Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 210


__ADS_3

[Chapter 210.]


[Reaksi Dunia.]


[Silahkan Dibaca.]


Seluruh Dunia gempar dengan perang tersebut, mereka tidak mengira Amerika yang luas bahkan hancur dalam sekali pukul.


Negara-Negara besar yang melihat hal tersebut benar-benar terkejut, mereka sekarang tidak bisa meremehkan Indonesia.


Namun, ada beberapa Negara yang menganggap hal tersebut biasa. Mereka adalah Negara yang sudah berdiri sejak zaman dahulu.


Para Negara tersebut paham betul dengan kekuatan di Dunia, hal seperti yang dilakukan Ryuto sudah mereka pernah lihat.


***


Jepang.


Di sebuah kediaman, duduk seorang Pemuda menatap ke arah 8 orang yang saling menghadap satu sama lain.


“Benar-benar Pertarungan yang mengerikan, aku tidak menyangka Negara besar tersebut hilang,” ungkap Pemuda tersebut.


Ke-8 orang tersebut mengangguk, mereka benar-benar ingat pernah melihat kekuatan seperti milik Ryuto.


“Kekuatannya sama seperti Seida Mitsu, namun lebih tinggi lagi,” ungkap salah satu orang yang berada disana.


“Itu benar, maka dari itu, jika kita diminta menyerah kepadanya, kita akan menyerah saja,” ungkap Pemuda tersebut.


Ke-8 orang tersebut mengangguk, namun salah satu dari mereka ada yang memiliki fikiran lain.


‘Cih, lagi-lagi ada penghalang untukku mendapatkan Jepang,' batin orang tersebut yang masih terlihat muda sama dengan Pemuda tersebut.


“Bukankah lebih baik, kita memberikan sebagian wilayah saja,” ucap Pemuda yang memiliki pemikiran sendiri.


Pemuda yang duduk di tengah, mendengar hal tersebut wajahnya menjadi sedikit serius, lalu dia berkata.


“Akuzo, jangan mulai lagi. Orang ini tidak bisa kau singgung,” ungkap Pemuda yang duduk di tengah tersebut.


“Ryuzen, dulu sudah kuberitahu untuk menekan Ryuto Kurokami tersebut, jika dia menguasai Jepang, apakah akan baik atau buruk, kita tidak tahu.”


“Lebih baik, kita ambil para keluarganya yang berada di Negara ini, agar kita bisa menekan Ryuto Kurokami tersebut,” ungkap Akuzo.


“Cukup Akuzo, kau kira aku tidak tahu tujuanmu sebenarnya,” bentak pemuda yang bernama Ryuzen.


Akuzo hanya mendecihkan lidahnya, dia kemudian diam. Sementara ke-7 orang lainnya hanya menatap perdebatan keduanya.


***

__ADS_1


Helikopter terbang dengan santai menuju ke perairan Indonesia, Ryuto dan seluruh istrinya benar-benar sangat santai sekarang.


Zero yang mengendarai Helikopter sendiri, dia mengendarai sambil tiduran, dia mengendalikan Helikopter menggunakan Energi Spiritual miliknya, membuat Helikopter terbang tanpa dikendalikan.


Ryuto dan seluruh istrinya sendiri berbaring di tempat tidur di dalam Helikopter tersebut, mereka benar-benar menikmati waktu luang mereka tersebut.


“Negara itu selesai, sekarang pasti seluruh Dunia waspada dan pasti mulai memandang ke arah Indonesia,” ungkap Ryuto.


“Rencana selanjutnya, apa sayang?” tanya Silvia, dia benar-benar penasaran untuk acara selanjutnya.


“Kita akan mengembangkan seluruh hal dari Indonesia, mulai dari Moral, SDM Indonesia, tidak lupa juga Hiburan.”


Ryuto berkata dengan senyum diwajahnya, melihat hal tersebut, para istrinya tidak bisa tidak tersenyum dan berkata dengan nada lembut.


“Kami akan selalu mendukung apapun yang akan dilakukan, Suami,” ungkap mereka, Ryuto tersenyum dan berkata.


“Terimakasih,” Ryuto berkata dengan senyum khasnya, para istrinya mengangguk mengerti sambil menyunggingkan senyum.


***


Di sebuah Negara dengan lambang Bulan sabit dengan bintang di tengah bulan sabit tersebut, Negara tersebut ialah, China.


China adalah Negara terkenal dengan seniman Beladiri, bahkan disana ada yang namanya Kultivator.


Di sebuah kediaman, dimana terlihat banyak pemuda-pemuda berkumpul dan melakukan latihan.


Ada yang duduk lotus, ada yang memperagakan sebuah teknik seni, ada yang mempelajari sebuah senjata-senjata.


(Note : Ini hanyalah sebuah karangan saja.)


Di dalam kediaman tersebut, terdapat seorang kakek-kakek, namun kakek tersebut sangat aneh.


Kulitnya yang keriput, tubuhnya yang kurus seperti tulang, namun aura yang ditampilkan sangat megah dan kuat.


Kakek tersebut membuka matanya dan matanya sipit dan memiliki iris mata berwarna emas kehitaman.


“Sepertinya sedikit lagi, aku akan menembus Prajurit Alam tahap 3, aku sudah lama tidak bertemu dengan Cohza dan Kurokami, apakah mereka masih hidup?”


Kakek tua tersebut berkata dengan nada beratnya, dia benar-benar mengurung diri sangat lama, dia belum keluar sejak pertempuran yang sangat melegenda.


Kakek tua tersebut mengingat masa-masa dimana ketiga nya bertempur, Bumi akan mengalami gemba bumi 19,4 Skala Ritcher.


Itu adalah bencana paling dahsyat, air laut naik menjadi Tsunami beberapa gunung akan memuntahkan lahar mereka.


Kakek tua tersebut mengingat masa tersebut, dia kemudian mengangkat sudut mulutnya dan mulai menutup matanya kembali.


Sementara di ruang tengah kediaman, berdiri seorang Pria tua dengan fitur gagah, dia menatap ke arah luar, lebih tepatnya ke arah awan yang sejajar dengan Gunung yang kediaman tersebut berada.

__ADS_1


“Ryuto Kurokami, nama itu benar-benar muncul kembali, benar-benar Pemuda yang mengerikan,” ungkap Pria Tua tersebut.


Pria tua tersebut ialah Yu Kang, seorang Kultivator terkenal, dia juga seorang ketua dari organisasi seluruh persatuan Kultivator di Dunia.


***


Di sisi Ryuto.


Helikopter yang membawa Ryuto dan para istrinya, akhirnya tiba di dekat Istana Presiden, Helikopter mendarat ke arah Halaman Istana Presiden.


Selepas Helikopter mendarat, Ryuto dan para istrinya keluar, Ryuto menatap ke arah sekelilingnya, sementara istrinya mulai meregangkan otot-otot tangannya.


“Akhirnya kita sampai,” ungkap Rina, dia benar-benar senang dengan suasana di Istana Presiden, begitu pun istri Ryuto yang lain.


“Selepas ini, kita mandi dulu. Aku ingin menikmati berendam,” ungkap Alice, dia benar-benar merasa perlu berendam kembali.


“Kalian tunggu aku disana, ada sesuatu yang akan kudiskusikan dengan Zero,” ungkap Ryuto, mereka mengangguk.


Seluruh istri Ryuto semuanya berjalan bersama, mereka juga terlihat sedang menyiapkan sebuah kejutan baru untuk Ryuto.


Ryuto sendiri tersenyum tak berdaya mendengar ucapan para istrinya yang perlahan pergi dari tempat.


Ryuto kemudian menatap ke arah Zero, lalu dia bertanya dengan nada tenang dan serius.


“Bagaimana, apakah seluruh orang-orang miskin sudah diurus?” tanya Ryuto, kemudian Zero menjawab.


“Beberapa sudah, kami masih belum beroperasi di Kalimantan dan Sulawesi, hanya baru Jawa, Bali, dan Sumatra, Tuan.”


Ryuto mendengar hal tersebut mengangguk, di kemudian bertanya hal yang lain lagi.


“Urusan Korupsi, apakah sudah?” tanya Ryuto, Zero yang mendengar hal tersebut tersenyum dan berkata.


“Itu sudah diurus, Tuan. Bahkan mereka semua sudah dieksekusi publik,” ucap Zero, kemudian dia ingat dengan satu hal.


Ryuto yang melihat hal tersebut, mengangkat alisnya, dia penasaran apa yang ingin disampaikan oleh Zero.


“Tuan, sebenarnya selepas kami menyelidiki kasus Korupsi tersebut, ada jejak Organisasi dari Negara Australia dan ada juga jejak Organisasi dari Negara Jepang.”


Ryuto mengerutkan keningnya, dia benar-benar penasaran sekarang, kemudian dia bertanya tentang hal tersebut.


“Organisasi apa, yang berada di Jepang?” tanya Ryuto, dia penasaran. Bagaimanapun Jepang adalah tanah kelahirannya.


“Organisasi Kado, Organisasi yang memakai inisial sebuah Kartu,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2