Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 178


__ADS_3

[Chapter 178.]


[Kebangkitan Himiko.]


[Silahkan Dibaca.]


Dunia jiwa.


Ryuto dan para Istrinya berdiri di dekat sebuah pohon yang bercahaya. Ryuto berdiri disana sambil memegang sebuah kotak.


“Hmmm huffff,” Ryuto menghela nafas, sebelum dia maju dan membuka kotak tersebut.


Terlihat sebuah rambut berwarna hitam, rambut tersebut ialah milik seorang perempuan yang tak lain ialah, Himiko.


‘Bagaimana caraku menghidupkan Himiko kembali, Sistem?’


[Letakkan rambut tersebut di dekat Pohon roh, Tuan.]


Ryuto pun melakukan apa yang diberitahukan oleh Sistem, dia maju dan mengambil rambut tersebut.


Kemudian, Ryuto meletakkan rambut di Pohon roh tersebut. Selepas itu, Ryuto mundur beberapa langkah.


Rambut yang sudah diletakkan di depan Pohon roh, bersinar menjadi terang. Kemudian perlahan-lahan, rambut mulai membesar dan membentuk sosok manusia.


Para istri Ryuto terkejut melihat adegan seperti itu, Yuuko yang seorang pengusir setan atau lebih tepatnya, terbiasa dengan supranatural, tidak pernah menemui hal seperti itu.


Rambut pun membesar dan membentuk tubuh manusia, kemudian cahaya perlahan menghilang dan menampilkan sosok wanita cantik.


Wanita tersebut tanpa sehelai benang, membuka matanya dan melihat ke arah depan.


“Ryuto,” lirih Wanita tersebut dengan suara serak, kemudian menatap ke arah para istri Ryuto, Wanita tersebut melebarkan matanya, sebelum tersenyum.


Namun, saat akan melangkah. Amy dan Lilia, segera melesat dan memeluk Himiko yang lemah.


Grepp.


“Akhirnya kita bisa ketemu, Himiko,” ucap Lilia, dia rindu kepada Himiko. Dia selalu bertanya-tanya kemana Himiko, sampai akhirnya Ryuto menceritakan apa yang terjadi terhadap Himiko.


Lilia yang mendengarkan cerita tersebut, dia menangis. Amy pun juga, keduanya sudah menganggap Himiko sebagai teman sekaligus kakak bagi mereka.


(Note : Himiko lebih tua beberapa tahun dari Amy dan Lilia, namun tidak jauh sampai sepuluh tahun lebih, hanya beberapa tahun. Mungkin, Next akan kutuliskan karakter seluruhnya.)


Mereka melepaskan pelukan rindu, seluruh istri Ryuto kecuali Lilia dan Amy, menatap dengan penasaran dan tertarik untuk memeluk Himiko.


Tanpa sadar mereka melangkah Himiko dan mulai memeluknya satu persatu. Ryuto sedikit terkejut dengan proses tersebut.


Akhirnya seluruh istri Ryuto selesai memeluk Himiko, tinggal Ryuto sendiri. Dia berjalan ke arah Himiko.


Namun, saat akan dekat, Himiko dengan cepat mengambil inisiatif memeluk Ryuto. Membuat Ryuto sedikit terkejut.

__ADS_1


Grepp.


“Terimakasih, kukira kau tidak akan paham,” ucap Himiko, dia benar-benar berharap Ryuto menyadari kode darinya.


“Bodoh, aku pasti paham. Aku bergerak dengan cepat untuk menghidupkan dirimu kembali,” ucap Ryuto.


Himiko mempererat pelukannya, kemudian pelukannya melemah. Namun, tidak lepas sama sekali.


Ryuto menyadari hal tersebut, dia tahu bahwa Himiko tidur dalam pelukan. Ryuto mengangkat dan menggendong Himiko menuju ke rumah yang berada di Dunia jiwa.


Para istri Ryuto, juga mengikuti Ryuto dari belakang. Mereka semua masuk ke dalam rumah tersebut.


Beberapa menit kemudian.


“Selepas ini, aku akan keluar. Kalian akan menjaganya,” Ryuto berkata sambil meletakkan Himiko di tempat tidur.


“Kau bisa serahkan pada kami,” ucap Amy, dia berjalan mendekat ke arah Himiko, lalu diikuti oleh Lilia.


“Oh ya, siapa yang akan pergi bersamaku?” tanya Ryuto, kemudian terlihat. June, Arisa, Silvia, dan Erika mengangkat tangannya.


“Baiklah, ayo kita berangkat,” Ryuto berkata sambil tersenyum, kemudian dia mencium intens seluruh istrinya sebelum pergi.


Beberapa menit kemudian.


Ryuto, June, Arisa, Silvia, dan Erika berjalan bersama keluar dari rumah di Dunia nyata.


Mereka keluar dan menemukan Zero sudah menunggu dengan Mobil berwarna hitam dengan 6 pintu yang terbuka secara otomatis.


“Zero, kita akan pergi menuju ke tempat yang kau bicarakan kemarin,” ucap Ryuto, membuat Zero mengangguk.


“Baik, Tuan,” Zero berkata sambil menyalakan mobil. Kemudian, mobil berjalan menuju ke arah tujuan mereka.


Di jalan.


Erika yang berada di samping Silvia menatap ke arah Ryuto, kemudian dia bertanya kepadanya.


“Sayang, kita akan pergi kemana?” tanya Erika, membuat ketiga saudari lain menatap ke arah Ryuto.


“Maaf, aku belum memberitahu kalian, sebenarnya kita akan pergi ke markas milik Geng Harimau,” ucap Ryuto.


Erika, Silvia, June, dan Arisa sedikit terkejut, ternyata mereka akan bertarung, bukannya mereka tidak senang, mereka malah tambah senang.


“Kau yakin, sayang?” Arisa bertanya dengan ragu-ragu, mendengar pertanyaan tersebut, Ryuto mengangguk.


“Itu benar, apakah kalian tidak suka? Jika tidak, kita akan tunda dan berkeliling kota,” ucap Ryuto, dia tidak ingin memaksakan istrinya.


Misi atau Istri, jelas Ryuto memilih Istri. Bagaimanapun juga, misi bisa diselesaikan dengan mudah, sementara Istri, susah untuk diselesaikan.


Ryuto selalu ingat dengan kata-kata motivasi maupun kata-kata hidup, dia ingat satu kata yang menarik.

__ADS_1


‘Lebih susah mempertahankan daripada mendapatkan.’


Ungkapan tersebut, membuat Ryuto sadar dan paham. Dia bukan orang bodoh, dia juga sudah mengalami hal tersebut.


“Jangan dihentikan,” teriak keempat istrinya tersebut, mereka benar-benar ingin bertarung dengan Geng Harimau.


“Baiklah, tapi jika kalian ingin berhenti. Nanti, diam di dalam mobil,” ucap Ryuto, kemudian keempat istrinya mengangguk.


Mereka merasa senang dalam hati, selepas mendengar ucapan Ryuto, mereka juga merasakan bayi dalam tubuh mereka juga senang.


Tak lama kemudian.


Mereka tiba di sebuah jalan tol, Ryuto memandang ke arah depan. Dia melihat berbagai hal baru.


“Jalan tol ini, banyak terjadi kecelakaan bukan, sebelum pergi ke Geng Harimau. Bagaimana kalau melihat, apa yang menjadi penyebab selalu terjadi kecelakaan di jalan tol ini,” ucap Ryuto.


(Note : Beritahu aku guys, apa nama jalan tol yang menewaskan banyak orang.)


Mendengar ucapan Ryuto, keempat istrinya bersemangat dan senang. Zero hanya tersenyum dan mengangguk.


Mobil pun bergerak melaju di sepanjang jalan tol tersebut, mereka menikmati suasana jalan tol yang sepi tersebut.


“Hmmm, aura hitam yang sangat pekat, ditikungan depan,” ucap Ryuto melihat ke depan sambil menyipitkan matanya.


Mereka juga mulai melihat beberapa berkendara dengan normal, melintasi tikungan tersebut.


Mereka semakin dekat dengan tikungan tersebut, Ryuto melihat aura tersebut terpancar dari sebuah menara.


“Zero kita akan menepi,” ucap Ryuto, membuat Zero mengangguk dan menepikan mobil.


Keempat istri Ryuto juga menatap ke arah Menara tersebut, mereka berempat keluar selepas mobil berhenti.


Ryuto juga ikut keluar, kemudian Zero menjadi yang terakhir keluar dari mobil.


Mereka berenam melihat ke arah menara yang terus-menerus memancarkan Aura hitam yang sangat pekat.


Menara tersebut terlihat tua, dengan warna yang sudah memudar. Banyak tanaman tumbuh di menara tersebut.


“Di dalam menara, sepertinya terdapat sosok yang sangat jahat. Bagaimanapun juga, ini tidak kalah dengan Buaya Putih dalam hal kekuatan,” ucap Ryuto.


Mereka pun mulai berjalan mendekat menara tersebut, mereka melangkah tanpa takut.


“Baiklah, waktunya penyelidikan,”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2