Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 213


__ADS_3

[Chapter 213.]


[Shizuka menjadi Istri Ryuto.]


[Silahkan Dibaca.]


Helikopter.


Di dalam Helikopter terlihat Ryuto dan seluruh istrinya menatap ke arah perempuan di depannya.


Mereka tersenyum menatap ke arah perempuan yang gugup di depan mereka, Ryuto berkata.


“Shizuka, aku setuju. Namun, kau harus meminta persetujuan seluruh istriku ini.”


Perempuan tersebut ialah Shizuka, dia menghentikan Ryuto dan seluruhnya untuk naik ke Helikopter.


Namun, berujung dirinya yang ikut masuk ke dalam Helikopter, karena tarikan para istri Ryuto.


Sekarang, Shizuka berhadapan langsung dengan seluruh istri Ryuto, dia gugup saat ditatap seluruh istri Ryuto.


“Apakah aku bisa menjadi salah satu dari kalian?” Shizuka bertanya dengan menguatkan keberaniannya.


Erika dan Lisa berdiri, mereka berdua berjalan ke arah Shizuka, Ryuto sendiri pergi menuju dekat Zero untuk membahas hal lain, juga membiarkan Shizuka bergaul dengan para istrinya.


“Nah, apakah kau yakin ingin menjadi salah satu dari kita?” Lisa duduk di sebelah Shizuka sambil bertanya.


Erika sendiri sudah duduk di sisi Shizuka yang lain. Shizuka yang mendapat pertanyaan tersebut mengangguk dan berkata.


“Aku yakin,” Shizuka berkata dengan penuh harap, dia berharap bisa menjadi salah satu dari mereka.


Lisa tersenyum, kemudian dia memegang tangan Shizuka dan berkata dengan nada lembut.


“Kalau begitu, kenapa kau terlihat ragu?” Lisa bertanya dengan nada lembut, namun sangat dalam dan serius.


“Itu, aku takut aku tidak bisa seperti kalian, juga apakah aku akan diabaikan, itu masih dalam fikiranku terus, namun aku selalu menyangkal semuanya.”


Seluruh istri Ryuto tersenyum, mereka senang melihat Shizuka tidak berbohong, apa yang dikatakannya jujur.


Erika yang berada di sebelah Shizuka, dia memeluk Shizuka dengan senang, begitupun Lisa.


Grep.


“Selamat datang di keluarga Kurokami,” ucap seluruh istri Ryuto, mereka benar-benar senang, dalam fikiran mereka.


‘Akhirnya sudah 40.’


Mereka semua saling memandang dan terkikik bersama, bagaimanapun mereka saling terhubung jadi paham isi fikiran mereka.


Mereka kemudian saling berbicara satu sama lain dengan Shizuka, mereka membahas apa Autho sendiri tidak pernah paham.


***


Sisi Ryuto.


Ryuto duduk di belakang tempat duduk Zero, kemudian Ryuto berkata dengan nada ringan.

__ADS_1


“Bagaimana, apakah ada berita terbaru?” tanya Ryuto, Zero sendiri mengangguk dan berkata dengan serius.


“Ada berita Cohza Akura dan Seida Mitsu ke Jepang,” Ryuto yang mendengar hal tersebut mengerutkan keningnya.


“Apakah berita itu dapat diverifikasi?” Ryuto bertanya dengan nada tenang, namun terlihat sangat serius.


Zero kemudian mengeluarkan file data tentang hal tersebut, dia menyerahkan ke Ryuto, kemudian Ryuto menerima dan mulai membaca rinciannya.


Selepas membaca, Ryuto memiliki tampilan serius sekarang, dia tidak menyangka bahwa orang berbahaya berada di Jepang.


“Apa tujuannya?, Apakah itu aku?” Ryuto benar-benar berfikir, dia hanya terfikirkan dirinya.


“Mungkin benar, yah kalau begitu, sedikit salam tidak masalah, terpenting tidak menyentuh keluargaku disana,” ungkap Ryuto.


Dia menampilkan wajah yang santai, bagaimanapun dia benar-benar sudah memprediksi pasti akan datang waktunya mereka bertemu.


Namun, yang menjadi fikirannya sekarang adalah Seida Mitsu, dia berfikir bagaimana Seida bisa masih hidup.


Ryuto di saat memikirkan Seida dia tidak bisa tidak menatap ke arah Eimi.


Sementara itu, Eimi yang sedang berbincang dengan para istrinya merasakan tatapan dari Ryuto.


Dia dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah Ryuto, dia melihat Ryuto menatapnya dengan tatapan rumit.


‘Kenapa sayang menatapku seperti itu?’ batin Eimi, dia bingung. Jadi dia berdiri dan berjalan menuju ke arah Ryuto.


Ryuto sendiri melihat Eimi ke arahnya, dia sedikit bingung harus memberitahu apa, dia ceroboh karena menatap Eimi begitu dalam.


Eimi tiba di dekat Ryuto, dia duduk di pangkuan Ryuto, lalu mengalungkan tangannya di leher Ryuto.


“Sayang, kenapa kau menatapku seperti tadi?” Eimi bertanya dengan lembut, Ryuto tersenyum dan berkata.


“Sebenarnya, aku sedikit bingung. Seida tidak mati, apakah kau akan kembali kepadanya?” tanya Ryuto.


Eimi terkejut mendengar bahwa Seida masih hidup, dia paham akhirnya kenapa Ryuto menatapnya begitu rumit.


Eimi tersenyum kemudian dia memeluk Ryuto dengan erat, dia benar-benar terlihat tidak ingin berpisah.


“Aku tidak akan pernah kembali ke Seida, Sayang. Aku sudah sepenuhnya milikmu, bukan milik Seida lagi,” ungkap Eimi.


Dalam hati Ryuto sangat senang, lalu dia berfikir bahwa kemampuan Setia mutlak itu benar-benar berguna.


Ryuto membalas pelukan Eimi, dia memeluknya juga dengan erat, keduanya saling berpelukan.


“Aku mencintaimu,” ucap Ryuto, tepat di telinga Eimi, kemudian Ryuto menggigit daun telinga Eimi.


Eimi tersentak, dia benar-benar terkejut dengan tindakan Ryuto, dia tidak bisa tidak mengerang dan jatuh lemas.


Eimi berbaring tepat di tubuh Ryuto, dia benar-benar lemas sekarang, Ryuto tersenyum melihat dia sudah mengenai kelemahan Eimi.


“Ayo kita pergi ke tempat tidur,” Ryuto mengangkat Eimi dan menggendong Eimi dengan gaya pengantin.


Mereka berdua pergi dan meninggalkan Zero yang memasang headset dan mendengarkan lagu-lagu.


Helikopter tersebut mulai memiliki alunan melodi aneh saat terbang, seluruh istri Ryuto menatap ke arah Shizuka.

__ADS_1


Shizuka kemudian menguatkan dirinya dan berdiri mengikuti Ryuto yang bermain dengan Eimi.


Sementara istri lainnya, masih melakukan perbincangan walaupun ada suara-suara permainan di tempat tidur.


***


Gedung Akuzo.


Akuzo berada di dalam Gedung tersebut, dia duduk di kursi miliknya, dia menunggu berita keberhasilan para anak buahnya.


“Apakah masih belum ada berita dari mereka?” tanya Akuzo, kemudian seseorang di belakangnya berkata.


“Belum tuan, sepertinya perlu mengirim lagi sekaligus memperhatikan apa yang terjadi dengan mereka,” saran orang tersebut, yang tak lain ialah Joker.


“Kau benar, perintahkan 2x lipat orang untuk menculik keluarga Kurokami,” Akuzo menyetujui saran Joker.


Joker kemudian mengangguk dan mundur lalu pergi dari ruangan tersebut, di ruangan masih tersisa Akuzo sendirian.


Dia menatap ke arah Gedung di depannya, Gedung Presiden, dimana temannya atau musuhnya sekarang berada.


“Ryuzen, kau tidak cocok untuk duduk menjadi Pemimpin.”


***


Gedung Presiden.


Ryuzen mengerutkan keningnya, ketika dia melihat tidak ada sama sekali petinggi yang datang ke rapat.


Dia benar-benar merasa curiga sekarang, kemudian dia keluar dari ruang rapat dan mengeluarkan Hp miliknya.


Dia kemudian menelpon ke arah Akuzo, namun anehnya Hpnya tidak bisa dihubungi, Ryuzen menghubungi ke-7 petinggi lainnya.


Namun, hasilnya nihil. Ryuzen akhirnya benar-benar curiga dengan ke-8 petinggi miliknya, kemudian dia memerintahkan tentara yang berjaga.


“Pinta ke Militer, temukan seluruh petinggi,” Ryuzen memerintahkan dengan tegas dan serius.


“Siap, Pak,” kemudian para prajurit yang menjaga, mulai menelpon ke Militer, telpon terhubung dan prajurit menceritakan hal tersebut.


Kemiliteran paham, mereka kemudian segera bergerak mencari ke-7 petinggi, sementara Akuzo sendiri, Ryuzen abaikan.


Ryuzen kembali ke ruang kerja miliknya, namun saat dia akan membuka pintu ruang kerjanya, tiba-tiba pandangan miliknya menghitam.


Brukkk.


Ryuzen seketika pingsan di tempat tanpa tahu apa yang terjadi terhadapnya, sementara pelaku mengaktifkan HT miliknya.


“Angsa1 melapor, target telah dilumpuhkan, waktunya melanjutkan rencana selanjutnya.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2