Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 130


__ADS_3

[Chapter 130.]


[Aron yang berani.]


[Silahkan Dibaca.]


Beberapa menit sebelumnya.


Aoi, Nanami, dan Asami bangun dari tidur mereka, karena melihat bahwa Ryuto pergi dari kamar.


Mereka bertiga saling memandang, dan Aoi, Nanami memandang ke arag Youma yang tidur di dekat Asami.


“Kita keluar dulu,” ucap Nanami, sementara Aoi dan Asami mengangguk. Mereka keluar dari kamar secara pelan-pelan.


Di luar kamar, mereka bertiga berjalan menuju ke luar penginapan. Mereka penasaran dengan Ryuto.


Sampai di luar penginapan, mereka melihat bahwa di luar sangat sepi, karena waktu sudah malam jam 00.56.


“Kemana Ryuto pergi?” ucap Nanami, kemudian Aoi menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Kurang tahu, dia menghilang dan ini benar-benar sepi,” ucap Aoi, dia sedikit terkejut dengan kesepian luar.


“Ini sudah biasa, Aoi-san,” ucap Asami, sementara Aoi mengangguk dan berkata sambil memandang ke arah Asami.


“Panggil aku Aoi, atau Saudari,” ucap Aoi, namun sebelum Asami menjawab. Sebuah suara yang membuat Asami bergetar terdengar.


“Sudah lama tidak bertemu, Asami-chan,” ucap sebuah suara dari atap rumah di depan mereka.


Ketiganya menatap ke arah atap rumah di depannya. Sementara orang tersebut, terkekeh dan berkata.


“Hehehe, ternyata ada tambahan dua wanita. Ahh, keduanya akan menjadi budakku juga,” ucap orang tersebut.


“Aron, kenapa kau kesini?” teriak marah Asami, sementara Aron tersenyum dan menjawab.


“Aku adalah Suamimu, yah lupakan. Tujuanku kesini, ingin membudak dirimu,” ucap Aron tersebut.


Aoi dan Nanami mulai menghitam, mereka berdua menatap ke arah Aron dengan dingin. Kemudian mereka melapisi tangan dengan energi.


“Kau, berani membudak kami,” ucap Aoi dan Nanami, kemudian melesat ke arah Aron.


Aron sedikit terkejut, dia tidak berharap bahwa kedua Wanita di dekat Asami adalah orang kuat.


Aron menyilangkan tangannya, sementara Aoi dan Nanami memukul dengan keras tangan tersebut.


Boommm.


Aron sedikit terpental ke belakang, Asami juga melesat ke arah Aron dengan cepat. Dia adalah rubah, kecepatan larinya melebihi dari manusia biasa.


Asami tiba di belakang Aron, dia memukul tepat punggung Aron dengan keras.


Bughhh.

__ADS_1


Aron terpental dan menabrak ke dinding atap. Dia benar-benar kalah dengan Aoi, Nanami, dan Asami.


“Jangan bunuh aku,” ucap Aron dengan takut. Ketiga Wanita tersebut menatap ke arah Aron dengan tajam.


Namun, beberapa menit kemudian, ketiganya merasakan pusing di kepala mereka. Aron semula takut, berubah menyeriangi.


“Hahaha, akhirnya obat bekerja,” ucap Aron, dia berdiri. Lalu, menatap ke arah tiga Wanita tersebut.


“Apa yang kau lakukan?” ucap Aoi, dia benar-benar merasa pusing dan tubuhnya memanas. Aron tersenyum dan menjawab.


“Serbuk Afrodisiak,” ucap Aron, dengan seringai nya. Ketiganya benar-benar ceroboh, mereka membiarkan emosi mereka mengendalikan mereka.


‘Apakah ini akhirnya kah?’ batin mereka bertiga, namun seketika tubuh mereka bercahaya.


Aron terkejut dan mundur beberapa langkah dari ketiga Wanita tersebut.


Mereka bertiga merasakan sesuatu naik, Afrodisiak menghilang dari diri mereka, namun seketika mereka merasakan hangat di dalam tubuh mereka.


Lalu, mereka merasakan sakit dan seketika pingsan. Aron terkejut, dia berjalan ke arah mereka bertiga.


Dia mencoba untuk memegang dan tidak ada masalah, namun saat akan memegang hal penting mereka, Aron merasakan sakit yang dalam.


“Apa itu tadi?” ucap Aron, dia benar-benar terkejut dengan kejadian tersebut. Namun dia mengabaikan dan membawa ketiga Wanita ke tempat miliknya.


Kembali waktu sekarang.


Ketiga Wanita yang diikat di tiang, perlahan terbangun. Lalu, mereka melihat bahwa mereka diikat.


“Kau, akan kubunuh kau,” ucap Aoi, dia benar-benar marah sekarang. Dia mencoba untuk lepas, namun tertahan.


Ketiganya mengalami peningkatan, namun ikatan tersebut memiliki semacam penekan kekuatan.


“Kau tidak akan bisa,” ucap Aron, dengan senyumnya. Lalu, dia berkata kembali yang membuat ketiganya bingung.


“Hehehe, aku akan melihat reaksi kalian, saat ini akan masuk ke dalam kalian,” ucap Aron, menunjukkan sebuah cairan berwarna merah muda.


Aron mengambil tiga suntikan dan mengisi suntikan dengan cairan tersebut. Lalu, ketiga Wanita paham bahwa Aron akan memasukkan tiga cairan merah muda itu kedalam diri mereka.


“Apa yang kau lakukan, berhenti. Jika, kau memasukkan itu ke dalam kami, siap-siaplah untuk mati,” ucap Nanami.


Sementara Aron tersenyum, kemudian dia berjalan ke arah tiga Wanita tersebut dengan suntikan berisi cairan merah muda.


Ketiga Wanita tersebut merasa takut dalam hati, namun mereka tidak menunjukkan rasa takut tersebut.


Aron tiba di depan mereka bertiga, kemudian menusukkan Suntikan ke tangan mereka bertiga.


Jleb Jleb Jleb.


Mereka bertiga merasakan sesuatu masuk ke dalam tangan, kemudian mereka perlahan merasakan panas di dalam tubuh mereka.


“Hehehe, nikmatilah perasaan itu,” ucap Aron, sambil tersenyum gila.

__ADS_1


Ketiga Wanita tersebut, terus merasakan panas. Wajah mereka memerah, lalu pandangan mereka menjadi kelabu.


Tubuh mereka berkeringat dan baju yang dipakai basah. Beruntung mereka tidak memakai pakaian yang basah akan transparan.


Tak lama kemudian, mereka merasakan keinginan akan alat tempur laki-laki, mereka benar-benar sudah tidak bisa menahan.


“Ahhh,” teriak mereka, entah sakit atau hal lain. Aron tertawa dengan gila melihat ketiganya berjuang menahan rasa tersebut.


Kemudian, dia mengambil sebuah replika alat tempur milik laki-laki, dan replika tersebut besar.


Aron hanya menunjukkan di depan mereka, sementara itu ketiganya menahan dan mereka merapatkan kedua kaki mereka.


“Hehehe, tahan terus. Serta, apakah kalian menginginkan ini, Hahaha,” ucap Aron sambil menunjukkan replika tersebut.


Aron kemudian, mencoba memegang tangan mereka. Namun, sebelum dia memegang. Sebuah ledakan mengejutkan dirinya.


Boooommmm.


Aron secara tak sadar berbalik, namun sebuah kepalan tangan berwarna gelap menyambut dirinya.


Bughhhh.


Aron terkejut dan terbang menuju ke dinding. Lalu, dia menabrak dengan keras dinding tersebut.


“Maaf, aku telat,” ucap orang tersebut, yang tak lain ialah Ryuto yang sedang marah. Lalu, dia melihat ke arah ketiga wanitanya dan paham.


“Tidurlah dulu,” ucap Ryuto, kemudian memukul tengkuk mereka dengan pelan. Lalu, ketiganya pingsan.


“Ahhh, sakit sakit,” teriak Aron kesakitan. Kemudian, Ryuto berjalan ke arah Aron dengan pelan dan santai.


“Beraninya kau, memperlakukan Istriku seperti itu,” ucap Ryuto, kemudian perlahan-lahan Aura membunuh keluar.


“Kau tahu, apa yang tidak boleh kau lakukan di Dunia ini,” ucap Ryuto, terus menaikkan Aura membunuhnya.


“Pertama, menyentuh keluargaku,” ucap Ryuto, Aura membunuh terus naik tanpa henti.


“Kedua, melukai Istriku,” ucap Ryuto, kemudian dia berhenti di tempat Aron duduk.


“Ketiga, Menyiksa Istriku,” ucap Ryuto, lalu Aura membunuh yang besar keluar dari tubuh Ryuto.


Aron yang melihat itu, dia benar-benar pucat. Aron tidak tahu, bahwa dia sudah menyinggung seseorang yang tidak bisa disinggung.


Ryuto menatap Aron dengan dingin dan niat membunuh besar. Lalu, muncullah Aura baru yaitu Aura haus darah.


“Nah, beritahu aku bagaimana harus menghukummu?,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2