
[Chapter 193.]
[Persiapan.]
[Silahkan Dibaca.]
Pantai Selatan.
Zero mendekati Ryuto yang sudah selesai mengurusi pria tua, dia berjalan dan berkata dengan nada serius.
“Tuan, Indonesia berhasil di dapatkan, seluruh orang petinggi menunggu anda di Gedung Presiden,” ucap Zero.
Sementara itu, Ryuto tersenyum. Kemudian, dia mengangguk dan berkata dengan nada santai.
“Kalau begitu, ayo kita berangkat,” ucap Ryuto, kemudian mereka berjalan menuju ke arah mobil.
Zero sendiri memisahkan dirinya memanggil para pasukan yang berada di Jawa, Zero memerintahkan seluruh pasukan pergi ke Gedung Presiden.
Ryuto sendiri melihat ke arah para istrinya, kemudian para istrinya mendekati Ryuto, Amy bertanya dengan nada menggoda.
“Bagaimana, apakah kau sudah menaklukannya?” tanya Amy, lalu Ryuto mengangguk dan menjawab.
“Aku sudah, namun dia menungguku menaklukkan Indonesia sepenuhnya,” jawab Ryuto, sementara para istrinya mengangguk dan menerima informasi dari fikiran Ryuto.
Ryuto menggunakan transfer kepada para istrinya, dia mengirim informasi pertemuan Ryuto dan Karlina, kemudian identitas Karlina.
Seluruh istri Ryuto melebarkan matanya, mereka tidak menyangka Karlina adalah Ratu dari pendahulu Ryuto.
Mereka menatap ke arah Ryuto, kemudian mereka tersenyum paham. Ryuto berkata dengan nada santai.
“Bagus, tapi aku bukan orang yang hanya mencintai orang saja, aku lebih suka memanjakan banyak perempuan,” ucap Ryuto, dia berkata sambil tersenyum.
Para istrinya sedikit terkejut tentang reinkarnasi tersebut, mereka tidak menyangka reinkarnasi itu nyata.
“Aku tidak menyangka Ratu itu adalah reinkarnasi dari istri pertama leluhurmu, sayang,” ungkap Anri, kemudian diangguki seluruh saudarinya.
Ryuto hanya mengangkat bahunya dan mereka tiba di depan pintu mobil, Ryuto membukanya.
“Intinya, pendahuluku punya 150 istri. Semoga dia sama denganku, benar-benar mencintai dan menyayangi seluruh istrinya, adil adalah utama,” ucap Ryuto.
Seluruh istri Ryuto mengangguk dan tersenyum senang selepas mendengar ucapan dari Ryuto.
“Terimakasih, sayang,” ucap mereka satu persatu sambil mencium pipi Ryuto, sebelum masuk ke dalam mobil.
Ada yang mencium pipi, bibir, bahkan ada ciuman intens sampai akhirnya panas, mereka benar-benar mencintai Ryuto.
Jika di berikan parameter cinta, pasti seluruh istri Ryuto akan berada di 100% semua, mereka akan selalu cinta, tidak akan pernah mengkhianati Ryuto.
__ADS_1
Tak lama kemudian, seluruh istri Ryuto sudah masuk, bahkan Maid tidak terkecuali. Mereka masuk, juga sesekali Ryuto menekan buah mereka.
Istri Ryuto yang berada di dalam tertawa pelan melihat para maid mendsah, mereka juga ingin tapi ingat mereka harus pergi ke Gedung Presiden.
Zero selesai menghubungi seluruh pasukan yang berada di seluruh Jawa, kemudian dia masuk ke dalam mobil.
Mobil menyala, kemudian mereka pergi menuju ke Gedung Presiden, Ryuto sendiri sekarang di kelilingi para istrinya.
Mereka tidur bersama, sebelum tiba di Gedung Presiden. Mereka benar-benar santai, kadang Ryuto akan nakal.
“Nah, apakah kalian akan berganti pakaian?” tanya Ryuto, kemudian para istrinya mengangguk.
Mereka semua berdiri dan mengeluarkan pakaian seperti Ratu, dress panjang dengan berbagai mutiara, membuat dress tersebut berkelip-kelip.
Seluruh istri Ryuto melepaskan pakaian mereka bahkan bikini mereka, Ryuto menatap ke seluruh istrinya dan berkata.
“Coba kalian pakai, sepertinya bagus,” ucap Ryuto, dia juga mengeluarkan pakaian miliknya juga, dia juga melepaskan pakaiannya bahkan celananya.
Aoi sedikit tidak tahan, dia segera berjalan ke arah Ryuto, kemudian dia menduduki Ryuto dan duduk sambil memasukkan barang Ryuto ke dalam miliknya.
Istrinya yang lain hanya bisa tertawa melihat tingkah Aoi yang sudah tidak sabaran, mereka masih bisa menahan diri.
Ryuto sendiri membiarkan Aoi bermain. Dia mengelus rambutnya, kemudian dia mengangguk pada para istrinya.
“Coba pakai pakaian kalian,” ucap Ryuto, sambil sedikit menaikkan kecepatan bermain, yang membuat Aoi menjadi lebih senang.
“Kalian benar-benar menjadi tambah cantik,” ungkap Ryuto dengan jujur, membuat para istrinya senang.
Kemudian, mereka juga melihat Aoi menegang, lalu berdiri dan terlihat air yang keluar dari miliknya.
“Maaf, sa-“ ucap Aoi yang sudah sadar dengan apa yang di lakukan, Ryuto sendiri menatapnya sambil tersenyum.
“Kenapa minta maaf, aku paham dengan dirimu, jadi jangan begitu, kau senang aku juga senang, kalian juga begitu, kebahagian kalian adalah kebahagian ku,” ucap Ryuto.
Aoi memandang ke arah Ryuto, dia memang sudah paham dengan Ryuto, namun dia sebenarnya sedikit malu melakukan hal tersebut, padahal dia selalu begitu di manapun.
Ryuto mengayunkan tangannya dan energi spiritual mengalir ke dalam Aoi, kemudian Aoi menjadi bersih dan mulai mengeluarkan aroma bunga.
“Baiklah, giliranmu untuk memakai dressmu,” ucap Ryuto, kemudian Aoi mengangguk dan mulai memakai dress bagiannya.
Ryuto sendiri memakai pakaian putih, kemudian jas hitam, celana hitam, sepatu hitam, jam hitam, seluruhnya hitam dan putih.
Dia tidak memakai dasi yang menambah kefeminiman, dia ingin terlihat liar dan gagah berani, dia bukan pelajar maupun pejabat.
Aoi selesai memakai dress miliknya, dia juga terlihat cantik seperti para istri lainnya. Ryuto benar-benar terpana ketika mereka semua berkumpul bersama.
Mobil berhenti, Ryuto tidak menyangka bisa secepat ini, dia duduk di dekat tempat sopir, kemudian Ryuto bertanya.
__ADS_1
“Apakah kita sudah sampai?” tanya Ryuto, sementara Zero berkata dengan nada serius miliknya.
“Belum, Tuan. Kita sedang dihalangi oleh pasukan Indonesia, jalan di tutup menggunakan Tank,” ucap Zero.
Ryuto mengerutkan keningnya, lalu berfikir bahwa ada yang tidak setuju dengan Indonesia terjual.
“Mereka pemberontak?” tanya Ryuto, dia ingin memastikan dulu fikiran miliknya, Zero menjawab.
“Mereka adalah pendukung pejabat yang korupsi di Negara,” ucap Zero, dia sudah menerima data dari para pasukan miliknya.
“Eliminasi di tempat,” Ryuto berkata dengan dingin, membuat Zero mengangguk dan turun dari mobil.
Sementara Ryuto tetap di dalam dan menatap ke arah para istrinya yang sudah tahu kejadian asli, namun mereka tidak ingin berkelahi kembali.
“Kalian istirahat saja,” ucap Ryuto, dia mendekati mereka dan mulai berbaring di tempat tidur, seluruh istrinya mengikutinya.
Sisi Zero.
Zero keluar dari mobil, menatap ke arah pasukan militer Indonesia, dia memegang kedua ujung jasnya dan membenarkannya.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Zero berjalan menuju ke arah para pasukan militer tersebut.
“Minta keluar orang yang di dalam mobilmu atau mati dengan tembakan dari Tank,” teriak pasukan yang berada di atas Tank, yang terlihat seperti Pemimpin dari pasukan tersebut.
“Sepertinya kalian tidak bisa diajak berdamai,” ucap Zero, kemudian tatapannya menjadi lebih tajam dan dingin.
Krak krak krak.
Zero mematahkan tulang-tulang miliknya, suara tersebut benar-benar membuat para pasukan militer tertegun.
(Note : mematahkan tulang-tulang itu seperti halnya kretek.)
“250 orang kah,” ungkap Zero, kemudian aura mengerikan keluar dari tubuhnya, siluet seseorang dengan enam tangan di belakang Zero.
Hal tersebut, membuat para pasukan merasakan ketakutan dan tanpa sadar mundur selangkah, mereka masih bisa menahan karena mereka yakin menang karena jumlah mereka.
Naif, Zero menatap ke arah mereka kemudian dia berkata dengan nada yang paling mengerikan.
“Majulah,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1