Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 241


__ADS_3

[Chapter 241.]


[Pertarungan di Dunia jiwa.]


[Silahkan Dibaca.]


Kediaman Utama Kurokami.


Ryuto yang sudah selesai menganalisa dan memahami seluruh isi Perpustakaan Kuno Kurokami mulai menuju ke arah ruang makan. Dia berjalan dengan ringan dan masih memutar dan memilah kembali informasi tersebut.


Tanpa Ryuto sadari, dia telah tiba di ruang makan. Para istrinya yang berada di sana menatap ke arah Ryuto dengan senang, mereka semua tersenyum dan mulai menyiapkan makanan di atas meja. Pemuda itu sedikit terkejut mengetahui bahwa dirinya telah tiba di ruang makan.


Ryuto menatap ke arah para istrinya yang menyiapkan seluruh makan di meja makan. Dia tersenyum dan berjalan menuju ke arah kursi makan miliknya. Pemuda itu duduk dan menatap ke arah para istrinya yang sudah siap untuk makan.


“Selamat makan.” Ryuto dan para istrinya berkata bersamaan, lalu mereka semua mulai makan makanan yang berada di meja makan tersebut. Seluruhnya makan dengan tenang dan senang, hanya ada suara benturan piring dengan sendok.


***


Meja makan sudah dibersihkan, Ryuto dan para istrinya sekarang duduk bersama. Ryuto tersenyum dan mulai berkata, “Yah, Kurokami benar-benar terlibat dengan kejadian dulu. Namun, hal yang terungkap di Dunia ini berbeda dengan aslinya.”


Para istrinya terkejut mendengar hal itu, hanya ada dua yang terlihat menundukan kepalanya. Kedua istri Ryuto tersebut ialah Iris dan Karlina. Ryuto menyadari hal itu, bagaimanapun juga kejadian aslinya lebih mengerikan dari cerita palsu dan kedua istrinya itu sudah mengetahui sejak awal.


Ryuto kemudian berdiri dan berjalan ke arah Iris dan Karlina. Sementara itu, para istri lainnya menatap ke arah suaminya yang berdiri dan berjalan ke arah dua saudarinya yang sedang menundukkan kepalanya.


Ryuto tiba di belakang kedua istrinya tersebut. Dia mengangkat dan meletakkan tangannya di atas kepala kedua istrinya. Kemudian dia menepuk dan mengelus keduanya sambil berkata, “Sudah, sudah, aku tahu hal itu sangat berat bagi kalian berdua. Kalian pergilah ke kamar terlebih dahulu, biarkan aku yang mengungkapkan secara pribadi ke mereka semua.”


Iris dan Karlina terkejut, keduanya menikmati elusan dan tepukan tangan Ryuto. Keduanya saling memandang dan menatap ke arah suaminya. “Kami tetap disini saja, Sayang. Bagaimanapun juga ini menyangkut kita semua selanjutnya.”


Ryuto tersenyum, dia menghela nafas panjang sebelum menghilang dan muncul di tempat duduknya semula. Para istrinya menatap ke arah Ryuto, mereka melihat sekarang Ryuto benar-benar serius dalam bercerita kali ini.


“Dah-“ Ryuto ingin melanjutkan namun dia merasakan ada orang asing masuk ke dalam Dunia Jiwa miliknya. Dengan cepat Ryuto menatap ke arah istrinya dan berkata, “Ada orang asing masuk ke dalam Dunia Jiwa ku. Kalian tetap disini, aku akan ke sana.”


Para istrinya mengangguk, kemudian mereka melihat Ryuto menghilang. Tatapan para istrinya beralih ke arah Karlina dan Iris. Entah kenapa, mereka semua penasaran namun hanya untuk ditekan terlebih dahulu ketika melihat raut muka kedua saudari yang sedih.


Para istrinya saling memandang dan mendekat ke arah Iris dan Karlina. Mereka memeluk dan menenangkan hati kedua saudari mereka tersebut. Iris dan Karlina benar-benar terkejut, mereka tersenyum melihat kepedulian para saudarinya.

__ADS_1


***


Ryuto tiba di dunia jiwanya. Dia melihat ke arah padang rumput yang sedikit jauh dari negara yang telah dia buat. Dengan cepat pemuda itu melesat ke arah padang rumput tersebut, dengan cepat dirinya tiba di lokasi kejadian.


Ryuto melihat Zero bertarung dengan 5 orang yang memiliki ciri khas sama yaitu terdapat lambang Dewa kematian dengan bawahnya bertulisan Hell. Pemuda itu mengerutkan keningnya dan mengamati pertempuran itu.


***


Zero melawan ke-5 orang tersebut. Dia melawan dengan ringan, bagaimanapun juga mereka telah naik ke tingkat Prajurit Alam. Ke-5 orang itu terus melesatkan pukulan, tendangan, bahkan tembakan.


Zero merasakan kehadiran tuannya, akan tetapi fokusnya ke arah serangan-serangan yang dilancarkan oleh ke-5 orang itu. ‘Mereka tidak lemah, seluruh orang ini berada di tingkat langit tahap 1 maupun 3.’


“Kalian sangat lambat, giliranku menyerang.” Zero mulai menangkis seluruh serangan ke-5 orang itu. Selesai menangkis, dia mengayunkan telapak tangannya ke arah perut Tentara Indonesia tersebut yang tak lain Arza.


Bughhhh.


Arza terpental dan jatuh ke tanah dengan keras. Zero tidak berhenti begitu saja, dia dengan cepat mengayunkan kaki miliknya ke arah perut pemuda bermasker yang tak lain, Berly. Tendangan yang begitu cepat membuat Berly tidak bisa memposisikan diri untuk bertahan.


Bughhhh.


Bugghhhh.


Kai terpental lurus ke belakang sampai akhirnya terjun ke arah danau yang menjadi sarang sosok kedua Ular milik Ryuto. Zero tersenyum dan bertanya kepada seseorang, “Tuan, apakah ada sesuatu sampai-sampai anda kesini?”


Pemimpin ke-5 orang itu dan seorang perempuan terkejut, mereka melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan siapapun, sampai akhirnya mereka merasakan kehadiran seseorang tepat di atas pertarungan mereka.


Pemimpin ke-5 orang itu, yang tak lain Karzhan menatap ke arah atas dengan penuh rasa penasaran. Begitu juga perempuan yang tak lain Casana, dia juga ingin melihat Raja dari Kerajaan Kurokami sesungguhnya.


“Aku hanya merasakan ada sesuatu disini, kau memindahkan mereka tanpa aku mengetahui, hal itu membuatku penasaran.” Zero lupa akan hal itu dan menundukkan kepalanya. “maaf Tuan, saya tidak menyadari hal itu.”


Ryuto mengibaskan tangannya dan berkata, “Selesaikan seluruhnya dan sisakan perempuan itu.” Zero menatap ke arah Casana, entah kenapa dia merasa bahwa Tuannya menemukan istri lain lagi. Pemimpin pasukan Ryuto tersebut mengangguk tanda setuju.


Casana yang diincar oleh Ryuto mulai waspada, akan tetapi dalam hatinya ada sesuatu keinginan untuk ikut bersama dengan Ryuto. Karzhan mendengar percakapan itu, dia menatap ke arah Zero dan tahu orang yang ditatap itu sudah sangat kuat baginya.


Karzhan melirik ke arah Kai, Berly, dan Arza yang terbaring pingsan di tanah. Karzhan dengan cepat berdiri di belakang Casana dan menempelkan sebuah pisau di leher Casana. Zero yang melihat hal itu menatapnya dengan datar, begitu juga dengan Ryuto.

__ADS_1


Ryuto sendiri tersenyum memandang hal itu, kemudian dia berkata, “Pemimpin yang menjadikan anak buahnya sandera, pfftt hahahaha.” Ryuto benar-benar menghina Karzhan sepenuhnya. Zero sendiri juga tertawa.


“Diam kalian, atau dia akan mati.” Karzhan berteriak dengan marah. Dia tidak pernah dihina serendah ini sebelumnya. Pisau yang menempel menjadi mendekat dan mengeluarkan darah dari leher Casana.


Ryuto dan Zero masih tertawa, mereka benar-benar mengabaikan ancaman dari Karzhan. Casana sendiri tersenyum dan siap untuk mati. Karzhan sendiri bingung dan mulai mengancam kembali. “Jika kalian masih tertawa, dia akan mati.”


Ryuto dan Zero saling memandang dan tetap tertawa, keduanya benar-benar tertawa lepas. Awan hitam berkumpul di atas Karzhan dan Casana. Keduanya terkejut, ketika awan hitam berkumpul. Air hujan lebat tanpa ada petir menerpa area itu.


Sstttttt.


Terdengar suara desisan Ular di belakang Karzhan dan Casana. Karzhan dengan cepat menoleh dan melihat ada dua ular berbeda warna mendekat ke arah mereka. Casana benar-benar kagum dengan hal itu.


“Nah, jika kau ingin membunuh perempuan itu, bunuh saja. Namun, kau tetap akan mati disini.”


[Data Istri Ryuto : Tamaki Kurokami.]


Tamaki adalah seorang Budak keluarga Vincent. Namun, dia sudah diselamatkan oleh Ryuto dan menjadi Maid kediaman Ryuto. Namun, bagi Ryuto seluruh yang berada di dalam kediamannya adalah keluarga, dia tidak membedakan sama sekali. Alhasil Tamaki menjadi istri Ryuto tepat saat di Bali.


(Nama : Tamaki Kurokami.)


(Umur : 25 Tahun.)


(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)


(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)


(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2