
[Chapter 81.]
[Olahraga.]
[Silahkan Dibaca.]
“Kalian sudah menikah?.” Ucap Raul dan Sera dengan berteriak, beruntung di jalan masih sangat sepi, karena pagi.
Sera langsung mendatangi para perempuan Andy, lalu dia melihat cincin yang indah di jari mereka. Sera benar-benar terpana dengan cincin tersebut.
“Apakah ini cincin pernikahan kalian, serta kenapa kalian tidak mengundang kami berdua?.” Ucap Sera, sementara Andy berkata.
“Itu, hanya pernikahan tertulis saja. Belum perayaan, nanti saat perayaan baru aku mengundang seluruhnya.” Ucap Andy, sambil berjalan ke arah Sekolah.
“Oh, tapi apakah boleh begitu, maksudku kalian kan sudah menikah, apakah pihak sekolah tidak melarang?.” Ucap Sera, sambil memegang dagunya.
“Di jepang pernikahan dini atau pertunangan terlebih dahulu, sering terjadi. Boleh sekolah tapi tidak akan diizinkan jika perempuan hamil.” Ucap Sayoko.
“Kamu tahukan, Jepang itu negara maju tetapi angka kelahiran bayi menurun. Maka dari itu, Pemerintah mengadakan sistem begitu. Pernikahan diizinkan, tapi untuk hamil selepas tamat sekolah, atau keluar dari sekolah.” Lanjut Sayoko.
“Apakah itu perlu persetujuan orang tua juga?.” Ucap Sera, sementara Sayoko tersenyum dan menjawab.
“Ya dan tidak. Aku menikah, ya menikah. Kan kamu tahu sendiri, orang tuaku dan aku kurang baik dalam hubungan, tapi Sasha bilang Ibu tidak masalah.” Ucap Sayoko, sementara Sera mengangguk.
“Terimakasih informasinya, lalu....” Ucap Sera, mereka mulai melakukan pembahasan para perempuan. (Author sendiri tidak tahu pembahasan perempuan bagaimana.)
Tak lama kemudian, mereka tiba di Sekolahan. Sayoko dan Sasha pergi masuk dulu. Andy, Yui, Yuka, Angel, dan Silvia. Mereka berjalan menuju kelas mereka.
Raul dan Sera berpisah dengan Andy, menuju ke kelas mereka masing-masing. Keenam orang tersebut terus berjalan ke arah kelasnya.
Saat masuk, banyak pasang mata memandang Andy dengan kagum. Di jepang, menikah dini itu hal biasa, tapi hanya beberapa orang yang berani.
Mereka semua sudah mendengar tentang pernikahan Andy. Mereka tidak akan membully tentang hal tersebut, karena mereka semua paham pemerintah sudah mengeluarkan hal seperti itu. Namun, tinggal keberanian orang tersebut.
Bel masuk berbunyi, semua siswa di kelas masuk ke dalam kelas. Lalu, wali kelas dari kelas 2-B masuk. Aria saat masuk pandangan pertama menatap Andy dengan tajam.
‘Bagaimana bisa, aku kalah dengan bocah ini. Huff kapan ada yang melamar diriku?.’ Batin Aria, dia benar-benar marah dengan Andy tanpa sebab, tapi di sisi lain dia juga ingin merasakan namanya pernikahan, dia sudah banyak bertemu Laki-laki hidung belang.
“Baiklah, pelajaran kita mulai. Serta, Andy selamat atas pernikahanmu.” Ucap Aria, walaupun nada bicaranya tinggi, Andy tahu gurunya bersedih.
__ADS_1
“Terimakasih, sensei. Mungkin tidak lama lagi, sensei juga akan menikah.” Ucap Andy, sedangkan Aria hanya mengangguk namun dalam hatinya ada sedikit harapan.
Yui, Yuka, Angel, dan Silvia menghela nafas. Mereka berempat tahu, bahwa Andy mengincar guru tersebut.
Beberapa jam kemudian, guru Olahraga masuk ke dalam kelas memasang wajah tersenyumnya. Aria hanya mengangguk.
“Baiklah, kalian semua waktunya sudah habis. Sekarang, kalian jam olahraga.” Ucap Aria, lalu keluar dari kelas. Sementara Andy, dia melihat Aria keluar dan sedikit ada pembicaraan di luar.
“Ayolah Aria-sensei, nanti malam kita makan malam bersama.” Ucap guru olahraga tersebut, Andy mendengar ucapan tersebut dan hanya tersenyum misterius.
Aria terus menolak dan langsung pergi menuju ke kantornya. Sementara, Guru olahraga tersebut muram. Dia benar-benar ditolak mentah-mentah, beruntung tidak ada siswa yang mendengarkan pembicaraan mereka.
Namun, Andy mendengar semuanya. Lalu, melihat guru olahraga tersebut masuk ke dalam kelas. Dia memandang ke seluruhan kelas, serta menemukan Yui, Yuka, Angel, dan Silvia.
Guru olahraga tersebut menyeringai mesum, namun tidak terlihat. Sementara, Andy sudah menahan untuk tidak membunuh guru tersebut.
‘Kau macam-macam dengan istriku. Aku akan membunuhmu.’ Batin Andy, dia menatap dengan tajam dan mengeluarkan aura membunuh ke arah guru tersebut.
‘Aura apa ini, mengerikan. Siswa itu mengapa mengarahkan aura tersebut ke arahku?.’ Batin guru tersebut, lalu melihat ada cincin di jarinya, begitu juga di keempat perempuan yang dia pandang.
‘’Sial, jadi karena itu. Awas saja kau, bocah. Pulang akan menjadi kematianmu.’ Batin guru olahraga tersebut, lalu berkata.
“Apakah dia guru baru?. Aku belum pernah melihatnya?.” Ucap siswa perempuan, lalu terjadilah bisikan-bisikan tentang guru tersebut. Lalu, mereka semua keluar dan menuju ke kamar ganti.
Sesampai di kamar ganti laki-laki, Andy dan siswa 2-B masuk. Banyak Laki-laki tidak ingin memakai baju dan menampilkan perut mereka. Sudah sewajarnya, jika mereka hanya memakai celana saja.
Banyak laki-laki kagum dengan tubuh Andy. Banyak dari mereka meminta tips agar memiliki tubuh yang bagus, seperti milik Andy.
Beberapa saat kemudian, seluruh siswa laki-laki 2-B masuk ke area kolam renang sekolah. Di saat para lelaki masuk, banyak para perempuan terpana dan memerah melihat tubuh Andy yang begitu sempurna.
Otot terlihat kekar di tangan dan berbagai tempat, tubuh yang berbentuk kotak 6 / sixpack. Tubuh yang tetap ramping dan tidak besar.
“Kyaaa, Andyyy.” Teriak para perempuan di kelas Andy, kecuali Yui, Yuka, Angel, dan Silvia. Mereka berempat sudah tahu berkali-kali tubuh Andy.
Guru olahraga benar-benar membenci Andy sampai akar-akarnya, lalu terlintas ide untuk mempermalukan Andy.
“Andy, bagaimana kalau kita latih tanding berenang. Karena, guru ingin mempraktekkan renang sebelum memberikan teori.” Ucap guru olahraga tersebut.
Andy tahu bahwa guru olahraga ingin mempermalukan dirinya, Andy hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian berkata.
__ADS_1
“Baik, Sensei.” Ucap Andy, lalu memulai pemanasan terlebih dahulu. Sementara, guru olahraga tersebut tersenyum menyeringai dan memulai pemanasan juga.
Banyak siswa yang terpana, bahwa guru olahraga menantang Andy. Mereka ingin melihat pertandingan tersebut.
“Siapakah yang menang?.” Ucap siswa A.
“Mungkin, guru olahraga. Dia atlet yang menjuarai turnamen tingkat nasional.” Ucap siswa B.
“Tapi, kemungkinan pemenangnya adalah Andy. Dia selalu misterius, serta bisa melakukan apapun.” Ucap siswa C.
“Kau benar sekali, apakah dia seperti anak orang yang hebat dalam hal bidang seluruhnya?.” Ucap siswa B.
Banyak bisikan-bisikan tentang pertandingan keduanya. Yui, Yuka, Angel, dan Silvia tahu bahwa Andy marah.
“Apakah guru olahraga itu, yang memandang kita dengan mesum?.” Ucap Yui, dengan nada mengejeknya. Sementara Yuka mengangguk.
“Sepertinya benar, Yui. Guru ini membuat Andy marah.” Ucap Yuka sedangkan Angel berkata.
“Jika guru olahraga tersebut masih ingin hidup, dia harus berhenti mengusik kita nantinya.” Ucap Angel, sementara Silvia paham, karena dia diberitahu seluruh Istri Andy dengan sifat Andy, entah itu baik atau buruk, sampai apa yang membuatnya marah.
Andy dan guru olahraga sudah dalam posisi akan berenang, satu siswa menjadi wasit dari pertandingan tersebut.
‘Sarah, beli keterampilan Olahraga renang (rendah.)'
[Selamat, Tuan membeli Keterampilan Olahraga renang (rendah.)]
[Misi terpicu.]
[Kalahkan guru olahraga (bunuh saja nanti.)]
[Hadiah : Uang 1.000.000 Yen + Mobil(acak.)]
[Hukuman : Sarah dan seluruh istri Andy akan membenci Andy.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.