
[Chapter 147.]
[Awal Sparing.]
[Silahkan Dibaca.]
Gunung Fuji.
Ryuto dan para istrinya, mengikuti Kurht menuju ke atas gunung Fuji. Mereka berjalan ke atas untuk bertemu dengan Zehard.
“Sepertinya, gunung ini akan menjadi datar,” ucap Ryuto, sedangkan Kurht hanya tersenyum dan menjawab.
“Ya, mungkin kau benar,” ucap Kurht, mereka terus berjalan. Para istri Ryuto memandang gunung tersebut dengan mata berbinar-binar.
“Tempat ini begitu indah,” ucap Erika, selama dia di Amerika belum pernah berkunjung ke pegunungan.
“Kau benar,” ucap Miya, walaupun dia sudah pernah datang kesini, namun itu dulu.
“Sejuk,” ucap Yuna dan Arisa, entah kenapa mereka juga menyukai udara di sekitar.
Merek juga merasakan dingin, namun dengan energi spiritual mereka hanya mendapatkan udara sejuk.
Ryuto menatap ke arah mereka, lalu menatap ke depan sambil tersenyum.
“Memiliki banyak istri, sepertinya menyenangkan,” ucap Kurht, lalu Ryuto membalas dengan ringan.
“Intinya, berbagi dengan adil. Serta, buat mereka rukun,” ucap Ryuto, dia berkata dengan sangat ringan.
Kurht tidak membalas, dia benar-benar merasa tak berdaya dengan jawaban dari Ryuto.
‘Bagaimana bisa semudah itu,'
Beberapa menit kemudian.
Mereka tiba di atas gunung Fuji, mereka kemudian melihat seseorang duduk di tempat yang luas, tempat tersebut terlihat seperti lapangan.
“Kalian sudah datang?” ucap orang tersebut, yang tak lain, ialah Zehard.
Ryuto berjalan ke depan Zehard, sementara para Istrinya di arahkan ke tempat untuk para penonton.
Yah, walaupun tempat penonton, itu hanya untuk para istri Ryuto, sementara Kurht akan membuat dan mempertahankan penghalang, agar serangan tidak kemana-mana.
Di sisi lapangan.
Zehard berdiri dan menatap ke arah Ryuto yang berada di depannya.
Ryuto juga menatap Zehard, keduanya sama-sama tersenyum, namun senyum mereka terlihat menyeringai.
Sringgg.
Penghalang terbuat, kemudian Zehard dan Ryuto mengeluarkan Aura milik mereka masing-masing.
Wushhhh.
Zehard menaikkan alisnya dan berfikir, ‘Anak ini, dia meningkat lebih besar dari kemarin.’
Zehard menyeringai, dia benar-benar semangat untuk pertempuran kali ini. Ryuto juga semangat, dia benar-benar ingin bertarung dengan orang kuat.
Kurht yang membuat penghalang, dia segera berteriak untuk memulai pertarungan mereka berdua.
“Mulai,”
Wushhhh.
__ADS_1
Boommm.
Zehard dan Ryuto saling melayangkan pukulan satu sama lain, tanah di bawah mereka seketika retak, gelombang angin menerpa ke segala arah.
Kemudian, keduanya mundur. Ryuto menggunakan ahli bela diri kunonya, melayangkan pukulan ke depan.
Bushhh.
Sebuah proyektil pukulan menuju ke arah Zehard. Sementara Zehard, dia menyeringai dan memasukkan jarinya ke tanah.
Blurrr.
Tanah pun terangkat dan mengenai poyektil serangan milik Ryuto.
Boomm.
Berbagai debu bertebaran di sekitar tabrakan serangan tersebut, Zehard dengan cepat melesat ke arah Ryuto.
Tiba di depan Ryuto, Zehard melayangkan pukulannnya yang sudah di lapisi Spiritual.
Wushhhh.
Namun, Ryuto sudah menyadari hal tersebut, menggunakan aliran kungfunya.
Dia mengarahkan tangan Zehard dan membelokkan ke samping dan serangan mendarat tepat di tanah.
Booommm.
Zehard dengan lincah, mengayunkan kakinya ke arah Ryuto. Mengetahui hal tersebut, Ryuto menggunakan ke dua tangannya untuk menahan tendangan tersebut.
Boommm.
Ryuto bergeser ke samping beberapa meter oleh tendangan tersebut, Zehard memanfaatkan hal tersebut.
Dia melesat kembali ke Ryuto, kemudian melompat dan menaikkan kakinya sampai lurus.
Wushhh.
Booommmmm.
Kedua kaki saling berbenturan, Zehard melompat mundur sambil berputar dan mendarat di tanah dengan mulus.
Sementara Ryuto, kakinya sedikit gemetar karena dia terlambat memasukkan energi spiritual ke kakinya.
“Menarik,” ucap keduanya, kemudian mereka melesat maju. Ryuto menggunakan kungfunya, dia menyerang dengan tendangan terus-menerus.
Sementara Zehard, menggunakan Taekwondo miliknya, dia menggunakan pukulan terus-menerus.
Boom Boom Boom Boom Boom Boom.
Setiap tanah yang mereka lewati, akan berakhir dengan hancur, karena keduanya memasukkan energi spiritual secara penuh.
Boooommmm.
Asap debu menutupi area di dalam penghalang tersebut, Kurht mengerutkan keningnya saat merasakan penghalang bergetar.
“Jangan bercanada, apakah mereka benar-benar ingin menghancurkan gunung Fuji,” ucap Kurht.
Sementara para istri mereka, entah kenapa tidak khawatir maupun gelisah, justru mereka merasa senang.
Mereka juga merasa bayi di dalam perut mereka ikut senang. Ini adalah keinginan yang aneh.
Yuuko dan saudari yang lainnya juga membuat penghalang mereka sendiri, penghalang mereka jauh lebih kuat dari penghalang Kurht.
__ADS_1
Sementara itu, Kurht sudah tidak tahan lagi, dia lalu berkata dengan keras, “Aku sudah tidak tahan lagi.”
Ctarrrr.
Penghalang yang dibuat Kurht pecah, Kurht segera membuat penghalang untuk dirinya sendiri.
Sementara di pertempuran, Ryuto dan Zehard sudah tidak peduli dengan keadaan.
Mereka terus saling menyerang dan bertahan. Keduanya bertarung dengan sangat penuh senang.
“Ayo tunjukkan lagi, Kurokami,” teriak Zehard kemudian memusatkan energi spiritual ke tangan kanannya secara lebih.
“Yaa, ayo tunjukkan lebih, Zehard,” teriak Ryuto, dia juga mengumpulkan energi spiritual ke tangan kanannya secara lebih.
Wushh Wushh.
Tangan keduanya berubah, Ryuto berubah warna menjadi ungu kehitaman, serta terlihat seperti api yang berkobar.
Zehard, tangannya berubah menjadi merah, serta tangannya juga berubah menjadi api yang berkobar.
Keduanya melesat maju dan saling mengayunkan tangan mereka, kedua tangan berbenturan.
Boooommmmmm.
Seketika ledakan besar terjadi, gelombang kejut yang besar mulai terlihat seperti gempa. Warga sekitar terkejut dengan hal tersebut.
Pemukiman.
“Apakah gunung Fuji akan meletus?” ucap penduduk A, mereka melihat ke arah gunung Fuji.
Pandangan mereka menjadi horor, saat melihat gunung Fuji kehilangan ujungnya dan terlihat datar.
“Astaga, apa yang terjadi dengan gunung tersebut,” ucap penduduk B, dia benar-benar takut.
Sisi gunung Fuji.
Debu bertebaran di mana-mana, pohon di area sekitar pertarungan, menghilang tanpa sisa.
Para istri Ryuto menatap hal tersebut dengan senang, berbeda dengan Kurht, dia hanya tersenyum tak berdaya dan pasrah.
‘Bagaimana nanti cara menjelaskan?’
Debu perlahan-lahan menghilang, lalu terlihat dua sosok yang masih berdiri, saat debu sepenuhnya menghilang.
Terlihat Zehard dan Ryuto berdiri tanpa luka apapun. Mereka berdua saling menyeringai, kemudian Zehard berkata.
“Sepertinya pemanasan sudah cukup,” ucap Zehard, kemudian dia melapisi seluruh tubuhnya dengan energi spiritual.
“Ya, kau benar,” ucap Ryuto, dia juga melapisi tubuhnya dengan energi spiritual.
Kurht yang melihat itu, dia benar-benar menjadi serius, dengan cepat dia memperkuat penghalang miliknya.
Ryuto seketika berubah dia memakai pakaian serba hitam dengan jubah hitam, sorot matanya menjadi dingin, rambut hitam panjang, menambah kesan seperti Raja Iblis.
Sementara Zehard, dia berubah memakai sebuah pakaian berwarna merah dengan kobaran api di punggungnya.
Rambut miliknya yang berwarna emas, sekarang berkobar-kobar terlihat Api. Tubuhnya menjadi lebih berotot dari sebelumnya.
“Sekarang waktunya kita serius, Kurokami / Zehard,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.