Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 122


__ADS_3

[Chapter 122.]


[Pembicaraan.]


[Silahkan Dibaca.]


Terlihat matahari sudah mulai turun di barat, bertanda hari sudah Sore. Ryuto dan June, keluar dari kantor dan menuju pintu keluar perusahaan.


Mereka berdua berjalan dan melihat bahwa para karyawan mulai mengemasi barang mereka, karena sudah waktunya pulang.


Sampailah mereka di luar, lalu mereka menuju ke tempat parkir untuk mengambil mobil.


Ryuto dan June tiba di dekat mobil dan mereka masuk ke dalam mobil, Ryuto menyalakan mobil dan berkata.


"Setelah ini, kau akan tinggal bersama saudari yang lain," ucap Ryuto, terhadap June sambil tersenyum.


Sementara itu, June senang dan mengangguk, dia benar-benar ingin tinggal dan bersama dengan para saudari serta dengan Ryuto.


'Akhirnya apa yang kuinginkan terwujud,' batin June, kemudian mobil berjalan pergi meninggalkan parkiran dan menuju ke rumah Ryuto.


Di jalan, seperti biasa Ryuto fokus menyetir, sementara June menatap keluar. Dia sama dengan yang lainnya, terpesona dengan pemandangan yang dia lihat.


'Nanti aku akan membicarakan dengan yang lainnya, tentang misi pergi ke Kyoto ini,' batin Ryuto.


Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah Ryuto. Mobil masuk ke dalam dan diparkirkan di garansi milik Ryuto.


Keduanya keluar dari mobil, kemudian berjalan menuju ke pintu masuk rumah. Lalu, Ryuto membuka pintu dan berkata.


"Aku pulang," ucap Ryuto, sementara June berkata.


"Permisi," ucap June, kemudian terdengar suara dari dalam, dan suara itu bukan hanya satu orang saja.


"Selamat datang," ucap suara tersebut, yang tak lain suara para istri Ryuto, yang berada di dapur dan ruang makan.


Ryuto memegang tangan June, dan berjalan menuju ke ruang makan tersebut.


Sampai di sana, pandangan para istrinya mengarah ke Ryuto, kemudian ke June. Mereka sedikit terkejut melihat Ryuto membawa perempuan lagi.


"Siapa dia, Ryuto?" ucap Amy, dengan ringan. Mendengar pertanyaan tersebut, June maju dan sedikit gugup, kemudian memperkenalkan dirinya.


"S-salam kenal, namaku adalah June, serta ak-aku Istri baru Ryuto," ucap June dengan gugup, tubuhnya gemetar, dia takut para Istri Ryuto yang lain akan marah.

__ADS_1


Semuanya sedikit terkejut, namun mereka tersenyum melihat June yang gemetar karena gugup.


Sayoko, Erika, dan Arisa berjalan ke arah June. Kemudian mereka bertiga memeluk June.


Sementara June, dia terkejut dengan pelukan mereka bertiga. Lalu, dia mendengar dari ucapan seluruh istri Ryuto.


"Selamat datang June, di keluarga Kurokami," ucap mereka sambil tersenyum tulus.


June merasa beban terakhir yang dia bawa menghilang, lalu dia mengangguk sambil menangis tanpa suara, dia menangis senang.


"Un, terimakasih semuanya," ucap June, semuanya menggelengkan kepalanya melihat June, kemudian mereka melanjutkan kegiatan yang mereka lakukan.


Sayoko, Erika, dan Arisa melepas pelukan, kemudian menarik June untuk duduk bersama para Saudari yang lain.


Entah bagaimana, Ryuto menatap ke para istrinya dan June, mereka dengan cepat akrab, serta June sudah tidak gugup atau yang lainnya, dia sekarang terlihat senang dalam berbicara.


'Para perempuan itu memang misterius, mereka dengan cepat akrab,' batin Ryuto tersenyum kecut melihat kejadian tersebut.


Lalu, Ryuto berjalan ke arah dapur. Dia melihat disana ada Amy, Silvia, Aoi, Lilia, dan Miya. Ryuto melihat bahwa mereka sedang memasak bersama dengan enam maid.


"Ada yang bisa aku bantu?" ucap Ryuto, ke lima istrinya menoleh ke arahnya, beserta dengan ke enam maidnya.


"Tidak perlu, kami sudah cukup," Ucap Lilia, sambil tersenyum tulusnya. Ryuto menghela nafas dan datang ke arah lima istrinya dan enam maidnya berada.


"Aku merindukan kalian," ucap Ryuto manja, entah kenapa dia ingin bermanja bersama mereka sebentar.


"Hihihi, nanti saja dulu, kita lagi masak loh," ucap Lilia dia terkikik melihat tingkah Ryuto.


"Itu benar, bermainlah dulu bersama yang di ruang makan dulu, atau mandi bersama," ucap Amy, menyarankan hal tersebut kepada Ryuto.


Sementara itu, Ryuto mengangguk. Dia menuruti keinginan istrinya, namun sebelum dia keluar, dia memegang dan meremas buah bulat mereka satu persatu.


"Kyahhh," ucap mereka baik itu Istri maupun maidnya. Lalu, Ryuto keluar dari dapur dan menghampiri Istri yang lainnya.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama?" ucap Ryuto, kemudian Nanami menjawab.


"Boleh sih, Ren juga berada di rumah Paman Kiba dan Tante Agnes," ucap Nanami.


"Eh, Ren disana? kenapa?" ucap Ryuto, lalu Nanami menjawab sambil tersenyum.


"Disana ada putri Paman Kiba, serta putri tetangga yang lain, saat aku berkunjung ke sana, aku melihat ada 9 gadis sementara itu laki-lakinya hanya Ren saja," ucap Nanami, mengingat saat Ren berada di tempat Kiba.

__ADS_1


"Oh, apakah dia ingin membuat harem?" ucap Ryuto sambil tersenyum. Lalu, dia memandang ke arah Istri lainnya.


"Ayo mandi bersama," ucap Ryuto, semua Istri yang berada di ruang makan mengangguk dengan senang. Lalu, mereka berjalan menuju ke kamar mandi bersama.


Sampai di kamar mandi, mereka masuk dan Ryuto menyalakan air hangat untuk berendam, dia dan para istrinya saling menggosok punggung dan yang lainnya.


Selesai itu, mereka berendam bersama. Sampai akhirnya pintu dibuka, Istri dan Maid Ryuto ikut mandi bersama dengan yang lainnya.


1 jam selesai mandi, mereka mulai memakai pakaian dan keluar dari kamar mandi, lalu berjalan ke ruang makan.


Makanan sudah dihidangkan di meja makan, walaupun sedikit dingin namun nasinya tetap hangat karena memakai pemanas nasi (Magic Com)


"Selamat makan," ucap mereka, lalu mereka makan dengan senang dan tenang.


Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan. Namun, sebelum mereka beranjak berdiri untuk melakukan kegiatan mereka, Ryuto berkata.


"Aku ingin bicara sesuatu," ucap Ryuto serius, membuat semua istri dan maidnya duduk kembali dan mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh Ryuto.


"Mungkin lusa aku akan pergi ke Kyoto, aku ada misi disana," ucap Ryuto, kemudian melihat bahwa para istrinya tidak bertanya, Ryuto melanjutkan.


"Siapa yang ingin ikut nanti?" ucap Ryuto, kemudian Amy yang penasaran bertanya.


"Apakah kamu ke Kyoto berurusan dengan Roh?" ucap Amy, sedangkan Ryuto menjawab dengan anggukan kepala.


"Kalau begitu, kenapa tidak ajak saja Nanami dan Aoi?" ucap Erika, tiba-tiba. Para istrinya mengangguk, bukan mereka tidak ingin ikut, namun ada sesuatu rahasia yang mereka sendiri diskusikan tanpa diketahui oleh Ryuto.


"Kalau sudah diputuskan, oke. Serta besok, siapa yang bisa berkencan?" ucap Ryuto, lalu mereka tersenyum dan para istrinya menatap ke arah Lilia dan Amy.


"Lilia dan Amy, yang akan berkencan duluan denganmu, Ryuto," ucap Sayoko, semua istrinya mengangguk.


'Oh, kukira akan terjadi perebutan ternyata tidak, mereka benar-benar sudah memutuskan siapa dan siapa yang akan ikut,' batin Ryuto tersenyum senang.


"Baiklah, semuanya sudah diputuskan. Kalau begitu, kita melanjutkan apa yang belum terselesaikan tadi," ucap Ryuto, membuat mereka tersenyum dan tersipu.


Apa yang belum selesai adalah kegiatan yang mereka lakukan di kamar mandi tadi, hanya beberapa orang yang akan paham kegiatan apa yang belum selesai di kamar mandi.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2