
[Chapter 165.]
[Pembajakan Mall 3 Akhir.]
[Silahkan Dibaca.]
Mall.
Ryuto memandang ke arah Pemimpin Pembajak tersebut, kemudian dia menaikkan alisnya.
‘Ratu Selatan?’ batin Ryuto, dia hanya teringat satu hal, namun dia segera mengabaikannya. Ryuto pun menatap ke arah Pemimpin Pembajak tersebut.
“Aku tidak kenal dan cobalah menghiburku,” ucap Ryuto, membuat Pemimpin Pembajak muram.
“Matilah, manusia,” ucap Pemimpin pembajak, dia melayangkan pedangnya dengan cepat ke arah Ryuto.
Dinggg.
“Lambat,” ucap Ryuto, kemudian mereka terus-menerus saling bertukar serangan.
Ding Ding Ding Ding Ding.
Tringgg.
“Ayolah, tambah lagi kekuatanmu,” ucap Ryuto, kemudian dia berputar dan mengayunkan tendangan ke arah perut Pemimpin Pembajak.
Bughhhh.
Wushhh.
Pemimpin Pembajak mundur terbang ke belakang, dia melakukan backflip dan mendarat dengan keras.
Srrrttt.
Pemimpin Pembajak menatap ke arah Ryuto dengan serius dan penuh akan benci, dia juga memegangi perutnya yang sudah ditendang.
“Manusia, selalu begitu. Tidak ad-“ ucap Pemimpin pembajak tersebut, namun terhenti saat Ryuto sudah berada di depannya.
“Banyak bicara,” ucap Ryuto, dengan cepat melesatkan tendangan ke arah perut Pemimpin Pembajak tersebut.
Bugghhh.
Pemimpin Pembajak terkejut, lalu dia merasakan rasa sakit di perutnya kembali, sebelum bertindak, dia merasakan bahaya di kirinya.
Pedang yang dia pegang secara otomatis mengarah ke kirinya, lalu dia melihat sebuah belati yang melesat ke arahnya.
Dingggg.
“Ugh,” ucap Pemimpin pembajak tersebut, dia benar-benar merasakan kekuatan dorongan yang kuat dari Belati tersebut.
Pemimpin Pembajak tersebut mundur beberapa langkah, akibat lemparan belati milik Ryuto.
“Kau benar-benar lemah, namun sedikit lebih kuat daripada para pasukanmu,” ucap Ryuto, kemudian dia berjalan mendekat ke arah Pemimpin Pembajak tersebut.
“Mati kau,” ucap Pemimpin Pembajak, kemudian dia melesat ke arah Ryuto, pedang yang dia gunakan memancarkan hawa membunuh yang kuat.
Namun, bagi Ryuto itu hanya Hawa membunuh kecil, Ryuto menunggu Pemimpin Pembajak tiba di depannya.
Tiba di dekat Ryuto, Pemimpin Pembajak melayangkan Pedang miliknya ke arah Ryuto. Sedangkan, Ryuto dengan mudah menghindari dan menahan pedang tersebut dengan jari.
Wush Tang Wush Tang.
Pedang selalu menebas angin dan selalu dihentikan dengan jentikan jari Ryuto.
Pemimpin Pembajak frustasi, kemudian dia mundur dan mengeluarkan semacam Kristal, lalu dia memakannya.
‘Sistem, Kristal apa itu tadi?’
__ADS_1
[Kristal Amarah.]
[Siapapun yang memakannya, akan meningkatkan kekuatan miliknya, energi dan kecepatan akan meningkat 10x lipat. Namun, resikonya adalah umur dikurangi 80 tahun.]
‘Benar-benar layak, kalau begitu dia sudah setara dengan Prajurit Langit tingkat 1 bukan?’
[Menjawab, Itu benar Tuan.]
Ryuto kemudian tersenyum senang, lalu dia menatap ke arah Pemimpin Pembajak dengan santai.
“Majulah, aku menunggumu,” ucap Ryuto, kemudian Pemimpin Pembajak tersebut menggertakkan giginya.
“Jangan sombong, kau Manusia. Setelah, aku mengkonsumsi ini, kau akan mati,” raung marah Pemimpin Pembajak tersebut.
Ryuto berubah menjadi malas, mendengarkan ucapan dari Pemimpin Pembajak, lalu dia berkata.
“Kau mau bertarung atau mau pidato?” tanya Ryuto, dia sudah benar-benar bosan, karena setiap bertemu musuh, selalu saja banyak bicara musuhnya.
“Ba*ingan,” teriak Pemimpin Pembajak, dia melesat dengan sangat cepat ke arah Ryuto, namun di pandangan Ryuto, Pemimpin Pembajak hanya sedang berlari biasa.
Tiba di depan Ryuto, Pemimpin Pembajak mengayunkan Pedangnya lebih cepat dari biasanya.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Namun, Ryuto dengan santai menghindari seluruh serangan dari Pemimpin Pembajak tersebut.
Mengalirkan Spiritual ke dalam kakinya, Ryuto menendang tepat di pedang tersebut.
Boommmm.
Pemimpin Pembajak terkejut, lalu pedangnya terlepas dari tangannya, dia segera sadar dari keterkejutan, kemudian berbalik untuk meraih pedangnya.
Namun, dia kalah cepat dengan Ryuto, dia hanya melihat seklisa sebuah siluet di depannya.
Ryuto yang sudah mengambil pedang tersebut menekan pedang tersebut dengan energi spiritual miliknya.
“Diam,” Ryuto menekan kata tersebut, seketika pedang yang mengeluarkan hawa membunuh menjadi tenang.
Terlihat sebuah pukulan dari samping Ryuto, pukulan tersebut dilayangkan oleh Pemimpin Pembajak.
Jlebb.
Pedang yang dilayangkan oleh Ryuto, menancap tepat di pukulan Pemimpin Pembajak.
Kemudian, Ryuto tiba di depan Pemimpin Pembajak yang akan meraung sakit dan marah.
Ryuto mengayunkan tendangan dengan lapisan spiritual, kakinya berubah menjadi ungu gelap.
Booommm.
Wushhhh.
Pemimpin Pembajak tersentak dan merasakan rasa sakit di perutnya kembali, namun sakit tersebut segera menyebar ke seluruh tubuhnya.
Brakkkk.
Pemimpin Pembajak melayang dan menabrak tepat dinding di Mall lantai 4 tersebut. Topeng miliknya perlahan retak.
Krakk, Ctarrr.
Lalu, Ryuto akhirnya melihat siapa di balik Topeng tersebut. Terlihat seorang Laki-laki dengan kulit berwarna biru.
Laki-laki tersebut memiliki tubuh yang mirip dengan ikan, Ryuto menatap ke arah laki-laki tersebut dengan menyipitkan matanya.
‘Manusia ikan?’ batin Ryuto, dia benar-benar merasa sedikit aneh dengan hal tersebut.
“Arhhhh,” teriak laki-laki tersebut, kemudian berubah menjadi bentuk manusia asli, Ryuto melihat ada semacam asap berwarna biru keluar dari tubuh Laki-laki tersebut.
__ADS_1
Brukkk.
Laki-laki tersebut roboh, dia terjatuh pingsan di tempat. Ryuto mengerutkan keningnya, dia benar-benar bingung dengan fenomena tersebut.
‘Nah, sistem kau tahu soal ini?’
[Menjawab, itu adalah pemberian dan pengendalian Spiritual. Bisa dibilang, orang tersebut dikendalikan oleh seseorang.]
‘Terimakasih informasinya, Sistem,'
[Selamat, Tuan mendapatkan mobil Sport.]
[Mobil sudah di letakkan di Garasi rumah besar.]
(Note : Jenis mobilnya nanti dulu.)
Ryuto hanya tersenyum mendengar hal tersebut, kemudian dia berjalan ke arah Laki-laki yang pingsan.
“Nadinya melemah,” ucap Ryuto, mengecek keadaan nadi milik Laki-laki tersebut, kemudian dia mengangkat tubuh Laki-laki tersebut.
Ryuto dengan santai melemparkan Laki-laki tersebut dari lantai 4 menuju ke lantai 1.
Wushhhh.
Ryuto sendiri yang melihat itu, dia tersenyum. Kemudian, dia berjalan menuju ke atas tangga lantai 5.
Dia berjalan naik ke atas lantai 5, lalu mendengar suara sesuatu yang jatuh ke bawah.
“Oh, pengantaran ekspress sudah tiba dengan selamat,” ucap Ryuto, dia tersenyum sambil naik menuju ke atas.
Di lantai 2 dan 3, para Istri, Pasukan, Maid milik Ryuto sudah selesai mengalahkan musuhnya.
Kemudian, pintu masuk Mall terbuka, masuklah berbagai orang dengan seragam pasukan khusus.
Dengan cepat mereka menyebar, mereka segera menemukan pemandangan yang mengejutkan.
‘Apa yang terjadi di sini?’ batin para pasukan tersebut, dia benar-benar terkejut dengan keadaan lantai 2 dan 3.
Kemudian, mereka melihat para istri, pasukan, dan Maid Ryuto, mereka tidak bisa tidak mengarahkan senjata ke arah istri, pasukan dan Maid Ryuto.
“Siapa kalian,” teriak Pemimpin Pasukan tersebut, lalu Lilia mewakili seluruhnya berkata.
“Kami yang sudah menyelesaikan tempat ini,” ucap Lilia dengan tatapan datar, kemudian Pemimpin Pasukan berkata.
“Kau kira kami percaya?” ucap pemimpin Pasukan, mengarahkan tangan ke atas. Lalu, dia berkata.
“Jawab jujur, siapa kalian?” ucap Pemimpin Pasukan, namun bukan suara yang keluar. Seluruh istri, Pasukan, dan Maid Ryuto mengeluarkan Aura membunuh yang kuat.
Bushhhhhh.
Krakkkk.
Aura menyebar dengan kuat, tanah dan berbagai toko di sekitarnya retak dan beberapa rusak.
Pemimpin Pasukan menjadi menciut, wajahnya menjadi pucat pasi, tubuhnya bergetar hebat.
“Kau berani mengancam kami, apakah kau siap menerima konsekuensinya,” ucap Lilia, dengan dingin.
Di sisi Ryuto.
Dia tiba di lantai 5, namun dia hanya menemukan Topeng yang melayang di udara, Topeng tersebut menatap dengan tajam ke arah Ryuto.
“Manusia, kau akan menerima akibatnya telah melawan kami, Raja merah dan Ratu Selatan tidak akan pernah melepaskanmu, dari wilayah Indonesia ini,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.