Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 264


__ADS_3

[Chapter 264.]


[Ryuto Vs Duyung Hitam.]


[Silahkan Dibaca.]


Dasar laut, Negara Islan.


Ryuto menatap ke arah Duyung hitam yang tengah menatapnya dengan tajam. Dirinya sudah bersiap akan hal itu terjadi. Dia mengeluarkan pedang miliknya.


“Mari kita coba, seperti apa kekuatan Ras yang dapat menghancurkan satu Benua.”


Duyung Hitam menatap ke arah Ryuto dengan tajam. Dia sekali hentakan kaki, melesat ke arah Ryuto tersebut.


Wushhhh.


Ryuto melihat kecepatan tersebut. Dia mengakui bahwa Duyung Hitam sangat cepat. Dengan cepat mengeratkan pegangan dalam pedang dan mengayunkan ke arah Duyung Hitam.


Dinggggg.


Ryuto dan Duyung Hitam saling berbenturan satu sama lain. Ryuto menggunakan pedang, Duyung Hitam menggunakan kukunya.


Ding.


Keduanya mundur menjaga jarak. Duyung Hitam seketika mengarahkan tangannya ke samping. Terlihat dari dalam istana, muncul siluet cahaya emas.


Wushhhhh.


Grepppp.


Duyung Hitam memegang Trisula Emas dengan sebuah permata berwarna merah di tengahnya. Ryuto melihat hal itu, seakan tahu bahwa musuhnya sudah lengkap.


‘Sepertinya aku harus naikkan tingkat kekuatanku.’


Booommm.


Sejumlah energi kuat terlepas dari Ryuto, dirinya tersenyum karena mendapat musuh yang dianggapnya kuat.


“Mulai.”


Wush Wush.


Ryuto dan Duyung Hitam saling melesat satu sama lain. Mereka berdua mengayunkan kedua senjatanya, membuat senjata saling berbenturan satu sama lain.


Boom Boom Boom Boom Boom Boom.


Ledakan terus tercipta akibat benturan kedua senjata tersebut. Beruntung Negara Islan sudah dihilangkan para perempuannya berkat Zen dan Jordan.


“Ayo keluarkan seluruh kemampuanmu, Duyung Hitam.”


Boom Boom Boom Boom Boom.


Ryuto dan Duyung Hitam saling berbenturan terus menerus. Berbagai kawah tercetak di Negara Islan. Bahkan banyak duyung laki-laki mati di tempat.


Ryuto tidak peduli, baginya seluruh duyung laki-laki tidak berhak hidup karena sudah melukai para perempuan. Sedangkan bagi Duyung Hitam, semuanya yang berada di Negara Islan hanya alat.

__ADS_1


Booommmm.


Kedua senjata berbenturan dengan keras. Ryuto dan Duyung Hitam mundur karena efek dorongan serangan tersebut.


“Ryukou, mari kita hancurkan musuh di depan.” Pedang seketika mengerti maksud Ryuto. Dia bersinar dan berubah menjadi sedikit kemerahan kembali.


Wushhhh.


Ryuto melesat ke arah Duyung Hitam. Melihat musuh datang, Duyung Hitam dengan ringan memutar Trisula dan mengarahkannya ke Ryuto.


Boooooooommmmmmm.


Ledakan besar terjadi kembali. Seluruh Negara Islan hancur total kecuali istana yang berdiri dengan kokohnya.


Duyung Hitam menatap ke arah Ryuto, dia benci dan amarah. Emosi tersebut terus berkumpul bahkan Ryuto mendengar gumaman Duyung Hitam.


“Mati...Mati...Mati...Mati...” Ryuto mendengar gumaman tersebut. Kemudian, dia mendengar teriakan Duyung Hitam yang keras.


“Mati kau, Sialn.” Duyung Hitam berteriak dengan kencang, seketika tubuhnya menciptakan after image ketika melesat ke arah Ryuto.


Wushhhhhh.


Ryuto menyadari hal itu, dia tidak takut maupun panik. Melainkan dirinya sangat senang melihat hal itu. Dengan cepat kekuatannya ditingkatkan kembali.


Booommmm.


“Mari berdansa kembali.” Ryuto berteriak dengan senang. Dia melesat ke arah Duyung Hitam juga, keduanya bertemu di tengah sambil mengayunkan senjata mereka masing-masing.


Boooooooommmmmmmm.


Air di sekitar pertarungan mereka terdistorsi dan saling melawan arah satu sama lain menciptakan pusaran air dalam lautan.


***


“Ini pertarungan terlalu berlebihan, Jordan.” Zen tidak bisa tidak berseru melihat pertarungan Ryuto dengan Duyung Hitam tersebut.


“Kau benar, beruntung pertarungan mereka sedikit jauh dari istana.” Jordan berkata dengan nada serius. Zen juga sadar akan maksud dari Jordan.


“Ayo kita ambil seluruh harta serta perempuan yang dicari Bos.” Jordan mengangguk mendengar rencana dari Zen tersebut.


Wush Wush.


Keduanya menghilang dari tempat, mereka berdua melesat menuju ke arah kerajaan untuk memulai rencana yang telah disiapkan.


***


Boom Boom.


Lautan dekat pantai Tokyo benar-benar menerima efek dari pertarungan tersebut. Berbagai badai muncul bahkan ombak mengganas sekarang.


Banyak pelaut yang ingin melaut berhenti seketika. Mereka menonton kejadian tersebut dengan heboh. Bagaimanapun juga seluruh pelaut merasa ngeri melihat laut seperti itu.


Para warga yang berada di sekitar pantai juga melihat hal itu, mereka tidak takut karena ada pasukan Kurokami di garis batas pantai. Di mana pasukan itu siap menghentikan Bencana yang mengarah ke Kerajaan.


“Apakah ini perbuatan Tuan?” Zero yang berada di depan bertanya kepada keempat temannya yang berada di sebelah.

__ADS_1


“Kemungkinan besar, Ya. Bagaimanapun juga, Tuan terkuat dan mungkin bertemu musuh yang hampir sama kuatnya.”


Lion mengatakan apa adanya. Namun, semuanya itu adalah fakta dan dia tahu sendiri kekuatan tuannya.


“Jika begitu, kita lindungi seperti biasa. Menurutku, Tuan bertarung di dasar laut.” Gin mengungkapkan jawaban miliknya.


Keempatnya mengangguk paham, jika apa yang dikatakan Gin itu ada benarnya. Mereka tidak bisa mendeteksi tuannya dan satu-satunya jawaban adalah lautan.


Kelima orang itu menunggu dan waspada akan terjadi sesuatu terhadap bencana tersebut.


***


Boom Boom Boom Boom Boom.


Ryuto dan Duyung Hitam semakin memanas. Kecepatan mereka bahkan tidak bisa dilihat oleh mata para ahli. Keduanya terus berbenturan dengan keras.


Boooommmm.


Ledakan keras terjadi, Ryuto dan Duyung Hitam mundur karena dorongan kuat. Namun, di saat Ryuto mundur, dia melemparkan pedang miliknya ke arah tepat Duyung Hitam.


Wushhhh.


Duyung Hitam tidak bisa bereaksi, dia masih terdorong dan tidak bisa bergerak sama sekali. Pedang melesat, akan tetapi juga berputar membuat tidak tahu apakah Duyung Hitam akan terkena mata pedang atau gagang pedang.


Namun, semuanya salah. Ryuto seketika menghilang dan muncul sambil membawa pedangnya tersebut.


Slashhhhhhh


Duyung Hitam melebarkan matanya, akan tetapi dia merasakan rasa perih di perut. Dirinya segera melihat apa yang terjadi pada perutnya.


Duyung Hitam melihat perutnya tertebas sangat dalam. Darah biru keluar dari perutnya tersebut.


“Guakhh.” Duyung Hitam memuntahkan darah biru miliknya. Ryuto menatap hal itu dengan serius, dirinya sudah bosan sekarang dan waktunya mengakhiri semuanya.


“Aku sudah bosan, maka dari itu... Matilah.” Ryuto berkata dengan dingin, kemudian pedangnya berayun dengan cepat dan kuat.


Slashhhhhhh.


Duyung Hitam terbelah menjadi dua. Ryuto menatap ke arah Duyung Hitam yang perlahan tubuh dan ekornya turun ke bawah.


Zen dan Jordan melihat babwa pertarungan telah usai, mereka membawa berbagai macam harta namun mereka tidak membawa perempuan yang dicari tuannya.


“Tuan, perempuan yang Anda cari tidak ditemukan.” Zen melapor dengan cepat. Ryuto menatap ke arah kedua hewannya tersebut dan tersenyum.


“Dia ada di dalam sana. Kalian tidak akan mengetahuinya karena dirinya pintar menyembunyikan kehadiran.”


Zen dan Jordan mengangguk, kemudian Ryuto mengangkat tangannya dan berkata, “Kalian pergilah ke permukaan atau ke dalam Dunia Jiwa. Aku akan pergi ke tempat perempuan itu.”


Kedua hewan peliharaan tersebut mengangguk dan melesat pergi ke atas. Ryuto menatap ke arah Istana, dia melesat ke arah istana tersebut dengan cepat.


“Tunggu aku,...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2