Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 126


__ADS_3

[Chapter 126.]


[Asami]


[Silahkan Dibaca.]


Taman.


Ryuto terkejut dan tersenyum tak berdaya dengan misi yang dia dapatkan. Kemudian, dia menatap ke arah Ibu Youka.


“Mama, aku bertemu dengan Papa,” ucap Youka, membuat Ibunya sedikit mengerutkan keningnya, kemudian melihat ke arah Ryuto.


Keduanya saling memandang, Ibu Youka linglung sebentar, kemudian dia tersadar dan memerah malu.


Ibu Youka berjalan ke arah Ryuto, Aoi, dan Nanami. Sampai di depan ketiganya, dia menundukkan kepalanya dan berkata.


“Maaf, atas tingkah laku putriku, serta terimakasih telah menjaganya,” ucap Ibu Youka tulus. Ryuto, Aoi, dan Nanami tersenyum melihat hal tersebut.


“Tidak masalah, serta perkenalkan namaku Aoi Kurokami,” ucap Aoi, membuat Ibu Youka menatap ke arah Aoi. Kemudian, Nanami berkata.


“Serta, Perkenalkan namaku Nanami Kurokami, kami adalah Istri laki-laki ini,” ucap Nanami, membuat Ibu Youka menatap ke Nanami, kemudian menatap ke Ryuto.


“Yah, namaku adalah Ryuto Kurokami, aku Suami mereka berdua,” ucap Ryuto sambil tersenyum. Ibu Youka linglung dan terpesona dengan senyuman tersebut.


“Mama,” ucap Youka, membuat Ibunya sadar. Ibu Youka memerah malu kembali, kemudian menenangkan dirinya dan berkata.


“Namaku adalah Asami, Ibu Youka. Salam kenal dengan kalian,” ucap Asami, kemudian Aoi berkata.


“Asami-san, apakah anda tahu dimana penginapan di sekitar sini?” ucap Aoi, saat melihat hari sudah sore. Ryuto dan Nanami mengangguk, karena mereka perlu menaruh barang mereka.


“Bagaimana kalau di penginapan milikku?” ucap Asami, menawarkan penginapan miliknya. Kemudian, Ryuto maju dan berkata.


“Apa tidak merepotkanmu, Nyonya?” ucap Ryuto sambil tersenyum, sementara Aoi dan Nanami tersenyum dan berfikir, ‘Ryuto mulai bergerak.’


“Tidak merepotkan kok, serta panggil aku Asami saja,” ucap Asami, dia benar-benar terpesona dengan senyuman Ryuto.


‘Tenang, Asami. Kamu harus mengendalikan dirimu,' batin Asami, dia benar-benar menahan diri agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


“Baiklah, kalau begitu silahkan tunjukkan jalan, Asami-san,” ucap Ryuto, kemudian Asami tersenyum dan mengangguk.


Mereka berlima berjalan menuju ke penginapan milik Asami. Youka yang berada dalam gendongan Asami, dia tertidur sambil tersenyum.


Namun, di sudut lain terdapat sepasang mata yang menatap mereka berlima pergi, kemudian berkata.


“Tunggu saja, Asami. Akan kubuat kau benar-benar merasakan sakit karena telah menipuku,” ucap sosok tersebut, lalu menghilang.

__ADS_1


Di sisi Ryuto dan lainnya.


[Sayang, ada yang mengawasi kalian tadi]


‘Oh, jangan khawatir Iris. Aku juga mengetahuinya,'


[Jika, dia berani menyakiti calon saudari Iris dan Saudari Iris, orang itu akan kumusnahkan dan kubuat tidak bisa bereinkernasi lagi]


‘Tenangkan dirimu, Iris. Aku bisa menjaganya,' batin Ryuto, dia menenangkan Iris yang terlihat akan marah.


Beberapa menit kemudian, mereka berlima tiba di sebuah bangunan yang bergaya Jepang, dengan lantai bertatami.


“Mari masuk,” ucap Asami, kemudian mereka masuk ke dalam rumah tersebut.


Resepsionis yang melihat Asami datang bersama dengan beberapa orang, dia dengan cepat melayaninya.


“Pemilik, apakah ada yang bisa kubantu?” ucap resepsionis tersebut. Asami tersenyum, kemudian menjawab.


“Ini tolong daftarkan mereka di tempat VIP, mereka adalah tamuku,” ucap Asami, segera resepsionis dengan cepat mengurus hal tersebut.


“Kalau begitu, kami pergi dulu, mari Ryuto-san, Aoi-san, Nanami-san,” ucap Asami, kemudian mereka berlima pergi menuju ke tempat istirahat.


Tak lama kemudian, mereka telah tiba di ruang istirahat. Asami membawa Youka tidur di kamarnya terlebih dahulu.


“Nah Ryuto, apakah kamu mengincar Asami-san?” ucap Aoi, blak-blakan. Sementara Nanami tersenyum dan menatap Ryuto, menunggu jawaban darinya.


Aoi dan Nanami tersenyum, dan berfikir ‘Ryuto adalah Ryuto, dia lebih mempedulikan perasaan wanita dulu, daripada miliknya,'


Hal itulah, membuat semua istri Ryuto benar-benar mencintainya, apa yang mereka inginkan akan dia turuti, selagi dia bisa.


Asami yang sudah menidurkan Youka, tiba di tempat beristirahat tersebut. Lalu dia tersenyum dan berkata.


“Maaf membuat kalian menunggu,” ucap Asami, sementara Ryuto, Aoi, dan Nanami menatap ke arah Asami sambil berkata.


“Tidak apa-apa, Asami-san,” ucap mereka bersama. Lalu, Ryuto tersenyum dan berkata dengan ringan.


“Duduklah, Asami-san. Kita ke ruang nanti saja,” ucap Ryuto, kemudian menatap ke arah pemandangan gunung di depannya.


Asami tersenyum, lalu dia duduk di tempat tersebut. Nanami dan Aoi mendekat, lalu mereka saling berbicara satu sama lain.


Sementara itu, Ryuto berbaring dan menatap ke arah luar.


‘Sungguh nikmat, benar-benar merilekskan tubuh,' batin Ryuto, karena merasa nyaman. Tanpa sadar dia tertidur di tempat.


Ketiga wanita yang sebelumnya, berbicara dengan akrab. Mereka melihat bahwa Ryuto tertidur di tempat.

__ADS_1


“Ara, dia tertidur,” ucap Aoi, melihat Ryuto tertidur. Kemudian, dia berbalik menatap ke Asami.


“Apakah ruangan ini, biasa ditempati seseorang?” ucap Aoi, sementara Asami menggelengkan kepalanya dan berkata.


“Ini adalah tempat pribadi milikku, jadi tidak ada yang bisa masuk kesini, kecuali aku sendiri,” ucap Asami.


Aoi mengangguk, lalu dia berjalan mendekat ke arah Ryuto. Lalu, dia tidur di samping Ryuto sambil memeluknya.


Asami terkejut, serta di dalam hatinya sedikit sedih, melihat adegan tidur tersebut. Nanami melihat ke arah Asami, dan dia paham bahwa Asami sedih, dia berkata.


“Asami-san, bisakah kamu ceritakan tentang Suamimu?” ucap Nanami, membuat Asami tersadar dan menatap ke arah Nanami begitu rumit.


“Kenapa?” ucap Asami, dia benar-benar tidak ingin membahas laki-laki tersebut, Nanami tersenyum dan berkata.


“Karena, dimatamu terlihat kamu kesepian dan terlihat kamu sedih dengan Suamimu,” ucap Nanami, entah bagaimana intuisi wanita lebih dalam dan lebih paham dari yang lainnya.


“Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan kesedihan ku,” ucap Asami, lalu mengeluarkan air mata miliknya.


Nanami mendekat ke arah Asami dan memeluknya. Dia menenangkan Asami, sambil berkata.


“Keluarkan saja semuanya, aku dulu juga sepertimu,” ucap Nanami, kemudian Asami menangis dalam pelukan Nanami.


Beberapa menit kemudian, Asami sudah tenang dan Nanami melepaskan pelukannya, dia benar-benar tidak tega melihat seorang Wanita, seperti dirinya. Dilukai oleh seorang laki-laki tidak bertanggung jawab.


“Aku akan ceritakan tentang suamiku,” ucap Asami, namun dia tidak memberitahu bahwa dia sebenarnya roh.


Beberapa menit kemudian, Asami selesai menceritakan tentang suaminya, namun Nanami bisa merasakan bahwa Asami masih menyembunyikan sesuatu, namun dia tidak bertanya, nanti pasti akan tahu sendiri.


“Oh, jadi kamu ditinggalkan oleh laki-laki seperti itu?” ucap Ryuto, yang sudah membuka matanya, namun tetap berbaring.


Nanami dan Asami sedikit terkejut, lalu mereka menoleh ke arah Ryuto yang berbaring di tempat peristirahatan tersebut.


“Kamu sudah bangun, sayang?” ucap Nanami, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Ryuto sudah bangun.


“Ya, serta Nanami ayo kita mandi bersama,” ucap Ryuto, lalu membangunkan Aoi yang tertidur di sampingnya.


Aoi bangun, Ryuto mengajaknya mandi bersama, Aoi mengangguk setuju. Kemudian, Ryuto menatap ke arah Asami.


“Apakah kamu juga ingin ikut?”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thanks you Minna-san.


__ADS_2