
[Chapter 134.]
[Manfaat ruang dan waktu.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryuto.
Di ruang makan, semuanya duduk di ruang makan. Baik istri Ryuto maupun Maid. Mereka semua selesai mandi dan waktunya makan.
“Selamat makan,” ucap mereka semua, lalu mereka makan bersama-sama. Tidak ada suara kecuali tabrakan antara piring dan sendok.
Selesai makan, para maid mulai mengumpulkan piring bekas, dibantu oleh beberapa istri Ryuto.
Para maid sebenarnya menolak, namun para istri Ryuto tetap melakukan, alhasil mereka tak berdaya dan membiarkan.
Ryuto melihat itu tersenyum, kemudian dia meminum teh manis yang di depannya, lalu berkata.
“Setelah ini, kalian akan ngapain?” ucap Ryuto, sementara mereka saling memandang dan Silvia menjawab.
“Mungkin duduk di halaman, karena hari sudah sore, apakah kamu akan melakukan sesuatu?” ucap Silvia.
Ryuto yang mendapati pertanyaan tersebut, dia tersenyum dan mengangguk. Lalu, memberitahu mereka.
“Mungkin malam ini, aku akan pergi ke Statiun lama, ada tugas disana,” ucap Ryuto, lalu dia melanjutkan ucapannya.
“Tentu, aku akan pergi selepas memuaskan kalian, serta memberi tahu soal rahasia,” ucap Ryuto, namun Amy menyela.
“Kami, semuanya sudah tahu. Iris memberitahu tentang Dunia Jiwa,” ucap Amy, lalu Lilia menambahi.
“Kami juga sudah kesana, namun kamu tidak ada disana, serta kami sudah memasukkan rumah disana,” ucap Lilia.
Sementara itu, Ryuto terkejut dan menatap ke arah Iris, lalu melihat bahwa Iris mengangguk, dia tersenyum tak berdaya.
“Tapi, apakah kalian tahu soal waktu disana?” ucap Ryuto, mereka mengangguk dan paham soal perbedaan waktu.
Ryuto tersenyum, mereka bingung dan penasaran. Namun, beberapa menit kemudian, mereka paham dan memerah.
“Kita bisa bermain disana, sampai berhari-hari,” ucap Ryuto, kemudian berfikir ‘Inilah kelebihan dari Ruang dan waktu,'
Para istri dan maid mengangguk, mereka tahu bahwa dengan dunia jiwa, mereka bisa bermain bersama dan itu bisa berhari-hari.
Mereka juga bisa menikmati baik secara lembut maupun kasar, karena setiap bermain di luar, Ryuto akan selalu kasar agar membuat mereka cepat pingsan.
Namun, walaupun kasar dalam bermain mereka benar-benar suka dengan hal tersebut. Mereka ingin lagi, namun tubuh sudah tidak kuat.
Setelah menerima banyak energi, mereka merasa bahwa, bermain selama berhari-hari sudah bisa, apalagi sekarang mereka ada 23.
“Baiklah, ayo kita kesana,” ucap Ryuto, kemudian dia berkata “masuk,”
Ryuto pun menghilang dari ruang makan dan tiba di sebuah padang rumput, yang terdapat rumah yang besar.
__ADS_1
‘Mereka benar-benar membeli rumah yang besar,' batin Ryuto, kemudian dia masuk ke dalam.
Beberapa menit kemudian, para istrinya muncul satu persatu, lalu terakhir para maid muncul.
Mereka semua berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
Sampai di dalam rumah, mereka melihat ke arah Ryuto yang sedang duduk di salah satu kursi di sana.
Ryuto pun berdiri, lalu dia berjalan ke arah seluruh Istrinya, lalu permainan pun dimulai dengan sebuah ciuman panas.
23 hari kemudian, mereka semua terbaring lelah, energi dan tenaga asli mereka terkuras habis.
Itu adalah pengalaman baru bagi mereka, satu orang bertahan selama 1hari. Ryuto sendiri masih bugar.
Dia tidak istirahat, karena setiap dia bermain, tubuhnya akan semakin kuat, serta energi dan tenaga akan kembali.
Sementara itu, para istrinya akan kehabisan energi dan tenaga, kemudian setelah istirahat mereka akan lebih kuat dan energi lebih banyak kembali.
(Jika di kultivator tuh, Kultivasi ganda. Jadi setiap mereka melakukan akan meningkatkan kekuatan mereka.)
Kemudian, Ryuto keluar dari kamar, setelah itu pergi menuju ke dapur. Dia adalah laki-laki yang pengertian, jadi dia membuat makanan untuk para istrinya.
Ryuto menghidangkan di meja yang bisa menahan makanan tetap hangat. Lalu, dia pergi keluar menuju ke danau.
Ryuto mandi dan berenang di danau tersebut, di danau tidak ada hewan maupun makhluk hidup apapun, jadi aman.
Beberapa jam kemudian.
Sampai di meja makan, mereka melihat hidangan dan sebuah surat disana, Amy mengambil dan melihat isinya.
‘Ini aku buat makanan untuk kalian, jika mencariku aku di Danau sekarang,'
Semua istrinya tersenyum, lalu duduk di kursi makan dan mereka semua makan bersama.
Seperti biasa makanan Ryuto benar-benar membuat mereka senang dan selalu ingin makan terus.
Beberapa menit kemudian.
Mereka selesai makan, lalu keluar dan melihat ada orang yang berenang di danau, siapa lagi kalau bukan suami mereka, Ryuto.
“Oh, kalian sudah bangun. Kemari, kita berenang disini,” ucap Ryuto, mereka semua dengan senang melepas kembali pakaian dan pergi menuju ke danau.
Byur Byur Byur.
Satu persatu dari mereka masuk ke dalam danau, mereka semua bersenang-senang di danau tersebut.
Air di danau berbeda dengan air di danua yang lain, sebab air tersebut bersifat menyembuhkan, jadi mereka semua bisa bermain selama beberapa jam maupun hari.
1 hari kemudian.
Mereka duduk di tepi danau, lalu pergi keluar dari dunia jiwa.
__ADS_1
“keluar,”
Ryuto dan yang lainnya, baik itu Istrinya maupun Maid. Mereka menghilang dari Dunia Jiwa tersebut.
Mereka muncul kembali di kamar Ryuto, melihat ada tempat tidur yang luas, mereka segera berbaring dan tidur disana.
“Hati-hati, sayang. Kami tidur dulu,” ucap mereka, entah kenapa terlihat lelah. Sementara Ryuto, mengangguk dan memakai pakaian hitam.
Ryuto keluar kamar, kemudian melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 19.20.
“Jarak ke Stasiun lama, lumayan paling 30 menit, cukuplah,” ucap Ryuto, kemudian keluar dari rumah.
Ryuto berjalan ke arah garansi miliknya dan melihat Lamborghini Aventador miliknya, dia tersenyum dan masuk ke dalam mobil tersebut.
Vroommm.
Suara mobil menggelegar di garansi, beruntung suara itu tidak akan terdengar sampai ke dalam, karena banyak peredam suara di rumah Ryuto.
Ryuto pun menjalankan mobil menuju ke stasiun lama dengan santai, sambil menikmati pemandangan malam Tokyo.
Di jalan.
Ryuto benar-benar menikmati hal tersebut, sebentar lagi dia akan sampai di tempat tujuan.
Namun, Ryuto berhenti saat melihat perempuan memakai pakaian kantor sedang melambai ke arah Ryuto.
“Ada apa, Nona?” ucap Ryuto, sementara perempuan tersebut, menjawab dengan sopan.
“Bisakah, kamu antar aku ke Stasiun lama?” ucap perempuan tersebut, sedangkan Ryuto mengerutkan keningnya.
“Kenapa kamu kesana?” ucap Ryuto, lalu perempuan tersebut, menjawab.
“Nanti akan kujelaskan di jalan, apakah kamu bisa mengantarkan kesana?” ucap perempuan tersebut.
“Yah, bisa. Aku juga memiliki tujuan kesana,” ucap Ryuto jujur, bukan dia bodoh, melainkan agar perempuan tersebut tahu bahwa dia juga kesana.
Perempuan tersebut terkejut, namun tetap masuk ke dalam, dia juga menatap ke arah Ryuto.
“Terimakasih, serta kenapa kamu kesana?” ucap perempuan tersebut, sudah berada di dalam mobil.
“Sebelum bertanya, seharusnya anda menjawab pertanyaan serta mengenalkan diri terlebih dahulu,” ucap Ryuto lembut.
Perempuan tersebut sadar, bahwa dia salah. Lalu, dia meminta maaf, sekaligus memperkenalkan diri.
“Maaf, aku sedikit kurang sopan. Namaku adalah ...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.