Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 63


__ADS_3

[Chapter 63.]


[Pulang ke rumah baru.]


[Silahkan Dibaca.]


“Apa yang terjadi di sini?.” Ucap Andy, dengan menatap ke arah Perempuan dan Laki-laki tersebut dengan tajam.


Sedangkan, Laki-laki dan Perempuan tersebut terkejut dan takut saat melihat tatapan Andy yang tajam. Sayoko dan Aoi melihat ke arah Andy.


“Andy, kau sudah kembali.” Ucap Sayoko, sedangkan Laki-laki dan Perempuan tersebut mulai menatap Andy dengan jijik.


“Oh, jadi ini Laki-laki mu Sayoko.” Ucap Perempuan tersebut, dengan pandangan merendahkan dan jijik kepada Andy.


“Kasihan, Laki-laki ini. Dia berpacaran dengan Lacur. Apakah kamu ti-“ Ucap Perempuan tersebut terhenti, saat Andy menampar Perempuan tersebut dengan cepat.


Plakkk.


Suara tamparan yang begitu keras, membuat Perempuan tersebut tersungkur jatuh ke bawah dengan Pipi yang terdapat cap merah dan keluar darah dari mulutnya.


Sayoko, Aoi, Yui, dan Pacar dari Perempuan tersebut terkejut. Terutama, Laki-laki tersebut sangat terkejut, lalu menatap ke arah Andy dengan ekspresi marah.


“Beraninya kau menampar, Alira.” Teriak Laki-laki tersebut, kemudian mengepalkan tangannya dan mengayunkan pukulannya ke Andy.


Wusshhh.


Andy hanya diam dan memandang pukulan yang sangat lambat tersebut. Pukulan terus bergerak dan mengenai tepat wajah Andy.


Pukk.


Sayoko, Aoko, dan Yui terkejut saat Andy terkena pukulan tersebut, mereka khawatir. Namun, rasa khawatir mereka terganti dengan rasa kagum.


Terlihat pukulan Pacar Alira tersebut hanya menyentuh pipi Andy saja. Mereka benar-benar terpana melihat pukulan tidak berpengaruh ke Andy. Namun, beberapa detik kemudian terdengar suara.


Krakkk.


“Ahhhhhh.” Teriak Pacar Alira, jarinya serta tangannya retak dan ada yang patah. Pacar Alira merasa dia baru saja memukul besi.


Kemudian, sambil menahan rasa sakit. Pacar Alira menatap Andy dengan pandangan ketakutan. Seluruh keringat dingin membasahi baik dahi dan punggungnya.


Alira yang di bawah terkejut melihat pacarnya kalah dengan Andy. Alira, juga merasa pipinya sangat sakit.


“Dasar rendahan, kalian berdua hari ini selamat. Namun, aku akan mengambil sesuatu dari kalian.” Ucap Andy. Lalu, menatap ke arah Sayoko, Yui, dan Aoi.


“Kalian masuklah ke dalam Mobil.” Ucap Andy, kemudian ketiga orang tersebut menurut. Mereka segera masuk ke dalam Mobil.

__ADS_1


‘Sarah beli pil Afrodisiak 10.’


[Pil terbeli.]


Andy kemudian memukul tengkuk keduanya dengan pelan agar pingsan, karena jika Andy keras memukul tengkuk mereka, leher mereka akan patah.


Dug Dug.


“Tidurlah sebentar kalian.” Ucap Andy, kemudian keduanya terkejut namun segera pandangan keduanya kabur.


Andy tanpa fikir paniang memasukkan 5 pil Afrodisiak ke Alira, serta 5 Pil Afrodisiak ke Pacarnya. Selesai itu Andy pergi masuk ke dalam Mobil meninggalkan keduanya.


“Apa yang masukkan ke mereka?, serta kenapa kamu membuat mereka pingsan disana?.” Ucap Sayoko, sedangkan Andy menjawab.


“Afrodisiak, aku menyuruh kalian masuk karena mereka kubuat pingsan sementara. Di saat mereka bangun mereka akan menyerang orang yang disekitar mereka.” Ucap Andy.


Sedangkan ketiga orang tersebut terkejut. Lalu, mereka mengangguk paham. Serta mereka paham apa itu Afrodisiak.


(Jika kalian gak tahu Afrodisiak berarti kalian belum cukup umur untuk mengetahui Obat tersebut.)


“Kau sungguh kejam.” Ucap Aoi, tersenyum saat mendengar penjelasan dari Andy. Sedangkan, Andy sendiri menyalakan mobil dan menjawab.


“Kau harus kejam ke musuhmu, serta kau harus baik hati kepada orangmu, lalu kau harus ramah kepada orang yang tidak dikenal.” Ucap Andy.


“Namun, untuk ramah ke orang lain harus memiliki modal untuk keselamatan diri sendiri.” Ucap Andy, sambil keluar dari parkiran.


“Baiklah, seluruhnya sudah terbeli. Waktunya kita pulang ke Rumah.” Ucap Andy, ketiga orang tersebut mengangguk senang.


Di tempat Parkiran.


Alira dan pacarnya bangun dari pingsannya, mereka sebenarnya bingung apa yang terjadi. Namun, mereka seketika merasa tubuh mereka sangat panas.


Lalu mereka berdua membuka baju mereka dan melakukan hal tersebut di tempat parkir. Orang yang berada di parkiran terkejut melihat hal tersebut.


“Apakah ada Live P*rn disini?.” Ucap Pemuda, sedangkan orang lain segera pergi. Sedangkan, Ibu yang memegang anaknya segera menutup mata mereka.


“Jangan dilihat, Nak. Kamu belum cukup umur.” Ucap Ibu anak tersebut. Sedangkan Anaknya mengangguk dan matanya ditutupi terus oleh Ibunya.


Mereka segera pergi ke Mobil masing-masing, serta memanggil Satpam yang berada di depan Parkiran.


“Pak, di dalam ada yang melakukan hal yang tidak-tidak, membuat para pengunjung tidak nyaman.” Ucap Pemuda yang keluar dari tempat parkir dengan Mobilnya.


Segera Satpam yang besar dan gagah tersebut, menuju ke area Parkir. Lalu, dia melihat Alira dan Pacarnya sedang melakukan permainan yang sangat brutal.


Satpam tersebut ingin menghentikan, namun Satpam terkejut melhat ada berbagai Pemuda yang berada di belakangnya.

__ADS_1


“Pak Satpam kembalilah, biar kami yang mengatasinya.” Ucap salah satu Pemuda. Sedangkan, Satpam tersebut mengangguk saja.


“Segera bawa mereka pergi dari Parkiran ini.” Ucap Satpam, sedangkan Rombongan Pemuda tersebut mengangguk. Lalu, menatap ke arah Alira dan Pacarnya dengan seringai.


“Guys kita dapat mainan. Bawa Perempuan itu ke Mobil dan kita bawa ke Gudang kosong.” Ucap Pemuda yang berada di tengah.


“Baik Boss, lalu Laki-laki itu kita apakan?.” Ucap Anak buah Pemuda tersebut. Sedangkan, Boss Pemuda menjawab.


“Buang ke laut.” Ucap Boss Pemuda tersebut. Mereka semua mengangguk, lalu menjalankan aksinya.


Mereka memasukkan Alira ke Mobil, sambil terus bermain. Kemudian, mereka meluncur ke tempat yang sudah di sepakati.


Di sisi Andy, dia sendiri tidak peduli apa yang terjadi dengan Alira dan Pacarnya. Andy serta Yui, Sayoko, dan Aoi sudah sampai di Rumah baru mereka.


Lalu, Andy segera masuk ke dalam Rumah dan memarkirkan Mobilnya di tempat parkir Rumah tersebut.


Selesai memarkirkan, keempat orang tersebut turun dari Mobil. Andy, Sayoko, dan Yui mengajak Aoi untuk masuk ke dalam Rumah.


Sedangkan Aoi hanya mengangguk, lalu masuk ke dalam Rumah. Ketika masuk ke dalam Aoi terpana dengan Rumah tersebut. Aoi merasa bahwa rumah ini akan berwarna kembali jika ditambahi Dekorasi dan Furnitur.


“Rumahmu sungguh besar.” Ucap Aoi, sedangkan Andy hanya tersenyum. Sedangkan, Yui dan Sayoko mengangguk dan menjawab.


“Aku juga awalnya terkejut, bahwa Andy membeli Rumah besar ini.” Ucap Yui. Sedangkan Sayoko menambahi.


“Itu benar, sebelumnya kami juga terkejut saat mendengar bahwa Andy membeli Rumah, namun lebih terkejut lagi saat melihat Rumah yang dibeli Rumah besar.” Ucap Sayoko.


Andy hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka, kemudian mereka berjalan ke arah Ruang Tamu.


Sesampai di Ruang tamu, Andy berhenti dan memandang ke arah Yui, Sayoko, dan Aoi. Kemudian berkata.


“Sepertinya mereka belum pul-.” Ucap Andy terpotong oleh suara teriakan dari arah pintu.


“Kami Pulang.” Teriak suara tersebut yang tak lain, Yuka, Sasha, Lilia, Amy, dan 4 Maid tersebut. Sedangkan, Sayoko dan Yui menjawab sambil tersenyum.


“Selamat datang.” Ucap Yui dan Sayoko, sedangkan mereka yang berteriak mendengar ada balasan, mereka segera berjalan ke arah suara tersebut.


Mereka sampai di ruang tamu, lalu melihat ada bahwa ketiganya sudah pulang. Sebelum mereka berkata, Lilia dan Amy memandang ke arah Aoi, begitupun sebaliknya.


Mereka berdua terkejut dan menutup mulut mereka dengan kedua tangan mereka, lalu mata mereka berlinang dengan air mata. Ketiganya segera berlari dan berpelukan.


“Aoi / Amy, Lilia.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share dan Vote.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2