
[Chapter 54.]
[Cerita Amamiya.]
[Silahkan Dibaca.]
“Karena kau, menganggap ku tidak serius. Maka aku akan memakanmu sekarang.” Ucap Andy sambil menatap Amamiya dengan serius.
Amamiya terkejut, dengan ciuman panas Andy yang tiba-tiba. Dia sudah lama tidak pernah mendapatkan ciuman tersebut. Apalagi dengan ucapan Andy selanjutnya.
“Ada apa dengan ekspresimu itu?.” Ucap Andy perlahan membuka kancing bajunya sendiri. Amamiya sedikit terkejut, melihat Andy perlahan membuka kancing bajunya. Amamiya segera berkata.
“Kau yakin, ingin melakukan itu denganku?.” Ucap Amamiya, dia takut Andy akan seperti Suaminya yang telah meninggalkan dirinya.
“Memangnya kenapa?.” Ucap Andy, menghentikan membuka kancing bajunya. Lalu, melihat ke arah Amamiya dengan serius.
“Itu, aku takut kau akan meninggalkanku. Kau tah-.” Sebelum Amamiya melanjutkan ucapannya, Andy dengan cepat menyegel mulutnya dengan ciuman yang lebih intens.
Mereka berdua akhirnya secara perlahan-lahan mulai melakukan Permainan. Mereka terus melakukan itu tanpa tahu ada yang sedang memperhatikan mereka dari pintu.
‘It-itu, Ibu dengan siapa?. Kenapa dia melakukan hal begituan, apakah Ibu dipaksa?.’ Batin seorang Perempuan yang sedang melihat permainan di dalam.
‘Unnn, kenapa dengan bagian bawahku. Kenapa aku juga ikut merasa basah di bawah.’ Batin Perempuan tersebut. Lalu, perlahan tangannya masuk ke dalam Celananya.
5 Jam kemudian, Andy dan Amamiya selesai melakukan permainan tersebut, terlihat Andy yang masih memiliki Stamina, berbeda dengan Amamiya yang sudah terbaring dengan mata ke atas, dan lidah menjulur keluar. Serta tubuhnya masih gemetar.
“Ternyata Amamiya-Sensei M. Tapi lebih parah dari Sayoko.” Ucap Andy, sambil mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Amamiya.
“Ahh, Tuan itu sungguh enak.” Ucap Amamiya dengan kacau, tak lama kemudian, Amamiya pingsan dengan wajah yang sangat puas.
“Sepertinya bermain Tuan dan Pelayan, seru juga.” Ucap Andy, berfikir tentang Perempuan dan Wanita yang M. Andy menggelengkan kepalanya, lalu berdiri dan berjalan keluar dari kamar.
Saat Andy membuka pintu, dia terkejut melihat seorang Perempuan yang berdiri disana dengan rona merah di pipinya. Namun, saat Perempuan itu melihat Andy, dia terkejut dan berkata.
“Kamu.. Andy, pacarnya Sayoko bukan. Tunggu, kenapa kau melakukan hal itu dengan Ibu.” Ucap Perempuan tersebut dengan nada tinggi. Sedangkan Andy mengarahkan jari telunjuknya ke mulut.
“Ssstt, biarkan Amamiya-Sensei istirahat. Ayo kita ke bawah untuk bicara, aku akan memasakkan sesuatu, untuk dia makan saat bangun.” Ucap Andy, sedangkan Perempuan tersebut mengangguk.
__ADS_1
Keduanya turun ke bawah, saat di bawah. Andy baru bisa melihat dengan jelas, Wajah dari Perempuan tersebut.
Wajahnya yang begitu indah dan cantik, memiliki Rambut berwarna emas dan panjang, diikat dengan kuncir kuda, serta mata yang berwarna hijau menambah kesan elegan dan indah.Tak lupa juga Gunung yang lumayan, tingginya mirip dengan Yui.
“Apakah kau kenal diriku, apa aku harus memanggilmu Senpai kah?.” Ucap Andy, sambil berjalan ke arah dapur bersama dengan Perempuan tersebut.
“Huff, karena kamu memiliki hubungan dengan Sayoko, akan ku perkenalkan diriku namaku Yuna.” Ucap Perempuan tersebut dengan datar, dia harus memastikan Andy bukan Pria yang suka main-main dengan Perempuan ataupun Wanita.
“Oh, salam kenal Yuna-senpai, namaku Andy.” Ucap Andy, sambil tersenyum dan mengangguk. Lalu, mereka berdua tiba di dapur, Yuna segera berkata dengan marah.
“Jadi, bisa beri alasanmu. Kenapa kamu melakukan itu dengan Ibuku. Kau tahu, Ibuku terus mengalami rasa sakit, ntah hati atau fisik, jika kamu hanya bermain-main dengan Ibuku, lebih baik kamu pergi.” Ucap Yuna dengan marah sambil membendung air matanya.
“Huff, santai sajalah. Aku akan melindunginya, seperti aku melindungi seluruh Istriku.” Ucap Andy dengan tegas dan serius.
Yuna sedikit tenang, saat mendengar ucapan tersebut. Kemudian, dia mengangguk lalu melihat cara Andy memasak.
“Aku akan memasak, serta ceritakan tentang Pria yang selalu melakukan secara fisik, apalagi hatinya.” Ucap Andy, dengan sorot mata yang sangat tajam.
Yuna tidak bisa tidak terkejut saat melihat sorot mata Andy. Dia merasa punggungnya berkeringat dingin dan rasa takut perlahan menjalar. Tapi segera menenangkan diri dan berkata.
“Itu adalah orang yang kusebut sebagai Ayah. Dia pulang, dengan keadaan mabuk, lalu sering memukul Ibu. Sedangkan, Ibu yang sudah tidak tahan akhirnya menceraikannya.” Ucap Yuna.
“Orang yang kusebut Ayah itu sering datang dimanapun Ibu ada disitu. Namun, akhir-akhir dia entah kenapa seperti menghilang.” Ucap Yuna, selesai bercerita.
“Oh, baguslah jika Keluarga masih mau mendukung.” Ucap Andy, kemudian Andy menghidangkan makanan ke Yuna dan membawa satunya.
”Makanlah, aku akan ke atas memberikan makanan ini ke Amamiya-Sensei.” Ucap Andy, berjalan pergi dari dapur. Sedangkan, Yuna merasa senang ada yang benar-benar merawat Ibunya.
“Baiklah, aku akan bawa ini ke kamarku.” Ucap Yuna senang. Lalu, pergi ke atas bersama dengan Andy. Kemudian Yuna pergi ke kamarnya, sedangkan Andy pergi ke kamar Amamiya.
Saat masuk, Andy melihat Amamiya bangun dan bersandar di tempat tidur tersebut. Saat Amamiya melihat Andy masuk, dia tidak bisa tidak memerah.
“Oh, sudah bangunkah?. Baiklah, ini makanannya.” Ucap Andy, kemudian menaruh makanan tersebut di meja tempat Bubur tadi.
“Tapi, bukannya bubur masih ada?.” Ucap Amamiya, dengan wajah yang sudah tenang. Lalu, Andy yang melihat itu hanya tersenyum.
“Kau memakannya saat kita sedang melakukan itu.” Ucap Andy, kemudian mengambil piring tersebut, lalu menyuapi Amamiya dengan sendok.
__ADS_1
“Oh, serta jangan pernah beranggapan kau bukan siapa-siapa ku lagi. Karena, aku sudah melakukan itu dengan mu berarti kamu sudah menjadi milikku.” Ucap Andy, selesai menyuapi Amamiya.
Sedangkan, Amamiya yang sudah selesai menelan makanan Andy yang terakhir, dia terkejut dengan pernyataan Andy. Lalu, Amamiya menundukkan kepalanya.
“Andy apakah kamu yakin, kau tahu ak-“ Ucap Amamiya terpotong oleh ciuman Andy. Itu adalah Ciuman Romantis.
Cup.
“An-“ Ucap Amamiya kembali, namun terpotong oleh ciuman kembali. Lalu, Amamiya memerah seperti tomat, karena tindakan Andy.
“Jangan pernah bilang, kau tidak cocok. Atau beda umur begitu.” Ucap Andy, membelai pipi Amamiya, lalu berkata kembali.
“Mengerti?.” Ucap Andy, sedangkan Amamiya dia seperti tersihir dengan tatapan Andy, kemudian Amamiya hanya bisa mengangguk pelan.
“Serta untuk orang yang melukaimu, akan kuurus. Beserta dengan keluarganya.” Ucap Andy, kemudian beranjak keluar dari kamar.
“Aku pulang dulu, sensei. Hari sudah malam, serta ini berkas dari Sayoko.” Ucap Andy sambil menyerahkan berkas yang diminta Sayoko untuk menyerahkan ke Amamiya.
“Un, taruh saja disitu. Serta, Andy jangan panggil aku begitu disaat berdua atau dengan Saudari yang lain, panggil aku Miya.” Ucap Amamiya tersebut, yang sudah tenang dan kembali ke kepribadian dewasanya.
“Oh, baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu, jaga dirimu. Besok, aku akan pindah ke Rumah besar disebelahmu, kamu juga bisa kesana nantinya.” Ucap Andy, keluar kamar mengabaikan ekspresi terkejut Miya.
Andy keluar kamar dan berjalan turun ke bawah, lalu berjalan keluar dari Rumah dan menekan nomor di hpnya.
‘Sarah, apakah kau tahu nomor para Pasukan ku, tunggu apakah mereka punya telpon?.’
[Untuk Nomor, hanya bar saja. Kalau Pasukan tidak memiliki Hp.]
‘Baiklah, berikan nomor bar saja.’
Kemudian, Andy melihat ada Nomor bernama ‘Bar flower.’ Setelah itu Andy menekan Nomor tersebut, lalu Nomor tersebut mengangkat. Andy pun berkata.
“Aku Andy, aku akan kesana nanti. Persiapkan diri kalian, kita akan berperang malam nanti.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.