
[Chapter 131.]
[Siksaan Aron.]
[Silahkan Dibaca.]
[18+]
Ryuto menatap ke arah Aron dengan tatapan mengerikan. Di hatinya sekarang hanya ada kemarahan dan rasa ingin menyiksa orang di depannya.
“Tolong, jangan bunuh aku,” ucap Aron, dia benar-benar sudah ketakutan. Dia tidak tahu bahwa kedua Wanita yang dia siksa adalah istri Ryuto.
“Tidak, tapi lebih dari sekedar bunuh,” ucap Ryuto, lalu memukul tengkuk Aron.
Bughh.
“Ap-“ ucap Aron terputus, dia akhirnya pingsan. Ryuto menatap ke arah para istrinya terlebih dahulu.
“Aku harus membawa mereka kemana, efeknya masih ada,” ucap Ryuto, dia sudah mulai tenang. Urusan menyiksa setelah berurusan dengan ketiga Istrinya.
[Selamat Tuan, telah menyelesaikan misi.]
[Selamat Tuan, mendapatkan Dunia jiwa kecil.]
[Informasi Dunia kecil akan masuk ke dalam fikiran anda.]
Seketika Ryuto mendapatkan berbagai ingatan tentang Dunia kecil miliknya. Dia benar-benar terkejut dan tersenyum.
“Jadi begitu, ini benar-benar menarik,” ucap Ryuto, kemudian berjalan ke arah ketiga Istrinya.
Lalu, dia memegang ketiga Istrinya. Kemudian, Ryuto berkata “Masuk.”
Ke empat orang tersebut menghilang tanpa jejak.
Di sebuah tempat, padang rumput yang menyejukkan terbentang sangat jauh, udara yang begitu menyejukkan.
Kemudian, keempat orang tersebut muncul di tempat tersebut. Ryuto melihat ke sekeliling dan tidak bisa tidak terkejut.
“Ini rumput tapi bukan rumput biasa,” ucap Ryuto, dia memegang rumput, lalu melihat ke arah tangan dan tidak ada bekas, hanya meninggalkan perasaan nyaman.
“Nanti dulu, sekarang waktunya mengatasi ke tiga Wanita tersebut,” ucap Ryuto, dia berjalan ke arah tiga Wanitanya.
Lalu, dia membuat ketiga Istrinya bangun. Di saat mereka bangun, mereka melihat Ryuto. Lalu, mereka dengan cepat menerkam Ryuto.
Aoi mencium bibir Ryuto dengan panas, Nanami membuka seluruh kancing miliknya begitu juga milik Ryuto. Lalu, dia mulai mencium setiap tubuh Ryuto.
Sementara Asami, mengarahkan tangan Ryuto ke arah dua bola yang kenyal dan besar. Ryuto paham dan segera meremas bola tersebut.
Asami tersentak, gejolak rasa ingin mengeluarkan muncul. Dia akhirnya mengeluarkan banyak air putih.
Tidak berdiam diri, Ryuto membaringkan mereka bertiga. Kemudian menghilangkan sesuatu yang menghalangi pemandangan indah.
Ryuto mulai menusuk milik Aoi, sementara keduanya tusuk dengan cepat dengan masing-masing tangan Ryuto.
Ketiga orang tersebut berteriak, namun bukan teriakan kesakitan, melainkan kesenangan yang melebihi dari apapun.
Mereka terus mengeluarkan air putih tanpa henti, mereka terus bermain dengan berbagai posisi.
__ADS_1
16 jam kemudian, di Dunia Jiwa.
Terlihat ke tiga Wanita Ryuto, terbaring pingsan, tubuh bergetar ringan. Mereka meminta Ryuto berhenti, namun Ryuto malah meneruskan.
Akhirnya mereka pasrah, alhasil jadi begitu. Sementara itu, Ryuto tersenyum dan energi mengalir banyak ke dalam dirinya.
“Menarik, waktunya memberikan siksaan kepada orang itu,” ucap Ryuto, kemudian dia ingin membersihkan diri.
“Hmmm, tidak ada danau kah?” ucap Ryuto, dia melihat sekeliling. Namun, tidak menemukan apa yang dia cari.
“Sistem, kenapa tidak ada air atau sesuatu untuk membersihkan diriku?” ucap Ryuto.
[Danau bersih dan memiliki efek pemulihan : 100.000 Poin Sistem.]
“Eh, hmmm sepertinya nanti dulu, untuk ini,” ucap Ryuto, kemudian dia memakai pakaian biasanya.
“Yah, walaupun sedikit berkeringat tidak masalah,” ucap Ryuto, dia kemudian berkata, “keluar,”
Seketika Ryuto menghilang dan muncul di tempat persembunyian milik Aron. Ryuto melihat ke sekeliling dan melihat Aron masih pingsan.
‘Sistem, apakah Dunia Jiwa memiliki hukum ruang dan waktu?’
[Itu benar, Tuan.]
[1 hari Dunia jiwa : 1 menit Dunia asli.]
‘Oh, akhirnya masalah waktu bermain terselesaikan,' batin Ryuto, dengan senang.
Namun, beberapa saat kemudian Ryuto kembali menjadi dingin dan menyeringai lebar saat menatap ke arah Aron.
Dia berjalan ke arah Aron, dengan santai. Sampai di depan Aron, Ryuto menyeretnya ke arah tiang yang masih utuh.
Sampai di ruangan dia melihat, tiga Wanita yang sudah dikatakan tidak apa-apa, Ryuto lalu mengerutkan keningnya.
“Sistem, mereka siapa?”
[Mereka bertiga adalah Wanita yang diculik oleh Aron pagi hari, Aron belum menyentuh, namun sudah menyiksa mereka dengan suntikan Afrodisiak tapi lemah.]
Ryuto menatap ke tiga Wanita yang menatap ke arah Ryuto dengan panas. Ryuto tersenyum dan berkata.
“Aku akan bermain dengan kalian nanti,” ucap Ryuto, kemudian melayangkan energi ke arah ketiganya dan menutup pintu kembali.
“Sebenarnya alat siksaan miliknya kemana?. Tunggu sebentar, bukankah aku bisa beli di sistem,” ucap Ryuto menepuk keningnya.
[Tuan, terbakar oleh emosi, mengakibatkan Tuan tidak bisa berfikir jernih.]
‘Kau benar, sistem. Berikan aku...’ batin Ryuto, membeli beberapa alat penyiksa, lalu alat tersebut muncul di meja Aron.
“Akhirnya waktunya, penyiksaan,” ucap Ryuto, memegang sebuah pisau yang tajam dan berkarat, lalu garam.
Ryuto berbalik dan mengambil ember yang berisi air, lalu menyiramkan ke arah Aron.
Byurr.
Lalu, perlahan Aron tersadar, matanya perlahan terbuka, namun sebelum dia berkata. Ryuto memasukkan pil ke dalam mulutnya dan menutup mulutnya dengan alat pelebar mulut.
Aron terkejut dan dia tidak bisa mengucapkan apapun, dia terlihat terus bergerak memberontak untuk melepaskan diri.
__ADS_1
Ryuto tidak peduli, dia mulai meletakkan ujung pisau ke kulit Aron, kemudian menggerakkan dengan cepat.
Aron berteriak kesakitan, namun suaranya tidak keras, besi berkarat membuat sensasi rasa sakit yang begitu dalam.
Ryuto terus menyayat dan merobek kulit Aron. Kemudian, dia menggunakan garam dan menaburkan ke arah luka tersebut.
Aron terkejut dan dia merasakan perih yang begitu dalam, dia terus berteriak dan mencoba membebaskan diri.
Ryuto terus menyayat. Baik itu, tangan tubuh kaki, semua dia sayat dan berikan garam. Kemudian, Ryuto berbalik dan berjalan ke arah meja.
“Hoho, siksaan terakhir dimulai,” ucap Ryuto, membawa sebuah suntikan, di dalamnya terdapat cairan berwarna ungu.
Aron sudah tidak kuat, matanya kosong dan dia sudah lelah untuk meronta-ronta. Ryuto kemudian, menyuntikkan cairan tersebut ke dalam tubuhnya.
Jleb.
Aron seketika merasakan sesuatu yang menuju berbagai organ dalam miliknya. Kemudian, Ryuto mundur dan menyaksikan Aron.
Cairan itu adalah racun rasa sakit. Sesuai namanya, cairan itu akan membuat rasa sakit yang mengerikan.
Seluruh organ akan tersayat, lalu akan merasakan perih, tidak berhenti sampai disitu, cairan tersebut memberikan sensasi Afrodisiak, namun lebih kejam.
Seluruh tubuh panas, kepala pusing, rasa kekeringan tinggi, tubuh mulai mengering, darah keluar dari berbagai tempat.
Aron yang menerima itu, benar-benar menjadi lebih gila dan memberontak seperti ikan yang mencari air.
“Oh, tenang efek selanjutnya akan membuatmu, benar-benar seperti yang kamu inginkan,” ucap Ryuto tersenyum.
Kandungan Afrodisiak meluas sampai akhirnya ke jantung dan paru-paru, Aron benar-benar sudah tidak tahan, dia merasa lebih baik mati daripada disiksa oleh Ryuto.
Ryuto tidak peduli, karena sebentar lagi Aron akan mati, karena seluruh organnya akan hancur seketika.
Ryuto sekarang berjalan ke arah pintu dimana tiga Wanita berada.
Sampai di depan pintu, dia masuk dan melihat tiga Wanita yang sudah tidak tahan dengan efek obat.
“Tolong kami, aku tidak masalah memberikan hal pertama milikku kepadamu, asal hilangkan efek ini,” ucap salah satu dari mereka.
Keduanya mengangguk, namun berbeda dengan Ryuto. Dia hanya tersenyum dan berjalan ke arah mereka.
Tiba di depan mereka, Ryuto memberikan 3 pil untuk mereka.
“Minumlah, pil ini akan menghilangkan efek tersebut,” ucap Ryuto, memberikan 3 pil.
Lalu, ketiganya mengangguk dan meminum pil tersebut, Ryuto berbalik dan pergi.
Ketiganya merasakan tubuh mereka tidak memiliki gejolak seperti yang mereka alami tadi.
Lalu, mereka bertiga memandang ke arah Ryuto. Namun, Ryuto sudah pergi meninggalkan mereka.
‘Siapapun kamu, kami berterimakasih, serta semoga kita bertemu kembali,'
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.