
[Chapter 113.]
[Ryuto vs Gyu + Menang.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Yakuza Homaku.
Gyu menatap ke arah Ryuto dengan tajam, begitupun Ryuto memandang Gyu dengan tajam. Ryuto tersenyum dan memberi isyarat tangan ke Lion dan Sasha.
‘Aku serahkan pasukan kepada kalian.’ Itu adalah isyarat dari Ryuto. Sementara Lion dan Sasha tersenyum dan melanjutkan pembunuhan mereka.
Ryuto bernafas dengan tenang, angin sepoi-sepoi menerpa dirinya. Suara teriakan terdengar, tatapan tajam dia rasakan.
‘Iris belikan aku pedang yang kuat.’ Batin Ryuto, kemudian pedang muncul di balik jubahnya. Gyu melesat ke arah Ryuto.
“Mati kau, bocah.” Teriak Gyu, sementara Ryuto tenang. Lalu, melihat pedang ke arahnya, segera dia menarik pedangnya dari sarung pedang.
Tingggg.
Dua pedang saling bertabrakan. Terlihat percikan-percikan Api muncul. Gyu yang melihat serangannya di blokir, segera mengayunkan kembali.
Ting Ting Ting Ting Ting.
Ryuto selalu menahan setiap serangan dari Gyu dengan mudah. Sebab, Ryuto bisa melihat lintasan pedang dari Gyu.
Ting Ting Ting Ting.
Gyu semakin geram dan emosi melihat serangannya di blokir terus-menerus. Dia melancarkan serangan dengan cepat.
Tingg.
Melihat bahwa tidak ada perubahan, Gyu mundur beberapa langkah. Kemudian, menatap ke arah Ryuto dengan penuh kebencian.
‘Bocah ini, meremehkanku. Sial, aku akan membunuhmu.’ Batin Gyu, wajahnya memerah karena marah. Lalu, dia melesat ke arah Ryuto dengan cepat.
Sementara itu, Ryuto yang melihat Gyu menuju ke arahnya dengan cepat. Dia hanya tersenyum dan menatap dengan tenang.
Gyu mengayunkan pedangnya dengan cepat. Ryuto menahan serangan tersebut, namun dia mengerutkan keningnya.
‘Kekuatannya bertambah.’ Batin Ryuto, lalu sedikit menambahkan kekuatannya, sekarang kedua orang tersebut memiliki kekuatan sama.
Ting Ting Ting Ting Ting.
“Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa aku tidak bisa menebasmu.” Ucap Gyu dengan nada tinggi. Dia benar-benar frustasi dan semakin marah.
Ryuto tersenyum melihat Gyu yang frustasi. Lalu, dia terfikirkan untuk menambah bumbu agar semakin meledak amarahnya.
“Karena kamu lemah.” Ucap Ryuto, sukses membuat Gyu marah. Dia mundur sebentar dengan wajahnya yang menghitam. Lalu, memandang ke arah Ryuto dengan tajam.
“Lemah, kau bilang. Kalau begitu, akan kutunjukkan kekuatan yang sebanding dengan Kurht si Thunder Palm.” Ucap Gyu, kemudian mengeluarkan Energi dan melapisi tangannya dengan energi tersebut.
“Kau bilang sebanding dengan Kurht.” Ucap Ryuto, dia menunduk ekspresinya menjadi datar, namun Gyu menyeringai dan mengira bahwa Ryuto pasrah.
“Hahaha, kau menyerahkah. Aku akan memaafkanmu jika kamu ikut bersamaku dan mencium kakiku ini.” Ucap Gyu, menyeringai kepada Ryuto.
__ADS_1
Sementara itu, Ryuto menatap lurus ke arah Gyu dengan ekspresi serius dan tajamnya. Lalu, energi miliknya keluar dan melapisi pedang yang dia pakai.
“Kau bilang, kau sebanding dengan Kurht. Hahahahaha, seorang semut bermimpi sebanding dengan Phoenix.” Ucap Ryuto sambil tertawa, dia benar-benar ahli memprovokasi lawan.
Gyu yang mendengar hal tersebut, Wajahnya menghitam lalu berubah memerah, lalu dia berteriak dengan marah.
“Baj*ngan, akan kubunuh kau.” Teriak Gyu, melesat dengan sangat cepat ke arah Ryuto, apa yang dilihat para Yakuza hanya bayangan saja.
Ryuto memang sedikit terkejut dengan kecepatan Gyu, namun dia masih bisa melihat kecepetan Gyu tersebut, pedang Ryuto terlihat dilapisi dengan energi yang memiliki warna hitam.
Gyu menganyunkan pedangnya, begitu juga Ryuto. Mereka berdua saling mengayunkan, dan kedua pedang bertemu.
Dinggggggg.
Ryuto dan Gyu mulai saling mengayunkan pedang mereka. Keduanya sangat cepat, hanya terlihat siluet hitam saja.
Ting Ting Ting Ting Ting Ting.
Ryuto menambah kekuatannya kembali, sementara Gyu dia benar-benar sudah di ujung kekuatannya.
Ting Slash Ting Slash Ting.
Gyu terkejut dan merasakan tubuhnya sakit. Dia tidak menyangka, bahwa Ryuto bisa lebih cepat lagi. Sementara Ryuto, dia tersenyum dan terus mengayunkan pedangnya.
Slash Slash Slash Slash.
Kemudian, Ryuto menendang Gyu dengan cepat.
“Ughhhh.” Ucap Gyu, dia terpental ke belakang dan menabrak dinding kediamannya.
Gyu menabrak dan benar-benar merintih kesakitan akibat tabrakan dan tebasan dari Ryuto. Sementara itu, Lion dan Sasha masih melawan 500 Yakuza.
Ryuto berjalan dengan santai ke arah Gyu. Sedangkan Gyu yang melihat Ryuto perlahan mendekat, dia segera berteriak.
“Kalian hadang orang itu untuk mendekat ke arahku.” Teriak Gyu, memerintahkan pasukannya untuk menghadang Ryuto.
Ada 20 orang yang berdiri di depan Ryuto, mereka semua segera berlari ke arah Ryuto untuk menyerangnya.
“Haaaaa, mati kau.” Teriak 20 Yakuza tersebut. Sementara Ryuto, dia berjalan pelan dan menghindari serangan, kemudian menebas leher mereka.
Jresss.
Satu persatu mati. Ryuto tersenyum melihat Gyu yang ketakutan. Setiap langkah Ryuto, Gyu merasakan kematiannya mendekat.
“Ja-jangan bunuh aku.” Teriak Gyu dengan penuh ketakutan, namun Ryuto sudah berdiri tepat di depannya. Kemudian, Ryuto berkata.
“Kau tahu, kau seharusnya tidak mengusik Wanitaku. Inilah akibatnya, jika kamu mengusik Wanitaku.” Ucap Ryuto, tersenyum menyeringai.
Lalu, Ryuto mengayunkan pedangnya dan memotong kedua tangan dari Gyu. Sementara itu, Gyu terkejut dan merasakan rasa sakit yang mengerikan di tempat tangannya.
Jress Jress.
“Arhhhhhhh.”Teriak Gyu, dia benar-benar putus asa sekarang. Dia memandang ke arah Ryuto dan berkata dengan penuh kebencian.
“Kau adalah Iblis, kau itu Ibl-“ ucaap Gyu terpotong, saat melihat pandangannya berubah seperti jatuh. Sebelum dia mati, dia melihat tubuhnya tanpa kepala.
__ADS_1
“Sungguh berisik.” Ucap Ryuto, kemudian berbalik melihat Lion dan Sasha sudah selesai membantai seluruh Yakuza. Kemudian, muncul 40 pasukan mereka.
“Kita menang.” Teriak Ryuto dengan senang, semuanya juga bersorak. Lalu, Ryuto mendapatkan sebuah panggilan telpon.
Purupurupuru.
Katcha.
“Bagaimana, Zero?.” Ucap Ryuto, kemudian terdengar suara di balik telpon tersebut.
“Sudah selesai, Tuan. Alpha, Eleven, dan Gin juga sudah.” Ucap Zero dibalik telpon. Ryuto senang dengan informasi tersebut.
“Kalau begitu, datanglah ke sini. Serta, belilah banyak makanan. Kita adakan pesta disini.” Ucap Ryuto dengan senang.
“Baik, Tuan.” Ucap Zero, lalu Ryuto menutup telponnya dan berbalik memandangi 2000 mayat di halaman tersebut.
“Kumpulkan jadi satu dan kita bakar semuanya.” Ucap Ryuto, mereka mengangguk dan dengan cepat menumpuk mayat menjadi satu. Lalu Ryuto menatap ke arah Sasha dan berkata.
“Apakah kau tidak apa-apa?.” Ucap Ryuto, walaupun dia tahu Sasha pernah membunuh banyak orang, dia tetap khawatir karena istrinya hamil.
“Aku tidak apa-apa, serta aku merasakan sesuatu di perutku merasa senang.” Ucap Sasha, sementara Ryuto tersenyum tak berdaya.
‘Hais, anakku ini meminta Sasha melakukan pembunuhan ternyata. (Ngidam kalau di jawa.).’ Batin Ryuto, kemudian mengajak Sasha masuk ke dalam rumah Yakuza Homaku.
Mereka berdua masuk, kemudian melihat sekitar rumah tersebut, Ryuto menggunakan persepsinya kembali dan menemukan ada ruang bawah tanah.
“Ayo kita ke ruang bawah tanah.” Ucap Ryuto dengan penasaran. Sementara itu, Sasha mengangguk. Lalu, mereka berjalan menuju ke ruang bawah tanah.
Mereka sampai di bawah tanah dan mereka terkejut bahwa tempat tersebut adalah tempat penjara, mereka melihat berbagai Wanita dan perempuan disana.
Ada yang sakit dan ada yang masih hidup, namun mata mereka kosong seperti tidak ingin hidup. Ryuto dan Sasha saling memandang dan mengangguk bersama.
Mereka berdua membuka seluruh penjara tersebut, kemudian Ryuto dan Sasha menyuruh mereka keluar dan menuju ke atas.
Mereka yang di penjara, hanya berjalan menuju ke atas dan seketika mata mereka yang kosong kembali hidup.
“Kalian bebas sekarang, segera kembalilah ke tempat asal kalian. Yakuza Homaku sudah hancur jadi jangan takut.” Ucap Ryuto, semua orang yang di penjara memandang ke Ryuto, kemudian mereka menundukkan kepala.
“Terimakasih banyak, Tuan.” Ucap mereka, kemudian Ryuto hanya melambaikan tangannya, lalu berkata.
“Kita akan mengantar kalian. Tapi, kita akan mengadakan pesta jadi, kalian juga harus ikut.” Ucap Ryuto, mereka hanya mengangguk.
Zero dan yang lainnya tiba, Pesta pun dimulai dengan penuh kesenangan. Para budak tersebut juga senang, mereka akhirnya bisa bebas.
Lalu, 2 orang Wanita mendekat ke arah Ryuto dan Sasha. Ryuto merasakan kehadiran dua Wanita tersebut, kemudian memandang ke arah keduanya.
Dua Wanita tersebut menundukkan kepala mereka, kemudian berkata dengan tegas dan serius.
“Tolong bawa kami bersama dengan anda, Tuan. Kami siap menjadi pembantu, anda.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.