Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 91


__ADS_3

[Chapter 91.]


[Monster Dunia.]


[Silahkan Dibaca.]


(Andy kuubah Yuto,)


Di sebuah gunung.


Terdapat sebuah bangunan tempat pelatihan seni bela diri. Di rumah tersebut terdapat seorang kakek tua dengan pakaian pakaian panjang dengan logo yin dan yang.


Kakek tua tersebut menatap ke arah para murid yang melakukan seni bela diri, kemudian menatap ke arah langit.


“Pewaris Kurokami sudah muncul kah, era baru akan muncul dan lelaki tua ini sepertinya tidak bisa melihat pewaris tersebut berdiri di puncak Dunia.” Ucap kakek tua sambil berjalan ke tempat duduk.


Lalu, di sebuah pulau di tengah lautan, terlihat ada seorang yang sedang berbaring di kursi panjang pantai, serta terdapat sebuah mayat hewan di dekatnya.


Mayat tersebut bukan sekedar hewan biasa, mayat tersebut adalah milik salah satu monster di lautan, Hiu Megalodon.


Sementara itu, orang yang tengah berbaring memiliki ciri-ciri rambut panjang dan memiliki jenggot, keduanya berwarna emas, orang tersebut memakai kacamata dan pakaian Aloha.


“Sial, aku berenang dari Amerika ke laut Samudra Hindia, lupa membawa alat masak.” Ucap orang berbaring di kursi panjang tersebut.


“Huff, pewaris Kurokami sudah muncul, namun sayangnya masih lemah. Mungkin setelah mencari Kraken, pergi ke tempat pewaris Kurokami untuk salam, itu terlihat menarik.” Ucap Laki-laki tersebut mengangguk dan tersenyum, namun segera hilang senyuman tersebut.


“Sebelum itu, aku butuh alat masak, aku ingin memasak hewan kecil ini, sial.” Ucap Laki-laki tersebut, berlari menuju ke pulau berharap mendapatkan alat masak.


Di sebuah hutan besar.


Tengah hutan, terdapat seekor hewan besar dan panjang, hewan tersebut dijuluki salah satu monster di hutan besar tersebut. Monster tersebut yang tak lain tak bukan ialah, Ular Titanoboa.


Di depan tepat monster tersebut, berdiri seorang Laki-laki dengan kepala tanpa rambut, tubuhnya berotot besar, di sekujur tubuhnya terdapat tatto persegi panjang.


“Pewaris Kurokami telah muncul, tapi masih lemah. Sepertinya aku harus pergi ke Padang pasir untuk mencari Mammoth.” Ucap Laki-laki tersebut.


Sssttt.


“Namun, sebelum itu. Ayo kita selesaikan pertarungan kita ular kecil.” Ucap Laki-laki tersebut, memukul ular Titanoboa, begitu juga ular tersebut mengayunkan Ekornya dengan cepat.

__ADS_1


Booommm.


Di tengah lautan lain, terdapat sebuah penjara yang paling terbesar seluruh dunia. Penjara tersebut memiliki 3 tingkat, namun sebenarnya ada 4 tingkat.


Tingkat 1 hanya khusus untuk para pencuri handal di seluruh dunia, pencuri yang menggunakan model teknologi, atau bisa disebut hacker.


Tingkat 2 hanya khusus untuk para pembunuh tingkat profesional, dengan kelancaran misi 80% target yang diincar akan mati.


Tingkat 3 hanya khusus untuk para penghancur sebuah negara, Tank maupun senjata lain tidak akan bisa melukai dengan berat, kecuali Nuklir.


Tingkat 4 hanya dihuni oleh satu orang, orang tersebut dapat menghancurkan apapun di dunia, dia bisa keluar dari penjara tersebut, namun dia berkata.


“Penjarakan aku saja, dimana tempat yang bisa membunuhku.” Ucap orang tersebut, para penjaga penjara terkejut dan hanya menuruti, agar tidak terbunuh nantinya.


Alhasil Tingkat 4 akhirnya terpakai oleh orang tersebut. Tingkat 4 terdapat sebuah mesin pengganti cuaca. Mulai dari panas melebihi 500°C sampai dingin melebihi -400°C.


Namun, orang tersebut tidak mati, semuanya juga benar-benar terkejut dengan hal tersebut, mereka membiarkan orang tersebut tetap disana, karena jika dia keluar, Dunia akan berakhir.


Sungguh dunia penuh misteri, hanya pencipta yang tahu akan hal tersebut. Kembali ke cerita.


Tingkat 4 penjara tengah laut.


“Pewaris keluarga Kurokami muncul, namun masih lemah. Hahahaha, akan kutunggu kau sampai kuat, pewaris Kurokami.” Ucap Orang itu sambil tertawa.


Tawa orang tersebut, menggelegar sampai keluar penjara, air laut menjadi tidak tenang, badai muncul di sekitar penjara tersebut, para penjaga benar-benar takut.


“Kenapa orang itu tiba-tiba tertawa.” Ucap penjaga.


“Aku tidak tahu, orang itu benar-benar menakutkan, entah kenapa aku merasa harus siap surat wasiat untuk keluarga.” Ucap penjaga lain.


Seluruh orang di penjara tersebut ketakutan, saat mendengar suara tawa dari orang yang berada di Lantai 4. Mereka benar-benar takut dengan hal selanjutnya dan berdoa untuk keselamatan mereka.


Rumah Yuto.


Di dalam ruangan tamu, terlihat ada tiga laki-laki dengan limabelas perempuan/wanita. Mereka duduk dengan melingkar.


Laki-laki yang terlihat tampan dan masih muda, duduk bersama dengan 8 perempuan 6 Wanita, sementara 1 laki-laki masing-masing ditemani 1 wanita dan 1 perempuan.


“Jadi, Yuto apakah kamu akan pergi ke rumah besar Kurokami?” ucap pria kepada pemuda di depannya.

__ADS_1


“Maaf, paman Kiba bibi Julia, aku tidak bisa. Aku akan tinggal disini, dengan yang lain. Masalah kebangkitan Kurokami, aku akan lakukan,” ucap pemuda tersebut yang tak lain Ryuto Kurokami.


“Huff, tidak masalah. Kalau begitu, sepertinya kami akan pindah di rumah sebelah rumah ini,” ucap Laki-laki di hadapan Ryuto, yaitu Kiba Kurokami.


“Itu benar, kami akan pindah di sekitar rumahmu, Yuto,” ucap Wanita di sebelah Kiba Kurokami. Lalu, salah satu Wanita di dekat Yuto berkata.


“Kalau begitu, bagaimana kalau tinggal di rumah lama milikku?” ucap Wanita yang bernama Amamiya Kurokami, Istri Ryuto Kurokami. (Marga kuubah seperti Mc.)


“Lebih baik, paman dan bibi juga tinggal disini saja.” Ucap Ryuto Kurokami, sementara Kiba dan Agnes menatap Yuto dan menggelengkan kepalanya. Lalu, Kiba berkata.


“Tidak, paman dan bibi akan tinggal di tempat Amamiya dulu,” ucap Kiba sambil tersenyum, Ryuto mengangguk lalu berkata.


“Baiklah, kalau begitu kubeli saja tempat itu. Agar paman dan bibi tidak perlu memikirkan biaya sewa rumah tersebut.” Ucap Ryuto, lalu salah satu perempuan Andy berkata.


“Biar aku saja, An-Yuto. Ayahku yang punya tempat itu,” ucap perempuan tersebut, yaitu Arisa Kurokami, Istri dari Ryuto Kurokami.


“Terimakasih sayang,” ucap Ryuto menatap ke arah Arisa sambil tersenyum. Kemudian, menatap ke arah Kiba dan Agnes kembali. Lalu, Agnes berkata.


“Kalau begitu, kami akan kembali terlebih dahulu, Yuto.” Ucap Agnes, lalu Kiba dan Agnes berdiri, Ryuto juga berdiri dan berkata.


“Kenapa begitu cepat?.” Ucap Ryuto sambil berdiri, dia mengerutkan keningnya saat melihat paman dan bibinya akan pergi.


“Kau tahu, kami harus mempersiapkan berbagai hal untuk perpindahan. Serta aku akan kembali kesini, membawa seluruh pasukan.” Ucap Kiba dengan jelas.


Ryuto mengangguk, kemudian mengantarkan paman dan bibinya keluar. Setelah mengantar dan mengucapkan selamat tinggal kepada paman dan bibi, Ryuto kembali ke ruang tamu.


Ryuto berjalan ke arah dua Wanita, yang tak lain Amy Kurokami dan Lilia Kurokami. Ryuto sampai di depan keduanya dan memeluk keduanya.


“Terimakasih, sayang. Kalau bukan kalian berdua aku akan mati dibunuh oleh musuh keluarga. Terutama Lilia, aku benar-benar berterimakasih dan maaf membuatmu mengorbankan apa yang berharga bagi perempuan.” Ucap Ryuto sambil memeluk mereka berdua.


Lilia dan Amy tersenyum, mereka berdua membalas pelukan Ryuto.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2