Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 86


__ADS_3

[Chapter 86.]


[Andy vs 50 Preman jalanan.]


[Silahkan Dibaca.]


Andy melihat Preman 1 yang paling dekat dengan dirinya. Andy menendang perut, lalu menendang kepala Preman 1.


Bughhhh.


Preman 1 terjatuh, lalu Andy merasakan bahaya di belakangnya, Andy menunduk kemudian, melayangkan tendangan ke belakang.


Bughhh.


Preman 2 terkena tendangan Andy, lalu mundur beberapa langkah. Andy merasakan dua orang mendekat dari samping kanan dan kiri.


Lalu, merasakan bahaya dari atas, Andy segera bergerak maju dengan cepat. Pemukul bisbol dan Pedang tajam lurus ke bawah di tempat Andy berdiri sebelumnya.


Andy menendang tepat tangan preman 3 yang memakai pedang tersebut. Lalu, menendang lagi tepat wajah Preman 3.


Brukkk.


Pedang Preman 3 terlepas dan terlempar ke atas, Andy mengambil dan melemparkan tepat ke arah kepala Preman 4.


Jleb.


“Urgh,” Ucap Preman 4, lalu darah keluar dari kepala Preman 4. Semua preman yang melihat darah keluar dari Preman 4, serasa mual di dalam perut.


‘Mereka, apakah baru pertama kali melihat pembunuhan.’ Batin Andy, lalu menarik Pedang tersebut dan berjalan ke arah Preman 1.


Slashh


Preman 1, langsung mati tanpa kepala. Andy kemudian, melemparkan kembali pedang ke arah Preman 3, tepat di jantung Preman 3.


Seluruh Preman benar-benar terkejut, mereka benar-benar berhenti di tempat. Mereka merasa mual semuanya, kecuali beberapa orang.


Mereka mengabaikan rasa mualnya dan berlari kearah Andy. Sementara, Andy melihat ke arah mereka yang berlari ke arahnya.


Andy mengambil kembali pedang tersebut, lalu tersenyum mengerikan ke arah Preman yang berlari ke arahnya. Andy kemudian, berlari ke arah preman tersebut dengan cepat.


Jrashh Jrashhh.


Selang beberapa menit, 40 Preman jalanan mati di tempat. Guru olahraga melihat itu terkejut dan benar-benar takut. 10 Preman pun juga takut.

__ADS_1


’50 Preman tersisa 10 Preman. Siapa anak ini sebenarnya, bagaimana bisa semengerikan ini.’ Batin guru olahraga, ketakutan.


Andy kemudian, mengambil telponnya dan menelpon nomor Zero.


Purupurupuru.


Katcha.


“Zero, kau datanglah ke lokasiku, sekarang.” Ucap Andy, lalu menutup telponnya. Sementara itu, Zero yang menerima telpon tersebut, segera berjalan menuju ke belakang bar.


“Lokasi yang dikirim, Tuan. Bukankah lokasi gang yang sangat sepi.” Ucap Zero, lalu segera berangkat ke lokasi Andy dengan mobil pickupnya.


Di sisi Andy, dia memandang ke arah 10 preman dan guru olahraganya. Andy menatap ke arah 10 preman jalanan.


“Kenapa, aku tidak membunuh kalian. Karena kalian masih berguna bagiku.” Ucap Andy, lalu dia berfikir. ‘Sepertinya aku harus menguasai Tokyo, untuk memusnahkan ancaman dalam keluarga ku.’


Guru olahraga melihat bahwa ada kesempatan untuk kabur, dia segera berbalik. Namun, saat akan berlari dia merasakan sakit di bagian kakinya.


Guru olahraga lalu menunduk dan melihat ke arah kakinya, dia menatap dengan takut dan terkejut. Lalu, guru olahraga terjatuh dan berteriak.


“Ahhhhhhh.” Teriak guru olahraga terjatuh sambil memegangi kakinya yang tertusuk oleh pedang. Dia ingin mengeluarkan pedang tersebut, namun dia urungkan karena pedang tersebut tembus keluar dari kakinya.


“Ap-apa yang akan ka-kau lakukan, Andy.” Teriak marah dan takut guru olahraga tersebut, namun Andy berjalan dengan pelan menuju ke guru olahraga tersebut.


“Ja-jangan mendekat, pe-pergi.” Ucap guru olahraga dengan ketakutan. Lalu, sebuah mobil pickup muncul di belakangnya, dia merasa bersyukur bahwa ada orang yang lewat.


“Tolong, tolong aku. Disini ada pembunuhan.” Teriak guru olahraga tersebut, lalu memandang ke arah Andy dengan senyuman.


“Tamat kamu, setelah ini kamu akan masuk ke penjara dan aku bisa memperkosa seluruh Istrimu, Hahaha.” Ucap guru olahraga tersebut sambil tertawa.


Lalu, orang yang berada di mobil pickup muncul. Guru olahraga segera berkata dengan cepat.


“Tolong aku, pak. Dia ingin membunuhku, dia sudah membunuh banyak orang disana.” Ucap guru olahraga sambil menunjuk ke arah para mayat.


Sementara, orang itu memandang ke arah guru olahraga, lalu ke arah Andy. Orang tersebut berjalan ke arah Andy.


‘Mati kau, nak. Setelah ini kamu akan hilang.’ Batin guru olahraga, namun ekspektasi tidak sesuai dengan realita, dia melihat bahwa oranh tersebut menunduk ke Andy.


“Tuan, apa yang harus kulakukan.” Ucap orang tersebut yang tak lain, adalah Zero. Sementara itu, guru olahraga membeku dan benar-benar ketakutan.


“A-Apa, T-Tuan?.” Ucap guru olahraga dengan gagap. Dia benar-benar terkejut dan merasakan harapan yang dia miliki, hancur.


“10 orang itu, bawa ke markas. Latih mereka, karena menurutku berbakat.” Ucap Andy, sedangkan Zero mengangguk.

__ADS_1


“Lalu, untuk dia.” Ucap Andy menunjuk ke arah guru olahraga, Zero pun juga berbalik dan menatap tajam ke arah guru olahraga.


“Siksa terus, sampai dia berkata ‘aku ingin mati’ berulang kali.” Ucap Andy, dengan senyumannya. Namun, bagi Zero itu adalah senyuman Iblis.


“Baik, tuan. Akan kulaksanakan.” Ucap Zero, lalu Andy berjalan kembali ke arah guru olahraga. Andy berjalan dengan santai.


Sampai tepat di depan guru olahraga, Andy menarik pedang tersebut, membuat darah guru olahraga keluar dengan deras.


Jressss.


“Arghhhhhhhh.” Teriak guru olahraga, kemudian Andy menusuk kaki guru olahraga terus menerus. Tak lupa, juga dia memasukkan pil penyembuhan.


Teriakan guru olahraga terus terdengar, sampai Andy bosan. Lalu, dia melempar guru olahraga yang sudah pucat, dan bergumam.


“Ampuni aku, Ampuni aku, Ampuni aku.” Gumam guru olahraga, pelan walaupun dia dilempar di belakang pickup, dia tidak peduli rasa sakit Punggungnya.


“Aku pulang dulu, Zero.” Ucap Andy, lalu berjalan pergi dari gang tersebut. Sementara Zero, menatap ke arah 10 preman.


“Kalian, ikut denganku. Duduk di belakang tempat orang yang di lempar oleh, Tuan.” Ucap Zero, ke 10 Preman tadi hanya bisa mengangguk.


Mereka benar-benar takut dengan Andy, apalagi melihat begitu sadis Andy menyiksa guru olahraga. Mereka berjalan ke arah belakang mobil.


Di sisi Andy, dia berjalan dan melihat di depan ada Taxi familiar. Andy tersenyum dan berjalan menghampiri taksi tersebut.


“Halo, Paman.” Ucap Andy, menyapa sopir taksi tersebut. Lalu, orang yang dipanggil paman oleh Andy, berbalik dan melihat Andy. Kemudian, menatap ke arah depan kembali.


“Apakah sudah selesai?” Ucap orang tersebut yang tak lain tak bukan August. Dia mengambil rokok dan menyalakannya.


“Aku sudah selesai, paman. Antar aku ke sini.” Ucap Andy, memberikan alamat rumahnya. August yang sedang merokok mengangguk.


“Masuklah.” Ucap August, lalu Andy masuk ke dalam taxi. Lalu, mobil melaju menuju alamat yang ditunjukkan oleh Andy.


Di saat, hampir sampai. Andy meminta August menghentikan mobil Taxinya, karena dia melihat para istrinya baru pulang.


“Berhenti disini, paman. Mereka adalah istriku, jadi aku akan berjalan bersama mereka.” Ucap Andy, lalu August melihat ke arah para Perempuan dan Wanita.


Dia benar-benar terkejut, bahwa Andy memiliki sekitar 12 Istri. August tidak menyangka dengan fakta tersebut. Lalu, dia terkejut dengan Wanita yang sedang tertawa bersama.


‘Bukankah itu, Nona.’


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2