
[Chapter 120.]
[Menuju ke perusahaan.]
[Silahkan Dibaca.]
Bar Flower.
"Ahhhh," teriak kencang June, kemudian jatuh tepat di samping Ryuto. Mereka telah melakukan permainan selama 2 jam.
Ryuto memandang ke arah June yang terbaring di sampingnya, terlihat wajah June yang tersenyum kepuasan. Lidah keluar, diikuti dengan air liur yang keluar.
Serta, tubuh June bergetar hebat. Bagian bawahnya terus mengeluarkan cairan yang banyak, setelah cairan berhenti, June pub tertidur dengan pulas.
Ryuto yang melihat June tertidur dia tersenyum dan berkata.
"Aku tidak menyangka perempuan ini masih segel," ucap Ryuto, kemudian duduk di sofa. Kemudian, memakan kentang goreng yang berada di atas televisi.
Dia menaruh makanan di atas, karena dia bermain sangat kasar terhadap June. Di meja, di sofa, di lantai terdapat jejak cairan bercampur dengan darah.
"Makan setelah melakukan permainan memang nikmat," ucap Ryuto, dia makan kentang goreng sambil duduk di sofa. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah telponnya.
Lalu, dia mencari nomor dengan nama Zero, kemudian dia memanggilnya.
Purupurupuru.
Katcha.
"Zero, apakah para pasukan yang melakukan bisnis sudah mendirikan perusahaan?" ucap Ryuto.
"Sudah, Tuan. Perusahaan berada di pusat Tokyo, dekat dengan sebuah Mall," ucap Zero.
"Baguslah, kalau begitu nanti aku akan kesana," ucap Ryuto, kemudian menutup telponnya. Lalu, melanjutkan makannya kembali.
Beberapa menit kemudian, June yang pingsan tersadar. Kemudian, dia melihat ke segala arah, dan sedikit bingung. Namun, tak lama kemudian, dia ingat apa yang terjadi dengannya.
"Uhh, dia benar-benar monster," ucap June, saat merasakan rasa sakit di bagian bawahnya. Sebelum, dia bergerak lebih lanjut. Dia mendengar suara dari arah samping.
"Jangan bergerak, makan ini dulu. Nanti kamu akan segera pulih," ucap suara tersebut yang tak lain suara Ryuto. June memandang ke arah Ryuto dan tersenyum.
"Suapi aku, ini sangat menyakitkan. Kamu sungguh buas tadi," ucap June dengan manja. Ryuto menanggapinya dengan anggukan, kemudian duduk di sebelahnya dan mulai menyuapi June.
__ADS_1
"Jika terjadi apa-apa, kau bisa hubungi diriku," ucap Ryuto, dia tidak ingin kejadian seperti pagi tadi terulang kembali. June yang mendengar nasihat dari Ryuto, mengangguk dengan malu.
Selesai menyuapi, Ryuto meletakkan piring sisa makanan tersebut, lalu menatap ke arah June dan bertanya.
"Apa kamu ingin ikut denganku, ke perusahaan?" ucap Ryuto.
Sementara itu, June tersenyum tak berdaya. Namun, saat dia bergerak anehnya tidak menemukan rasa sakit kembali, melihat itu June menaikkan sudut mulutnya dan menjadi senyum senang.
"Aku akan ikut," ucap June dengan senang. Kemudian, dia berdiri dan membersihkan diri di kamar mandi tempat VIP tersebut.
Ryuto duduk di sofa menunggu June selesai bersiap-siap. Dia makan sambil mendengarkan musik yang menenangkan bagi dirinya.
Beberapa menit kemudian, June keluar dengan pakaian formalnya. Lalu, dia menatap ke arah Ryuto.
Sementara itu, Ryuto yang merasakan tatapan, segera melihat ke arah orang yang menatapnya, yang tak lain adalah June.
"Baiklah ayo, serta kamu kelihatan lebih cantik," ucap Ryuto, membuat June memerah karena malu. Kemudian, mereka berdua keluar dari ruangan tersebut.
Dalam perjalanan keluar, Ryuto dan June bertemu dengan Eleven. Ryuto memberitahu bahwa ruang VIP sudah dia pakai.
Eleven mengangguk, kemudian dia menyuruh pelayan yang lainnya untuk membersihkan ruang VIP tersebut.
Pelayan tiba di ruang VIP tempat Ryuto dan June pakai tadi. Saat dia membuka pintu dan masuk, dia terkejut dengan pemandangan ruang tersebut.
Pelaku yang melakukan tidak peduli dan tidak tahu apa yang difikirkan pelayan tersebut. Ryuto dan June masuk ke dalam mobil, kemudian Ryuto menyalakan mobil dan berjalan pergi dari tempat Bar Flower tersebut.
Di jalan, mereka berdua tenang. Ryuto dengan santai mengendarai mobil, sementara June menatap ke arah luar, lalu dia berbalik dan menatap ke Ryuto, kemudian berkata.
"Perusahaan apa yang sedang kamu kembangkan?" ucap June, dia penasaran dengan perusahaan Ryuto.
"Perusahaan yang bergerak di kosmetik," ucap Ryuto, masih menatap ke arah depan. June mengangguk, lalu bertanya.
"Apakah sudah memiliki produknya," ucap June.
"Sudah tapi belum ku rilis saja. Setelah aku berkunjung, mungkin aku akan merilisnya," ucap Ryuto dengan santai, June mengangguk.
Kemudian, saat dia melihat tangan miliknya sendiri, June lupa bertanya soal cincin yang berada di tangannya, June pun bertanya ke Ryuto.
"Ryuto, cincin ini? apakah kamu yakin?" ucap June.
Sementara itu, Ryuto yang fokus mengendarai mobilnya, dia tersenyum dan menjawab dengan jujur dan serius.
__ADS_1
"Ya, aku yakin. Setelah ini kita akan pergi ke rumahku, kamu akan berkenalan dengan seluruh saudarimu," ucap Ryuto yang membuat June terkejut dan terharu.
June sebenarnya dia ingin benar-benar menjadi salah satu Istri Ryuto, namun dia takut bahwa Ryuto akan menolaknya, karena Ryuto adalah Tuan, sementara dirinya hanyalah seorang pelayan atau bisa dibilang pasukan biasa.
June ingin memeluk Ryuto, namun dia urungkan dulu. Dia menunggu mobil berhenti dan tiba di perusahaan, baru dia akan memeluknya.
Sisa perjalanan hening, tidak ada salah satu dari mereka yang berbicara. Ryuto tersenyum dengan ekspresi June sekarang.
Sementara itu, June menahan air mata untuk tidak keluar, dia ingin menangis senang. Ekspresi menahan tersebut, membuat June terlihat sangat lucu.
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di perusahaan. Sebelum turun, June segera memeluk dan menangis di dada Ryuto.
"Huaaaaa, terimakasih Ryuto, aku selalu ingin menjadi salah satu dari Istrimu, namun aku takut," ucap June, dia benar-benar mengeluarkan seluruh emosi dan rasa senangnya.
Ryuto memundurkan kursinya, kemudian mengangkat June dan mendudukkan June di pangkuannya, lalu menarik June dan memeluknya.
Ryuto mengelus punggung June agar tenang, Ryuto sebenarnya sudah tahu, bahwa June memiliki rasa kepada dirinya sejak insiden di bar, namun saat mengerti bahwa Ryuto adalah orang dia cari, June benar-benar bingung dan takut.
Ryuto mengetahui semuanya, karena August memberitahu hal tersebut. Dia khawatir, June akan murung terus. Ryuto beruntung, bahwa di jalan dia bertemu dengan June.
Akhirnya, Ryuto mengklaim June. Dia menghargai perasaan perempuan, dia tidak ingin seperti laki-laki lain, yang hanya memanfaatkan perempuan dan membudaknya.
Beberapa saat kemudian, June sudah tenang. Walaupun dia tidak ingin melepaskan pelukannya, lalu Ryuto mendengar ucapan dari June.
"Terimakasih," ucap June, kemudian dia melepaskan pelukannya dan memandang ke arah Ryuto. Tanpa peringatan apapun, June segera mencium bibir Ryuto.
Cup.
"Aku mencintaimu," ucap June, kemudian dia turun dari mobil, diikuti oleh Ryuto. Saat di luar, Ryuto menarik June dan membalas ciuman June.
Cup.
"Aku juga mencintaimu," ucap Ryuto, dia tersenyum. Sementara June menunduk malu, dia tidak tahu bahwa Ryuto sungguh berani menciumnya di tempat umum.
"Baiklah, ayo masuk ke dalam,"
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.