Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 133


__ADS_3

[Chapter 133.]


[Kejadian besar.]


[Silahkan Dibaca.]


Tokyo.


Ryuto, Aoi, Nanami, Asami, Youma, dan Youka tiba di Tokyo, mereka keluar dari kereta yang sudah berhenti tepat di Stasiun Tokyo.


“Akhirnya, kita sudah pulang,” ucap Aoi, sementara yang lainnya mengangguk benar. Kemudian, Ryuto berkata.


“Biar ku telpon, Zero terlebih dahulu,” ucap Ryuto, mereka mengangguk menunggu Ryuto selesai melakukan panggilan telepon.


Beberapa menit kemudian.


“Ayo, tunggu di luar,” ucap Ryuto, mereka mengangguk. Lalu, Youka dan Youma memegang tangan Ryuto, sementara para istrinya berjalan bersama di belakang Ryuto.


Mereka sampai di depan Stasiun Tokyo, mereka berdiri menunggu Zero datang.


“Nah sayang, apakah istrimu yang lain akan menerima diriku?” ucap Asami, dia gugup untuk bertemu dengan para istri Ryuto.


“Santai saja, Asami. Mereka akan menerimamu kok,” ucap Nanami, sementara Ryuto tersenyum dan mengangguk benar.


“Kau hanya terlalu takut. Santai dan rileks, jika kamu butuh energi, seraplah milikku atau mereka,” ucap Ryuto.


Aoi dan Nanami mengangguk, mereka tahu siapa Asami sebenarnya. Serta, mereka tahu bahwa Asami belum bisa mengendalikan kekuatan asli miliknya.


(Kekuatan asli tuh mirip Garis keturunan.)


“Itu benar, beruntung kami juga bisa mengolah dan mengisi energi, jadi tidak masalah,” ucap Aoi.


“Ya, setelah aku naik tingkat, energiku juga meningkat, jadi aman,” ucap Nanami, sementara Asami terharu.


“Terimakasih kalian, aku akan berusaha mengendalikan kekuatanku ini,” ucap Asami, dia benar-benar bersyukur memiliki Saudari yang pengertian dan Suami yang dapat diandalkan.


Lalu, mobil hitam terlihat. Ryuto tahu bahwa itu adalah Zero. Kemudian, mobil berhenti tepat di depan Ryuto.


Kaca mobil turun, menampilkan Zero yang berada di tepat kemudi, “Tuan, aku telah tiba,”


Ryuto tersenyum dan mengangguk, lalu Zero membuka pintu mobil dengan tombol otomatis.


Ryuto masuk di depan, sementara ketiga Wanita dan dua anak kecil masuk di belakang mobil.


Anak kecil dipangku dimasing-masing dua Wanita. Zero yang melihat ada tambahan satu Wanita dan dua anak kecil, hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


‘Seperti biasa, keluar sekali bawa pulang istri baru, memang bagus kebiasaan, Tuan,' batin Zero, lalu menjalankan Mobil menuju ke rumah Ryuto.


“Bagaimana urusan perusahaan itu?” ucap Ryuto, tanpa memandang ke arah Zero. Sementara Zero berkata.


“Mereka menemukan rumahmu dan restoran milikmu, Tuan. Mereka mengikuti June, serta akan menculik seluruh istri, Tuan,” ucap Zero.


Ryuto yang mendengar itu, wajahnya menghitam, dia masih tenang namun dalam hati sudah panas.


“Lalu?” ucap Ryuto, dengan suara dalam. Zero menjawab dengan tak berdaya.


“Istri anda membunuh mereka semua, bahkan seluruh orang di perusahaan mereka, semuanya hancur, sisa perusahaan kosong,” ucap Zero tak berdaya.


Hening.


Ryuto terpana dengan ucapan Zero, dia tersenyum dan senang, dia benar-benar tak menyangka akan hal tersebut.


“Apakah perusahaan Red Emerald sudah tidak ada?” ucap Ryuto, sementara Zero mengangguk dan menjawab.


“Itu benar, Semua Nyonya benar-benar menghancurkan seluruh isi perusahaan, polisi awalnya ingin menghentikan, namun Nyonya Amy melemparkan sebuah berkas dan itu membuat polisi marah ke perusahaan Red Emerald,” ucap Zero.


Ryuto tersenyum mengangguk. Sementara itu, ketiga istrinya serta dua anak kecil tidur dengan tenang.


40 menit kemudian. (Biar pasti.)


Mobil hitam memasuki halaman rumah Ryuto. Lalu, mobil terparkir tepat di depan pintu rumah Ryuto.


“Papa, apakah sudah sampai?” ucap Youma membuka matanya, Ryuto tersenyum dan menjawab.


“Ya, sudah. Ayo kita turun,” ucap Ryuto. Kemudian, mereka semua turun kecuali Zero.


Saat mereka turun, Asami, Youka dan Youma terpana dengan rumah mewah yang berada di depan mereka.


“Indah,” ucap mereka bertiga, lalu melihat halaman yang begitu luas, ada lapangan dengan rumput yang pendek, lalu taman bunga.


“Baiklah, Tuan. Aku akan kembali dulu,” ucap Zero, dia menyalakan mobil dan keluar dari rumah Ryuto.


Ceklek.


Pintu rumah terbuka, lalu menampilkan para istri Ryuto. Mulai dari Lilia, Amy, Miya, Yui, Yuka, Yuna, Arisa, Erika, Sayoko, Sasha, Yuli, Anri, June, Angel, Nina, Rina, Alice, Kaori, Haruna, Silvia, Aria, dan Iris.


Lalu, Maid pun juga hadir. Liana, Tamaki, Hitomi, Lily, Yurika dan Yuriko. Mereka semuanya berkata dengan senang.


“Selamat datang sayang,” ucap mereka semuanya, Maid pun juga memanggil ‘sayang’ karena Ryuto dan lainnya sepakat.


“Kami pulang,” ucap Ryuto, Aoi, dan Nanami. Sementara Asami, Youka dan Youma berada di belakang mereka.

__ADS_1


Lilia dan Amy tersenyum dan mendekat ke arah Ryuto mencium pipinya, lalu pergi ke Asami, Youka dan Youma.


Semua istri lainnya juga begitu, Maid pun juga. Namun, Maid setelah mencium Ryuto, mereka masuk untuk mempersiapkan makanan.


Ryuto berbalik dan menatap mereka dengan heran, mereka cepat membuat Asami dan kedua putrinya akrab.


Para istrinya membawa ke taman bunga, melakukan diskusi para istri. Sementara, Ryuto menggelengkan kepalanya.


Ryuto juga mengikuti mereka, bagaimana tidak, dia adalah suami dari mereka jadi tidak masalah dia ikut.


“Sayang, apakah itu benar?” ucap Amy, dia bertanya terkait Aoi, Nanami, dan Asami yang akan disiksa.


“Ya, tapi sudah kubunuh,” ucap Ryuto, dengan santai. Karena, disana tidak ada Youka dan Youma.


“Lalu, bukankah kalian ada sesuatu yang terjadi?” ucap Ryuto, sementara para istrinya menyeriangi dengan senang.


“Ya, sesuatu yang besar,” ucap mereka, puas karena mereka benar-benar melakukan hal tersebut.


Ryuto tersenyum tak berdaya melihat, mereka puas dengan penghancuran yang mereka lakukan.


“Oh ya, sayang. Kami kemarin malam merasakan sesuatu yang melonjak, lalu kami pingsan, beruntung saat pingsan kami berada di kamar,” ucap Sayoko.


“Serta, saudari Iris bilang peningkatan, apakah itu peningkatan level? Namun, saat kuperiksa levelku tetap,” ucap Sasha.


“Itu, hanya peningkatan dalam fisik dan mental. Memangnya Iris tidak tahu?” ucap Ryuto, dia sedikit terkejut, lalu terlihat Iris tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


‘Sistem, kenapa Iris tidak tahu?’


[Sistem hanya memberi izin Iris dalam komunikasi, serta dia juga diberikan izin di beberapa hal, yang bisa dilakukan level 5 ke bawah.]


‘Baiklah, aku mengerti,' batin Ryuto, lalu dia ingat bahwa Kurokami hanya roh kecil, bagi Iris.


Akhirnya, Ryuto paham bahwa Iris walaupun hanya pemandu, dia lebih kuat dari siapapun, kecuali pembuat Sistem asli.


Ryuto tersenyum dan berfikir bahwa masalah ini, dia akan fikirkan belakangan. Lalu, Ryuto menatap ke seluruh Istrinya.


Para istrinya yang menyadari itu, mereka menatap balik ke arah Ryuto, lalu Lilia bertanya dengan penasaran.


“Ada apa, sayang?” ucap Lilia, kemudian Ryuto tersadar, lalu tersenyum. Kemudian, dia berkata dengan santai.


“Bagaimana kalau kita mandi bersama, sudah lama kita tidak mandi bersama,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2