobil Van hitam ini, mencurigakan,” ucap Ryuto, kemudian dengan cepat mendahului Mobil Van hitam tersebut.


Ryuto berhasil mendahului Van hitam dan berhenti tepat di sebelah June. Sementara itu, June sedikit mengerutkan keningnya, melihat ada mobil berhenti tepat di sampingnya.


“June, kenapa kamu disini?” ucap Ryuto, dari dalam mobil. June yang merasa di panggil segera melihat dan sudut mulutnya terangkat saat melihat bahwa itu adalah Ryuto.


“An- tidak, Ryuto-sama. Aku hanya berjalan-jalan saja,” ucap June, kemudian Ryuto turun dan berkata kepada June.

__ADS_1


“Jangan panggil aku dengan sufik, kita kan teman,” ucap Ryuto dengan santai. Sementara itu, June tersenyum mendengar hal tersebut.


Namun, pembicaraan mereka berhenti saat melihat. Van hitam berhenti dan keluar 10 orang memakai pakaian Hitam dengan topeng hitam.


“Akhirnya aku mendapatkanmu, June,” ucap salah satu orang tersebut. Sementara itu, June sudah tahu dan bersiap untuk melawan.


“Kau tidak akan bisa menang melawan kami,” ucap salah satu orang tersebut. Sedangkan, Ryuto mengerutkan keningnya, lalu menatap dengan datar ke arah orang tersebut.


“Oh, sepertinya kau memiliki musuh yang sombong, June,” ucap Ryuto dengan nada santai. Orang bertopeng tersebut menatap ke arah Ryuto dengan tajam.


“Bocah, hari ini nyawamu akan menghilang, karena kamu melihat kami,” ucap salah satu Orang bertopeng tersebut.


“Biasanya orang yang bilang begitu, berakhir akan mati loh,” ucap Ryuto dengan nada main-main. Orang bertopeng tersebut, wajahnya mengerut dan menghitam, karena provokasi tersebut.


“Kamu....” ucap Orang bertopeng tersebut, kemudian sedikit menahan amarah, lalu menatap ke arah June.


“Heh, hanya bocah saja. June, kalau kau tidak berlutut dan memuaskan kita, kamu akan kami bunuh beserta dengan bocah itu,” ucap orang bertopeng tersebut.


Ryuto yang sudah tidak mau mendengar omong kosong maupun ancaman mereka, langsung mengeluarkan aura membunuh dan ditujukan ke arah 10 orang tersebut.


Wusshhhh.


Ke 10 orang tersebut terkejut, keringat dingin membasahi punggung mereka. Semuanya memucat, tanpa sadar mereka mundur satu langkah.


June yang berada di samping Ryuto, dia sedikit terkejut dengan niat membunuh tersebut. Walaupun tidak diarahkan ke dirinya, dia masih bisa merasakan karena June sangat sensitif dengan aura membunuh.


”Sejak tadi, kalian terlalu banyak omong kosong. Majulah, aku sudah lama tidak membunuh orang,” ucap Ryuto menarik Aura membunuhnya.


Ke 10 orang tersebut terengah-engah dan saling memandang, kemudian mereka mengangguk dan menatap ke arah Ryuto dengan tajam.


“Kita ada banyak, kenapa harus takut, ayo maju bunuh bocah itu!” Teriak salah satu orang bertopeng tersebut. Sementara itu, Ryuto menyeringai dan berkata.


“Waktunya membunuh.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2