
[Chapter 39.]
[Perpisahan.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy, selesai berolahraga kemudian beristirahat di dekat taman. Dia duduk sambil menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.
Tak lama, kemudian sebuah Notifikasi System muncul di depan Andy. Sedangkan Andy yang menerima Notifikasi System tersebut, menaikkan sudut mulutnya, membentuk sebuah Senyum.
[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 8.641.200 Yen.]
“Hmm, Sarah hubungi pemilik Rumah yang berada di dekat Restoran. Yang kamu sebutkan dulu.” Ucap Andy.
[Baik, Tuan.]
Andy, pun berdiri dan pergi menuju ke Hotel terlebih dahulu. Setelah Andy, masuk Hotel. Dia pergi menuju ke Ruangan milik Erika.
Saat, pintu dibuka. Terlihat bahwa Erika sudah selesai memakai Bajunya. Serta disitu ada seorang Wanita yang memiliki rambut berwarna Abu-abu.
“Oh, Andy. Apakah sudah selesai berolahraganya?.” Ucap Erika, saat melihat Andy masuk. Sedangkan Wanita tersebut juga tersenyum kepada Andy.
“Hmm, iya aku sudah selesai. Sebenarnya, aku ingin pulang terlebih dahulu. Bukankah kau akan sibuk setelah ini?.” Ucap Andy.
Erika mengangguk dan menunduk sedih karena berpisah dengan Andy. Sedangkan, Andy yang melihat tersebut. Mendekat ke arah Erika dan memeluknya.
“Sudah, sudah. Bukankah kita bisa bertemu kembali. Aku hanya ingin kau jaga kesehatan, agar saat kita bertemu, kita bisa pergi kembali. Selesai aku Sekolah aku akan melamar semuanya.” Ucap Andy.
Sedangkan, Erika hanya mengangguk. Dia sudah tahu bahwa Andy memiliki banyak Perempuan dan Wanita. Serta dia tidak masalah dengan berbagi. Karena, dengan berbagilah, bisa memuaskan Andy sepenuhnya.
“Un, akan kutunggu saat hari itu.” Ucap Erika, kemudian mereka melepaskan pelukan mereka. Lalu, Andy menatap ke arah Wanita tersebut.
“Kau adalah Sekretarisnya jadi tolong jaga dia.” Ucap Andy, sedangkan Sekretaris tersebut menjawab.
“Ya, dan panggil aku Elena. Serta, harus ada hadiahnya jika menjaga Nona, fufufu. Kau tahukan?.” Ucap Elena. Sedangkan Andy tertegun, lalu tersenyum. Saat akan menjawab, Andy merasakan sakit di telinga.
“Aw aw aw. Berhenti menariknya Erika.” Ucap Andy, kesakitan.
“Kau, bermain mata di depanku. Apalagi, Sekretarisku sendiri. Mau kuhukum seperti apa kamu?.” Ucap Erika, kemudian melepaskan tarikannya. Lalu, memalingkan mukanya marah.
Tapi, Andy melihat hal tersebut, entah kenapa merasa imut. Andy yang sudah tidak tahan. Memegang pipi Erika, lalu menghadapkannya ke dirinya. Saat Erika ingin bicara, mulutnya sudah disegel terlebih dahulu.
“Umhhhh.” Ucap Erika, terkejut dengan ciuman langsung dari Andy. Erika mencoba memberontak, namun tidak bisa, karena kekuatan Andy lebih besar dari miliknya. Alhasil Erika, pasrah namun perlahan menikmati.
Tak lama kemudian, mereka melepas Ciuman mereka. Andy memandang ke arah Erika sambil tersenyum, sedangkan Erika memerah malu.
“Baiklah, aku akan pulang terlebih dahulu. Bye, jaga dirimu.” Ucap Andy, kemudian berbalik dan keluar dari kamar. Sedangkan Erika tersenyum dan mulai mengemasi barang-barang miliknya.
Di sisi Andy, dia keluar dari Hotel, lalu menghentikan Taxi. Sesaat kemudian, Taxi pun berhenti. Andy masuk dan bicara.
“Barat Sma Kotohana. Restoran Akashi.” Ucap Andy, Supir Taxi mengangguk. Kemudian Hp Andy bergetar.
Drrt Drrt.
Andy pun, mengambil Hpnya dan melihat siapa yang menelpon, namun disana hanya terlihat No Hp saja. Andy tidak berfikir panjang dan mengangkatnya.
“Halo, apa benar ini dengan Pak Andy, yang ingin membeli Rumah dan Tanah?.” Ucap suara tersebut, Andy sudah menebak bahwa itu pasti Pemilik Rumah tersebut.
{Sebenarnya aku kurang tahu, oke. Apakah Jepang itu boleh membeli Rumah dan Tanah, sebab aku pernah lihat-lihat itu, Tanah seluruh Jepang milik Pemerintah, sedangkan Penduduk yang menempati, hanga menyewa Tanah begitulah. Apakah info ku benar atau tidak aku kurang tahu. Tapi jika benar, maaf ini Novel jika urusan Tanah dan Rumah kusamakan dengan Indo.}
Kembali ke Cerita.
“Itu benar, saya Andy. Bagaimana kalau kita membahasnya di Restoran yang dulu bernama Restoran Akashi?.” Ucap Andy.
“Oh, Restoran yang baru dibeli. Baiklah, kita akan bertemu disana.” Ucap Pemilik Rumah. Kemudian, mereka berdua menutup telponnya.
Tak lama kemudian, Andy tiba di Restoran. Lalu, melihat ada seseorang sedang berdiri di depan Restoran. Taxi pun berhenti, Andy memberikan Uangnya. Lalu, turun.
“Maaf Pak, saya terlambat.” Ucap Andy, menyapa Pemilik Rumah tersebut. Sedangkan Pemilik Rumah tersebut tersenyum dan berkata.
“Tidak apa-apa, Pak. Saya sendiri baru tiba.” Ucap Pemilik Rumah, kemudian Andy membuka pintu Restoran. Pemilik Rumah terkejut dan mengangguk.
“Jadi, anda ya,Tuan yang membeli Restoran ini.” Ucap Pemilik Rumah, tersenyum saat melihat Andy. Lalu berfikir.
‘Sudah berusia muda, dan memiliki Properti sendiri. Salut aku dengan pemuda ini.’ Batin Pemilik Rumah.
“Ah, itu benar, Pak. Aku membeli Restoran ini, karena terlihat bahwa Restoran ini akan Bangkrut jadi aku mencoba untuk membangkitkan kembali.” Ucap Andy, Pemilik Rumah mengangguk.
__ADS_1
“Baiklah, Ayo masuk dulu, Pak.” Ucap Andy, kemudian keduanya masuk ke dalam Restoran. Pemilik Rumah terkejut dengan isi dari Restoran.
“Sungguh, Restoran yang sangat menenangkan. Jika begini, kemungkinan Restoran anda, akan Naik daun.” Ucap Pemilik Rumah, terpana dengan Restoran Andy.
“Semoga saja, silahkan duduk dulu, Pak. Akan saya buatkan minuman terlebih dahulu.” Ucap Andy, kemudian pergi ke dapur.
“Anak ini benar-benar, memiliki Jiwa pebisnis. Hmm, apakah aku perlu mengenalkan Putriku ke Anak ini saja, ya. Kapan-kapan akan kufikirkan.” Ucap Pemilik Rumah.
Tak lama kemudian, Andy keluar membawa Nampan berisi Minuman. Andy hanya membuat Minuman sederhana, yaitu sebuah Teh. Namun, jangan meremehkan Teh tersebut.
“Ini, Pak.” Ucap Andy, kemudian menaruh Teh tersebut di depan Pemilik Rumah. Sedangkan, Pemilik Rumah mengangguk kemudian, mengangkat Cangkir tersebut dan meminum Teh tersebut.
Saat, Teh masuk ke dalam mulutnya. Mata Pemilik Rumah membelalak, namun segera menutup matanya. Pemilik Rumah tersebut, merasakan kedamaian dalam hatinya, hati yang gelisah dan bingung perlahan mulai menghilang.
“Baru, kali ini aku meminum Teh yang bisa membuat hatiku tenang.” Ucap Pemilik Rumah, sedangkan Andy tersenyum kemudian berkata.
“Memang, ada masalah apa, Pak. Sampai sebegitu gelisahnya?.” Ucap Andy, kemudian Pemilik Rumah menatap ke arah Andy.
“Kau tahu, kenapa aku menjual Rumah itu begitu murah. Padahal Rumah itu besar?.” Ucap Pemilik Rumah, sedangkan Andy menggelengkan kepalanya.
“Rumah itu, ada Rohnya. Hantu disana sangat banyak. Maka dari itu, aku ingin bilang apakah kau serius membelinya, walaupun ada Hantunya?.” Ucap Pemilik Rumah.
“Aku tetap akan membelinya.” Ucap Andy, kemudian terlihat bahwa Pemilik Rumah menghela nafas.
“Baiklah, ini surat-surat Rumah dan Tanah tersebut. Kamu bisa tanda tangani disini.” Ucap Pemilik Rumah, menunjuk letak untuk menandatangani.
Andy, segera menandatangani dan setelah menandatangani, Pemilik Rumah memberikan Kunci Rumah ke Andy.
“Baiklah, aku akan pulang terlebih dahulu. Kamu, bisa ke sana untuk mengecek Rumahnya. Serta aku akan menjadi pelanggan tetap di restoran ini, Hahahaha.” Ucap Pemilik Rumah, setelah meminum seluruh Teh, dan keluar dari Restoran.
Andy, menggelengkan kepalanya melihat tingkah Pemilik Rumah. Namun, dia senang bahwa Pemilik Rumah sangat mudah diajak bicara.
Lalu, Andy membawa Cangkir Teh ke Dapur. Kemudian keluar dari Restoran. Lalu, menutupnya. Andy kemudian berjalan ke arah Rumah yang sangat besar di Komplek tersebut.
Sampai di depan Rumah besar tersebut. Andy benar-benar terpana dengan Rumah tersebut. Sebab, halaman sangat luas, namun belum melihat isi dalam Rumah tersebut.
Andy, yang memiliki keterampilan Supranatural. Melihat bahwa Rumah ini, memiliki Energi Roh yang sangat tebal. Tapi, Andy bisa menghilangkannya, perlahan-lahan.
“Memang Energi Roh yang besar. Pantas saja, ini Rumah banyak hantunya.” Ucap Andy, kemudian sebuah Notifikasi System muncul.
[Tuan, lebih baik mengekstrak Energi Roh menjadi Energi.]
“Berapa Harganya, Sarah?.”
[
5.000.000 Yen : Tingkat Pemula.
15.000.000 Yen : Tingkat Rendah.
40.000.000 Yen : Tingkat Sedang.
Terkunci.
]
“Eh, sekarang menjadi seperti ini?.” Ucap Andy.
[Itu karena System sudah Level 3. Jadi seluruh Fitur akan mengalami perubahan.]
“Lalu, Uang ku sekarang ada berapa?.”
[13.769.400 Yen.]
“Baiklah beli, tingkat Pemula.” Ucap Andy, menghela nafas.
[Selamat, Tuan membeli Keterampilan Khusus Penyerapan Energi Roh.]
[Uang : 8.769.400 Yen.]
Seketika, Andy mendapatkan banyak informasi masuk ke dalam Otaknya. Namun, Andy dapat menahan rasa sakit, akibat pemasukan Informasi tersebut. Tak lama kemudian, Andy sudah bisa mencerna seluruh Informasi tersebut.
“Baiklah, aku hanya bisa menyerapnya. Satu hari satu kali. Kemungkinan dalam 1 Minggu, Rumah ini sudah bersih.” Ucap Andy. Kemudian, Andy menyerap energi Roh tersebut.
[Selamat, Tuan mendapatkan 20 Energi.]
“Aku hanya bisa menyerap 20, jika aku berlebihan tubuhku akan lumpuh. Baiklah, hari ini sudah selesai, waktunya kembali ke rumah.” Ucap Andy, kemudian berjalan menuju ke Rumah.
__ADS_1
Saat, di tengah jalan. Andy bertemu dengan Sayoko yang ingin ke rumahnya. Sayoko melihat Andy, lalu menyipitkan matanya. Sedangkan Andy, baru sadar bahwa hari ini adalah hari masuk Sekolah.
“Ugh, aku lupa hari ini, masuk.” Ucap Andy, menepuk keningnya. Sedangkan Sayoko yang mendengar Andy lupa masuk, hanya menghela nafas tak berdaya.
“Kau nih, bagaimana bisa lupa, hari ini banyak yang mencari kamu. Karena hari ini penyerahan Piala Kompetisi Basket. Aku, sekarang akan pergi ke rumahmu untuk menjemputmu.” Ucap Sayoko.
“Namun, kita bertemu dijalan, jadi segera ganti Seragam dan masuk ke Sekolah.” Lanjut Sayoko. Andy kemudian mengangguk.
“Baiklah, apakah kamu akan kembali.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko mengangguk. Kemudian berbalik pergi menuju ke Sekolah.
Andy melihat jam bahwa sekarang jam 9, Andy segera berlari menuju ke Rumah. Lalu, tiba di Rumah, Andy segera masuk. Namun, Lilia dan Amy menghentikannya saat akan menuju ke atas.
“Berhenti dulu, Andy.” Ucap Lilia, sedangkan Andy berhenti lalu melihat ke arah kedua Wanita tersebut.
“Maaf, Bu. Aku harus segera ke kamar dan berganti Seragam. Sekarang aku ditunggu pihak Sekolah.” Ucap Andy, sedangkan Lilia dan Amy, mengerutkan keningnya.
Andy tidak peduli, segera masuk ke dalam kamar dan berganti ke seragamnya, lalu membawa Ranselnya dan turun.
“Aku pergi dulu, nanti aku akan jelaskan.” Ucap Andy, sedangkan Amy dan Lilia mengangguk setuju saat mendengar bahwa Andy akan menjelaskan nanti.
Andy berlari dengan cepat. Melebihi dari kecepatan Mobil biasa. Andy berlari dengan sangat cepat. Tak lama kemudian dia sampai di Sekolah. Di dekat Gerbang ada Sayoko yang sedang menunggunya.
“Huff, maaf aku sangat terlambat.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko hanya menggelengkan kepalanya, lalu menarik tangan Andy menuju ke Ruang Osis.
“Letakkan Tasmu disana, kita akan segera pergi ke Aula.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy mengangguk dan menaruh Tasnya di Ruang Osis.
Mereka berdua berjalan menuju ke Aula bersama. Saat mereka masuk, Andy terpana dengan banyak sorakan dari seluruh siswa.
Lalu, Andy melihat Timnya yang duduk di atas Podium. Andy pun berjalan ke arah Timnya. Saat sampai di Podium. Perwakilan penyerahan Piala Kompetisi maju.
Semua anggota tim melirik ke arah Andy, untuk Maju. Andy mengangguk dan tersenyum, kemudian dia berjalan naik menerima Piala Kompetisi.
“Selamat, Andy kau memenangkan Kompetisi ini. Semoga Basket Sma kita bangkit kembali.” Ucap Perwakilan tersebut. Andy tersenyum dan mengangguk.
“Semoga bisa bangkit, Pak.” Ucap Andy, kemudian berjabat tangan dengan Perwakilan tersebut. Kemudian menatap ke arah para Penonton dan mengangkatnya.
Teriakan Penonton semakin menjadi saat Andy mengangkat Piala tersebut. Kemudian Andy turun dan duduk bersama dengan Timnya.
“Hmm, kita mendapatkan Piala Juara.” Ucap Andy, kepada anggota timnya. Sedangkan Anggota timnya mengangguk. Lalu, Hiroto berkata.
“Tujuan kita, harusnya Basket tingkat Nasional. Namun, kami sudah tidak bisa. Kau tahu kan, 2 Bulan lagi kami akan lulus.” Ucap Hiroto.
“Kau benar, serta mungkin aku akan keluar dari Klub Basket. Biarkan Generasi selanjutnya saja.” Ucap Andy, semuanya mengangguk.
Pelatih yang mendengar tersebut, tidak melarang atau apapun. Pelatih juga setuju. Lalu, Pelatih mulai melakukan rencananya yaitu mencari Siswa Generasi baru untuk ikut Basket.
Lalu, beberapa Jam kemudian. Semuanya pergi meninggalkan Aula. Andy menyerahkan Piala ke Pelatih. Kemudian pergi menuju ke ruang Osis mengambil tasnya.
Saat Andy, membuka Ruang Osis, Andy tidak melihat siapapun disana. Lalu, mengambil tasnya dan pergi menuju ke Kelasnya.
Sesampai di depan Kelasnya, Andy segera masuk. Serta melihat, bahwa semua Siswa sudah masuk kelas. Tak lama kemudian, Guru juga masuk. Lalu, pelajaran pun dimulai.
Beberapa jam kemudian, Bel pulang berbunyi. Guru pun mengakhiri kelasnya dan keluar, setelah itu banyak Siswa keluar dari kelas. Hanya tersisa Andy, Yui, dan Yuka.
“Ayo, kita pulang.” Ucap Andy, kemudian Yui dan Yuka hanya diam dan mengikuti Andy keluar. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di Rumah.
Andy, berbelok ke Rumah Hewan peliharaannya terlebih dahulu. Sedangkan, Yui dan Yuka langsung masuk ke dalam Rumah.
Andy memberikan makanan kepada mereka. Setelah itu mendengar sebuah Notifikasi System. Andy mengangguk senang.
[Misi Harian telah selesai.]
[Selamat, Tuan mendapatkan 10 Point Peningkatan.]
[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 1200 Yen.]
Kemudian, Andy mengelus mereka satu per satu dan masuk ke dalam. Saat Andy masuk. Terlihat di Ruang Makan semuanya menatap serius ke arah Andy.
Andy menghela nafas, kemudian berjalan ke arah mereka. Andy tahu bahwa mereka khawatir. Maka dari itu, Andy akan menjelaskan Semuanya.
Kemudian, Andy duduk di kursi makan, lalu menghela nafas panjang kemudian menatap ke arah Semuanya.
“Baiklah, akan ku jelaskan Semuanya.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.