Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 127


__ADS_3

[Chapter 127.]


[Pencarian.]


[Silahkan Dibaca.]


Di tempat lain.


“Akhirnya, aku menciptakannya,” ucap orang tersebut, melihat sebuah bayangan hitam besar dengan kaki 8.


“Tunggu kau, Asami,” ucap orang tersebut, kemudian berjalan keluar, lalu menghilang dari tempat.


Sementara bayangan hitam besar tersebut, keluar. Lalu, bayangan tersebut berteriak dengan keras.


“Kyakkkk,” teriak bayangan tersebut, kemudian memunculkan jaring dan mulai bergelantungan di pohon-pohon.


Di sisi Ryuto.


Ryuto, Nanami, Aoi, dan Asami berada di kamar mandi. Nanami dan Aoi berada di samping Ryuto, tangan Aoi bermain.


Asami melihat itu memerah dan memalingkan wajahnya. Dia berada tepat di depan mereka bertiga.


“Nah, Asami-san. Maaf, jika aku bertanya soal pribadi,” ucap Ryuto, kemudian Asami mengangguk. Ryuto pun berkata.


“Apakah suamimu masih sering mengganggumu?” ucap Ryuto, sementara Asami bingung mau menjawab bagaimana.


“Iya, dia selalu sering menggangguku, terutama Youka,” ucap Asami, lalu Ryuto mengangguk dan melanjutkan.


“Apakah kamu diancam olehnya, sebab tadi dia melihat kita di taman tadi?” ucap Ryuto, membuat Asami terkejut.


“Tunggu, kalian sebenarnya siapa?” ucap Asami, dia segera waspada dan mundur beberapa langkah.


Sementara itu, Aoi dan Nanami terkikik melihat tingkah dari Asami. Sementara Ryuto, dia tersenyum dan berkata.


“Bukankah aku sudah memperkenalkan diri, namaku Ryuto Kurokami,” ucap Ryuto, sementara Asami mengerutkan keningnya.


Lalu, seketika ingat bahwa Kurokami adalah keluarga yang memiliki ahli, namun di hancurkan oleh Klan luar.


“K-kamu, apa hubunganmu dengan Kurokami?” ucap Asami, dia benar-benar bingung. Lalu, Ryuto menjawab dengan ringan.


“Aku pewaris keluarga Kurokami. Serta, kembalilah berendam, kau membuatku sedih jika waspada begitu,” ucap Ryuto berpura-pura sedih, namun tidak bisa karena sudah mencapai puncak.


Aoi tersenyum, lalu dia langsung menunduk. Kemudian meminum air putih yang diberikan oleh Ryuto.


Asami terkejut dengan tingkah Ryuto yang santai, lalu dia memerah saat melihat Aoi meminum air putih milik Ryuto.


“Aku kesini untuk mencari sesuatu, serta mungkin berkaitan dengan Suamimu,” ucap Ryuto, sudah mulai tenang.


“Tunggu, jangan berbicara serius saat sedang melakukan permainan,” ucap Asami, dia benar-benar panas sekarang.

__ADS_1


Ryuto tersenyum, kemudian dia menarik Asami mendekat ke arahnya. Lalu, dia meniup telinga milik Asami.


“Kyaa,” teriak Asami tertarik oleh Ryuto, kemudian dia merasakan suatu angin di telinganya, yang membuatnya bergetar.


“Kau sebenarnya ingin bukan,” ucap Ryuto, bisik ke Asami. Bisikan tersebut adalah bisikan setan.


Asami ingin bilang tidak, namun dia tidak bisa. Dia benar-benar ingin, karena suatu hal. Lalu, akhirnya dia luluh dan bermain dengan Ryuto.


Asami saat bermain benar-benar hilang kendali. Dia berada di puncak kesenangan dan kepuasan.


Nanami dan Aoi terkejut, lalu mereka berdua ikut bermain bersama. Ketiga wanita berteriak, dan yang paling kencang adalah Asami.


Beruntung Ryuto menutupi ruangan dengan energi miliknya. Jadi suara mereka tidak akan terdengar keluar.


Mereka keluar dari kamar mandi dan melanjutkan di tempat tidur, sampai akhirnya 5 jam berlalu.


Ryuto terduduk di tepi tempat tidur, sementara tiga wanita tertidur dengan pulas. Kemudian, Ryuto merasakan tubuhnya berkembang kembali.


Dia merasakan daging di tubuhnya penuh dan tulang menjadi lebih keras, tubuhnya menjadi lebih bagus.


“Oh, fisikku meningkat,” ucap Ryuto, lalu dia berdiri dan mengepalkan tangannya. Seketika terlihat ototnya bergerak dan membentuk.


“Bagus,” ucap Ryuto, kemudian dia berjalan ke arah lemari. Dia mengambil pakaian santai miliknya dan memakainya.


“Waktunya pergi, mencari Spiritual jahat ini,” ucap Ryuto, kemudian dia keluar dari kamar. Lalu, dia berjalan ke pintu keluar penginapan.


“Mereka benar-benar tidak takut akan hal spiritual, benar-benar orang yang menarik,” ucap Ryuto, kemudian dia melanjutkan perjalanan.


Sampai akhirnya dia berhenti di tempat jalan masuk menuju ke sebuah Kuil yang tidak dipakai.


“Oh, ada kuil yang aneh, mari kita selidiki,” ucap Ryuto, kemudian dia berjalan menuju ke arah Kuil tersebut.


Dia berjalan, dan melihat berbagai roh di jalan. Namun, Ryuto hanya melihat saja tidak menghilangkannya.


Karena Spiritual tersebut baik, jadi Ryuto biarkan dulu. Dia melanjutkan perjalanan naik tangga menuju ke Kuil.


Beberapa menit kemudian, dia tiba di sebuah Kuil yang kosong tanpa apapun. Ryuto memandang sekitar.


Lalu, dia merasakan sebuah fluktasi spiritual jahat, namun tidak sebesar yang ingin dia cari. Walaupun begitu, Ryuto tetap mendekat karena rasa penasaran miliknya.


Dia berbelok, dan melihat seorang gadis kecil terduduk di sana. Ryuto melihat bahwa gadis tersebut memakai sebuah perban di matanya.


Ryuto mendekat, namun sebuah bayangan hitam menghalanginya. Bayangan tersebut memiliki sebuah kepala labu.


“Siapa kamu, jangan mengganggu ritual kami,” ucap Bayangan tersebut, dengan mengarahkan sabit miliknya ke arah Ryuto.


Ryuto dengan lincah mundur ke belakang. Lalu, dia menatap datar ke arah bayangan tersebut.


“Ritual?” ucap Ryuto, dia benar-benar bingung. Lalu, Bayangan tersebut berkata.

__ADS_1


“Ya, ritual membunuh rubah penggoda, dia sudah menjebak Tuanku,” ucap Bayangan tersebut.


“Rubah penggoda?” ucap Ryuto, dia bingung maksud bayangan tersebut, saat Ryuto berfikir bayangan tersebut menyerang.


“Mati, saksi mata harus mati,” ucap bayangan tersebut, mengayunkan sabitnya ke arah Ryuto.


Sementara itu, Ryuto tersenyum dan menghindari sabitan tersebut, lalu dia menendang bayangan hitam tersebut.


Bushhh.


Tendangan melewati tubuh bayangan, namun Ryuto dengan cepat menambahkan sebuah energi.


“Ahhhhh,” teriak bayangan tersebut, dia merasakan tubuhnya terbakar dan belum mengucapkan sesuatu, dia sudah menghilang.


“Siapa disana?” ucap gadis kecil yang duduk di tempat sebelumnya. Ryuto yang sudah membunuh bayangan, menatap ke arah gadis tersebut.


“Siapa kamu, gadis kecil?” ucap Ryuto mendekat ke arah gadis tersebut. Namun, dia dihentikan oleh gadis tersebut.


“Jangan kesini, ada jebakan,” ucap Gadis tersebut, Ryuto menatap ke arah tanah. Lalu, dia melihat sesuatu yang mengalir di tanah.


“Namaku adalah Youma,” ucap gadis kecil tersebut, Ryuto mengerutkan keningnya. Lalu, dia bertanya.


“Kenapa kamu berada disini, gadis kecil?” ucap Ryuto, dia masih mengajukan pertanyaan tersebut.


“itu, aku tidak bisa pulang,” ucap Youma tersebut. Sementara itu, Ryuto menatap Youma dengan penasaran.


“Kenapa kamu tidak bisa pulang?” ucap Ryuto, lalu Youma menjawab dengan menunduk dan sedih.


“Itu karena, aku tidak tahu Ibu dan Kakak dimana?” ucap Youma, lalu Youma melanjutkan.


“Nah, paman. Bisakah Youma meminta pertolongan?” ucap Youma.


“Ya, apa yang kau inginkan?” ucap Ryuto, kemudian Youma tersenyum dan berkata.


“Tolong Mama, mungkin dia akan mencariku dan akan masuk ke jebakan laki-laki jahat,” ucap Youma.


Ryuto mengerutkan keningnya, kemudian dia bertanya.


“Siapa Mamamu?” ucap Ryuto, kemudian Youma tersenyum lebar dan berkata dengan senang.


“Namanya mama Asami”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2