
[Chapter 215.]
[Pertarungan ringan.]
[Silahkan Dibaca.]
Kediaman Ryuto.
99 pasukan melesat, mereka membagi kelompok menjadi 4 kelompok, 1 kelompok berisi 25 orang.
Wush Wush Wush Wush.
Sementara itu, Istri Ryuto juga membagi diri mereka menjadi 4 kelompok, 1 kelompok berisi 10 orang.
***
Lilia dan kelompoknya menatap ke arah 25 pasukan bertopeng tersebut, mereka tersenyum dan memancarkan niat membunuh yang kuat.
“Serang.”
Pemimpin pasukan 1 memberi perintah kepada 24 pasukan, kemudian mereka melesat sambil mengeluarkan pedang pendek milik mereka.(Tanto.)
Wush wush.
Lilia dan kelompoknya sangat santai, mereka menunggu para pasukan tersebut tiba di depan mereka.
Pasukan tiba di depan mereka, para pasukan mengayunkan pedangnya ke arah Lilia, namun Lilia dengan mudah menghindari pedang tersebut.
Wushhh.
Lilia kemudian memukul perut dari pasukan tersebut, dia mulai memukuli terus pasukan tersebut.
Bugh Bugh Bugh Bugh.
Kelompok Lilia tersebut melihat hal tersebut, mereka akhirnya memikirkan siksaan yang cocok, mereka mulai melakukan aksinya.
(Note: Kelompok 1, Lilia, Amy, Yui, Yuka, Angel, Nanami, Sayoko, Sasha, Arisa, dan Aria.)
***
Sisi kelompok 2.
Aoi dan kelompoknya dikepung 25 pasukan. Mereka sudah memikirkan siksaan apa yang cocok untuk mereka.
Terlihat Aoi dan kelompoknya membuat para pasukan terjebak dalam pasir yang beterbangan di udara.
Para pasukan benar-benar merasa sesak dan mata mereka sangat perih, mereka benar-benar susah bernafas.
Mereka perlahan-lahan merasakan pusing, lalu mereka tidak bisa menahan untuk tidak pingsan.
Namun, saat mereka akan pingsan, sebuah air mengarah ke mereka. Alhasil, mereka bangun kembali dan mendapati jebakan pasir tersebut kembali.
(Note : kelompok 2, Aoi, Miya, Yuna, Rina, Nina, Alice, June, Yuli, Anri, Haruna, dan Kaori.)
***
Iris dan kelompoknya juga sudah memikirkan apa yang mereka lakukan, namun mereka terlihat lebih memilih siksaan simple.
Mereka menyayat 25 pasukan tersebut, kemudian mereka akan menyiram mereka dengan air garam.
__ADS_1
Arhhhhhh.
Teriakan-teriakan para pasukan terdengar, mereka lebih mengerikan sekarang, wajah dan tubuh mereka menjadi buruk.
Mereka ingin pingsan, namun mereka tidak bisa pingsan karena Yuuko memasang array di tempat tersebut.
Iris sendiri menyembuhkan luka saja, mental mereka tidak. Kemudian, dia dan kelompoknya terus menyiksa sampai benar-benar puas.
(Note : Kelompok 3, Iris, Yuuko, Lily, Yurika, Yuriko, Liana, Tamaki, Hitomi, Asri, Sari.)
***
Karlina dan kelompoknya juga sudah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.
Mereka menyiksa dengan ringan, mematahkan setiap tulang para pasukan, mereka akan meremukkan tulang para pasukan, lalu menyembuhkan kembali.
Shizuka awal-awal tidak tahan, namun dia menemukan sesuatu dalam dirinya menyukai akan hal tersebut.
‘Apakah ini bakat terpendam?’
Itulah apa yang difikirkan oleh Shizuka, padahal sifat senang menyiksa itu sudah terbiasa bagi para istri Ryuto.
Mereka juga tidak lupa memotong kaki tangan para pasukan, lalu menumbuhkan kembali, mereka benar-benar senang dengan hal tersebut.
(Note : Kelompok 4 : Karlina, Shizuka, Eimi, Olivia, Lisa, Erika, Silvia, Yuuko, Maria, Asami.)
***
Ryuto dan keluarganya melihat hal tersebut, hanya bisa tersenyum tak berdaya, Agnes sendiri mengangguk setuju dengan para istri Ryuto.
“Bagus, keluarga Kurokami harus kejam dan bisa menyiksa dengan dalam.”
Kiba dan Ryuto menatap ke arah Agnes, Kiba sudah tahu kalau Istrinya juga punya kebiasaan seperti itu.
Sementara para anak-anak, mereka memiliki mata berbinar-binar, entah bagaimana menjelaskannya, mereka benar-benar sangat senang melihat Ibu mereka seperti itu.
‘Ibu sangat keren.’
Mereka benar-benar berfikir hal tersebut keren, Ryuto tersenyum tak berdaya melihat mata anak-anak berbinar-binar.
***
Dalam sekejap 99 pasukan mati tanpa ada yang utuh, mereka semua dibakar menjadi abu, bahkan roh mereka tidak akan dibiarkan kabur.
Yuuko sebagai Onmyouji, membakar seluruh roh yang berkeliaran tersebut, dia dibantu oleh Yuka, Maria, Asami, Karlina, Lily, Aoi, dan Tamaki.
Selepas itu, mereka berkumpul menjadi satu dengan Saudari yang lain, seperti biasa mereka tersenyum puas, karena sudah melampiaskan amarah mereka.
40 istri Ryuto berbalik dan menatap ke arah Ryuto dan keluarganya. Mereka lupa bahwa ada anak-anak disana.
Namun, mereka merasa aneh bahwa anak-anak mereka tidak trauma atau takut dengan apa yang mereka lakukan.
40 istri Ryuto mendekat ke arah Ryuto dan anak-anak, mereka mendekat dengan cepat ke arah anak-anak.
***
“Sayang, apakah kau melihat apa yang Mama lakukan?” Asami bertanya kepada Youma dan Youka.
Dia adalah Ibu kandung keduanya, jadi dia akan bertanya terlebih dahulu, bagaimanapun dia juga khawatir terhadap putrinya.
__ADS_1
“Un,” keduanya mengangguk dengan senang, mereka terlihat sangat senang melihat hal tersebut, Asami bingung namun dia abaikan.
Asami memeluk Youka dan Youma, dia bersyukur bahwa putrinya tidak trauma atau ketakutan.
Selepas itu, para istri Ryuto mulai memeluk anak-anak tersebut, Ren sendiri menatap ke arah Ryuto.
“Papa, aku sudah menaklukan 12 gadis.”
Ryuto menaikkan alisnya, lalu dia tersenyum dan menepuk kepala Ren dan berkata dengan senang.
“Bagus, juga jaga mereka. Jika semisal ada yang pergi, abaikan. Namun, jika mereka ingin kembali lagi, tolak.”
“Kita laki-laki jangan mau jadi permainan perempuan, paham?” Ryuto benar-benar mendukung Ren.
Para istri Ryuto melihat interaksi tersebut, tidak bisa tidak cemberut, namun dalam hati mereka juga senang, jika suatu hari nanti mendapatkan menantu banyak.
Kiba dan Agnes sendiri tersenyum canggung, keluarga Kurokami selalu begitu sejak dahulu, mereka hanya berdoa agar suatu hari nanti tidak akan terpecah kembali.
“Sepertinya sudah dimulai, aksi si Pemberontak.”
Ryuto berkata sambil menatap ke arah suatu gedung yang terbesar di daerah tersebut, para istrinya paham dan ikut memandang ke arah gedung tersebut.
Kiba dan Agnes bingung, namun mereka paham bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan Jepang.
***
Gedung Presiden.
Akuzo berjalan dan duduk di kursi tengah atau bisa di bilang kursi khusus Presiden, dia duduk dengan senyum merekah.
Dia juga sudah menyiapkan siaran untuk memberitahu Jepang bahwa dirinya akan menjadi Presiden.
“Bagaimana, apakah sudah dapat keluarga Kurokami tersebut?” tanya Akuzo, dia benar-benar harus menundukan Ryuto tersebut.
“Tidak ada informasi apapun, Tuan.”
Joker dan Ace yang berada di belakangnya berkata dengan nada patuh, Akuzo muram sekarang.
“Sepertinya, selepas in-“ sebelum Akuzo menyelesaikan kata-katanya, sebuah teriakan dan langkah kaki terdengar.
Arhhhhhhhhhhhh.
Drak Drak Drak.
Akuzo mengerutkan keningnya, dia benar-benar terkejut mendengar suara teriakan tersebut.
“Jok-“ Akuzo belum selesai bicara, dia sudah merasakan moncong pistol di kepalanya. Dua moncong pistol berada di kepalanya.
Akuzo terkejut, dia memerah marah, lalu dia meraung dengan marah.
“Apa maksudmu ini, Joker, Ace!!.”
Raung marah Akuzo, sementara Joker dan Ace terkekeh mendengar hal tersebut, mereka kemudian berjalan di depan Akuzo dan berkata.
“Hehehe, Maaf Presiden Akuzo, namun kami sebenarnya adalah bawahan Tuan Ryuto.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.