Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 107


__ADS_3

[Chapter 107.]


[Guru dan Murid.]


[Silahkan Dibaca.]


“Ara, ada Andy disini.” Ucap Wanita tersebut, sedangkan Ryuto tersenyum dan ekspresi yang ditampilkan adalah rindu.


Wanita tersebut adalah orang yang selalu menegurnya jika nilai di bawah rata-rata, dia akan baik kepadanya di saat akan di bully.


Wanita yang selalu membantunya, baik itu secara ekonomi dan lainnya. Dia baik dan tegas bagi Ryuto. Wanita tersebut yang tak lain, ialah Yuli, guru saat dia berada di Indonesia.


“Bu Yuli, bagaimana bisa kamu berada disini?.” Ucap Ryuto, sementara Yuli tersenyum dan menjawab dengan senang.


“Ibu pindah kesini. Jepang adalah negaraku, jadi aku pindah kesini. Bisa dibilang, pertukaran guru sudah selesai, jadi aku kembali.” Ucap Yuli, sementara Ryuto mengangguk.


“Kamu sendiri, juga tinggal di Negara ini?.” Ucap Yuli, sedangkan Ryuto mengangguk dan menjawab dengan santai.


“Ya, ternyata aku lahir di Jepang. Jadi, sekarang Yuli-sensei yang akan menjadi pembimbing klub musik?.” Ucap Ryuto sambil tersenyum.


“Itu benar, aku akan menjadi pembimbing mereka.” Ucap Yuli, sebelum mereka melanjutkan obrolan mereka, Sayoko menghentikan dengan berkata.


“Ayo kita ke Kereta, kalian lanjutkan pembicaraan di Kereta saja.” Ucap Sayoko, sementara Ryuto dan Yuli mengangguk.


Klub musik, Ryuto, Sayoko, Sasha, dan Yuli berjalan menuju ke dalam Kereta. Mereka duduk di tempat yang sudah disediakan.


Anggota Klub musik sendiri, sedangkan Ryuto bersama dengan Sayoko, Sasha, dan Yuli. Kemudian, terdengar suara bahwa Kereta akan berangkat menuju Osaka.


“Jadi, kalian adalah murid dan guru di Indonesia dulu?.” Ucap Sasha, dia penasaran dan akhirnya terjawab oleh Ryuto dan Yuli.


“Itu benar, Andy ini di sana di bully. Aku awalnya mengira bahwa Andy tidak masuk karena di khianati pacarnya, ternyata dia pergi ke Jepang.” Ucap Yuli, sambil membuka kemasan makanan ringan.


“Kau masih sama saja, Sensei. Suka sangat dengan makanan ringan.” Ucap Ryuto, sementara Yuli menatap ke arah Ryuto dan menyipitkan matanya.


“Hempp, kau jangan berkomentar, kau sendiri tidak membelikan makanan ringan untukku.” Ucap Yuli, sementara Ryuto tersenyum tak berdaya, Sayoko dan Sasha tertawa pelan dengan perilaku murid dan guru tersebut.


“Nanti akan kubelikan. Serta, namaku bukan Andy lagi, namun Ryuto.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli mengangguk, dia tidak peduli dan hanya makan makanan ringannya.


[Sayang, gurumu ini sungguh hebat. Kau tahu, dia adalah agen rahasia yang bertugas dalam bidang penyelidikan. Serta, dia adalah ketua seluruh informan di seluruh dunia.]

__ADS_1


Ryuto yang mendengar ucapan Iris, dia terkejut dan memandang ke arah Yuli yang makan makanan ringan dengan santai.


‘Kau yakin, Iris?.’ Batin Ryuto, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Iris tersebut.


[100% yakin, hanya beberapa orang yang tahu tentang dia, termasuk Kurht.]


‘Apakah guruku ini musuh atau teman?.’


[Teman, karena dia menyukai Ryuto. Apapun informasi mengenai dirimu, dia hanya berkata Rahasia. Baik itu, saat kamu mengungkapkan nama Ryuto Kurokami di restoran, maupun saat kamu tinggal di Indonesia. Dia rahasiakan, karena dia benar-benar menyukai Ryuto.]


Sementara itu, Ryuto yang mendengar itu tersenyum. Gurunya sendiri yang memarahi dia selalu, ternyata memiliki perasaan seperti itu terhadapnya.


Yuli yang diam, menatap ke arah Ryuto. Dia mengerutkan keningnya, lalu bertanya dengan nada tidak enak.


“Kenapa kamu, menatapku seperti itu, An-Ryuto?.” Ucap Yuli, dia menyipitkan matanya. Sementara Ryuto, yang mendengar itu segera sadar dan tersenyum terhadap Yuli.


“Tidak, hanya saja aku rindu denganmu. Mau bagaimana lagi, biasanya akan ada suara yang selalu berisik di sekolah.” Ucap Ryuto, sementara Yuli memalingkan wajahnya menatap ke luar kaca.


“Dasar, Ryuto bodoh.” Ucap Yuli pelan sambil makan makanan ringan, namun terlihat rona merah di pipinya serta sudut mulutnya yang melengkung menunjukkan senyuman yang imut.


Sementara itu, Sayoko dan Sasha tidak berharap bahwa kedua orang di depannya itu memiliki hubungan yang sangat dekat, apalagi saat melihat Yuli yang malu, mereka benar-benar terpana dan tersenyum lebar, keduanya berfikir.


Beberapa jam kemudian, Kereta yang melaju dengan cepat, perlahan-lahan mulai melambat. Lalu, terdengar suara bahwa tiba di Osaka.


“Ryuto bangun, kita sudah sampai di Osaka.” Ucap Yuli, sementara Sayoko dan Sasha juga ikut membangunkan Ryuto.


Ryuto yang merasa ada gangguan dalam tidurnya, dia membuka matanya dan melihat Yuli, Sayoko, dan Sasha membangunkannya.


“Oh, kalian. Ada apa?.” Ucap Ryuto, lalu Sayoko dan Sasha mulai mengambil barang mereka, sementara Yuli berkata.


“Kita sudah berada di Osaka, ayo kita turun.” Ucap Yuli, sementara Ryuto melihat keluar dan mengangguk.


“Baiklah, ayo.” Ucap Ryuto, kemudian mereka berempat keluar diikuti anggota Klub musik.


Tak lama kemudian, mereka sudah berada di luar. Lalu, Sayoko berjalan ke arah para anggota Klub musik, memberitahukan tentang Penginapan.


“Apakah ada Onsen di penginapan tersebut?.” Ucap Ryuto, dia benar-benar ingin merasakan Onsen luar, sementara Sayoko mengangguk.


“Itu benar, ada Onsen terpisah dan Onsen pribadi.” Ucap Sayoko, lalu Ryuto berkata dengan ringan.

__ADS_1


“Kalau begitu, beli saja Onsen pribadi. Sedangkan para anggota Klub buat mereka Onsen Pribadi yang terpisah.” Ucap Ryuto, sementara Sayoko mengangguk.


“Itu sudah kuatur, Ryuto.” Ucap Sayoko, sementara Ryuto tersenyum senang. Lalu, mereka berjalan keluar dari Stasiun, namun mereka berhenti di toko pakaian.


“Kalian tidak beli pakaian?.” Ucap Ryuto kepada Sayoko dan Sasha. Lalu, kedua saling pandang dan mengangguk.


Mereka semua masuk ke dalam toko pakaian, Sayoko dan Sasha memilih pakaian santai. Begitupun dengan yang lainnya.


“Total keseluruhan : 5.000.000 Yen.” Ucap kasir tersebut, dia tidak percaya bahwa Ryuto dan yang lainnya benar-benar membeli sebanyak itu.


“Ini.” Ucap Ryuto, menyerahkan kartu berwarna hitam. Lalu, Kasir mengangguk dan menggesekkan kartu tersebut.


Ting.


“Terimakasih atas pembeliannya.” Ucap kasir tersebut dengan senang, sementara Ryuto dan yang lainnya keluar dari toko pakaian.


“Terimakasih, Ryuto-san.” Ucap anggota Klub musik secara bersamaan, sedangkan Ryuto melambaikan tangannya dan berkata.


“Santai saja, anggap saja kita bersenang-senang sebelum besok.” Ucap Ryuto, sedangkan Sayoko dan Sasha menggelengkan kepalanya dengan tingkah Ryuto.


Yuli yang melihat muridnya yang dulu sudah berubah menjadi kaya, dia tidak bisa tidak tersenyum senang. Ryuto, kemudian menatap ke arah Yuli yang tersenyum.


“Kalian pergilah ke penginapan dulu, aku akan bersama sensei untuk membeli makanan ringan.” Ucap Ryuto, mereka mengangguk. Sedangkan Sayoko dan Sasha mendekat dan membisikkan sebuah kata ke Ryuto.


“Semangat, segera buat Sensei menjadi Saudari kita.” Bisik mereka berdua, lalu mereka berdua mulai memandu para Anggota Klub musik.


Sedangkan, Ryuto tersenyum mendengar bisikan dari Sayoko dan Sasha, lalu Ryuto menatap ke arah Yuli dan berkata.


“Ayo, sensei kita pergi membeli makanan ringan.” Ucap Ryuto, sedangkan Yuli mengangguk dengan mata yang sudah bberbinar-binar


Yuli pun mengangguk, lalu mereka berdua berjalan bersama menuju tempat penjualan makanan ringan.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2