
[Chapter 224.]
[Unggul.]
[Silahkan Dibaca.]
Pulau Medan Perang, kedua Kerajaan sudah bersiap-siap untuk berperang. Mereka berdiam menunggu satu sama lain. Kerajaan Kurokami menatap ke arah Kerajaan Blue dengan tajam dan liar. Sementara Kerajaan Blue menatap ke arah Kerajaan Kurokami dengan serius dan tajam.
“Tembak,” Teriak pemimpin dari Kerajaan Blue, lalu seluruh pasukan menekan pelatuk senjata api mereka masing-masing. Peluru lancip keluar dari moncong senjata api, melesat ke arah Kerajaan Kurokami.
Kerajaan Kurokami sendiri menatap ke arah peluru itu dengan santai, mereka benar-benar tidak peduli dengan peluru itu. Apa yang ada pada pandangan mereka adalah sebuah peluru yang bergerak seperti orang berjalan ke arahnya.
“Bunuh dan hancurkan Kerajaan Blue.” Teriakan Lion menggema dan membuat seluruh pasukan Kerajaan Kurokami memunculkan siluet tajam di iris mata mereka. Seluruh Pasukan Kurokami melesat dan berteriak, “Ouuuuuuu.”
Wush Wush Wush Wush Wush.
Pasukan Kerajaan Kurokami benar-benar cepat, mereka melewati dan menghindari seluruh peluru dengan mudah. Bahkan ada yang menangkap seluruh peluru, kemudian dilesatkan kembali ke arah Pasukan Kerajaan Blue.
Boom Boom Boom Boom.
Pasukan Kerajaan Kurokami benar-benar liar, mereka tiba di depan para Pasukan Blue lalu memukul mereka dengan sangat keras. Senjata Api milik Blue melayang di udara ketika para Pasukan Blue terbunuh oleh Pasukan Kurokami.
Arhhhhhhh.
Teriakan-teriakan dari Pasukan Blue benar-benar terdengar menyedihkan. Mereka mati dengan berbagai hal. Ada yang mati terkena peluru mereka sendiri, ada yang mati karena tertusuk tangan, ada yang mati karena terpukul. Seluruh kematian Pasukan Blue benar-benar tragis.
**
Pemimpin pasukan Blue melihat itu benar-benar terkejut, Pasukan yang berjumlah 500 Juta tersisa 400 Juta. 10 Pemimpin Pasukan Blue menatap ke arah Pasukan Kurokami, mereka benar-benar terkejut melihat hal itu.
“Tak kusangka, ternyata Pasukan Kurokami mencapai tingkat yang hampir sama dengan kita, juga ada yang sudah berada di atas kita.” Salah satu Pemimpin Pasukan Blue terkejut dengan fakta itu. Mereka benar-benar merasa sedikit takut sekarang.
**
Zero dan keempat lainnya melihat hal itu menyeringai senang. Mereka senang dengan liarnya Pasukan Kurokami di medan perang. Zero belum melaporkan hal itu kepada Ryuto terlebih dahulu, karena mereka belum menemukan kesulitan apapun.
‘Apa yang dimaksud Tuan kemarin?’ Zero benar-benar berfikir tentang firasat dari Tuannya kemarin. Dia tidak bisa tidak aneh ketika melihat para Pasukan Blue yang begitu mudah dibunuh. Zero lalu menyipitkan matanya ke arah Pemimpin Pasukan Blue.
“Sepertinya mereka melaporkan masalah ini ke Raja mereka,” ucap Zero dengan sedikit serius. Lion, Alpha, Gin, dan Eleven terlihat aneh ketika mendengar Zero berucap hal itu dengan serius. Mereka tidak pernah mendapati keseriusan Zero ketika berperang bersama.
“Zero, apa yang kau sembunyikan?” tanya Lion, dia sedikit curiga bahwa Zero menyembunyikan sesuatu. Indra penciuman Lion benar-benar tajam, layak dijuluki Pemimpin Pasukan Buas Kurokami.
“Sebelumnya, Tuan memiliki firasat akan ada sesuatu hal yang akan terjadi dengan Blue ketika kita sudah merasakan kemenangan.” Keempatnya mendengar kata firasat Tuan, mereka dengan cepat menjadi serius.
(Note : Mereka benar-benar akan serius ketika mendengar firasat dari Ryuto, mereka yakin bahwa apa yang dirasakan Ryuto itu akan terjadi.)
__ADS_1
**
Istana Kerajaan Blue, di dalam ruang singgasana duduk seorang Raja yang muram ketika selesai menerima laporan dari Pemimpin Pasukan Blue yang berada di medan perang.
“Mereka tanpa menggunakan apapun dan kita kalah. Sial, jika begini terus Kerajaan Blue akan benar-benar kalah dengan Kerajaan Kurokami.” Raja yang muram menjadi panik dan gelisah. Penasehat di sampingnya juga begitu, keduanya benar-benar tidak senang akan berita itu.
Brakkkk.
Raja dan Penasehat terkejut ketika melihat pintu ruang Singgasana dihancurkan. Keduanya menatap ke arah pintu dan berteriak, “Siapa kalian, beraninya masuk ke ruang singgasana dengan kasar.” Raja meraung marah akan hal itu.
Raja menatap ke arah pintu, yang dimana ada 7 orang berpakaian serba putih dengan topeng manusia yang unik. Perbedaan mereka hanya terdapat di lambang yang terpasang di pakaian putih itu.
(Note : Mereka mirip Cp0, namun bedanya ada lambang di Pakaian putih.)
Ketujuh orang itu menatap ke arah Raja dan Penasehat, salah satu dari ke-7 orang itu menghilang dan muncul di belakang Penasehat. Raja dan Penasehat terkejut. Sebelum Penasehat bereaksi, orang bertopeng memukul tengkuknya dengan keras.
Brakkk.
Penasehat terjatuh pingsan di lantai. Orang itu kembali ke barisan, lalu ke-7 orang berjalan dengan tenang menuju ke arah Raja. Melihat Penasehatnya pingsan, Raja benar-benar takut dan dia mundur ketika didekati.
“Jangan mendekat, jangan bunuh aku.” Raja benar-benar ketakutan. Ke-7 orang itu berhenti, kemudian salah satu dari mereka berkata, “Kami bisa membantu Kerajaanmu di perang, namun kami hanya ingin satu hal, entah itu kau sanggup atau tidak, kami tidak peduli.”
Raja terkejut, dia semula mengira kelompok di depannya akan membunuhnya, namun ternyata hanya mengajukan penawaran. Raja kemudian sedikit tenang, dia mendekat dan mereka mulai membahas negosiasi mereka.
**
Ryuto perlahan-lahan terbangun, matanya terbuka sepenuhnya dan duduk di tempat tidur. Dia menatap ke arah para istrinya, sudut mulutnya naik membentuk senyum lebar. Pemuda itu, kemudian menatap ke arah depan.
“Sepertinya waktuku pergi ke Medan Perang.” Ryuto turun dari tempat tidurnya. Para istrinya merasakan gerakan di tempat tidur. Mereka perlahan-lahan mulai terbangun, matanya berkedip dan duduk di tempat tidur.
Ryuto menatap ke arah para istrinya, dia benar-benar merasa bersalah karena gerakannya membangunkan istrinya. “Maaf, membangunkan kalian. Tidurlah kembali atau ikut denganku menuju ke Medan Perang.”
Para istrinya saling menatap satu sama lain, kemudian mereka menyalurkan energi spiritual ke tubuh masing-masing. Seluruh tubuh mereka menjadi bersih dan segar kembali. Ryuto juga sudah melakukan hal itu, dia juga sudah memakai pakaian santai miliknya.
Seluruh istrinya sudah berpakaian santai, mereka pergi ke medan perang seperti pergi menuju ke tempat hiburan. “Baiklah, ayo kita berangkat,” ucap Ryuto ketika melihat seluruh istrinya sudah berpakaian rapi.
Ryuto dan seluruh istrinya keluar dari Kediaman Utama, kemudian mereka terbang menuju ke arah Pulau Medan Perang. Mereka terbang dengan sangat cepat, bahkan awan-awan yang berkumpul terbelah menjadi dua.
**
Pulau Medan Perang, seluruh Pasukan Kurokami benar-benar sudah menekan Pasukan Blue. Medan Perang hanya terdapat mayat para Pasukan Blue tanpa ada Pasukan Kurokami sama sekali. Perang ini Pasukan Kurokami benar-benar unggul.
Pasukan Blue sekarang tersisa 50 Juta orang. Sementara Pasukan Kurokami masih utuh 5 Juta orang. Zero melihat itu mengangguk senang walaupun dia sedikit merasa ada yang aneh dengan Pasukan Blue sendiri.
“Semuanya mundur.” Zero mendengar teriakan dari Pemimpin Pasukan Blue. Dia juga mengisyaratkan ke arah Lion untuk menyuruh seluruh Pasukan Kurokami untuk mundur juga. Lion mengangguk dan berteriak, “Seluruhnya mundur segera.”
__ADS_1
Para Pasukan Kurokami berhenti, mereka tidak mengejar kemunduran Pasukan Blue. Seluruh Pasukan Kurokami berbalik dan berlari menuju ke Kamp.
“Sepertinya firasat Tuan benar. Kalian juga merasakannya, bukan?” Zero bertanya kepada 4 Pemimpin lainnya. Ke-4 nya mengangguk setuju. Namun, sebelum mereka ber-5 fokus ke musuh. Mereka mendengar sebuah suara familiar di belakang.
“Sepertinya kami tiba tepat waktu.”
[Data Istri Ryuto : Sasha Kurokami.]
Sasha adalah seorang pembunuh profesional yang pensiun dan menjadi Bodyguard di bawah perintah Ibu Sayoko. Dia sangat disukai oleh Ibu Sayoko, bahkan Sasha sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
Sasha sendiri diberi tugas untuk melindungi Sayoko, ketika Ibu Sayoko merasakan Putrinya bersikap aneh semenjak pulang dari sekolah. Ibu Sayoko curiga dan meminta Sasha untuk melindungi dan mencari tahu akan apa yang terjadi terhadap Putrinya.
Ibu Sayoko yang sudah mendengar informasi itu, dia benar-benar sedih dan marah. Dia paham jika berita sudah sampai di Suaminya, pasti Sayoko akan diusir. Dia tidak ingin itu terjadi, namun sudah terlambat.
Suaminya sudah mengusir Sayoko. Ibu Sayoko kemudian memberikan perintah terakhir kepada Sasha untuk melindungi Sayoko sepenuhnya, Ibu Sayoko juga sudah berjanji akan ikut dengan mereka segera.
Awal bertemunya Sasha dan Ryuto pada saat di sekolah. Kesan awal Sasha kepada Ryuto sama, yaitu dingin dan buruk. Sasha tahu sifat asli Laki-laki, maka dari itu seluruh laki-laki yang dia temui pasti akan dianggap buruk.
Namun, perlahan-lahan Sasha mulai memahami Ryuto. Akhirnya persepsi tentang laki-laki di fikirannya berubah, bukan untuk seluruh laki-laki. Hanya untuk Ryuto saja yang berubah, sampai akhirnya dia mengetes dan yakin, bahwa Ryuto berbeda.
Hari demi hari, hubungan keduanya semakin dekat. Sampai akhirnya mereka menikah, Sasha awalnya mengira bahwa Ryuto tidak memiliki sifat seperti anak-anak orang kaya. Namun, itu ditumbangkan ketika dia melihat banyak istri Ryuto.
Sasha bingung dan dia juga tidak merasa jijik akan hal itu. Dia malah terlihat senang jika Ryuto memiliki banyak istri. Dia berfikir apakah ini perbedaan Babi liar dan Serigala liar?.
(Note : Bagi yang tahu saja maksud, Babi dan Serigala.)
(Nama : Sasha Kurokami.)
(Umur : 19 Tahun.)
(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)
Seluruh istri Ryuto sudah tahap 9 dan Ryuto sudah tahap 10.
(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)
(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1