
[Chapter 202.]
[Pergi ke Pelabuhan Jakarta.]
[Silahkan Dibaca.]
Bawah tanah.
Keempat istri Ryuto menghancurkan seluruh anggota di dalam, mereka benar-benar marah dan membunuh tanpa ampun.
Selepas itu, mereka melihat ke arah budak dan melakukan hal sama, yaitu menyuruh seluruh budak naik ke atas.
Ada beberapa budak yang diam dan mereka ingin mengikuti para istri Ryuto, hal tersebut membuat mereka sedikit kualahan, akhirnya mereka meminta para budak untuk mengikutinya.
***
Di sisi Ryuto, dia membunuh istri pemimpin anggota beserta para anggota, pemimpin tatapannya menjadi lebih kosong dari sebelumnya.
Ryuto menatap ke arah pemimpin tersebut, dia malas mengurusi masalah hal-hal yang dia anggap merepotkan.
Ryuto melumpuhkan segala kekuatan dari pemimpin anggota tersebut, kemudian dia mendengar suara langkah kaki dari lorong.
“Sayang.”
Terdengar suara dari lorong tersebut, Ryuto mengalihkan pandangannya ke lorong dan melihat keempat istrinya diikuti oleh para budak.
“Aku disini,” Ryuto berteriak membuat keempat istrinya menatap ke arah Ryuto yang sedang melepaskan ikatan pemimpin anggota.
Mereka juga melihat berbagai mayat dan ada mayat wanita yang penuh dengan air putih di tubuhnya.
Semua budak terkejut melihat ke arah wanita dan laki-laki yang sedang melepaskan ikatan seorang pria yang duduk.
***
“Sayang, kami bingung dengan mereka?” tanya Asami, kemudian Ryuto menatap ke arah istrinya lalu ke arah budak.
“Kalian, aku ada dua pilihan, pertama tinggal di duniaku dan kalian akan menemukan calon kalian disana, untuk masalah fisik kalian, seluruhnya akan kembali seperti sebelum terbuka lebar, atau pergi dengan keadaan normal kembali.”
Ryuto memberikan pilihan mudah, para budak yang tatapannya kosong berubah menjadi cerah penuh dengan harapan.
“Kami mengikuti anda, Tuan.”
Para budak benar-benar takluk, Ryuto mengeluarkan pil dan memasukkan ke dalam mulut mereka semua, lalu menghilangkan mereka dari tempat.
“Sayang, calon yang kau maksudkan?” tanya Yuuko, dia juga ingin mendengar calon laki-laki para budak, dia juga ingin melihat Klannya juga memiliki hal yang sama.
“Oh ya, Klan Ouro yang belum memiliki Suami, para pasukan milikku, siap semua,” Ryuto berkata, membuat Yuuko tercerahkan.
Dia akhirnya memiliki solusi untuk seluruh Klan Ouro miliknya, dia memeluk Ryuto dengan erat dan berkata.
“Terimakasih sayang,” Ryuto sendiri sedikit terkejut tiba-tiba dipeluk, dia mendengar istrinya berterimakasih, dia tersenyum dan membalas pelukan tersebut.
“Ya, kalau begitu kita pergi,” Asami, Aria, dan Himiko menatap ke seluruh lorong tersebut, mereka kemudian melayang.
“Sayang, bagaimana kalau kami musnahkan tempat ini?” tanya Himiko, namun Ryuto berkata lain.
__ADS_1
“Tidak perlu, biar selanjutnya para polisi dan tentara yang mengurus kasus ini,” Ryuto berkata sambil terbang.
Yuuko juga terbang selepas mereka saling berpelukan, Ryuto menyeret pemimpin anggota organisasi tersebut.
***
Tiba di dekat jalan masuk, mereka terbang keluar dengan cepat, sampai akhirnya mereka tiba di permukaan.
Tap tap tap tap.
Bruk.
“Kalian urusi sisanya, dia adalah pemimpin mereka, jika kalian bertanya kemana para anggotanya, kalian masuklah ke dalam dan lihat sendiri.”
Ryuto menatap ke arah para polisi dan tentara, kemudian dia pergi berjalan menuju ke arah mobil miliknya.
“Ryuto,” terdengar suara perempuan yang menghentikan Ryuto, kemudian dia melihat Ryuto berhenti dan dia segera berkata.
“Terimakasih, aku akan datang besok ketempatmu,” ungkap suara tersebut, yang tak lain ialah Shizuka.
Semua polisi dan tentara mengabaikan hal tersebut, mereka mendengar perintah Presiden untuk segera masuk ke dalam lorong tersebut.
“Ya, kunjungilah,” ungkap Ryuto pergi sambil melambaikan tangannya, keempat istrinya melihat hal tersebut, tersenyum dan berfikir.
‘Kami akan mendapatkan saudari baru.’
***
Ryuto dan keempat istrinya tiba di dekat mobil mereka, kemudian mereka masuk ke dalam Mobil.
Ryuto menyalakan mobil, kemudian melesat pergi meninggalkan desa tersebut, mereka melesat pergi menuju ke suatu tempat.
“Ya, kita akan pergi ke pelabuhan di Jakarta, mau bagaimana lagi pasti ikan Hiu itu akan muncul disana,” ungkap Ryuto.
Keempat istrinya mengangguk paham, kemudian Yuuko bertanya dengan sedikit penasaran.
“Lalu, bagaimana istana Karlina, Sayang?” tanya Yuuko, Ryuto tersenyum dan menjawab dengan santai.
“Mudah, aku sudah memindahkan mereka ke dalam duniaku, Mungkin sekarang duniaku ramai,” Yuuko tersenyum mendengar jawaban dari Ryuto.
Mobil kemudian melesat dengan cepat selepas memasuki jalan tol, tidak perlu waktu lama, hanya 8 menit sudah berada di ujung lain jalan tol tersebut.
***
Pelabuhan Jakarta.
Ryuto dan keempat istrinya tiba disana, mobil melaju menuju tempat parkir, kemudian mobil terparkir dan berhenti.
Mereka keluar dari mobil, kemudian menatap ke arah laut yang terlihat akan terjadi sebuah badai besar.
“Hiu itu benar-benar menimbulkan masalah,” Ryuto berkata sambil memandang badai yang terdapat di lautan, badai yang sangat besar muncul disana.
“Hmm, aktivitas disini berhenti selepas melihat badai itu,” ucap Aria selesai melihat seluruh tempat tersebut.
“Kalau begitu, kita ambil kapal itu saja. Kapal yang khusus untuk para pemancing.”
__ADS_1
Keempat istri Ryuto mengangguk mendengar usul dari Ryuto, mereka berlima berjalan menuju ke kapal tersebut.
***
Tiba di kapal, mereka menaikinya dan menyalakan mesin kapal. Mereka tidak peduli itu kapal milik siapa, terpenting menuju ke badai tersebut.
Ombak-ombak besar terus menerjang kapal yang dipakai Ryuto dan keempat istrinya, hal tersebut benar-benar membuat keempat istrinya senang.
Jdar Jdar Jdar.
Petir bergelegar di atas lautan tersebut, mereka benar-benar tidak peduli, kecuali keempat istri Ryuto yang masih senang.
“Entah kenapa, ini sangat menyenangkan, ombak yang seakan berusaha membuat kapal kita jatuh, benar-benar lucu.”
Mendengar ucapan dari Himiko, ketiga istri Ryuto mengangguk benar. Ryuto sendiri fokus ke arah badai, dia juga tersenyum melihat istrinya tidak takut sama sekali.
***
Di sebuah hotel Jakarta, dalam sebuah kamar hotel terdapat seorang pria tua duduk dengan geram, melihat berita tentang lorong organisasi.
“Lagi-lagi Presiden baru itu mengacaukan tempat untuk kami menguasai Indonesia lagi,” ungkap pria tua dengan kesal.
Brakk.
Pintu terbuka dengan kasar, pria tua tersebut menatap ke arah pintu, dia melihat sekretaris miliknya masuk.
“Lapor, pak presiden. Pesawat menuju ke Amerika dipercepat, dimohon untuk mempersiapkan diri anda.”
Pria tua tersebut menatap ke arah sekretaris miliknya, kemudian dia tersenyum tipis dan berkata.
“Kau sudah lancang, namun aku tidak mempermasalahkan hal tersebut, buat sebuah surat ancaman dan kirim ke Presiden baru itu.”
Sekretaris tersebut terkejut, namun dia segera sadar dan mulai membuat surat ancaman dan mengirim ke tempat presiden baru tersebut.
“Kalau kau mengganggu bisnisku disini lagi, Indonesiamu akan berperang dengan Amerikaku, Ryuto Kurokami.”
Ungkap pria tua tersebut, kemudian keluar menuju ke arah Bandara, untuk kembali ke Negara aslinya.
***
Jdarrr Jdarrr.
Ryuto dan keempat istrinya tiba di dekat badai, mereka benar-benar menantang maut, namun mereka tidak takut sama sekali.
Kelimanya menatap ke arah badai tersebut dan melihat Hiu yang berputar memperbesar putaran angin topan badai tersebut.
Hiu tersebut meraung dengan keras, tatapan miliknya mengunci ke arah kota Jakarta.
“Keluarlah kau, pembunuh Baya.”
[To be Continued.]
Note : Maaf telah update, ada kendala disini.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.