Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 190


__ADS_3

[Chapter 190.]


[Undangan Ratu Pantai Selatan.]


[Silahkan Dibaca.]


Pantai selatan.


Ryuto dan para istrinya menatap ke arah pantai tersebut, mereka melihat banyak orang disana, namun untuk berenang dan menyelam tidak ada yang berani.


“Kenapa mereka terlihat tidak berani menyelam, bahkan berenang sedikit jauh dari pantai, tidak ada ?” tanya Rina, dia bingung melihat tingkah orang-orang yang berada di pantai.


Sebelum Ryuto menjawab, mereka mendengar suara dari belakang mereka, suara tersebut berasal dari pria muda yang terlihat seperti pengawas pantai.


“Karena, siapapun yang berenang jauh ke sana akan dihanyutkan seketika oleh ombak lautan, sementara kalau ada orang yang menyelam, mereka akan diseret ke sebuah istana bawah laut, konon itu milik Ratu pantai selatan, Nyi roro kidul,” ucap pria tersebut.


Ryuto dan para istrinya memandang ke arah pria tersebut, kemudian mereka menyipitkan matanya, bertanya-tanya siapa pria ini.


“Maaf, aku asal menerobos, namaku adalah Simon, hanya Turis biasa,” Simon berkata sambil tersenyum.


Mereka mengangguk, kemudian para istri Ryuto mulai mengenalkan satu persatu, lalu selepas itu mereka berkata bersama sambil tersenyum.


“Kami adalah istri dari Ryuto,” Mereka semua berkata bersama, membuat Simon dan pejalan kaki berhenti, semuanya hening, kemudian mereka berteriak.


“Ehhhhh,” teriak mereka terkejut dengan informasi tersebut, Simon melihat ke arah Ryuto, lalu Ryuto mengangguk membenarkan ucapan dari para istrinya.


“Ya, kami semua suami istri, ada kok surat nikahnya di rumah dan juga perkenalkan namaku Ryuto,” Ryuto berkata sambil mengenalkan dirinya.


Simon yang mendengar perkenalan Ryuto, dia menjadi terkejut, lalu dia teringat ucapan dari temannya.


‘Yah, mereka bertarung di Gunung Fuji, namun ketua selalu menahan diri, anehnya Kurokami benar-benar meningkat tajam, mungkin saja mereka sudah di tingkat prajurit daratan 10 nanti,'


Kemudian, Simon menatap ke arah Ryuto dari atas ke bawah, dia tidak bisa merasakan tingkatan miliknya.


‘Apakah dia sudah di atas Prajurit langit tingkat 4?’ batin Simon, dia juga mengecek para istri Ryuto, ternyata mereka sama.


Melihat Simon menatap mereka dengan aneh, membuat Ryuto dan para istrinya saling memandang, kemudian mereka mengangkat bahu.


“Ada apa, Simon? Kau terlihat terlalu banyak fikiran?” tanya Ryuto, dia benar-benar merasa penasaran, kenapa simon tiba-tiba berubah menjadi banyak fikiran.


“Eh, itu tidak, ahaha,” ucap Simon sambil tertawa canggung. Melihat hal tersebut, Ryuto mengabaikannya dan berkata.


“Kalau begitu, kami akan pergi ke restoran disana, hanya untuk membeli beberapa camilan,” ucap Ryuto, dia berbalik dan berjalan pergi bersama para istrinya.

__ADS_1


“Ya, semoga kita bertemu kembali,” ucap Simon, dia juga berbalik dan pergi menuju ke menara pengawas kembali, saat dalam perjalanan menuju menara, Simon terlihat menyeringai sebentar.


 Di sisi Ryuto.


Ryuto dan para istrinya pergi menuju ke arah restoran, namun di tengah jalan ada beberapa orang yang menghentikan langkah mereka, bahkan ada yang menodongkan pisau ke arah mereka.


Ryuto yang melihat hal tersebut, menyipitkan matanya. Dia menatap ke arah istrinya yang menunjukkan seringai.


“Huff, patahkan saja,” ucap Ryuto, kemudian mereka mendengar salah satu dari orang-orang tersebut berkata.


“Serahkan para istrimu, bo-“ ucap orang tersebut, terpotong oleh sebuah tendaangan dari Alice.


Masing-masing dari istri Ryuto menghancurkan tulang punggung seluruh orang yang menghentikan mereka.


Brukkk Krakkk.


Arhhhhh.


Ryuto hanya berjalan, sampai di hadang oleh seseorang, orang tersebut benar-benar marah. Dia mengambil pistol miliknya dan mengarahkan ke Ryuto.


Namun, sebelum pelatuk ditarik, teriakan para orang yang berada di pantai, mengganggunya. Dia berbalik dan melihat ke arah pantai.


Pupil mata orang tersebut menyusut, dia bergetar ketakutan. Sementara itu, orang-orang yang berada di pantai sudah pergi menuju ke arah hotel untuk memastikan keselamatan mereka.


“Sayang, itu terlihat cantik. Mirip dengan kita, bahkan cantiknya hampir sama dengan saudari Iris,” Nanami berkata dengan kagum.


Seluruh istri Ryuto tahu bahwa Ryuto tidak memandang siapa yang cantik diantara para istrinya, dia bukan orang yang membanding-bandingkan.


Mereka senang dengan sifat Ryuto tersebut, namun mereka tetap membandingkan kecantikan mereka.


Iris akan menjadi nomor 1, karena dia adalah Dewi, selanjutnya para spiritual asli, lalu terakhir para manusia.


(Note : seluruh istri Ryuto artinya Istri asli + Maid. Pokoknya Maid akan kuubah jadi istri jika di luar rumah.)


Ryuto menatap ke arah sosok tersebut, dia menatap ke arah para istrinya dan berkata dengan nada santai.


“Kalau begitu, tunggu saja di restoran atau mobil, aku akan datang ke tempat perempuan itu, entah kenapa perempuan itu terlihat mengundangku untuk masuk,” ucap Ryuto.


Seluruh istrinya mengangguk dengan senang, mereka kemudian berjalan menuju ke arah restoran untuk makan makanan ringan.


Ombak besar menerjang ke arah pantai, Ryuto berjalan ke arah ombak tersebut di bawah tatapan para orang-orang sekitar.


“Apa yang di lakukan anak itu,” “Bocah kembalilah, kau akan diseret,” “Bocah itu benar-benar berani,” teriakan-teriakan para orang yang sudah berada di tempat aman.

__ADS_1


Sementara itu, Ryuto mengabaikan teriakan tersebut dan mulai melapisi dirinya dengan energi spiritual miliknya.


Byurrrr Booommm.


Ryuto menyelam diikuti oleh ombak yang sudah menerjang ujung pembatas pantai.


Ryuto melihat ke depan, dia melihat siluet sebuah Istana yang megah, dia hampir sampai di istana tersebut.


‘Apakah tidak ada penjaga sama sekali?’ batin Ryuto, kemudian dia melihat orang-orang bertopeng iblis merah di depannya.


“Siapa kau, manusia? Bagaimana kau bisa menginjak Istana sang Ratu?” tanya tegas dari orang bertopeng iblis merah tersebut.


Ryuto yang melihat orang bertopeng iblis, dia mengerutkan keningnya dan tahu bahwa istana ini adalah tempat orang yang menjadi dalam kasus bom mall di Bali.


“Aku hanya ingin berkunjung, Ratu kalian mengundangku bukan?” tanya Ryuto, membuat kedua orang bertopeng iblis merah terkejut.


‘Dia diundang oleh Ratu?’ batin keduanya dengan tatapan bingung, mereka saling memandang dan mengangkat bahunya bersama.


Namun, saat mereka akan menjawab, terdengar suara Ratu dari dalam istana.


“Biarkan dia masuk, aku yang mengundang dirinya,” ucap Ratu tersebut, kemudian kedua orang bertopeng iblis merah membuka jalan.


Ryuto sendiri mengangguk dan melesat turun, kemudian masuk ke dalam istana tersebut.


Hal pertama yang dilihat Ryuto adalah interior yang begitu indah, seluruh dinding terdapat ukiran Aksara Jawa, Ryuto berjalan dan apa yang dia sukai adalah ada udara.


“Disini ada udara ternyata, mungkin karena terumbu karang yang berbaris rapi tersebut,” ucap Ryuto, menatap terumbu karang yang berada di pojok-pojok ruang masuk tersebut.


Lalu, dia menemukan sebuah pintu yang unik, berbagai ukiran bahasa Jawa dan sebuah lukisan seorang perempuan tercetak di pintu tersebut.


Ryuto mendorong pintu, namun saat pintu di buka dia terkejut melihat sosok melesat dan memeluk dirinya.


Ryuto tidak bisa merespon, karena dia selesai membuka pintu tersebut, sosok yang memeluknya tersebut berkata dengan nada yang terlihat rindu dan kasih.


“Akhirnya, kau kembali Kakanda,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2