Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 72


__ADS_3

[Chapter 72.]


[Kembali.]


[Silahkan Dibaca.]


Semua Pemimpin terkejut dengan ucapan Andy, lalu mereka semua marah dan berteriak dengan penuh Emosi.


“Baj*ngan, siapa kau, Hah.” Teriak keempat Pemimpin tersebut, sedangkan Master Wu menatap Andy dengan tajam dan berkata dengan dalam.


“Nak, kau lebih baik jaga mulutmu, agar tidak mati muda.” Ucap Master Wu, tersebut. Sedangkan Andy menatap ke arah Master Wu dan berkata.


“Oh, apakah begitu?. Lebih baik jaga kesehatanmu sendiri, Orang tua. Sebentar lagi mungkin penyakitmu akan menggerogoti mu.” Ucap Andy, sedangkan Master Wu terkejut.


“Apa kamu mencoba untuk menggertakku, Nak.” Ucap Master Wu, sambil mengeluarkan tekanan yang dimilikinya.


Ke dua Keluarga besar merasa tertekan dengan Aura yang keluar dari Master Wu, berbeda dengan Ketua Mafia dan Ketua Yakuza.


Mereka berdua juga Seniman bela diri dan hampir setingkat dengan Master Wu. Karena tingkatnya hampir sama itu, kedua Ketua tersebut tidak akan terpengaruh Aura tersebut.


Berbeda dengan Andy, dia masih menatap ke arah Master Wu dengan datar, lalu kemudian menunduk dan menyeriangi.


“Oh, apakah itu tadi tekanan, kenapa tidak berasa sama sekali?.” Ucap Andy, kemudian menatap dalam ke arah Master Wu.


“Akan kutunjukkan apa yang namanya, Tekanan itu.” Ucap Andy, mengeluarkan Aura yang melebihi dari Master Wu.


Wusshhhhh.


Aura menyebar dengan sangat cepat, ruangan yang semula tenang, berubah menjadi bergetar. Lalu, terlihat kedua Keluarga besar pingsan, Ketua Mafia dan Ketua Yakuza mencoba menahan namun tidak bisa, akhirnya jatuh berlutut di bawah.


Brukk Brukk.


Master Wu yang terkena langsung oleh Aura tersebut, seketika ketakutan. Dia berasa seperti di tatap tajam oleh Iblis.


‘Aura apa ini?. Begitu besar.’ Batin Master Wu, dia benar-benar baru kali ini merasa ketakutan yang dalam, Master Wu kemudian berlutut.


Brukkkk.


“Hmm, apa-apaan kalian begitu saja, sudah jatuh.” Ucap Andy, lalu menarik kembali Auranya dan berjalan pelan menuju ke arah mereka.


Tap Tap Tap Tap.


“A-Apa yang akan k-kau lakukan. Kau tahu, aku dilindungi oleh Dunia bawah Amerika.” Ucap Kurokoda dengan senyum percaya dirinya.


“Memang aku peduli, aku akan menghancurkan siapapun yang mengusik ku.” Ucap Andy, mengeluarkan Aura membunuhnya.


Kurokoda, Master Wu, dan Akuja merasakan organ dalam mereka hancur, lalu mereka memuntahkan seteguk darah.


“Ughh.” Ucap ke tiganya, lalu pandangan mereka kabur dan pingsan di tempat. Andy, kemudian menarik kembali Aura membunuhnya.


“Zero, Lion bawa ke lima orang ini, ke bawah tanah Bar Flower.” Ucap Andy, berbalik dan pergi dari tempat.


Namun, saat di luar seketika ada Polisi yang menghalangi. Lalu, menodongkan pistol ke arah Andy. Sedangkan Andy, tidak peduli dan berjalan dengan santai.

__ADS_1


“Berhenti, angkat tanganmu dan iku-.” Ucap Polisi tersebut terhenti, saat Andy berada di depannya dengan meletakkan Belati di lehernya.


“Kau bukan Polisi, serta kau bermain-main dengan nama Polisi.” Ucap Andy, mengetahui bahwa mereka lah yang membantu Mafia Kura-kura.


[Futaro, Polisi yang membantu Mafia Kura-kura melewati jalur pemeriksaan.]


“Apa maksudmu, jangan macam-macam dengan Polis-.” Ucap Polisi tersebut terhenti, saat melihat pandangannya berputar dan jatuh ke tanah.


Bukkk.


Polisi tersebut, kepalanya terlepas dari badannya. Sedangkan, Andy yang membunuh hanya berjalan pergi melewati Polisi yang sedang terkejut.


“Berhenti, kenapa kamu membunuh Ketua.” Teriak seorang Perempuan, Andy berhenti lalu berbalik dan sedikit familiar dengan Polisi tersebut.


“Nona, lebih baik kamu coba cari tahu tentang bisnis apa yang mereka lakukan. Bahkan, aku membunuh saja itu masih hukuman ringan bagi mereka.” Ucap Andy, lalu melesat pergi.


Polisi Perempuan tersebut, sedikit terkejut. Kemudian, menyuruh semua untuk membawa orang yang dianggap Ketua Polisi tersebut.


“Sebaiknya, aku berbicara dengan Inspektur Honda. Tentang hal ini.” Ucap Polisi Perempuan tersebut, lalu segera pergi menuju Kepolisian.


Sedangkan, Polisi yang lain membersihkan area tersebut. Lalu, mereka mencari jasad Ketua mereka namun tidak djtemukan.


Di sisi Andy.


Dia sudah tiba di Bar Flower, kemudian berjalan masuk dan disambut oleh Para Pasukannya.


“Salam, Tuan.” Ucap seluruh Pasukan, mereka sangat senang memiliki Pemimpin seperti Andy. Mereka benar-benar menghormati dan berani mati demi Andy.


“Kembalilah, apakah ada yang terluka?.” Ucap Andy, sedangkan para Pasukan menjawab bersama.


“Istirahatlah, besok kalian akan membuka Bar kembali.” Ucap Andy, kemudian Para Pasukan segera pergi istirahat. Zero, Lion, Eleven, Gin, dan Alpha menghampiri Andy.


“Tuan, semua Pemimpin dan Pejuang itu sudah berada di bawah. Apa yang akan kita lakukan.” Ucap Zero.


“Siksa mereka, aku ingin pulang. Serta, Istriku ada yang mengandung.” Ucap Andy, berganti pakaian. Sedangkan kelima Pemimpin Tim tersebut tersenyum senang.


“Selamat, Tuan.” Ucap Ke lima Pemimpin Tim tersebut, sedangkan Andy melambaikan tangannya sambil pergi.


“Oke, kalian segera istirahat. Jangan lupa kunci Bar.” Ucap Andy, lalu pergi keluar tanpa menunggu jawaban dari kelimanya.


Andy berjalan menuju ke Mobil yang dia parkir. Mobil Honda Civic, milik Nanami tersebut membuat Andy tersenyum.


“Apakah aku langsung membawanya ke rumahkah?.” Ucap Andy kemudian masuk ke dalam Mobil, lalu menyalakan mesin Mobil.


“Pergi ke rumah Nanami saja dulu.” Ucap Andy, lalu melihat jam menunjuk pukul 21.03. Andy mengangguk lalu menjalankan Mobil menuju ke rumah Nanami.


Andy di tengah jalan menelpon Lilia. Telpon pun di angkat, lalu terdengar suara Andy.


“Halo Andy, bagaimana keadaanmu?.” Ucap Lilia dengan khawatir.


“Aku baik-baik saja.” Ucap Andy tersenyum tenang.


“Nah Lilia, aku akan pergi ke rumah Nanami, aku ingin mencoba mengajaknya ke rumah.” Ucap Andy dengan jujur.

__ADS_1


“Oke, bawa saja mereka kesini. Agar kami bisa berkumpul kembali.” Ucap Lilia dengan senang.


“Jangan terlalu banyak gerak, kasihan Junior.” Ucap Andy sambil tertawa pelan.


“Iya, aku tahu. Kalau begitu, segera pulang. Serta, aku mencintaimu, bye.” Ucap Lilia, lalu menutup telponnya.


“Dasar, Wanita ini.” Ucap Andy sambil menggelengkan kepalanya. Lalu, melajukan kembali dengan cepat menuju ke rumah Nanami.


Sampai di rumah Nanami, dia sedikit terkejut dengan dua orang di depan rumah Nanami. Satu Wanita satu Pria.


Andy, melihat bahwa Wanita tersebut Nanami, sedang ditarik dengan kasar oleh seorang Pria. Andy memarkirkan agak jauh, agar tidak diketahui. Dia turun dan mendekat.


“Kau, harus ikut dengan ku. Banyak temanku menawarkan harga besar tentangmu.” Ucap Pria tersebut dengan marah.


“Kamu kira, aku barang, Hah. Aku dan Ren kau tinggal. Lalu, kau datang kembali menyuruhku untuk melacurkan diri untuk menuruti keinginan mu, Hah.” Ucap Nanami dengan keras.


“Diam, ikut saja. Kau harus nurut dengan Suamimu.” Ucap Pria tersebut menarik lebih keras Nanami.


Sedangkan, Nanami mengeluarkan air mata sambil terus memberontak. Pria tersebut jengkel, lalu mengangkat tangannya untuk melayangkan tamparan.


Nanami mengetahui itu, hanya menutup mata karena takut dan air matanya terus keluar. Andy melihat hal tersebut, segera keluar.


“Baj*ngan, apa yang ingin kau lakukan dengan Nanami, Ha.” Ucap Andy, sambil menahan tangan Pria tersebut dan menatapnya dengan dingin.


Pria tersebut terkejut dan tubuhnya gemetar ketakutan saat melihat mata dingin Andy. Sedangkan, Nanami yang mendengar suara Andy, langsung membuka matanya.


Melihat Andy melindunginya, Nanami segera memeluk Andy.


“Aku takut, Andy.” Teriak tangis Nanami, sedangkan Andy membalas pelukan Nanami, dan menepuk punggungnya dua kali.


“Tidurlah dulu, Sayang.” Ucap Andy dengan lembut. Nanami pun tertidur di pelukan Andy. Kemudian, Andy membaringkan sebentar di lantai.


Lalu, Andy berbalik dan menatap tajam ke arah Pria tersebut, kemudian berdiri dan berjalan ke arah Pria tersebut.


Pria tersebut gemetar ketakutan, dia tidak bisa bergerak saat di tatap oleh Andy. Pria tersebut, berfikir untuk kabur, namun merasa bahwa itu juga tidak bisa.


“Berani sekali, kamu menyeret Wanitaku. Sepertinya, aku perlu menyiksamu, Baj*ngan.”


[To be Continued.]



Info :


Jadwal Update Novel karya Khusayni :


Senin - Sabtu : 2 Chapter.


Mingu : 2 Chapter Lebih.


Sekian perhatiannya.


Silahkan Like, Comment, Share dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2