Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 189


__ADS_3

[Chapter 189.]


[Pergi ke Pantai Selatan.]


[Silahkan Dibaca.]


Malam hari.


Selepas pertempuran di Candi Prambanan, Ryuto turun ke bawah. Dia melihat para istrinya sudah menunggu disana.


Para istrinya menatap ke arah Ryuto, mereka tersenyum dan Amy bertanya kepada Ryuto.


“Bagaimana?” tanya Amy, kemudian Ryuto tiba di dekat para istrinya tersebut, dia tersenyum dan menjawab.


“Semuanya selesai, mari kita bermalam di mobil,” jawab Ryuto, kemudian keempat istrinya yaitu, Lisa, Olivia, Haruna, dan Kaori mulai bergabung dengan saudari yang lain.


Mereka mendengar ucapan Ryuto, seketika seluruhnya mengangguk dengan senang. Ryuto bersama dengan para istrinya pergi menuju ke Mobil milik mereka.


Beberapa menit kemudian.


Mereka tiba di dekat mobil, disana sudah ada Zero dan para maid Ryuto, para Maid maju, kemudian Himiko berkata.


“Masakan dan air mandi sudah siap, Tuan,” Himiko berkata sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya sedikit.


Ryuto mengangguk, kemudian mencium kening para maid dan masuk ke dalam mobil, namun saat di dekat Zero, dia berkata.


“Apakah pasukan yang berada di Jepang, sudah bergerak?” tanya Ryuto, kemudian Zero menjawab.


“Mereka tinggal menunggu anda, menguasai seluruh Indonesia,” jawab Zero, lalu Ryuto mengangguk.


“Bilang ke Gin, sisipkan pasukan ke dalam berbagai Mafia dan kekuatan tertinggi di Jepang, hancurkan dari dalam, kita harus menguasai kedua Negara secara bersamaan,” ucap Ryuto.


Zero mengangguk, kemudian Ryuto masuk dan diikuti oleh para istri dan maid miliknya, melihat Tuan dan Nyonya sudah masuk.


Sosok hitam muncul di belakang Zero, sosok tersebut menunduk dan menunggu Zero berkata.


“Katakan ada apa?” tanya Zero, kemudian sosok hitam tersebut berkata dengan suara hormat.


“Keluarga Sasongko, Keluarga Faram, Keluarga Alson mulai bergerak, terutama Keluarga Alson, mereka mulai menyisir seluruh Indonesia untuk mencari keberadaan Olivia Alson,” ucap sosok tersebut.


“Dimengerti, kembalilah awasi mereka,” ucap Zero, kemudian dia mulai masuk di tempat supir miliknya.


Zero masuk dan melihat makanan sudah ada di dekatnya, dia mengambil dan mulai makan makanan tersebut.


“Seperti biasa makanan buatan Maid benar-benar enak,” kata Zero dengan senang memakan makanan tersebut.


Di sisi Ryuto.

__ADS_1


Ryuto dan seluruh istri dan maid duduk di meja makan, mereka mulai memakan makanan mereka yang berada di meja.


Tak lama kemudian, mereka semua selesai memakan makanan tersebut, kemudian Ryuto mulai berkata terlebih dahulu.


“Semuanya, selepas ini kita akan bertempur lagi,” Ryuto berkata sambil menatap serius kepada seluruh istrinya tersebut.


Istri Ryuto mengangguk dengan senang, namun ada beberapa yang terlihat mulai lelah dan ingin tidur.


Ryuto melihat itu, dia melihat tampilan masing-masing istrinya, hanya ada 4 yang masih tidak lelah.


“Jika kalian lelah, kita tidur sekarang. Besok paling kita sampai di sana,” ujar Ryuto sambi tersenyum, para istrinya tidak bisa menyembunyikan kelelahan mereka.


Lilia dan Amy berdiri dan berjalan ke arah Ryuto, kemudian mereka berdua memegang kedua sisi Ryuto.


Para istri Ryuto satu persatu berdiri, kemudian Lilia dan Amy menjatuhkan Ryuto di tempat tidur di dalam mobil.


(Note : Mobil sudah dimodifikasi dengan ruang dan waktu.)


Seluruh istri Ryuto mulai berjalan ke arah Ryuto yang sudah berbaring di tempat tidur, kemudian mereka ikut berbaring disana, maid juga sama ikut berbaring di sana.


Entah bagaimana, untuk malam ini mereka tidak melakukan hal-hal yang liar. Mereka tidur normal dan memejamkan matanya segera.


Ryuto yang melihat itu, sebenarnya dalam hatinya nyala api untuk memangsa mulai membesar.


Namun, Ryuto menekannya agar para istrinya bisa istirahat dengan nyaman dan senang. Akhirnya, Ryuto menutup matanya dan menyusul para istri dan maid ke alam mimpi.


Di sisi Zero.


Pagi hari.


Zero terbangun terlebih dahulu, dia segera meregangkan otot-ototnya terlebih dahulu, kemudian dia melihat ke arah jadwal.


‘05.40, berangkat ke Pantai Selatan.’


Zero kemudian menatap ke arah jam yang berada di mobil, jam sudah menunjukkan pukul 05.39.


Zero menyalakan mobil, dia sudah tidak merasa mengantuk, bahkan energi dalam tubuhnya menjadi menambah sedikit.


Mobil melaju menuju ke pantai selatan, mobil berjalan dengan santai, karena hal tersebut permintaan Ryuto.


Di sisi Ryuto.


Ryuto terbangun, diikuti beberapa istrinya. Mereka bangun dan mulai meregangkan otot-otot tangan mereka.


“Pagi, sayang,” ucap para istri Ryuto, kemudian Ryuto menatap ke arah istrinya dan tersenyum, Ryuto pun membalas.


“Pagi juga, sayang,” balas Ryuto, kemudian mereka turun dari tempat tidur dan merasakan mobil bergerak.

__ADS_1


“Sepertinya kita sudah bergerak menuju ke pantai selatan,” ucap Ryuto, dia memberitahu bahwa tujuan selanjutnya adalah Pantai Selatan.


“Pantai kah, akhirnya kita bisa bersantai,” ungkap Anri, dia benar-benar ingin liburan ke pantai kembali.


Para istri mengangguk setuju, mereka juga ingin liburan di pantai kembali. Ryuto yang melihat tersenyum.


“Ya, kita akan bersantai di sana,” ucap Ryuto, dia juga sama. Namun, tujuan sebenarnya ke pantai selatan, hanya untuk bertemu dengan perempuan itu.


“Kita bersiap-siap, terlebih dahulu,” Ryuto berkata dengan tenang, sementara para istrinya mengangguk.


Mereka mulai mencari bikini yang cocok, sementara Ryuto selalu diminta para istrinya untuk memilih bikini.


Beberapa menit kemudian.


Mobil tiba di pantai selatan, mereka sangat cepat, karena tempat Candi Prambanan dekat dengan pantai selatan.


Ryuto dan para istrinya, melihat bahwa mobil sudah berhenti, mereka dengan cepat turun satu persatu.


Mereka melihat ke arah lautan yang sangat luas, begitu juga dalam lautan terdapat sebuah bangunan yang megah dan kokoh.


Karlina yang sedang duduk di singgasana, lalu melihat ke arah tempat penyiksaan, terlihat seorang perempuan dan laki-laki yang sedang di borgol di sebuah tiang.


“Beraninya, kau melukai kami, apa kau tahu konsekuensi melukai anak orang kaya, ha,” teriak marah laki-laki yang di borgol.


“Cecunguk manusia seperti kalian ingin melawan Ratu ini, benar-benar anak yang tidak memiliki sopan dan santun,” ucap Ratu tersebut.


“Bahkan Soekarno saja masih menaruh hormat kepadaku, selepas ini kalian akan kuperbudak dan paham apa itu arti kuat,” lanjut Ratu tersebut.


Dia melambaikan tangannya, kemudian para prajurit mulai menyiksanya kembali, lalu Ratu memandang ke arah luar.


Dia menyipitikan matanya, dia merasakan ada aura familiar yang berada di pantai selatan, dia merasa pernah merasakan Aura familiar tersebut.


‘Siapa pemilik dari Aura ini dan apa-apaan aura ini, tapi satu hal, aura ini berbeda dengan yang lainnya dan aku pernah bertemu,' batin Ratu tersebut.


Kemudian, dia mencoba untuk mengingat kembali perasaan aura tersebut, seketika dia merasakan gejolak dihati, saat mengingat aura tersebut.


Ratu tersebut melebarkan matanya, kemudian dia memandang aneh ke arah tempat Aura tersebut.


“Aura ini..... Bukankah, dia meninggalkan ku dulu, sekarang dia kembali kesini?” tanya Ratu tersebut, butiran-butiran air mata keluar dari ratu tersebut.


Prajurit dan pelayan terkejut melihat Ratu mereka menangis, kemudian Ratu mengusap dan menghilangkan air matanya.


‘Akhirnya kau kembali .....,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2