
[Chapter 192.]
[Hiburan.]
[Silahkan Dibaca.]
Pantai selatan.
Para istri Ryuto dikepung, masing-masing istri mendapat 50 orang yang mengepungnya, walaupun mereka kalah jumlah, mereka menyeringai senang.
Kemudian, para istri Ryuto mulai menyerang orang-orang tersebut, mereka hanya mengeluarkan energi spiritual milik mereka.
Sisi Lilia, Amy, Aoi, Nanami, dan Miya.
Ke lima orang tersebut bergabung menjadi satu melawan 250 orang tersebut, mereka berlima melesat.
Lilia melompat dan menendang tepat di kepala pasukan1, kemudian dia menendang kembali ke arah tangan pasukan1.
Dukk.
Brukkkkk.
Tongkat listrik terlepas, Lilia dengan ringan mengambil tongkat listrik tersebut, dia melemparkan ke arah Pasukan2.
Wushhhh.
Bzzzztttt.
“Arhhhh,” teriak pasukan2, dia benar-benar merasa kesakitan saat terkena tongkat listrik tersebut.
Matanya memutih, kemudian tongkat listrik yang dia pegang terlepas, Lilia mengambil dua tongkat listrik.
Dia mulai mengamuk dan memukul para pasukan sisanya, banyak tatapan takut dari para pasukan, mereka seperti melihat Dewa kematian.
Bzzzt Bzzzt Bzzzt.
Amy sendiri dengan menggunakan kaki miliknya, dia melapisi jari-jari kaki miliknya dengan energi spiritual.
Wush Wush Wush Wush.
Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.
Setiap tendangan selalu akan mengarah ke leher para pasukan, dia benar-benar sadis. Dia tidak peduli dengan nyawa pasukan tersebut.
“Berani mengatakan Suami kami mati, berani meminta kami untuk menjadi budak,” ucap Amy, dia menendang semakin mengerikan.
Darah para pasukan terus keluar dan menyebar di udara, para pasukan yang masih hidup melihat hal tersebut, benar-benar ketakutan.
Darah beterbangan, di tengah itu semua, Amy berdiri dengan mata dingin dan senyuman yang lebar.
“Perempuan ini Iblis,” teriak pasukan90, dia benar-benar ketakutan, namun terhenti ketika merasakan rasa sakit di kepalanya.
“Fufufu~, entah kenapa kami senang dipuji,” ucap Nanami, menusukkan jarinya ke arah kepala Pasukan90 tersebut.
Aoi dan Miya mereka berdua menyerang bersama, mereka lebih kejam dari ketiga istri Ryuto.
“Ayolah, teriak-teriak lebih kencang,” ucap keduanya, mereka benar-benar terlihat senang, ketika melihat orang yang kesakitan.
“Arhhhhh,” teriak para pasukan yang di lawan oleh Aoi dan Miya, keduanya senang menyiksa musuh, sebelum membunuhnya.
Terlihat mereka terikat satu sama lain, kemudian Aoi dan Miya menggunakan tongkat listrik dan mengarahkan berbagai tempat tubuh mereka.
Banyak para pasukan ketakutan, mereka tidak kabur karena merasa akan menang, karena jumlah mereka.
__ADS_1
Di sisi Sayoko, Sasha, Yui, Yuna dan Yuka.
Ke lima istri Ryuto ini lebih mengerikan dari ke lima istri tadi, mereka benar-benar tanpa ampun menyiksa para pasukan.
Arhhhhhh.
Teriakan-teriakan para pasukan bergema, mereka benar-benar terikat satu sama lain, kemudian Sasha dan Sayoko mulai menyayat seluruh tubuh pasukan tersebut.
Mereka menyayat dengan cepat, walaupun mereka ada 250, hanya butuh beberapa menit untuk menyayat seluruh tubuh mereka.
Kaki, Tangan, Kepala, Tubuh, bahkan alat mereka semua di sayat, kemudian Yui, Yuna, Yuka mulai beraksi.
Mereka mengumpulkan seluruh tongkat listrik menjadi satu, kemudian mereka dengan santai melemparkan ke arah para pasukan tersebut.
Bzzzzzzzzztttttttt.
Arhhhhhhhhhh.
Listrik menyengat mereka, luka sayatan menambah rasa sakit dari listrik, kelimanya tersenyum dan mengambil pipa air(selang), kemudian mengarahkan ke para pasukan.
Air meluncur keluar dari pipa air dan mengarah ke para pasukan yang terbalut oleh listrik dari tongkat.
Byurrrrrrr.
Bzzzzzzzzztttttttt.
Air membasahi mereka, membuat listrik menjadi lebih liar dan lebih ganas, luka mereka menjadi lebih sakit, bahkan ada yang tidak bersuara dan bergerak-gerak seperti ikan yang tersetrum.
Di sisi Arisa, Yuli, Anri, June, dan Angel.
Ke lima orang tersebut, sedikit lebih sadis ke 10 istri Ryuto, mereka menatap ke arah para pasukan dengan senyum main-main.
“Menyerahlah kalian, lalu hisap pens milik kami semua, Hahahaha,” ucap salah satu pasukan, diiringi tawa mesum para pasukan tersebut.
“Matilah dulu, baru akan terkabul di mimpimu, hihi,” ucap Arisa dengan tawa menyeramkan, dia dengan santai mengayunkan tangannya.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Terlihat jari-jari terbang ke atas, hal tersebut menjadi sinyal bagi ke empat istri Ryuto yang lain.
Mereka dengan cepat menebas jari-jari tangan para pasukan, bahkan tidak lupa jari-jari kaki para pasukan.
Arhhhhh.
Teriakan-teriakan bergema, diikuti potongan jari-jari terbang ke atas, mereka benar-benar menyiksa tanpa henti.
Selepas jari, mereka menyayat mulut, mata, kuping, tangan, kaki, bahkan pens milik mereka semua.
Mereka tidak melihat pens para pasukan, mereka hanya menggunakan sebuah pisau yang di dapatkan dari para pasukan.
Slash Slash Slash Slash Slash.
Berhubung mereka berada di lokasi pantai, mereka dengan mudah mengambil air laut dan menyiram ke arah para pasukan tersebut.
Byurrrrr.
Arhhhhhhh.
(Note : jangan tanya bagaimana ngambil airnya, mereka mengambil menggunakan energi spiritual.)
Teriakan-teriakan para pasukan benar-benar histeris, tidak ada yang bisa tahan dengan seluruh siksaan tersebut.
Ke lima istri Ryuto tersebut selesai mengumpulkan dan mulai melemparkan ke arah para pasukan dengan keras.
__ADS_1
Bzzzzzzzzztttttttt.
Para pasukan hanya bisa bergeliat-geliat dan menegang setiap saat. Ke lima istri Ryuto memandang mereka dengan senyuman manis.
Di sisi istri Ryuto yang lain.
Mereka hanya membunuh dengan cepat, mereka malas menyiksa para pasukan, walaupun mereka hanya menyiksa sedikit saja.
Seperti memotong kaki, tangan, dan mencongkel mata mereka, bahkan ada yang menjambak rambut para pasukan dan menyeret mereka dengan cepat.
Pria tua yang melihat kejadian tersebut, dia gemetar ketakutan. Pasalnya pasukan 1800 yang dia bawa, mati tanpa ada sisa.
Dia takut dan berbalik ingin pergi, namun sebuah suara membuat dirinya membeku di tempat.
“Heh, selepas mengepung istriku, kau ingin kabur kah,” ucap suara tersebut dengan ringan.
Pria tua tersebut gemetar ketakutan mendengar suara tersebut, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
Dia ingin lari, namun dia merasakan sesuatu menyakitkan di kakinya, memaksa dirinya untuk jatuh dan berteriak.
“Arhhhhhhh,” teriak pria tua tersebut, dia berteriak sambil memegang kakinya yang di sayat oleh pemilik suara tadi, yang tak lain ialah, Ryuto.
Ryuto menatap ke arah pria tua tersebut dengan tatapan lucu dan tajam, dia berjalan ke arah pria tua tersebut.
Ryuto mengeluarkan sebuah pisau kecil yang dia dapatkan dari pasukan pria tua tersebut.
Tap tap tap.
Tiba di depan pria tua tersebut, Ryuto dengan kejam menggores, lebih tepatnya menguliti pria tua tersebut dengan kejam.
“Arhhhh, Ampun, to- Argggghhhhhh,” teriak pria tua tersebut, dia bergerak-gerak untuk bebas dari cengkraman Ryuto.
Namun, karena gerakan tersebut, membuat Ryuto semakin mudah menguliti pria tua tersebut.
Slitttt.
Kulit pria tua tersebut terbuka, Ryuto kemudian menjambak rambut pria tua tersebut, dia berjalan menuju ke laut dengan santai.
Namun, itu menjadi neraka bagi pria tua tersebut, karena melewati pantai yang sangat panas.
Pria tua tersebut terus bergeliat-geliat kesakitan, tangisan terus-menerus keluar, namun teriakan sudah hilang, karena Ryuto menyayat pita suara pria tua tersebut.
Tiba di dekat pantai, ombak rendah menerpa pria tua tersebut, membuatnya menjadi semakin gila.
Ryuto dengan kejam mengeraskan jambakannya, lalu melempar pria tua tersebut dengan keras.
Wushhhh.
Ryuto menatap pria tua yang terlihat seperti ikan berjuang mencari perairan, namun ini kebalikan. Ini terlihat seperti pria tua mencari daratan.
Ryuto mengabaikan hal tersebut, dia berbalik dan seekor hiu melompat memakan pria tua tersebut.
“Itulah akibat mengancam istriku,” ucap Ryuto, kemudian Zero menghampiri Ryuto dan berkata dengan serius.
“Indonesia berhasil dibeli,”
[To be Continued.]
Note : Maaf, telat update. Sini kabel listrik putus, alhasil nunggu sampai sekarang.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.