
[Chapter 271.]
[Lengkap.]
[Silahkan Dibaca.]
Penginapan Asami.
Ryuto dan ketiga istrinya tiba di tempat tersebut. Mereka masuk ke dalam dan melihat bahwa ada resepsionis yang mengenal Ryuto.
“Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?” Resepsionis menghampiri Ryuto, dirinya sudah tahu siapa Ryuto.
“Bisakah siapkan kamar? Hari ini, aku akan menginap di sini.” Ryuto berkata dengan lembut. Resepsionis melirik ke arah tiga perempuan.
Ryuto tahu akan hal itu, dia kemudian berkata kembali. “Mereka istriku, Asami juga sudah tahu akan hal itu.”
Resepsionis terkejut, dia ketahuan. Sekarang wajahnya memerah karena malu, dirinya menunduk dan minta maaf.
“Maaf, Tuan. Bawahan telah lancang.” Resepsionis itu sedikit gemetar, bagaimanapun juga dia takut akan dipecat oleh Ryuto maupun Asami.
Ryuto melambaikan tangannya dan berkata, “Kenapa kamu menunduk, aku maafkan juga, siapkan kamar untuk kami.”
Mendengar permohonan maafnya diterima, resepsionis itu senang dan dengan cepat memberitahu kamar yang sudah siap.
“Kamar yang masih ada di VIP milik, Nyonya. Ini kuncinya, Tuan.” Resepsionis memberikan kunci kamar tempat Asami sebelumnya.
Ryuto mengangguk, kemudian berterima kasih kepada resepsionis tersebut. “Baiklah, terima kasih. Aku akan pergi masuk ke sana.”
Ryuto pergi diikuti oleh ketiga istrinya. Resepsionis melihat hal itu, menunduk hormat. Dia tidak akan melakukan kesalahan kembali, juga dalam pikirannya benar-benar bingung.
“Tiga istri lagi, sebenarnya berapa keseluruhan istri dari Tuan?” Pikir resepsionis tersebut. Namun, dia segera menggelengkan kepalanya dan tidak memikirkannya kembali.
***
Ryuto tiba di kamar Asami. Kemudian, masuk ke dalam diikuti oleh tiga istrinya. Dia menatap ke arah ketiga istrinya dan berkata, “Ayo kita mandi, juga aku akan kirimkan pesan ke seluruh saudari kalian bahwa malam ini kita ke Dunia Jiwa.”
Rina, Nina, dan Tifa mengangguk. Rina menatap ke arah Ryuto dan berkata, “Sayang, kamu juga mandi bersama-sama.”
Ryuto menatap ke arah ketiga istrinya tersebut dan mengangguk. “Ya, sebentar aku akan ke sana selepas mengirim pesan ke saudari kalian.”
Ketiga istri Ryuto mengangguk. “Kami tunggu di dalam, Sayang.”
__ADS_1
Ketiga istri Ryuto pergi masuk ke dalam kamar mandi yang luas dan mulai melepas pakaian dan bawahan yang kotor akibat pertarungan tadi.
Tubuh halus dan putih ketiganya benar-benar kelihatan. Mereka bertiga berjalan menuju ke arah area tempat penyiraman sebelum berendam.
***
Ryuto mengirimkan pesan kepada istrinya. Selesai itu, dia melepaskan pakaian miliknya dan terlihat garis-garis otot yang keras terlihat. Dirinya tersenyum dan berjalan ke arah kamar mandi.
Ryuto masuk dan melihat tiga keindahan sedang membersihkan satu sama lain. Dirinya mendekat dan melepas celana miliknya, dia tiba di belakang ketiganya dan mulai menyergap dari belakang.
“Tubuh kalian benar-benar menggodaku, basuh tubuhku dengan tubuh kalian!” Ryuto memerintahkan hal tersebut.
Ketiga istrinya mengelilingi Ryuto dan mulai melakukan perintah tersebut. Mereka menikmati hal itu.
Keempat orang itu, kemudian melakukan berbagai permainan di dalam kamar mandi sebelum masuk ke kamar dalam Dunia Jiwa di mana seluruh istri Ryuto sudah siap.
***
Pagi hari.
Dunia Jiwa, Ryuto terbangun dan duduk sambil mengerjapkan matanya. Dia melihat ke kanan dan kiri, ia bisa melihat 210 istrinya tengah terbaring di ranjang dengan ekspresi puas.
Ryuto merasakan tubuhnya sudah kembali normal. Dia merasakan bahwa kera api perkasa terbangun dan sedang duduk bersama dengan kucing orange miliknya.
Akhirnya Ryuto menemukan apa yang dia cari. Itu adalah Rina, Nina, dan Tifa. Dirinya mendekat dengan pelan, akan tetapi karena gerakannya tersebut ranjang bergerak, membuat seluruh istrinya perlahan-lahan terbangun.
Ryuto tersenyum kecut, dia tidak berharap akan hal itu. Kemudian, perlahan-lahan istrinya duduk dan saling menyapa satu sama lain.
“Sudahlah, lebih baik mandi bersama saja sekarang,” pikir Ryuto, kemudian dia berkata, “Ayo kita mandi bersama.”
Para istri Ryuto menatap ke arah suaminya. Senyum di wajah mereka mengambang. Mereka dengan cepat menuju ke arah Ryuto.
Namun, Ryuto menggunakan kemampuan satu untuk semua. Kemampuan yang dia ciptakan untuk mengatasi para istrinya tersebut.
Dia akan menghentikan waktu seluruh istrinya dan menarik salah satu istrinya dan menormalkan istri yang ditariknya tersebut, mereka akan saling berciuman selama beberapa jam.
Ryuto benar-benar cerdas, dia membuat kemampuan yang sangat berguna bagi para orang-orang yang haremnya melebihi dari 20 istri.
Namun, mana ada cerita yang memiliki istri terbanyak seperti milik Ryuto. Tidak ada, kemungkinan tidak ada.
***
__ADS_1
Sekarang terlihat, Ryuto tengah bersandar di tepi kolam renang yang seluas danau. Dia membuat seluas itu agar dapat menampung semua istrinya.
Ryuto tidak hanya mandi saja, dia selalu memberikan jatah kepada para istrinya. Sampai mereka semua mengandung dan lahir nantinya.
30 istri Ryuto akan melahirkan, hanya tinggal empat bulan saja. Namun, itu akan Ryuto pikirkan ketika berada di Alam Menengah. Bagaimanapun juga, sekarang fokusnya melawan monster dari Alam tersebut dan menyelamatkan istrinya.
Seluruh istri Ryuto yang berada di Alam bawah sudah terkumpul. Dia bisa menambah lagi, akan tetapi para istrinya menyarankan mencari di Alam Menengah karena di sana banyak Ratu-ratu yang cantik dan ditinggalkan, (Spoiler.)
Ryuto mengangguk dan setuju. Dia selesai memberikan jatah kepada istrinya, dirinya dan para istrinya juga sudah selesai mandi.
“Selepas ini, kita pergi ke Dunia luar. Juga bagaimana menurut kalian. Jika, kita membuat sebuah pulau sendiri.”
Seluruh istrinya tersebut memandang ke arah Ryuto. Akane, istri Ryuto yang sama cantiknya dengan istri lainnya mendekat.
“Sayang, apakah kamu yakin akan hal itu?”
Shima, mantan Ratu Kerajaan Star juga mendekat. Dia tidak seperti Raja Kerajaan Star dulu, Ratu ini hatinya lembut namun tempatnya salah. Dirinya akhirnya jatuh juga kepada Ryuto.
“Sebenarnya, tidak masalah. Hanya saja, kita tidak memiliki waktu banyak, Suami.”
Ryuto yang mendengar itu, kembali berpikir dan menatap para istrinya satu persatu. Dia tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, bagaimana kalau kita berkeliling Dunia ini saja?”
Seluruh istri Ryuto berpikir, kemudian Alaya seorang desainer terkenal sedunia mengangkat tangannya.
“Sayang, bagaimana kalau kamu membelah diri atau melakukan kloning? Lalu, kita pergi ke masing-masing tempat yang kami inginkan?”
Ryuto sedikit menaikkan alisnya, kemudian dia berpikir bahwa hal itu benar, tapi dirinya tetap akan mengajukan satu syarat.
“Aku bisa, tapi dengan syarat di saat kalian meminta permainan itu tidak ada. Jika, kalian ingin permainan hanya di saat seluruh kloning jadi satu bagaimana?”
Seluruh istri Ryuto mengangguk, mereka paham akan hal itu. Bagaimanapun juga mereka tidak ingin bermain dengan kloning. Bagi mereka, kloning itu bukan suaminya asli.
Seluruh istri Ryuto dapat membedakan mana paling penting. Kencan dan bermain malam, lebih penting bermain malam, kencan itu hanya membuang waktu untuk jalan-jalan saja. Jadi, mereka lebih tidak masalah kloning untuk jalan-jalan saja.
“Baiklah, kalau begitu. Kloning.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.