
[Chapter 242.]
[Star mulai kembali.]
[Silahkan Dibaca.]
Dunia Jiwa Ryuto.
Ryuto menatap ke arah seorang pemimpin yang menyandera anak buahnya sendiri, pemimpin itu ialah Karzhan dan anak buah yang disandera ialah Casana. Ryuto Pemuda itu menatap ke arah adegan tersebut dengan senyuman ringannya.
Karzhan sendiri sekarang terlihat benar-benar terpojokkan, dia dengan cepat ingin membunuh Casana. Namun, Zero sudah berada di depan Casana dan menahan pisau tersebut dengan dua jarinya.
Karzhan terkejut ketika melihat pisau miliknya tidak bergerak. Dia menatap ke arah Zero dengan ngeri. Pemimpin kelompok itu dengan cepat melepaskan Casana dan pisaunya dan melarikan diri entah kemanapun.
Namun saat dia berbalik, pemimpin itu melihat bayangan hitam tepat didepannya. Bayangan itu adalah ekor ular hitam yang tengah menyerang Karzhan tersebut. Karzhan terkejut dan mulai menyilangkan tangannya di depan.
Booommmm.
Karzhan terpental dan melesat dengan cepat ke arah tanah. “Ughhh.” Karzhan menabrak tanah dengan keras. Dia merasakan seluruh tubuhnya remuk bahkan pemimpin itu merasakan tulang-tulang dalam dirinya patah.
Casana yang masih menutup matanya, tidak tahu bahwa dirinya berada di gendongan Ryuto. Zero sendiri menatap ke arah Karzhan, Kai, Berly, dan Arza. Dia menatap sambil duduk di atas kepala ular hitam.
Karzhan mencoba untuk berdiri. Namun, seluruh tubuhnya memaksa dirinya untuk duduk. Dia menatap ke arah Ryuto yang membawa Casana, dia tersenyum dan berkata dengan teriakan kematian. “Karena kau sudah memegang Casana, berarti waktunya kau mati.”
Boom Boom Boom Boom.
Zero terkejut ketika mendengar ledakan tersebut. Dia lebih terkejut kembali, ketika melihat apa yang meledak. Zero melihat bahwa ledakan itu terjadi terhadap tubuh para penyerang sebelumnya yaitu Berly, Arza, Kai, dan Casana.
Zero menatap ke arah tuannya yang memegang Casana. Dia mengutuk dirinya sendiri karena memberikan Casana kepada tuannya. Namun, asap yang berada di atas perlahan menghilang dan menampilkan sosok pemuda yang sedang memggendong seorang perempuan.
Pemuda dan perempuan itu ialah Ryuto dan Casana. Ryuto menggendong Casana yang sudah bangun karena sesuatu menarik dirinya dari dalam. Namun, ketika Casana melihat dirinya dalam gendongan Ryuto dia terkejut dan memerah.
Ryuto melihat hal itu, dia tersenyum dan menggendongnya lebih erat, membuat Casana menyembunyikan wajahnya ke dalam dda bidang Ryuto. Casana juga bisa merasakan otot-otot yang keras dan menggoda.
Karzhan sendiri terkejut melihat Ryuto dan Casana baik-baik saja. Sebelum dia berkata apapun, pandangan miliknya seketika menghitam. Zero melemparkan sebuah batu kecil tepat ke arah jantung, mata, dan otak Karzhan.
__ADS_1
Ryuto melihat hal itu dan menatap ke arah ular hitam dan ular putih. “Kalian bisa memakan mereka.” Ular putih dan ular hitam senang, bagaimanapun manusia yang kaya akan energi spiritual adalah makanan mereka.
Ular putih dan ular hitam dengan cepat berbagi makanan manusia tersebut. 4 manusia dibagi menjadi 3 dan 1, ular hitam benar-benar penuh kasih. Dia memberikan manusia miliknya untuk ular putih.
Ryuto menatap hal itu dengan senang, kemudian dia menatap ke arah Zero dan berkata, “Zero, aku punya tugas untukmu. Tugas ini sangat penting bagiku.” Zero yang mendengar itu senang dan menjadi serius.
Ryuto tersenyum dan melemparkan sebuah amplop tebal. Zero menerima amplop tersebut dan melihat isinya. Zero terkejut dan menatap ke arah tuannya. “Apakah semua ini?” Ryuto mengangguk dan Zero dengan cepat menjawab, “Dilaksanakan Tuan.”
Zero menghilang dari Dunia Jiwa. Ryuto melihat hal itu dan menatap ke arah ular hitam dan ular putih. “Kalian berdua, aku serahkan keamanan Dunia ini kepada kalian.” Ular putih dan ular hitam mendengar hal itu menundukkan kepalanya tanda mengerti. Ryuto kemudian menghilang dari dunia jiwa sambil menggendong Casana.
***
Kediaman Utama Kurokami, tepatnya ruang tamu.
Ryuto muncul di ruang tersebut dan memandang seluruh istrinya yang menatap ke arah Ryuto dengan rindu dan penuh kasih sayang. Ryuto memiringkan kepalanya, dia menurunkan Casana yang gugup ketika bertemu dengan seluruh Istri Ryuto.
Ryuto sendiri sedikit heran dengan sikap para istrinya, sampai akhirnya dia menarik suatu kesimpulan. Pemuda itu dengan cepat menatap ke arah dua istrinya yang terlihat tidak ada di ruang tamu tersebut.
“Jika kau mencari Saudari Iris dan Saudari Karlina, mereka tidak ada disini. Keduanya sekarang tidur di dalam kamar tidur.” Lilia berkata dengan nada sedikit sedih dan emosi lainnya tercampur aduk. Ryuto menghela nafas ketika melihat hal itu.
***
Di sebuah lautan yang luas terlihat dua sosok perempuan duduk di kapal boat. Kedua perempuan itu ialah Kaguya dan Star. Kedua perempuan itu sedang melaju menuju ke arah Negara Jepang dimana Ryuto berada sekarang.
“Nah Kaguya, kau tahukan takdir Kurokami itu juga kejam?” Kaguya yang mendengar hal itu mengangguk. Dia juga memahami apa maksud ucapan dari perempuan di dekatnya tersebut. Lalu, Kaguya berkata sambil tersenyum. “Namun, aku percaya bahwa Ryuto dan mengatasi hal itu, Nona Xing.”
Xing Yue, nama asli dari codename Star. Perempuan itu juga cantik, kecantikan miliknya sama dengan Kaguya. Namun, keduanya merendah karena di dalam Organisasi ada satu perempuan yang melebihi cantiknya mereka, yaitu Codename Suzaku.
“Apakah begitu?” tanya Xing Yue dan diangguki oleh Kaguya. Xing Yue entah kenapa menjadi lebih penasaran terhadap orang yang bernama Ryuto Kurokami tersebut. Xing Yue awalnya terkejut melihat Kaguya yang sangat yakin kepada Ryuto, membuat Xing Yue ikut tertarik kepada Ryuto.
Bagaimanapun juga keduanya adalah teman akrab. “Sebenarnya lebih cepat terbang dibandingkan dengan memakai Kapal Boat ini.” Xing Yue yang mendengar keluhan Kaguya tersenyum dan menjawab, “Kau benar, tapi lebih baik menikmati lautan di kapal daripada terbang.”
Kaguya mengangguk setuju, dia tahu bahwa Xing Yue benar-benar penyuka alam. Dia senang dengan lingkungan yang benar-benar menyejukkan dan damai. Kapal boat melaju dengan cepat menuju ke arah Jepang.
***
__ADS_1
Kerajaan Star.
Dalam istana, terdapat sebuah ruangan yang duduk seorang Raja yang menatap ke arah laporan dimana menunjukkan kegagalan tiga kultivator. Raja tersebut muram, dia mengambil berkas kembali dan melihat seluruh kejadian yang terjadi di Kerajaan miliknya.
“Semuanya gagal, perdagangan di Kerajaan Kurokami benar-benar gagal. Sekarang Kerajaan Kurokami benar-benar menjadi lebih ketat dari biasanya.” Raja itu benar-benar muram melihat seluruh keadaan itu semuaya.
Raja menatap ke arah penasehatnya, lalu dia berkata, “Kirim berbagai Kultivator ke Kerajaan Kurokami.” Raja mengambil tindakan terlebih dahulu yaitu memprovokasi Kerajaan Kurokami. Namun, dia tidak mengerti bahwa Kerajaan Star masih di bawah Kerajaan Kurokami.
“Semoga kau menikmati hadiah ku, Ryuto Kurokami.”
***
Kediaman Utama Kurokami. Para istri Ryuto menatap ke arah suaminya tersebut. “Benarkah, sayang? Kami akan mati selepas perang?” Ryuto tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Akan kuusahakan untuk mencari cara menghilangkan hal itu.
[Data Istri Ryuto : Liana Kurokami.]
Liana adalah seorang Budak keluarga Vincent. Namun, dia sudah diselamatkan oleh Ryuto dan menjadi Maid kediaman Ryuto. Namun, bagi Ryuto seluruh yang berada di dalam kediamannya adalah keluarga, dia tidak membedakan sama sekali. Alhasil Liana menjadi istri Ryuto tepat saat di Bali.
(Nama : Liana Kurokami.)
(Umur : 24 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1