
[Chapter 263.]
[Tertikung.]
[Silahkan Dibaca.]
[18+]
Booommmm.
Arda terkejut begitu juga ibunya. Mereka berdua segera berhenti dan mulai berdiri sambil berubah menjadi sosok duyung kembali.
Arda sebenarnya marah ketika mendengar ledakan tersebut. Dirinya dengan cepat menatap apa yang membuat kamar yang ditempatinya hancur. Dia melihat sosok duyung yang tergeletak pingsan disana.
Ibunya yang bernama Milia benar-benar bersyukur atas kejadian tersebut. Dirinya tidak ingin bermain dengan putranya, bahkan sama suaminya saja sudah tidak pernah.
Milia sangat membenci suaminya karena membuat aturan lama aktif kembali. Dimana aturan itu tidak membuat dirinya tak senang. Aturan dimana para duyung perempuan harus menjadi budak para duyung laki-laki.
Sekarang giliran putranya tersebut melanjutkan aturan lama juga. Hampir saja, Milia dipermainkan oleh Arda. Dirinya berterima kasih kepada orang yang telah membantunya.
Arda melihat marah ke arah duyung laki-laki tersebut. Dirinya melihat sebuah surat keluar dari duyung laki-laki. Dia dengan cepat mengambil surat itu dan melihat isinya.
(Pesan.)
(Hallo, Raja pengecut dan penakut. Beraninya hanya mengerahkan pasukan tanpa berani datang sendiri.
Benar-benar pengecut, juga itu adalah hadiahku. Jika kau melakukan sesuatu yang tidak-tidak lagi selama perang. Akan kukirimkan hadiah kembali.
Kalau kau marah datanglah ke luar dan lihatlah Negaramu.)
(Pena : Ryuto.)
Arda meremas kertas tersebut. Dirinya benar-benar merasa terhina sekarang, dengan cepat dia keluar dari ruangan Milia.
Namun, sebelum keluar dari pintu. Arda berhenti dan menatap ke arah ibunya. “Selepas ini, aku akan membuatmu tunduk di kakiku.”
Milia sedikit gemetar, dia membuang mukanya dan berbaring di tempat tidur. Pintu miliknya tertutup rapat membuat dirinya tidak bisa lepas dari genggaman putranya tersebut.
“Aku ingin pergi dari sini.”
Milia benar-benar merasa sedih. Namun, sebuah suara muncul dari samping membuatnya terkejut.
“Aku akan mengeluarkanmu tenang saja.”
__ADS_1
Milia dengan cepat berdiri dan menatap ke arah orang tersebut. Dirinya terkejut melihat ada seorang manusia tengah duduk di tempat tidurnya.
“Siapa kamu, Manusia? Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam sini?”
Sosok manusia tersebut perlahan-lahan terlihat. Sosok itu adalah Ryuto Kurokami. Dirinya memandang Milia dan mengangguk bahwa dia menemukan seseorang yang kesepian.
Ryuto duduk di tepian, Milia ingin mundur namun sebuah tangan menariknya menuju ke arah Ryuto. Dirinya terkejut dan sekarang berada di dekapannya Ryuto.
“Ap-apa yang kamu lakukan?” Milia tidak bisa tidak memerah. Meskipun dia sudah menjadi ibu tapi sifatnya masihlah perempuan remaja yang sedang masa-masa romantisnya.
“Aku memelukmu karena aku melihat kamu begitu sedih. Ada aku disini jadi tenanglah.” Ryuto memulai aksinya sekarang. Serigala mulai menancapkan cakarnya ke arah domba.
Ryuto mengelus punggung Milia, dirinya menggunakan teknik elusan yang membuat seseorang perempuan nyaman dan hangat.
Milia benar-benar terkejut, akan tetapi dia segera merasakan kenyamanan dan kehangatan. Tanpa sadar, dirinya semakin meringkuk ke dalam pelukan Ryuto.
Ryuto tersenyum, rencana pertama telah sukses. Dirinya melihat tubuh yang menggoda Milia, dengan ringan dia mulai menyentuh titik lemah perempuan tersebut.
Milia tersentak terkejut, dirinya berubah menjadi manusia kembali dan mengeluarkan berbagai cairan di bawah. Wajahnya memerah karena malu, baru kali ini dia tidak bisa mengendalikan diri.
“Oh, kamu sepertinya menahan terlalu lama.” Ryuto dengan cepat membaringkan Milia di tempat tidur. Dirinya menatap dalam iris mata perempuan tersebut.
Ryuto tersenyum dan mencium dengan rakus mulut Milia. Perempuan itu terkejut, akan tetapi segera menikmati permainan yang belum pernah dia rasakan.
***
Arda yang berada di luar, menatap ke arah Negaranya yang tengah kacau. Dirinya melihat berbagai duyung perempuan membunuh para duyung laki-laki.
“Bjingn, siapa yang melakukan ini?” Arda marah, dia benar-benar tidak menyangka akan kekacauan Negara miliknya tersebut.
Tangannya terkepal erat, Trisula air muncul di tangan miliknya. Dengan lambaian tangan, Trisula menghadap ke arah para perempuan tersebut.
“Matilah kalian sem-“ Sebelum Arda menyelesaikan kata-katanya, dia mendengar suara erangan di kamar tempat dirinya berada sebelumnya.
Arda segera menatap ke arah kamar milik Ibunya yaitu Milia, dia bisa mendengar suara erangan yang begitu indah dan menghanyutkan hatinya.
“Ti-tidak mun-mungkin.... Bo-bohong bukan...” Arda benar-benar syok, dirinya terkejut akan suara tersebut. Dia dengan cepat berlari menuju ke kamar Ibunya.
‘Sial, siapa yang melakukan itu kepada Ibuku sebelum aku...’ Pikiran Arda benar-benar kacau sekarang. Dirinya terus berlari mengabaikan pasukan yang akan keluar untuk membantu pasukan lainnya.
***
Ryuto masih bermain dengan Milia, kini dia tersenyum senang. Dirinya mengirimkan suara indah Milia kepada Arda.
__ADS_1
Ryuto terus bermain, bahkan sekarang Milia yang memimpin. Milia benar-benar kesenangan dalam melakukan permainan, dia baru kali ini merasakan kenikmatan.
“Kenapa, aku tidak pernah mengalami ini?” Milia bertanya sambil sesekali merintih. Ryuto tersenyum, kemudian menjawab dengan santai.
“Suamimu, sangat bodoh meninggalkan dirimu yang cantik.” Milia tersipu, akan tetapi hal itu membuatnya semakin mempercepat permainan.
Ryuto merasakan ada seseorang yang akan masuk ke dalam. Senyum seringai muncul di wajahnya. Dengan cepat dia mengangkat Milia.
“Eh.” Milia terkejut, akan tetapi dia tidak peduli lagi dan Ryuto terus mempermainkannya. Ryuto menggendong Milia tepat di depan pintu.
Milia sedikit malu, akan tetapi dirinya dan Ryuto tepat diujung. Pintu dibuka bertepatan dengan keluarnya pasukan berjubah putih yang mengalir di air.
***
Arda membuka pintu dan syok dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ibunya dipermainkan oleh seseorang dan keluar tepat dihadapannya.
“Ib...u...” Milia terkejut, akan tetapi dia tidak peduli. Dirinya lebih suka terhadap Ryuto karena bisa membuatnya bahagia entah bagaimanapun.
Ryuto sendiri tersenyum menyeringai, efek skill Setia Mutlak sudah aktif. “Kamu beristirahatlah di tempatku.”
Ryuto mengecup Milia dan menghilangkannya dari tempat. Ryuto sendiri sudah memakai setelan pakaian lengkap dengan sekali jentikan jari.
Arda menatap dengan kosong, dirinya sekarang benar-benar terlihat seperti orang yang kehilangan sesuatu.
Ryuto tersenyum dan kemudian, apa yang dia tunggu akhirnya muncul.
Aura Arda berubah menjadi lebih besar. Ryuto tersenyum dan mulai keluar dari Istana Negara tersebut. Arda menatap dengan kosong dan penuh amarah.
“Kau harus mati.” Arda mengucapkan kata-kata itu terus menerus. Aura hitam menyelimuti dirinya. Mata Arda berubah menjadi merah rambutnya berubah menjadi hitam, ekor ikannya juga menghitam.
Ryuto tiba di luar istana, dirinya ingin melihat rumor asli dari seseorang sebelumnya. Dimana seekor duyung akan berubah menjadi duyung hitam, dimana itu adalah duyung terkuat.
Duyung itu akan tercipta jika noda kebencian dan kemarahan melebihi dari batas normal. Namun, sebagai gantinya adalah duyung itu tidak memiliki perasaan dan emosi, alias benda mati.
Ryuto menatap Arda dengan tertarik. Dari penilaiannya Arda dapat menghancurkan Star sendirian. Dia hampir sekuat dengan Jack waktu itu, hal itu membuatnya tertarik.
“Majulah, Duyung Hitam.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.