
[Chapter 143.]
[Umpan diterima.]
[Silahkan Dibaca.]
Kedai ramen.
Ryuto dan yang lainnya selesai memakan ramen yang ada didepannya. Lalu, Ryuto menatap ke arah Amy.
Amy yang menyadari tatapan tersebut, menatap ke arah Lilia, lalu mengalihkan kembali ke Ryuto.
Semua istri dan Maid Ryuto juga menatap ke arahnya, Ryuto yang di tatap semuanya berkata.
“Jadi, bisa jelaskan apa yang terjadi, aku dengan dari telpon, Amy suaramu seperti gugup, aku asumsikan bahwa ada sesuatu yang terjadi?” ucap Ryuto.
Amy mengangguk, kemudian dia berkata dengan jelas dan sedikit santai.
“Kurht dan temannya datang, mereka berdua memberitahu bahwa besok, kamu diminta hadir di Gunung Fuji,” ucap Amy.
Ryuto menaikkan alisnya, kemudian dia tersenyum dan paham maksud keduanya. Lalu, dia menjawab.
“Oh, pantas di jalan aku bertemu dengannya, lalu bilang bahwa minta saja informasi ke para Istrinya,” ucap Ryuto.
Seluruh istri dan maid terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Ryuto benar-benar bertemu dengan keduanya.
“Jadi, apakah kamu bertarung?” ucap Lilia, dia menekan rasa khawatirnya. Sementara Ryuto menatap Lilia, lalu tersenyum dan mengangguk.
“Ya, tapi hanya salam saja. Mungkin, di gunung Fuji nanti sparring asli,” ucap Ryuto, dia benar-benar menunggu hari besok.
“Apakah hanya itu saja?” ucap Ryuto, mereka semua mengangguk. Kemudian, Yuli berkata dengan serius.
“Ryuto, apakah kamu tahu identitas mereka berdua?” ucap Yuli, yang sejak dari Restoran hanya diam.
“Tidak, memangnya identitas mereka apa?” ucap Ryuto, dia ingin tahu identitas keduanya dari Yuli.
“Kurht, itu adalah ketiga terkuat dari seluruh Mafia, sementara yang berambut emas, dia bernama Zehard,” ucap Yuli, menjeda sebentar.
Kemudian, dia menatap ke arah yang lainnya dan kembali ke arah Ryuto, lalu dia melanjutkan ucapannya.
“Zehard adalah pemimpin dari Mafia terkuat di seluruh Dunia, serta dia adalah salah satu 3 monster terkuat di seluruh Dunia,” ucap Yuli.
Seluruh Istri Ryuto terkejut, bahkan Maidnya pun. Sedangkan Ryuto, dia hanya menyeringai penuh semangat.
“Menarik, serta apakah kalian akan ikut ke pertarungan?” ucap Ryuto, mereka semua menatap Ryuto dan mengangguk.
“Kami ikut,” ucap mereka, sedangkan Ryuto hanya mengangkat bahunya dan tersenyum.
“Baiklah, ayo kita pulang,” ucap Ryuto, kemudian mereka semua pergi dari Kedai ramen, lalu Ryuto berkata.
__ADS_1
“Aku masih memakai mobil, apakah kalian tidak apa-apa, berjalan?” ucap Ryuto, sementara yang lain menggelengkan kepalanya.
Sayoko kemudian berkata dengan jelas dan nada suara santai.
“Kita bisa berjalan, agar bayi di tubuh juga sehat,” ucap Sayoko, semuanya tersenyum. Sedangkan, Ryuto mengangguk dan tersenyum.
“Sepertinya, aku buruk menjadi Suami,” ucap Ryuto, membuat mereka segera berteriak.
“Tidakk,” teriak mereka, beruntung jalan sudah sepi, jadi tidak ada yang tahu teriakan mereka.
“Kamu adalah laki-laki yang pantas untuk kami, yah walaupun sedikit baj*ngan,” ucap Sasha, kemudian Sayoko menambahi.
“Itu benar, setiap pulang kamu pasti akan membawa seseorang perempuan atau wanita,” ucap Sayoko.
“Itu benar, kamu sudah mirip Raja harem,” ucap Siliva, sementara Erika menambahi.
“Ya, kamu seperti orang baik yang memiliki jiwa gigolo,” ucap Erika.
Ryuto mendengar ucapan dari para istrinya, hanya bisa tersenyum tak berdaya, karena apa yang di ucapkan istrinya benar.
Kemudian, mereka berhenti bicara saat melihat ke arah mobil yang dipakai Ryuto, mereka melihat ada perempuan yang duduk di mobil.
Para istri Ryuto menatap ke arah Ryuto dengan tersenyum manis. Sementara itu, Yuuko masih menatap ke arah perempuan.
Ryuto yang mendapat tatapan dan senyuman tersebut, dia hanya tersenyum tak berdaya lagi, dan berkata.
“Dia dikepung oleh beberapa orang dengan pakaian putih dan tudung putih, aku dan Zehard membasmi mereka dan menyelamatkan perempuan itu,” ucap Ryuto.
“Lina,” ucap Yuuko, dengan cepat membuka mobil dan melihat keadaan perempuan tersebut.
Para istri Ryuto saling memandang, lalu menjadi serius. Aoi dengan cepat menatap ke arah Ryuto.
“Kita ke rumah dulu, sayang,” ucap Aoi, mereka dengan cepat menuju ke rumah. Walaupun mereka bilang cepat, mereka hanya berjalan perlahan.
Ryuto hanya mengangkat bahunya, lalu masuk ke dalam mobil, Yuuko sendiri segera menyusul saudari yang lainnya.
Ryuto menyalakan mobil dan bergegas pergi ke rumahnya.
Yuuko tiba di dekat para saudarinya, semua istri Ryuto membantu Yuuko untuk tenang.
“Tenang, Yuuko. Sekarang kita harus pulang, dan melihat apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Yuna.
“Itu benar, Yuuko. Kita akan bertanya ke Ryuto, masalah ini,” ucap Arisa, sedangkan Yuuko mengangguk.
“Aku sebenarnya sedikit tahu, saat mendengar ucapan dari Ryuto tentang ciri-ciri orang yang menyerang Lina,” ucap Yuuko.
Mereka mengobrol bersama dalam perjalanan ke rumah. Sebenarnya mereka sudah menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.
Namun, mereka abaikan. Lalu melihat bahwa orang yang mengamati sudah pergi, mereka juga sudah tiba di rumah.
__ADS_1
Di sisi lain.
Orang yang mengamati segera pergi menuju ke sebuah Mansion besar. Seluruh mansion tersebut, terdapat banyak orang yang memakai pakaian hitam dan diikat.
Orang yang berpakaian hitam tersebut, mereka semua adalah perempuan. Mereka menatap ke arah para laki-laki yang memakai pakaian putih.
“Kalian, para Klan Sain, akan menerima akibat menyerang kami,” teriak perempuan yang diikat di depan yang lainnya, perempuan tersebut ialah Maria.
“Cih, diamlah l*cur. Kau itu hanya akan jadi budak bagi kami,” ucap Laki-laki yang duduk di singgasana, berpakaian putih dan memakai tudung putih.
Lalu, muncul seseorang di depan laki-laki tersebut, kemudian orang tersebut berkata.
“Lapor, Tuan. Saya sudah menemukan lokasi Yuuko dan Lina, mereka sekarang bersama beberapa orang biasa,” ucap orang tersebut.
“Hahaha, bagus, sangat bagus. Ayo kita seret dia kemari, dengan begitu kita akan menikmati mereka,” ucap laki-laki tersebut.
“Mari kita pergi menuju lokasi mereka,” ucap laki-laki tersebut, semuanya bersama pergi ke rumah Ryuto, meninggalkan 5 orang disana.
Tanpa sadar, sebenarnya mereka sudah memasuki kawasan para Singa.
Sisi Ryuto.
Ryuto dan para istrinya duduk di ruang tamu. Mereka semua melakukan pembicaraan, tentang apa yang terjadi sebenarnya.
“Jadi, Sain menyerang Klan ku,” ucap Yuuko, sementara Ryuto hanya mengangguk.
“Inti permasalahan adalah itu,” ucap Amy, kemudian dia menatap ke arah Ryuto dan berkata.
“Apakah orang yang mengamati kami tadi, dari Klan Sain?” ucap Amy, membuat Ryuto mengerutkan keningnya.
“Oh ya, sebenarnya mungkin. Aku hanya memancing mereka, apakah mereka akan berani kesini?” ucap Ryuto.
Namun, tanpa sadar sudut mulut Ryuto menaik dan membentuk sebuah senyuman. Para istrinya juga melakukan hal sama, kecuali Yuuko yang muram.
“Mereka benar-benar kesini,” ucap mereka bersama, lalu Aoi menatap ke arah Ryuto dan berkata.
“Kamu diam dan mengamati, biar kami saja yang mengatasi mereka,” ucap Aoi, dengan tatapan tajam ke arah Ryuto.
“Baiklah, tunjukkan kekuatan kalian. Serta, kekuatan untuk nanti,” ucap Ryuto, mereka dengan senang mengangguk.
Yuuko pun juga ikut keluar untuk mengatasi mereka, sedangkan Ryuto mengambil snack miliknya dan bersembunyi di atap untuk melihat pertarungan.
“Keluarlah kalian, Orang lemah,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.