Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 199


__ADS_3

[Chapter 199.]


[Organisasi masa lalu.]


[Silahkan Dibaca.]


Istana Presiden.


Ryuto terbangun dan dia membelai rambut perempuan yang sekarang tengah memeluk dirinya, perempuan tersebut ialah Karlina.


Karlina merasakan gerakan, dia kemudian perlahan bangun dan mulai membuka matanya.


“Pagi,” Karlina mendengar suara tersebut, dia melihat ke arah asal suara tersebut, yang tak lain ialah Ryuto.


“Pagi juga,” Karlina memeluk Ryuto kembali dengan erat, sebelum bangun dan duduk di tempat tidur.


Para istri Ryuto lainnya mulai bangun sambil meregangkan otot-otot tangan mereka, kemudian membuka matanya.


Hal pertama yang mereka lihat ada seorang perempuan di dekat Ryuto, mereka mengerutkan keningnya karena tidak tahu siapa perempuan tersebut.


“Oh, kalian sudah bangun, Pagi,” Ryuto berkata sambil melihat ke arah para istrinya, Karlina juga menyapa mereka.


“Pagi, sayang. Siapa dia sayang?” tanya Himiko, dia mendekat ke arah Karlina, kemudian mengamati Karlina dan mengangguk bahwa Karlina cantik.


Para istri lainnya juga ikut mendekat, lalu selepas Ryuto mengungkapkan nama Karlina, para istrinya diam.


“Dia adalah Karlina, yang dianggap Ratu Selatan.”


Para istri Ryuto yang mendengar ucapan Ryuto, mereka sedikit terkejut dan segera sadar, kemudian mulai berbicara satu sama lain.


Ryuto sendiri merasa terasingkan, namun hal tersebut wajar, dia sudah pernah begitu, karena setiap dia membawa istri baru, pasti akan segera terasingkan, baru nanti Malam akan diperhatikan.


“Oh ya, kalian. Aku akan pergi hari ini,” ungkap Ryuto, kemudian seluruh istrinya menatap ke arah Ryuto.


“Untuk perjalananmu, kau akan ditemani Himiko, Asami, Yuuko, dan Aria,” Amy segera berkata dan mulai melanjutkan pembicaraan dengan Karlina.


Sementara itu, keempat istri yang ditunjuk mengangguk, bahwa giliran mereka keluar dengan Ryuto, mereka senang akan hal tersebut.


“Baiklah, ayo kita bersiap-siap terlebih dahulu,” Ryuto berkata dan masuk ke dalam kamar mandi.


Selepas itu, baru para istrinya mengikuti Ryuto masuk ke kamar mandi, karena hal tersebut menjadi kebiasaan mandi dan makan bersama.


*


Seluruh Indonesia, sudah mulai gempar sejak kemarin malam, berita-berita terbaru terus bermunculan.


‘Pemberantasan Korupsi di daerah Jawa.’


‘Gubernur berkorupsi milyaran rupiah.’


‘Pemimpin Negara baru benar-benar hebat.’

__ADS_1


Berita-berita terbaru selalu menjadi trending topik bagi para warga Indonesia, Turis juga ikut membaca artikel tersebut.


*


Zero dan beberapa pasukan sudah bergerak semalaman, mereka mulai menyusuri dan mencatat seluruh perusahaan yang berada di Indonesia.


Selepas itu, dia akan memerintahkan pasukan terdekat untuk datang ke perusahaan maupun pabrik yang dipilihnya, para pasukan bergerak, mereka diminta untuk melucuti bos disana.


“Seluruhnya sudah, jadi tinggal membatalkan seluruh kerja sama dengan Negara yang terlihat merugikan Negara kita,” Zero berkata sambil melihat file yang menggunung.


Krieekk.


Pintu terbuka dan menampilkan pasukan miliknya yang masuk ke dalam ruangan Zero, dia meletakkan beberapa file baru.


“Ini adalah jumlah orang yang cocok dengan ganti dari seluruh korupsi Negara,” ucap pasukan tersebut.


“Terimakasih,” Zero mengambil berkas tersebut, dia mulai menyortir kembali para pekerja maupun pegawai untuk Pemerintahan.


Pasukan sebelumnya juga sudah keluar meninggalkan Zero yang berkutat dengan file-file yang sudah menjadi gunung.


“Sedikit melelahkan, andai saja Anisa menemaniku,” Zero berkata dengan nada sedikit sedih, kemudian hpnya berdering, Zero melihat bahwa nomor tidak jelas menelponnya.


Zero mengangkat telpon tersebut, kemudian dia mendengar suara seseorang yang baru saja dia rindukan.


“Zero, bagaimana kabarmu?”


*


Tujuan pergi selanjutnya adalah Perbatasan Surabaya, walaupun jauh mereka akan pulang tepat malam hari.


“Sayang, apakah ada sesuatu disana?” tanya Asami, dia sedikit penasaran dengan tujuan mereka ke Surabaya.


“Zero mengirimiku data menarik, terdapat jejak organisasi yang dulu pernah membantai dan menyiksa 6 perwira tinggi satu perwira menengah angkatan darat,”


“Juga Zero mengirimiku file aneh yang berisi bahwa patung Buaya hancur, tersisa patung Hiu,” Ryuto mengakhiri ucapannya.


Keempat istrinya mencerna informasi tersebut, mereka akhirnya paham dan mengangguk.


Kelima orang tersebut masuk ke dalam mobil hitam dan melesat dengan cepat menuju ke arah perbatasan Surabaya.


*


Dalam perjalanan menuju ke perbatasan, kelima orang tersebut diam, sampai akhirnya Himiko bertanya.


“Kenapa 7 Perwira tersebut di bunuh, sayang?” tanya Himiko, dia penasaran dengan hal apa yang terjadi dulu.


“Kudeta, pihak organisasi tidak terima dengan kerja sama antar Jepang, melihat bagaimana dulu Jepang membudak Indonesia.”


“Organisasi bergerak dengan langkah awal menculik dengan paksa ke 7 perwira tersebut, bahkan salah satu anak dari perwira mati terkena tembakan.”


“Organisasi hanya berhasil membawa 4 orang perwira yang hidup, sisanya mereka bawa dalam keadaan mati, mereka bergerak dengan berkata, ‘Pak, anda di minta Presiden Soekarno datang ke Istana Presiden,'.”

__ADS_1


“7 Perwira bingung, karena panggilan darurat pasti akan diberitahukan secepatnya, mereka ijin untuk memakai pakaian mereka, namun tanggapan orang yang meminta 7 orang tersebut aneh.”


“Pasukan tersebut berkata sambil menodongkan senjata api, ‘tidak perlu lama-lama, ini panggilan darurat,' akhirnya ke tujuh perwira paham bahwa pasukan di depan mereka adalah pasukan pemberontak.”


“3 Perwira bermaksud melawan, namun apa daya, mereka ditembak dengan kejam, lalu mati dan diseret ke mobil, sementara ke 4 perwira lainnya diseret dengan kasar dalam keadaan hidup.”


“Mereka di bawa ke suatu tempat disiksa, diinterogasi, lalu di bunuh di tempat, kemudian di masukkan ke sumur tempat tersebut.”


“Yah begitulah seingatku, juga itu masa kepemimpinan Soeharto, mendengar 7 Perwira angkatan darat menghilang, dia dengan cepat bergerak dan membantai Organisasi tersebut.”


Ryuto mengakhiri ceritanya, keempat istrinya akhirnya paham dengan hal tersebut, sekarang masalahnya Organisasi tersebut masih aktif dan bergerak dalam bayang-bayang.


“Tujuan kita berarti menghancurkan sisa-sisa organisasi tersebut,” Aria menangkap dengan cepat maksud Ryuto, dia adalah mantan Guru, jadi mudah dalam menangkap maksud seseorang.


“Tepat, aku ingin menghancurkan orang-orang ini, orang yang hanya berkutat pada masa lalu dan tidak paham masa depan,” Ryuto berkata dengan dingin.


“Baiklah, kita bantai mereka,” Yuuko berkata dengan semangat, Ryuto yang melihat itu tersenyum dan berkata.


“Kita tidak akan pergi kesana segera,” mendengar hal tersebut, keempat Istrinya mengangkat alisnya, kemudian Himiko bertanya.


“Kenapa?” Ryuto yang mendengar pertanyaan tersebut, dia tersenyum dan berkata sambil melesatkan mobilnya di jalan tol.


“Karena kita akan pergi ke desa di Surabaya yang dimana setiap hari akan terdapat sosok-sosok orang, di saat dikejar sosok tersebut menghilang,” ucap Ryuto.


“Sosok orang, tunggu biar aku berfikir sebentar,” Aria mulai memegang dagu dan memejamkan matanya, dia benar-benar suka teka-teki.


Aria segera membuka matanya dan terlihat wajahnya mulai serius, dia paham akhirnya tujuan Ryuto ke desa tersebut.


“Desa itu, terdapat pasukan Pemberontak.”


*


Sebuah Desa dimana lokasinya sedikit jauh dari perbatasan Kota, Desa tersebut bisa dikatakan akhir-akhir ini mengalami hal aneh.


Setiap bulan sekali, Desa tersebut akan kehilangan orang-orang di sekitar, namun orang tersebut akan kembali tanpa diketahui.


Para warga juga melihat ada sosok orang yang sedang berjalan menuju ke suatu tempat, mereka mengikuti sosok tersebut, namun saat sosok berhenti, mereka keluar dan tidak melihat siapapun disana.


Hari ini, sedikit istimewa. Banyak polisi, tentara, bahkan ada satu polisi dari Jepang ikut dalam kasus tersebut.


Mereka tidak mempermasalahkan, selepas mereka mengetahui bahwa Pemimpin mereka juga berasal dari Jepang.


“Kapten Shizuka, apakah tebakan anda benar, jika disini ada jejak Organisasi tersebut,” salah satu polisi bertanya kepada polisi perempuan di sebelahnya.


“Aku yakin, kita pasti akan menangkap mereka.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2