
[Chapter 250.]
[Clara.]
[Silahkan Dibaca.]
Jalan Tokyo, sebuah mobil hitam melesat ke arah toko yang menyediakan sebuah pakaian. Lokasi toko tersebut berada di dekat Restoran Ramen. Di dalam mobil tersebut terlihat 3 sosok orang, dua laki-laki berada di depan satu perempuan di belakang. Mereka adalah Ryuto, Zero, dan Lina.
Lina menatap dengan penasaran ke arah Ryuto. Dirinya tidak menyangka akan didatangi seseorang lelaki tampan. Dia juga tidak menyangka bahwa lelaki itu datang disaat tepat dengan dirinya yang kesusahan. Lina bingung apakah ini kebetulan ataukah hanya rancangan.
“Lina, apakah ada sesuatu?” Ryuto bertanya kepada Lina. Semenjak tadi, dirinya merasa di tatap oleh Lina terus-menerus, hal itu membuat dia penasaran. Apa yang sedang difikirkan perempuan ini? Ryuto penasaran, sangat penasaran.
“Eh, tidak... Hanya saja, apakah kita pernah bertemu? Sampai-sampai kau datang dan membawaku pergi seperti seorang penculik perempuan?” mendengar hal itu, Ryuto tertawa kecil. Dia tidak menyangka dianggap seperti itu, Zero yang tenang menahan tawanya.
“Hahaha, kau memang aneh Lina. Aku menolongmu karena kau adalah istriku.” Ryuto mengungkapkan dengan terang-terangan. Lina terkejut akan hal itu, dirinya mengingat apakah pernah menikah dengan orang di depannya tersebut? Lina menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah mengingat akan hal itu.
“Mendekatlah Lina, akan kubuka ingatan aslimu.” Ryuto berkata dengan nada lembut. Lina dia tidak tahu kenapa tubuhnya ingin mendekat, dia terkejut. Lina serasa dalam hatinya untuk segera mendekat ke arah Ryuto. Dirinya mencoba mengikuti hatinya, dia mendekat ke arah Ryuto.
Ryuto menempelkan telapak tangannya ke arah kening Lina, kemudian Ryuto tersenyum dengan lembut. Lina seketika merasa ada gembok yang terbuka. Rantai-rantai terlihat putus dari mengikat sebuah berkas cahaya.
Cahaya tersebut berwarna putih cerah. Lina terpesona dengan cahaya tersebut, sampai akhirnya cahaya melesat ke arah dirinya. Lina menerima hal itu dan dalam fikirannya berjuta-juta ingatan muncul. Siapa dia sebenarnya, dimana kedudukan dirinya asli.
Lina melebarkan matanya, dia akhirnya menyatu dengan ingatan tersebut. Lina kembali duduk di kursi belakang mobil, dirinya memejamkan mata untuk mencerna seluruh ingatan dirinya. Ryuto membiarkan hal itu, dirinya sekarang fokus terhadap seorang wanita yang tengah mengecek baju.
“Zero, sepertinya dirinya terkena masalah juga. Apakah seluruh nasib istri Kurokami seperti ini ketika tidak dekat denganku?” Ryuto benar-benar tidak habis fikir, dirinya setiap awal bertemu dengan istrinya, dia pasti akan terlibat masalah. Ryuto berfikir bahwa ini kutukan dari Kurokami jika istri tersebut tidak ada di dekat Suaminya atau melakukan permainan dengan suaminya.
__ADS_1
“Aku kurang tahu, Tuan.” Zero sendiri tidak paham. Dirinya saja, tercipta oleh sistem dan dia adalah orang dari Dunia lain dan dipindahkan untuk melayani Ryuto. Zero sedikit ragu awalnya sampai akhirnya dirinya tahu bahwa Tuannya sesuai dengan kriteria Tuan yang dia inginkan.
Mobil berhenti, Ryuto turun tanpa Zero dan Lina. Dirinya memerintahkan Zero untuk melindungi Lina selama dia berada di dalam nanti. Zero mengangguk paham dan bersandar di kursi sopir sambil memejamkan matanya.
Kling Kling.
Ryuto berjalan masuk dengan sebuah sambutan bel pintu. Wanita tengah mengecek pakaian disana sedikit terkejut. Dirinya segera menatap Ryuto sambil tersenyum manis. Namun, Ryuto tahu bahwa wanita di depannya tengah sedih.
“Ada yang bisa kubantu, Tuan?” Wanita itu bersikap profesional dalam menyambut pelanggan. Ryuto menatap ke arah Wanita tersebut dan dirinya mendekat sampai jarak mereka hanya dua meter saja.
Wanita itu terkejut dan mundur, dirinya malu selalu diperhatikan dan dia gugup karena takut, pemuda di depannya akan melakukan hal yang tidak-tidak. Wanita itu menatap dengan gugup kepada Ryuto.
“Tuan, ap-“ sebelum Wanita itu menyelesaikan ucapannya. Ryuto menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah Wanita itu. Melihat hal itu, Wanita tersebut memiringkan kepalanya bingung. Ryuto terkekeh dan berkata dengan nada lembut.
Wanita itu terkejut, matanya membelalak, dia tidak menyangka pemuda di depannya mengenal dirinya. Wanita yang memiliki tubuh menggoda dengan rambut berwarna pirang itu mundur beberapa langkah.
“Tidak, apa yang anda maksud, Tuan? Disini toko busan-“ sebelum Clara menyelesaikan kata-katanya. Ryuto tiba di depannya, dia mencium dalam-dalam bibir merah milik Clara. Sementara Clara sendiri terkejut dengan ciuman tersebut.
Clara ingin memberontak, akan tetapi tubuhnya seketika lemah saat jari Ryuto mengenai tangan miliknya. Clara terkejut dan pasrah akan nasih, dirinya dililit hutang dan sekarang akan di perksa seseorang. Clara benar-benar sedih dengan nasib miliknya sekarang.
Ryuto menghentikan ciumannya. Dia menatap ke arah Clara yang sedih, Ryuto dengan lembut mengusap air mata yang keluar sambil memasukkan memori asli Clara. Sementara Clara sendiri terkejut atas perilaku Ryuto, sampai akhirnya dirinya melihat gembok yang hancur.
Clara terkejut, ketika melihat hal itu. Sebuah cahaya biru muncul, cahaya itu melesat ke arah Clara dan masuk ke dalam tubuhnya. Clara merasakan hanyak informasi masuk ke dalam otaknya. Dia mencerna seluruh ingatan tersebut.
Ryuto menggendongnya, dirinya juga memindahkan lokasi toko baju milik Clara ke dalam Dunia jiwanya. Dia melakukan hal sama kepada restoran Lina juga. Ryuto akan mencoba berdiskusi kembali kepada seluruh istrinya untuk membuat mereka bisa membuka toko sesuka mereka agar tidak bosan.
__ADS_1
Ryuto memikirkan hal itu, dia mengangguk senang dan tiba di dekat mobil. Lina sudah selesai menyerap seluruh ingatannya, kini dia menatap Ryuto dengan cemberut. “Kenapa kau baru mencariku, aku sudah menunggumu lama loh, bahkan diriku ini sampai diinjak oleh manusia rendahan itu.”
Ryuto terkekeh sebentar, dirinya menatap Lina dengan teliti. Dia mengangguk senang bahwa sikap Lina yang cerewet benar-benar keluar. Lina sendiri menatap ke arah Clara dan dirinya membukakan pintu. Ryuto paham dan memasukkan Clara ke dalam.
Selepas itu, Ryuto menutup kembali pintu mobilnya, dirinya berjalan menuju ke pintu depan tempat dia berada. Namun, saat akan masuk dia mendengar suara di belakangnya. Ryuto mengerutkan keningnya ketika mendengar suara itu.
“Bjingn, beraninya kau membawa Claraku. Apakah kau tahu? Clara adalah istriku.” Pria itu berkata dengan nada galak. Ryuto sendiri menatap pria itu, setelan jas hitam dengan baju putih. Di belakang orang itu berbagai orang berseragam sama, jumlahnya sekitar 40-an.
‘Dia sombong kukira mau satu lawan satu, ternyata bawa teman. Seperti musuhku dulu, guru olahraga yang aneh itu,' Ryuto tersenyum jijik ketika mengingat itu. Namun Pria didepannya mengira dia yang dihina oleh Ryuto.
“Bjingn, beraninya kau mengabaikanku, hah....” Ryuto mendengar amarah pria didepannya, dia menatap sambil mengerutkan keningnya. Ingatan tentang Clara muncul, pria didepannya adalah suami dari Clara, akan tetapi itu akan terjadi 10 hari ke depan. Clara terus diancam oleh pria didepannya.
Ryuto yang mendapatkan informasi tentang Clara tersebut. Dia menjadi emosi, akan tetapi pintu terbuka dan Ryuto di pegang bahunya. Ryuto melirik ke belakang dan itu adalah Lina. Ryuto mengerutkan keningnya ketika melihat Lina tersebut, kemudian dia mendengar perkataan Lina.
“Mundurlah, sayang. Aku masih ada dendam dengan keluarga mereka. Juga ini akan menjadi pemanasan bagiku.” Ryuto tersenyum mendengar itu, dia ingat istri satunya ini adalah perempuan yang akan maju dan menghancurkan apapun.
“Kalau begitu, silahkan. Hadiah untukmu nanti malam.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.
__ADS_1