
[Chapter 96.]
[Diskusi Petinggi.]
[Silahkan Dibaca.]
Di markas pasukan Ryuto.
Lantai 5.
“Aku ingin kalian menyiapkan berbagai hal untuk perang nanti.” Ucap Ryuto yang duduk di kursi yang terdapat sebuah bentuk mahkota.
“Kalian kirimkan nanti data tentang Yakuza di osaka tersebut. Serta berapa orangnya dan hal lainnya.” Ucap Ryuto, lalu Alpha bertanya.
“Tuan, apakah tentang senjata mereka juga kita selidiki?.” Ucap Alpha, sementara Ryuto melihat ke arah Alpha dan tersenyum.
“Itu benar, aku takut mereka membawa gatling gun. Walaupun mereka Yakuza, mereka juga tidak lebih seperti Mafia, memakai senjata api.” Ucap Ryuto, lalu Alpha mengangguk. Lalu, Gin bertanya.
“Tuan, lalu kapan kita akan pergi dalam perpindahan pasukan?.” Ucap Gin, sementara Ryuto melihat ke arah Gin dan menjawab.
“Saat hari Sabtu kalian semua sudah berada di osaka, serta berapa pasukan yang sudah dilatih dan siap untuk berperang?.” Ucap Ryuto.
Seperti biasa, Ryuto tidak peduli dengan berhasil atau tidaknya, yang dia pedulikan adalah pasukannya, walaupun sedikit terpenting mereka siap berperang.
Ryuto tidak masalah gagal, terpenting Ryuto sudah menghancurkan setengah dari mereka dan bisa keluar dari wilayah mereka dengan mudah.
“Ada sekitar 600 pasukan baru yang siap, dan 50 pasukan termasuk kita. Jadi total keseluruhan 650 pasukan siap untuk bertempur.” Ucap Eleven, dia mendata keseluruhan orang yang siap untuk berperang sebelumnya.
“Oh, dari 1000 pasukan yang benar-benar siap adalah 600 pasukan, 400 orang memang kenapa?.” Ucap Ryuto, kemudian Eleven menjawab.
“400 orang tersebut, bukan ahli dalam berperang tuan. Mereka semua ahli pengembangan senjata dan bisnis.” Ucap Eleven, sementara Ryuto terkejut.
“Pengembangan senjata dan bisnis.” Gumam Ryuto, dia tidak menyangka bahwa System memberinya pasukan selain pasukan berperang.
“Oh, lalu mereka mulai melakukan apa, Eleven?.” Ucap Ryuto, dia benar-benar penasaran dengan apa yang akan dilakukan 400 pasukan tersebut.
“Kami meminta mereka membentuk 1 kelompok 40 orang, agar kelompok hanya akan ada 10 kelompok, semuanya tinggal menunggu perintah Tuan.” Ucap Eleven, dengan serius.
Ryuto yang mendengar hal tersebut, menutup matanya dan bersandar di kursinya, kedua tangannya menyatu seperti orang berfikir.
Kemudian, Ryuto membuka matanya dan tersenyum. Lalu, dia menatap ke arah Eleven dan berkata dengan tenang namun serius.
“Kelompok 1 dan 2, aku ingin mereka membuat sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, jika sudah selesai beritahu aku.” Ucap Ryuto, lalu melanjutkan.
“Kelompok 3 dan 4, akan menjadi pengembang obat yang akan perusahaan hasilkan.” Ucap Ryuto, sebelum melanjutkan dia melihat ke arah yang lain.
Ryuto menunggu mereka mengajukan pertanyaan dulu, sebelum melanjutkan perkataannya. Lalu, dia melihat Eleven mengajukan sebuah pertanyaan dengan mengangkat tangannya.
__ADS_1
“Tuan, pengembangan obat itu, bukankah bukan keahlian mereka?.” Ucap Eleven, dia benar-benar bingung dengan pernyataan Ryuto dengan pengembangan obat.
“Pertanyaan yang bagus, Eleven. Itu benar, mereka tidak memiliki kemampuan untuk pengembangan obat, tapi jangan khawatir aku bisa mengatasi hal tersebut.” Ucap Ryuto, sementara Eleven hanya mengangguk paham.
‘Dengan adanya Iris, semua hal tidak mungkin akan menjadi mungkin.’
[Itu benar, sayang. Iris akan selalu membantu sayang, mewujudkan segala yang diinginkan sayang.]
‘Terimakasih, Iris. Serta tubuhmu apakah bisa bertahan lama, aku lupa bertanya tentang hal tersebut.’
[Itu, tidak bisa sayang. Level system harus mencapai 5 baru Iris bisa menjadi permanen dalam wujud manusia.]
‘Jadi begitu, aku akan meningkatkan level system dengan cepat Iris, agar kamu bisa benar-benar permanen dalam wujud manusiamu.’
[Terimakasih, sayang.]
Lalu, Ryuto kembali fokus ke pembicaraan dengan para pemimpin pasukan tersebut. Ryuto mulai melanjutkan ucapannya kembali.
“Baiklah, kelompok ke 5 dan 6 aku ingin mereka membuat sebuah perusahaan jasa pelindung atau keamanan.” Ucap Ryuto, dia benar-benar memikirkan seorang perempuan atau Wanita yang lemah dan tiba-tiba di tangkap kemudian jadi budak.
“Lalu, kelompok 7 sampai 10. Mereka akan membuat sebuah tempat rahasia yang berfokus membuat sebuah senjata.” Ucap Ryuto, sementara yang lainnya mengangguk.
“Apakah ada pertanyaan?.” Ucap Ryuto, lalu menatap satu persatu para pemimpin pasukan tersebut. Lalu, mereka menjawab.
“Tidak, Tuan.” Ucap mereka satu persatu, kemudian Ryuto mengangguk. Lalu, berkata kembali dengan santai.
“Hati-hati di jalan Tuan.” Ucap mereka secara bersamaan. Ryuto hanya mengangguk dan keluar dari ruangan tersebut.
Ryuto turun dari lantai 5 menuju ke lantai 1. Kemudian dia berjalan keluar dari markas pasukan tersebut, lalu menuju ke parkiran.
Ryuto sampai di parkiran dan menuju ke mobilnya, lalu masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya.
Vromm.
Lalu, mobil berjalan pergi dari tempat parkir tersebut. Dia melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya. Lalu, dia lupa dengan sesuatu namun system notifikasi muncul yang membuatnya tersenyum.
‘Sepertinya, Zero bergerak dengan cepat.’ Batin Ryuto, saat melihat notifikasi system yang muncul di depannya.
[Selamat, Tuan mendapatkan 50 Point Peningkatan.]
[Selamat, Tuan mendapatkan uang 600.000 Yen.]
[Selamat, Tuan mendapatkan pil peningkat kecerdasan (rendah.).]
[Selamat, Tuan mendapatkan pil penyembuhan (rendah.).]
[Selamat, Tuan mendapatkan pil peningkat kekuatan (rendah.).]
__ADS_1
“Baiklah, masih pukul 21.24. Hmmm, lebih baik pergi ke Happymarket membeli makanan ringan, entah kenapa di rumah hanya stok bahan makanan saja yang ada.” Ucap Ryuto.
Lalu, Ryuto menjalankan dengan cepat menuju ke Happymarket untuk membeli makanan ringan.
Beberapa menit kemudian, Ryuto tiba di Happymarket. Dia memarkirkan mobilnya, kemudian turun dari mobil dan pergi masuk ke dalam Happymarket.
Ryuto berjalan ke arah tempat makanan ringan berada, lalu dia mengambil makanan ringan yang dia sukai, mulai dari chip potato, snack ring, dll.
Entah apa yang membuatnya begitu senang, dia memasukkan semua makanan ringan yang ingin dibelinya, dia tidak peduli dengan harga yang tertera.
Lalu, melihat bahwa keranjang yang dia pakai sudah penuh, lalu mengambil lagi satu keranjang untuk mengisi makanan ringan dan mengambil minuman berkaleng serta botol.
Tak lama kemudian, Ryuto melihat bahwa kedua keranjang belanja sudah penuh. Dia membawanya ke kasir dan menyerahkannya.
Kasir Happymarket terkejut, melihat seluruh keranjang berisi makanan ringan semua. Dia menoleh ke arah Ryuto, lalu kasir mulai menghitung total keseluruhan.
“Keseluruhan biaya belanjaan anda adalah 280.000 Yen.” Ucap Kasir tersebut dengan sedikit gemetar melihat total keseluruhan.
Ryuto tidak peduli dengan reaksi kasir tersebut, dia hanya menyerahkan sebuah kartu hitam. Lalu, kasir tersebut paham dan menggesekkan ke mesin pembayaran.
Ting.
“Terimakasih atas pembeliannya.” Ucap Kasir tersebut, setelah teman di sebelahnya mengemasi seluruh makanan ringan milik Ryuto.
Ryuto menanggapinya dengan anggukan, lalu mengambil kartu hitam dan 3 kantong kresek berisi makanan ringan tersebut.
Lalu, Ryuto berjalan ke arah parkir dan menuju ke tempat mobilnya parkir. Namun, sampai di depan mobilnya dia mendapati sebuah Notifikasi misi yang membuatnya menjadi dingin dan mengeluarkan aura membunuh.
[Misi dipicu.]
[Selamatkan Aria dari saudara Guru Olahraga.]
[Hadiah : kotak misterius.]
[Hukuman : Aria akan diperkosa dan dibunuh + System dan keseluruh Istri anda akan menghilang.]
[Durasi : 2 Jam.]
[Lokasi : Gedung Tua dekat pelabuhan Tokyo.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.
__ADS_1