Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 44


__ADS_3

[Chapter 44.]


[Harmonis.]


[Silahkan Dibaca.]


Andy dan para Wanita dan Perempuannya, mulai berbincang-bincang, sampai waktu menunjukkan pukul 22.00. Lalu, Amy berkata.


“Baiklah, waktunya kalian tidur. Oh, Sayoko dan Sasha biar ku antar saja.” Ucap Amy, kemudian berjalan ke arah Sayoko dan Sasha.


“Baiklah, kalian berdua ikut denganku.” Ucap Amy, keduanya mengangguk. Lalu pergi menuju ke atas. Lalu, Lilia memandang ke arah Putranya, Andy.


“Kau, pulang membawa Perempuan lagi. Seberapa banyak nanti Perempuan yang akan kau nikahi?.” Ucap Lilia, sambil tersenyum. Sedangkan, Andy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu berkata.


“Mungkin, nanti banyak. Aku tidak masalah sih berapa banyak, terpenting mereka senang, dan aku pasti akan membahagiakan semuanya.” Ucap Andy. Sambil tersenyum, Lilia menghela nafas.


Lalu, Lilia berdiri dan berjalan menuju ke Andy. Kemudian, duduk di pangkuan Andy. Sambil membelai pipinya.


“Kau, memang pintar dalam berbicara. Lebih baik, buktikan nantinya.” Ucap Lilia, kemudian menatap Putranya dengan tersenyum.


Yui dan Yuka, hanya diam. Lalu, Andy menarik Ibunya menuju pelukannya. Lilia terkejut, namun tetap membiarkannya. Kemudian, Andy mengisyaratkan Yui dan Yuka duduk di sebelahnya.


Yui dan Yuka, menurut. Lalu mereka berjalan ke arah Andy, sebelum mereka duduk, Andy sudah menarik keduanya ke dalam pelukannya. Sekarang, Andy terlihat memeluk ketiganya.


“Aku akan buktikan, ucapanku tersebut. Aku janji, akan membuat kalian tersenyum selalu.” Ucap Andy, kemudian mencium kening mereka masing-masing.


Amy, Sayoko, dan Sasha yang turun, mereka berhenti di tangga melihat kemesraan mereka, lalu berikutnya, Amy dengan cepat turun dan memeluk Leher Andy.


“Jangan meninggalkan aku.” Ucap Amy, sedangkan ketiganya terkekeh melihat tingkah Amy. Sedangkan Sayoko dan Sasha, merasakan keharmonisan di Rumah tersebut.


Mereka akhirnya, melepaskan pelukannya. Kemudian, Yui dan Yuka kembali ke atas, sedangkan Sayoko dan Sasha yang berada di tangga sudah turun, karena ditarik oleh Amy.


“Kalian, berdua. Jangan terkejut dengan hal yang terjadi di rumah ini, oke. Andy, kamu ke kamar saja. Biar mereka kuberitahu.” Ucap Amy, sedangkan Andy mengangguk.


Namun, saat Andy ingin berdiri, dia terhalang Ibunya yang masih duduk di pangkuannya. Kemudian, Andy berkata.


“Bu, turun aku ingin pergi ke kamar.” Ucap Andy, namun Ibunya malah membenamkan kepalanya lebih jauh.


“Tidak, aku akan tidur bersama Andy.” Ucap Lilia, sedangkan Andy bingung dengan sifat Ibunya, yang seperti kekanak-kanakan.


Andy pun mengangkat Ibunya berjalan menuju ke kamarnya. Sedangkan, Sayoko dan Sasha terkejut, dengan tingkah Ibunya. Amy, memaklumi keterkejutan mereka.


“Yah, mereka memang begitu. Ibunya tidak bisa pisah sama Putranya. Lalu, aku akan cerita singkat tentang kami.” Ucap Amy, kemudian menceritakan tentang penghuni Rumah ini.


Di sisi Andy, dia sudah sampai di kamarnya. Lalu, berbaring sambil dipeluk oleh Ibunya. Namun, Ibunya tidak ingin tidur.


“Nah, Andy bagaimana kalau kita bermain beberapa putaran?.” Ucap Lilia, sedangkan Andy tanpa fikir panjang, hanya mengangguk.


Kemudian, mereka melakukan permainan selama 4 Jam. Tidak ada, yang tahu mereka sedang bermain, karena kamar kedap suara, namun tetap akan terdengar oleh kamar sebelahnya.


Sayoko dan Sasha, terkejut saat mendengar cerita dari Amy. Ternyata, apa yang tidak menbuat Andy terkejut saat mendengar bahwa Sayoko pernah melakukan itu, karena Ibu dan Tantenya juga pernah melakukan hal tersebut, apalagi sudah ke publik.


‘Jadi, begitu. Andy benar-benar tidak memandang semua Perempuan yang sudah melakukan itu, dengan menjijikkan.’ Batin Sayoko, saat berbaring di kamarnya.


“Serta, hidupnya sangat keras.” Ucap Sayoko, kemudian menghembuskan nafas dan menutup matanya, lalu Sayoko tertidur.


Sasha, juga berfikir sama dengan Sayoko, jadi dia sedikit merasa bersalah. Karena selalu menuduh, Andy yang tidak-tidak. Sasha, kemudian berdiri dan keluar dari kamar.


Sasha kemudian, pergi menuju ke Kamar Andy. Lalu, ingin mengetuk pintunya. Namun, tidak jadi, karena mendengar sebuah suara di dalam, beruntung pintu tidak dikunci. Sasha pun membuka sedikit dan melihatnya, dia seketika melebarkan matanya.


Terlihat, Andy bermain dengan Amy, lalu juga terlihat Ibunya yang tidur di samping mereka dengan ekspresi puas. Sasha terkejut dengan pemandangan tersebut, lalu Sasha merasakan bagian bawahnya geli.


“Kenapa denganku, aku harus kembali ke kamar.” Ucap Sasha, kemudian kembali menuju ke kamarnya. Lalu, mengunci pintunya. Sasha pun bermain dengan tangannya.


Keesokan harinya, Andy terbangun dan meliha ke kanan dan kiri, bahwa Ibu dan Tantenya sudah menghilang dari tempatnya. Andy pun menoleh ke arah Jam, ternyata jam menunjukkan pukul 05.00.


“Baiklah, waktunya Olahraga.” Ucap Andy, kemudian keluar dari kamar. Namun, saat Andy keluar, dia mendapati Sayoko yang memakai pakaian Olahraga.


“Selamat Pagi, Sayoko.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko menatap ke arah Andy, dan mengangguk, lalu membalas.

__ADS_1


“Selamat Pagi juga, Andy.” Ucap Sayoko. Sedangkan Andy, mengangguk lalu pergi ke bawah. Sayoko juga pergi ke bawah, kemudian keluar rumah.


Sayoko, mulai melakukan pemanasan, sedangkan Andy dia mulai melakukan Push Up dan Sit Up. Selesai pemanasan, Sayoko menatap ke arah Andy.


“Bagaimana, kalau kita lari pagi bersama?.” Tawar Sayoko, sedangkan Andy yang baru selesai melakukan Sit Up dan Push up. Dia berdiri dan menghadap ke arah Sayoko.


“Sebentar, aku harus memberikan makanan ke Hewan Peliharaan.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko sedikit terkejut, mendengar bahwa Andy memiliki hewan peliharaan.


Andy pun berjalan menuju ke tempat para Hewan Peliharaannya, Sayoko pun juga ikut dengan Andy. Sesampai di Rumah Hewan Peliharaan Andy, Sayoko terkejut dengan Hewan-hewan milik Andy.


“Ini, sungguh lucunya. Apalagi, bersih dan terawat.” Ucap Sayoko merasa gemas dengan para Kucing Andy. Lalu, Andy memberikan Sayoko makanan Kucing untuk diberikan kepada Kucing.


“Cobalah memberikan makanan ke mereka.” Ucap Andy, sambil menyerahkan makanan kucing, Sayoko mengangguk. Kemudian, memberikan satu per satu makan.


Andy, juga memberi makan ke Anjingnya, yang tak lain Jordan, kemudian mengelus kepala Jordan sambil berkata.


“Akan kucarikan pasangan untuk mu sesegera mungkin, Jordan.” Ucap Andy, kemudian Jordan mengangguk dengan semangat.


“Terimakasih, Tuan.” Ucap Jordan, namun Sayoko tidak bisa memahami bahasa Anjing. Andy tersenyum, sambil mengelus-ngelus kepala Jordan.


Sayoko, juga melihat Interaksi Andy dengan Jordan. Dia merasa, bahwa Andy bisa melakukan apapun.


Andy, melihat bahwa Sayoko sudah selesai. Andy meminta makanan Kucing, kemudian menaruhnya ketempat aslinya.


“Baiklah, kita mulai lari paginya.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko tersenyum senang dan mengangguk. Mereka berdua berlari memutari Komplek Andy tersebut.


Beberapa menit kemudian, keduanya telah selesai melakukan lari paginya. Lalu, mereka berdua duduk di halaman Rumah.


Mereka berdua mengatur nafas, agar segera stabil. Lalu, Andy menerima sebuah Notifikasi System.


[Selamat, Tuan mendapatkan Uang 8.641.200 Yen.]


[Selamat, Tuan mendapatkan 10 Point Peningkatan.]


Andy, tersenyum senang mendengar suara Notifikasi System tersebut. Kemudian dia melihat ke arah Sayoko, dan bertanya.


“Bagaimana, apakah sudah tenang. Kalau sudah kita ke dalam.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko menghembuskan nafas panjang, dan mengangguk.


“Oh, kalian sudah bangun. Yui, Yuka, dan Sasha. Serta, kenapa denganmu Sasha, matamu kenapa menjadi seperti Panda?.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko melihat ke arah Sasha dengan khawatir.


“Kau tidka apa-apa, Sasha. Jika tidak enak badan, lebih baik jangan pergi ke sekolah.” Ucap Sayoko, sedangkan Sasha mengangguk.


“Aku kurang tidur saja, paling tidur sebentar di Uks sudah sembuh nanti.” Ucap Sasha, Sayoko pun menghela nafas lega. Lalu, Andy pun pergi ke atas, diikuti dengan Sayoko.


“Mau mandi, bersama?.” Ucap Andy, seketika wajah Sayoko memerah dan menjawab dengan malu.


“Tunggu, aku tidak siap melakukan itu di kamar mandi.” Ucap Sayoko, berfantasi bermain di kamar mandi, sedangkan Andy menatap ke arah Sayoko dengan aneh.


“Hmm, kita mandi bersama, bukan bermain di kamar mandi.” Ucap Andy, masuk ke dalam kamarnya dan mengambil seragamnya. Sayoko juga, mengambil seragamnya.


“Jadi, bagaimana mau tidak. Kau kan Ketua Osis, jadi tidak boleh telat, kita mandi bersama saja, biar tidak telat nantinya.” Ucap Andy, sedangkan Sayoko dari memerah, sekarang sudah terlihat asap mulai keluar dari kepalanya, namun tetap mengangguk.


Andy, pun menarik Sayoko menuju ke kamar mandi. Mereka pun mandi bersama, tanpa bermain, namun tangan Andy selalu saja memegang dua buah Melon Sayoko terus.


Selesai Mandi, mereka keluar dan sudah memakai Seragam. Lalu, kembali ke kamar dan mengambil Ransel masing-masing. Kemudian mereka turun ke bawah untuk makan.


Semuanya melihat, ke arah Andy dan Sayoko yang sudah turun, lalu kemudian menatap ke arah meja yang sudah ada makanannya.


“Baiklah, segera duduk Sayoko, Andy.” Ucap Amy, yang sudah duduk di bangkunya, begitupun Lilia. Andy dan Sayoko pun duduk dan akan memulai makan.


“Ittadakimasu.” Ucap mereka, kemudian mengambil makanan dan mulai makan makanan tersebut. Saat makan, mereka tidak berbicara, etika budaya tetap terpakai.


Selesai, makan. Seperti biasa, Andy akan menumpuk menjadi satu, lalu membawanya ke dapur. Lalu, kembali mengambil Ranselnya yang berada di Bangkunya.


“Baiklah, kita berangkat dulu.” Ucap Andy, kemudian mereka keluar dari Rumah , sedangkan Amy dan Lilia menjawab.


“Hati-hati di Jalan, serta Jaga mereka, Andy.” Ucap keduanya, lalu melanjutkan membersihkan Piring, Gelas, dan Rumah.


Di sisi Andy, sekarang terlihat dia berjalan dengan santai menuju ke Sekolah, ditemani dengan keempat Perempuan.

__ADS_1


Mereka berjalan, sambil menikmati awal Ramainya Tokyo di pagi hari. Lalu, di jalan Mereka bertemu dengan Raul dan Sera.


“Wow, Andy kau terlihat Raja Harem, Hahahaha.” Ucap Raul, sedangkan Sera segera menuju ke para perempuan, mereka selalu melakukan pembicaraan para Perempuan.


“Terimakasih, Pujiannya.” Ucap Andy, sambil tersenyum. Sedangkan Raul, terus bercanda dengan Andy. Keduanya terlihat sangat akrab, bagaikan Saudara.


Sesampai di Sekolah, Sayoko dan Sasha ijin pergi terlebih dahulu. Andy, mengangguk menyetujui mereka. Andy, Yui, dan Yuka berjalan menuju ke kelasnya.


Mereka masuk ke kelas, dan segera duduk di bangkunya. Lalu, mereka menunggu jam pelajaran dimulai. Tak lama Bel masuk berbunyi, lalu Guru pun masuk ke kelas.


Beberapa jam kemudian, Bel istirahat pun berbunyi. Andy, kemudian dihampiri oleh Yui dan Yuka. Lalu, Yui berkata.


“Andy, ayo ke kantin.” Ucap Yui, sedangkan Andy mengangguk, kemudian mereka bertiga keluar dari kelas. Di jalan menuju ke Kantin, mereka juga bertemu dengan Raul, Sera, dan Arisa.


Mereka, menyapa lalu pergi menuju ke Kantin. Sayoko dan Sasha yang berada di belakang mereka pun, juga mengikuti mereka ke Kantin.


“Disana ada tempat kosong.” Ucap Raul, kemudian mereka berjalan menuju ke tempat kosong, kemudian mereka semua duduk.


“Kalian pesan, apa?.” Ucap Raul, kemudian Andy memberikan Uang, dan berkata.


“Aku seperti biasa.” Ucap Andy, semuanya juga berkata sama dengan Andy. Sedangkan, Raul mengangguk. Kemudian, pergi memesan.


“Jadi, Andy apakah kamu sudah siap, untuk Musik nanti?.” Ucap Sayoko, yang duduk di sebelah Sasha dan Yui.


“Sudah, jadi santai saja.” Ucap Andy, sedangkan yang lainnya sedikit terkejut bahwa Andy akan mengikuti kompetisi Musik.


“Eh, Andy kau mengikuti Kompetisi Musik?.” Ucap Arisa, sedangkan Andy mengangguk sambil tersenyum.


“Ya, itu benar.” Ucap Andy, kemudian mereka mengangguk. Lalu, Yui pun bertanya ke Andy.


“Selepas Sekolah, kau akan pergi kemana Andy?.” Ucap Yui, seketika semuanya memandang ke arah Andy.


“Aku akan ke Restoran sebentar, kemudian pulang. Lalu, mengembalikan Mobil Kak Nanami.” Ucap Andy, lalu seketika Andy merasakan tatapan tajam dari Yui, Yuka, Sayoko, dan Sasha.


“Siapa, Kak Nanami itu?.” Ucap Yuka, dengan nada dinginnya. Andy, hanya tersenyum dan menjawab dengan jujur.


“Ibu dari Ren, bocah yang dulu kuselamatkan dari penjahat dulu.” Ucap Andy, kemudian Yui dan Yuka ingat, sedangkan Sayoko dan Sasha bingung. Yui, yang melihat Sayoko dan Sasha bingung, berkata.


“Itu, dulu Andy pernah bertarung dengan para Penjahat. Entah apa Motif penjahat itu, kemungkinan besar Uang, karena Ibu dari anak tersebut, kemungkinan orang kaya, jadi penjahat tersebut memanfaatkan kelemahan Ibu tersebut, yaitu Anaknya.” Ucap Yui.


“Tapi, penculikan itu digagalkan oleh Andy. Setelah itu, Andy dirawat di rumah sakit, kata Dokter hanya kelelahan saja.” Ucap Yui.


“Lalu, Nanami itu adalah teman Ibu kita, sekaligus Ibu dari Anak yang diselamatkan oleh Andy. Anak tersebut bernama Ren.” Ucap Yuka menambahi.


“Oh, begitu. Lalu, Andy memiliki hubungan apa dengan Ibu Ren, atau bisa disebut Kak Nanami?.” Ucap Sera, membumbui para Perempuan Andy.


Seketika, mereka semua ingat. Lalu, menatap ke arah Andy dengan tajam. Namun, sebelum mereka bertanya. Pesanan mereka sudah datang.


“Pesanan data- Eh, kenapa suasananya menjadi sedikit berat.” Ucap Raul, membawa pesanan. Lalu, terlihat Sera yang menahan tawanya, sedangkan Andy berkeringat dingin, lalu Perempuan Andy, menatap Andy dengan tajam.


“Wah wah, aku kelewatan Drama nih.” Ucap Raul, meletakkan makanan masing-masing. Lalu, mereka kemudian makan makanan yang sudah dihidangkan di depan mereka.


Para Perempuan Andy, seketika menjadi lupa tentang Andy dan Nanami. Mereka menikmati makanan sambil berbincang-bincang.


‘Hmm, Raul kau menyelamatkanku.’ Batin Andy, sambil makan. Kemudian, setelah makan. Bel masuk berbunyi, mereka berpisah kembali.


Andy, Yui, dan Yuka berjalan menuju ke kelasnya. Raul juga kembali. Sera dan Arisa juga kembali. Sayoko dan Sasha pergi menuju ke Ruang OSIS terlebih dahulu.


“Nah, Andy. Kapan kita akan kencan?.” Ucap Yui, saat dalam perjalanan menuju ke kelas. Sedangkan, Andy menjawab dengan santai.


“Minggu nanti, kita akan ke pantai.” Ucap Andy, lalu seketika mata mereka bercahaya. Lalu, segera merangkul tangan Andy.


“Benarkah?.” Ucap Yui dan Yuka, sedangkan Andy mengangguk. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke kelas dengan senang.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan, Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2