Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 220


__ADS_3

[Chapter 220.]


[Elena.]


[Silahkan Dibaca.]


Gang Tokyo.


Zero menatap ke arah orang-orang berseragam biru putih mengepun seorang perempuan. Dia mengerutkan keningnya melihat hal tersebut, lalu Zero turun dari atap. Tepat saat dia mendarat di tanah, orang berseragam biru putih berteriak.


“Siapa kau? Enyahlah, jika tidak. Kau akan menjadi buronan Kerajaan Blue,” ancam orang berseragam biru putih tersebut. Mereka ternyata adalah pasukan dari Kerajaan Blue. Zero tersenyum mendengar ancaman tersebut, lalu dia berkata.


“Dasar orang bodoh,” Zero berkata dengan nada santai. Dia benar-benar tidak peduli dengan ancaman Blue, karena dia tahu. Bahwa Ryuto sendiri bisa menghancurkan Blue segera.


Zero menatap ke arah para orang Blue, dia melesat ke arah mereka. Tiba di depan para pasukan Blue, Zero mulai mengayunkan tendangan. Para orang Blue terkejut dengan hal itu, dengan cepat mereka memposisikan diri bertahan.


Wushh.


Bugghhh.


Namun, tendangan Zero sangat keras. Salah satu pasukan Blue seketika terbang ke belakang. Pasukan tersebut dalam sekejap menabrak sebuah dinding pabrik yang terbengkalai.


Boooommmm.


Zero tidak berhenti disitu. Dia mulai menyerang para pasukan Blue tersebut. Membuat para pasukan Blue panik dan takut, selepas Zero menunjukkan kekuatannya.


Arhhhhh.


Boommmmm.


Memukul, menendang, mematahkan para pasukan Blue. Zero benar-benar menjadi Dewa kematian mereka dalam semalam. Tangan dan kaki yang penuh dengan darah, membuat kesan Dewa kematian terlihat jelas.


Zero menatap ke arah pasukan Blue, dia berkata dengan dingin,”Berani berbuat ulah di Tokyo, sama saja mencari kematian.” Lalu, orang itu berbalik dan menatap ke arah perempuan yang menatapnya penuh dengan rasa terimakasih.


Zero berjalan ke arahnya, sambil menghilangkan seluruh darah di tubuhnya dengan energi spiritual. Perempuan tersebut tersenyum ketika dirinya di dekati, dia benar-benar gugup dan gelisah. Namun, wajahnya tetap menampilkan senyuman.


“Kau baik-baik saja, Nona? Juga kenapa kau berada di luar?” tanya Zero. Dia benar-benar merasa aneh dengan perempuan di depannya. Perempuan tersebut kemudian berdiri dan membersihkan debu yang menempel pada dirinya.


“Terimakasih, Tuan. Aku awalnya masih mencari informasi tentang Nonaku, awalnya kami berpisah di Amerika sebelumnya. Dia bilang akan bertemu di Tokyo, jadi aku mulai mencari lokasinya sekarang.”


Zero mendengar penjelasan perempuan tersebut, dia menaikkan alisnya. Lalu, bertanya,”Bukankah Amerika sudah hancur?” Perempuan tersebut mengangguk. Kemudian menjawab tanpa menunjukkan panik atau hal lain.


“Aku dan Nonaku berpisah sebelum Amerika dihancurkan oleh Presiden Indonesia, kami berpisah karena Nonaku memintaku untuk memindahkan perusahaan ke Jepang. Namun selesai pemindahan, aku kehilangan Hp dan akun-akunku juga menghilang seketika.”


Zero mengangguk paham, dia juga merasa bersalah dengan perempuan tersebut. Bagaimanapun juga, dia adalah penyebab seluruh akun yang berasal dari Amerika hilang tanpa sebab. Zero lalu berkata kepada perempuan tersebut.


“Akan kubantu mencari, Nonamu. Bisa beritahu nama Nonamu dan namamu?” Zero berinisiatif membantu perempuan tersebut. Ini adalah jalan-jalan satu-satunya untuk menebus kesalahannya. Perempuan tersebut mengangguk dan memberitahu identitas dirinya dan Nonanya.

__ADS_1


“Namaku adalah Elena, aku adalah Sekretaris dari Erika Kazawa. Pemimpin dari Perusahaan Kazawa,” ungkap perempuan tersebut, yang tak lain ialah Elena. Sekretaris Erika sebelumnya, mereka berpisah tepat saat di Amerika. Karena perusahaan Kazawa sangat luas, jadi mereka perlu berpisah dan bertemu di Tokyo untuk pertemuan nanti.


Zero yang mendengar nama Nona perempuan tersebut, seketika membeku. Dia menatap ke arah Elena dengan teliti. Zero menemukan kemiripan dengan ciri-ciri yang ditunjukkan Erika kepadanya, ciri-ciri sekretaris miliknya.


‘Aku harus memastikan itu nanti, lebih baik aku bawa ke rumah, besok biarkan dia bertemu dengan Nyonya.’


Zero mengangguk dan setuju dengan fikirannya. Elena bingung kenapa Zero mengangguk, dia menunggu sebentar. Lalu, Elena mendengar suara dari Zero.


“Kau ikut denganku, mungkin Erika yang kau maksud adalah Nyonyaku,” Zero berkata dengan jujur. Elena sedikit waspada, namun dia tidak menemukan jejak kebohongan di Zero. Tidak ingin mengecewakan penyelamatnya, Elena mengangguk.


“Baiklah,” Elena setuju. Mereka berdua berjalan keluar dari gang, karena malam hari tidak ada Taksi sama sekali. Mereka berujung jalan kaki sambil menikmati pemandangan kota.


**


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di kediaman Ryuto. Namun, Zero yang melihat bahwa lampu rumah utama mati. Dia berkata kepada Elena dengan jelas.


“Sepertinya kau harus menemui Tuan dan Nyonya besok, sekarang mereka tengah istirahat,” ujar Zero. Elena mengangguk dan tidak masalah, kemudian Zero menunjukkan kamar tamu untuk Elena tidur.


Elena setuju, karena dia merasa bahwa hari ini sangat melelahkan baginya. Pergi mencari informasi tentang Erika, dikejar, sekarang dia entah diselamatkan atau akan dibuat kelinci percobaan. Semua yang dia alami hari ini benar-benar melelahkan.


Selepas Zero mengantarkan Elena ke kamar tamu. Dia pergi menuju ke tempat lain, sementara Elena masuk ke dalam kamar. Perempuan tersebut benar-benar terpesona dengan interior dalam kamar tamu.


“Bukankah ini berlebihan untuk seorang tamu?”


**


Ryuto terbangun dari tidurnya, dia mengedipkan matanya. Lalu, duduk dan melihat ke arah depan, belakang, kiri, kanan tempat tidurnya. Dia melihat seluruh istrinya tertidur tidak beraturan, karena permainan intens mereka.


“Hmmm, ada orang baru. Zero, membawa siapa?” Ryuto merasakan kehadiran seseorang di kamar tamu. Dia bingung, namun tidak peduli dengan hal tersebut. Karena dia berfikir sebentar lagi pasti bertemu.


Ryuto turun dari tempat tidur, dia berjalan menuju ke arah kamar mandi tanpa mengambil pakaian santainya. Namun, saat memegang gagang pintu kamar mandi. Para istrinya bangun, mereka terlihat meregangkan seluruh otot-ototnya.


“Pagi, sayang.”


“Pagi juga, sayang.”


Ryuto dan para istrinya saling sapa, mereka sedikit memerah ketika melihat seluruh tubuh Ryuto. Tubuh yang terpahat begitu indah, membuat mereka benar-benar membuka mata. Lalu, para istri Ryuto melihat Suaminya memegang gagang pintu kamar mandi, mereka paham.


Ryuto masuk ke dalam kamar mandi, para istrinya masih sedikit sakit karena mereka bermain kasar selama 40 hari. Mereka bermain benar-benar lama, karena Ryuto menggunakan ruang dan waktu miliknya. Ryuto mengatur 1 hari di ruangan 1 menit di luar, dengan pengaturan tersebut membuat mereka benar-benar mengeluarkan seluruh kekuatan untuk mengalahkan Ryuto dalam bermain.


Namun, malah mereka yang dikalahkan dengan mudah oleh Ryuto. Setiap selesai 12 jam satu istri benar-benar lelah, tapi Ryuto menjadi buas. Satu istri tersebut akhirnya pingsan selepas bermain 1 hari. Lalu, setelah satu istri pingsan. Ryuto akan menidurkannya di tempat tidur yang tidak diberikan Skill ruang dan waktu.


Sekarang mereka menatap ke arah pintu kamar mandi dan mereka masuk ke dalam. Para istri Ryuto masuk ke dalam kamar mandi mengikuti Ryuto. Mereka hanya ikut mandi, tidak untuk melakukan permainan.


**


Selesai mandi, Ryuto dan para istrinya mulai memakai pakaian di kamar tidur. Mereka semua lupa membawa pakaian untuk mereka kenakan di dalam. Alhasil mereka memakai pakaiannya di luar.

__ADS_1


Selepas berpakaian, Ryuto dan istrinya keluar dari kamar. Mereka berjalan ke arah ruang makan, namun mereka menyadari suatu hal. Di ruang tamu terdapat seseorang yang sedang menunggu disana.


“Sepertinya ada tamu, tapi siapa?”


“Kita akan bertemu, karena ruang makan melewati ruang tamu.”


Lilia bertanya dan Ryuto menjawab dengan jelas. Lilia mengangguk, dia setuju dengan ucapan Ryuto. Seluruh istri Ryuto juga tidak masalah untuk berhenti sebentar.


**


Tiba di ruang tamu, Ryuto dan para istrinya melihat seorang perempuan duduk di sofa. Perempuan tersebut juga menyadari keberadaan Ryuto dan para istrinya. Mereka saling menatap, namun beberapa istri Ryuto memiliki ekspresi terkejut, begitu juga Ryuto. Perempuan tersebut juga memiliki ekspresi rindu terhadap salah satu Istri Ryuto.


“Elena / Nona..”


[Data Istri Ryuto : Yuka Kurokami.]


Yuka Kurokami, dia adalah Putri pertama dari Amy kurokami. Yuka juga kakak dari Yui Kurokami, dia pendiam berbeda dengan Yui yang periang.


Awal ketemu Ryuto, dia juga sama dengan Yui. Sama-sama menyukai Ryuto dalam pandangan pertama, dia awalnya mengira bahwa Ryuto adalah orang bejat, seperti dengan yang Novel, Komik yang dia baca bersama dengan Yui.


Namun, Yuka memperhatikan terus dan Ryuto ternyata berbeda dengan yang lainnya. Yuka senang, namun dia sebagai kakak harus merelakan Ryuto untuk adiknya, yaitu Yui.


Namun, hal tersebut tidak sesuai harapannya, selepas Insiden Yuka menceritakan hal tersebut, sampai akhirnya dia mendapatkan tanggapan dari Ryuto tentang dirinya.


“Apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan kalian. Karena kalian adalah milikku sepenuhnya.”


Yuka akhirnya mengerti, bahwa Ryuto adalah seorang yang paling berbahaya bagi entitas yang bernama perempuan, dia akan menjadi Serigala berbulu domba. Selepas melihat domba melemah, dia akan menunjukkan taringnya.


Yuka berfikir seperti itu, namun dia sudah terlanjur mencintai Ryuto sangat. Juga, dia senang melihat Ryuto adil dalam berbagi, akhirnya dia bersyukur menjadi istri Ryuto.


(Nama : Yuka Kurokami.)


(Umur : 18 Tahun.)


(Tingkat : Prajurit Alam tahap 4.)


(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)


(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2