
[Chapter 129.]
[Misi selesai.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan.
Boom boom.
Pertarungan antar Laba-laba sama Ryuto, menjadi lebih sengit. Mereka saling menyerang satu sama lain.
Swush Swush.
Dua jaring melesat ke arah Ryuto, sementara Ryuto menatap dengan tenang. Lalu, mengayunkan pukulan ke arah dua jaring tersebut.
Boom Boom.
Laba-laba tiba dengan cepat di depan Ryuto, dia mengayunkan kaki depannya ke arah Ryuto.
Sementara itu, Ryuto tersenyum dan mengayunkan pukulannya ke arah kaki tersebut.
Boom.
Kedua serangan bertabrakan, Laba-laba mundur 10m, sementara Ryuto mundur 10 langkah.
Mereka berdua saling memandang. Laba-laba berlari dengan cepat ke arah Ryuto, begitu juga Ryuto melesat ke arah Laba-laba.
Sampai di tengah, Laba-laba mengayunkan 2 kakinya dengan cepat menuju ke Ryuto.
Ryuto melapisi dua tangannya dengan energi miliknya. Keduanya terlihat saling memukul satu sama lain.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom.
Beberapa menit, mereka saling memukul. Namun, perlahan terlihat bahwa Laba-laba mulai kehilangan kekuatan.
Sementara itu, Ryuto menjadi lebih kuat dalam memukul. Satu pukulan terakhir, dilayangkan.
Booommm.
Laba-laba terbang menuju ke belakang, sementara Ryuto berdiri sambil tangan ke bawah, seperti memukul.
Brukkkk.
Laba-laba menabrak Pohon, Ryuto menatap ke arah Laba-laba dengan wajah serius miliknya.
Sementara itu, terlihat kedua Kaki laba-laba terkoyak, kedua kaki tersebut benar-benar dihancurkan oleh Ryuto.
Melihat kedua kakinya hancur, laba-laba tersebut marah. Dia berteriak dengan keras.
“Kyakkkkkkk,” teriak laba-laba tersebut, kemudian tubuh laba-laba tersebut, perlahan-lahan retak.
Krak krak krak krak.
Pyarrr.
Kulit laba-laba berubah menjadi, putih, matanya berubah menjadi biru dan merah. Kaki yang semula rusak, kembali pulih.
Serta, kaki tersebut terlihat lebih tajam dan keras. Ryuto mengerutkan keningnya, lalu dia berkata.
“Ini, melebihi dari hukum alam. Sebenarnya aku benar-benar di Dunia nyata kah?” ucap Ryuto, dia benar-benar terkejut dengan perubahan laba-laba.
“Kyakkk,” teriak laba-laba, kemudian dia menyemburkan berbagai jaring ke arah Ryuto.
Sementara itu, Ryuto menghindar ke arah samping. Lalu, melihat bahwa jaringnya menjadi lebih kuat dan keras.
Boomm.
“Jaring bisa keras kah?” ucap Ryuto, dia benar-benar merasa aneh. Namun, dia memutuskan untuk berfikir nanti.
“Sepertinya aku harus serius,” ucap Ryuto, dia menatap ke arah laba-laba dengan tajam. Kemudian, energi miliknya melapisi tangan Ryuto menjadi lebih padat.
Terlihat tangan Ryuto, menghitam. Lalu, dia memasukkan energi ke dalam kakinya untuk membiarkan gerakan miliknya menjadi lebih cepat.
__ADS_1
Wushhh.
Booomm.
Kepalan tangan diadu dengan kaki putih dan tajam milik laba-laba tersebut. Keduanya imbang, lalu Ryuto melompat mundur.
Laba-laba putih melesatkan jaring ke arah Ryuto yang sedang mendarat. Namun, Ryuto dengan cepat menghindari jaring tersebut.
Boom Boom Boom Boom Boom.
Ryuto memutari laba-laba tersebut, mencari kelemahan dari laba-laba tersebut. Dia menghindar dan fokus ke setiap sisi laba-laba.
“Ketemu,” ucap Ryuto, saat melihat sesuatu yang menonjol di antara kepala dan perutnya. Ryuto menguatkan energi ke kaki dan tangannya.
‘Mari kita akhiri ini,' batin Ryuto, kemudian dia menghilang dari tempat dan muncul tepat di atas laba-laba.
Mengetahui bahwa Ryuto menemukan kelemahannya, laba-laba ingin melindungi lehernya. Namun, dia terlambat.
Booommm.
Ryuto memukul dengan keras leher dari laba-laba, dia juga mengalirkan energi miliknya ke dalam tubuh laba-laba.
“Kyaakkkk,” teriak laba-laba, kesakitan. Sementara Ryuto, melompat mundur dan menghilangkan seluruh energi miliknya.
“Sekarang kau bebas,” ucap Ryuto, dia melihat ke arah jiwa laba-laba yang tak lain seorang perempuan.
“Terimakasih,” ucap jiwa tersebut, lalu perempuan tersebut melesat menghilang ke atas.
Lalu, Ryuto mengalihkan ke arah laba-laba dan dia menemukan bahwa laba-laba menguap dan memunculkan 100 laba-laba normal.
‘Eksperimen ini, sungguh kejam,' batin Ryuto, berbalik pergi menuju ke penginapan. Dia benar-benar marah dengan orang yang bereksperimen tersebut.
‘Sepertinya aku harus mencari akarnya,' batin Ryuto, kemudian sebuah notifikasi sistem muncul di depannya.
[Selamat telah menyelesaikan misi.]
[Selamat Tuan, mendapatkan Pasukan 10.000.]
[Selamat Tuan, mendapatkan Pedang pemusnah Iblis.]
[Selamat telah menyelesaikan misi tingkat Nasional untuk pertama kali.]
[Selamat Tuan, mendapatkan kotak misterius.]
‘Hmmm, menarik. Nah, Iris buka seluruh kotak yang kupunya.’
[Baik, harap ditunggu.]
[Membuka seluruh kotak.]
[Selamat Tuan, mendapatkan Saham Yoogle 60%.]
[Selamat Tuan, mendapatkan 50x pil pengeras tulang.]
[Selamat Tuan, seluruh pasukan anda meningkat drastis.]
[Selamat Tuan, seluruh istri anda meningkat drastis.]
[Selamat Tuan, mendapatkan kemampuan Setia mutlak.]
[Selamat Tuan, mendapatkan tiket naik level sistem.]
[Selamat Tuan, mendapatkan 10.000.000.000.000 Yen.]
[Selamat Tuan, mendapatkan Lamborghini limited edition.] (Aku tidak tahu versinya.)
[Selamat Tuan, mendapatkan 10.000 Poin peningkat.]
[Selamat Tuan, Ability meningkat menjadi 2000.]
[Seluruh kotak telah dibuka.]
Ryuto tercengang dan merasakan rasa sakit di kepalanya. Lalu, dia merasakan hangat di dalam tubuhnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Ryuto benar-benar terpana dengan kemampuan baru dan tubuhnya.
Dia bisa merasakan, bahwa tubuhnya menjadi sekeras emas, dan terlihat bahwa energinya meluap-luap keluar.
“Ini..” ucap Ryuto, dia benar-benar terkejut dengan hal yang dia alami. Kemudian, dia mendapatkan informasi tentang level di dunia.
[Level di Dunia.]
[Petarung level 1-9.]
[Petarung sejati level 1-9.]
[Petarung Bumi level 1-9.]
[Petarung Laut level 1-9.]
[Petarung Langit level 1-9.]
“Hah, kenapa dunia nyata berubah menjadi dunia seperti ini?” ucap Ryuto.
[Dunia milikmu berbeda dengan Dunia modern, Tuan.]
[Ini, masih Bumi tetapi Bumi yang lain. Tuan dikirim disini saat peletakkan sistem.]
[Untuk lebih detailnya naikkan sistem kekayaan sampai level 100.]
“Tunggu, kekayaan itu bukan tentang hartakan?”
[Tidak, Tuan. Kekayaan meliputi segala aspek, kaya dengan kekuatan, kaya dengan sumber daya, kaya akan istri, dan kaya dengan yang lainnya.]
“Sebentar, kenapa suaramu berbeda Iris,”
[Ehem, maaf sayang. Itu tadi adalah Sistem, sementara Iris sudah tidak memiliki kendali Sistem, hanya bisa komunikasi saja, sekarang Iris berada di rumahmu.]
“Jadi beg-“ ucap Ryuto, dia mendengar suara Notifikasi sistem kembali.
[Misi terpicu.]
[Bunuh Aron yang sedang menculik Aoi, Nanami, dan Asami.]
[Hadiah : Dunia jiwa kecil.]
[Hukum : Asami, Aoi, dan Nanami akan dibunuh oleh Aron.]
[Durasi : 30 menit.]
Ryuto membelalakkan matanya, kemudian dia menjadi menajam matanya.
[Petunjuk sistem.]
Ryuto melihat tanda muncul di depannya, dia dengan marah mengikuti tanda tersebut.
Ryuto melesat cepat, dia benar-benar marah sekarang, karena beraninya menculik Istrinya.
“Siapapun kau, aku akan menyiksamu, melebihi dari Neraka,” ucap Ryuto.
Awan hitam muncul di atas Kyoto, hujan badai dan petir muncul secara tiba-tiba, menandakan Ryuto yang marah.
Di sisi lain.
Tiga Wanita terlihat di jerat di sebuah tiang berbentuk silang. Mereka tidak sadarkan diri, karena suatu hal.
“Hehehehe, aku akan membuat tiga Wanita ini menjadi gila,” ucap orang yang memegang suntikan.
Orang tersebut, tak lain tak bukan ialah Aron.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1