
[Chapter 196.]
[Orang bodoh.]
[Silahkan Dibaca.]
Istana Presiden.
Mobil hitam berhenti di halaman, kemudian keluar seorang pria tua dengan wajah memerah karena kesal.
“Hanya karena kau seorang Pemimpin Negara, kau kira berani menentang hukum Negara, menuduh seenaknya tanpa ada bukti sama sekali.”
Orang tersebut ialah Ridwan Yudistira, dia marah terhadap Ryuto, karena Ryuto mencabut seluruh hak milik Ridwan dan menyebarkan berita tentang korupsi miliknya.
Ridwan berjalan dengan cepat, dia benar-benar harus segera menghilangkan seluruh hal tentang dirinya melakukan Korupsi.
***
Beberapa pasukan yang melihat Ridwan datang, mereka segera menghadang Ridwan tersebut, lalu berkata dengan nada tegas mereka.
“Siapa kau?” tegas pasukan1, Ridwan berhenti dan menatap ke arah pasukan1 dengan marah, kemudian dia berteriak.
“Aku ingin bertemu dengan Pemimpin kalian!” teriak Ridwan, sementara pasukan1 tetap tajam menatap ke arah Ridwan, lalu dia bertanya.
“Apakah kau sudah membuat janji?” tanya pasukan1, Ridwan mendengar pertanyaan pasukan1 marah dan berkata.
“Kau hanya pasukan rendahan, berani sekali kau menghentikanku, apa kau berani menerima konsekuensinya, Hah?”
Pasukan2 yang berada di dekat Pasukan1 mulai bertindak, dia mendekat ke arah Ridwan, kemudian mengayunkan pukulan ke arah perut Ridwan.
Bugghhh.
Ridwan terkejut, kemudian dia mundur dan memegang perutnya yang sudah di pukul oleh pasukan2, lalu dia mendengar suara dari pasukan2.
“Kau tahu, walaupun kau adalah orang kalangan atas. Semuanya tetap sama, harus mengikuti aturan.”
Suara tersebut tidak keras, itu tenang dan bisa di dengar oleh Ridwan tersebut, kemudian dia mendengar suara pasukan1.
“Kau sudah melanggar aturan yang ditetapkan oleh Pemimpin,” pasukan1 berkata sambil mendekat ke arah Ridwan.
Kemudian dia melayangkan pukulan dengan keras ke arah punggung milik Ridwan, membuat Ridwan tersungkur ke bawah.
Bukkkk.
“Guahhh,” Ridwan merasa sakit, dia tersungkur di tanah dan benar-benar merasa matanya mulai berat.
Pasukan1 dan pasukan2 menatap ke arah Ridwan yang perlahan-lahan mulai pingsan, kemudian mereka berdua mengangkat Ridwan masuk ke dalam Istana Presiden.
***
Ryuto dan seluruh istrinya selesai berjalan-jalan dan mereka sekarang bersantai di ruang tengah, mereka benar-benar sangat santai dan menunggu malam tiba.
Klik.
__ADS_1
Ryuto dan seluruh istrinya menatap ke arah pintu yang terbuka, mereka melihat tiga orang, lebih tepatnya 2 pasukan membawa 1 orang yang babak belur dan pingsan.
Ryuto paham, dia tidak menyangka akan secepat ini orang bodoh datang ke rumahnya, dia menggunakan isyarat tangan, kedua pasukan mengangguk.
Kedua pasukan segera membawa orang tersebut ke dalam ruangan siksaan, Ryuto sendiri menatap ke arah para istrinya yang sedikit penasaran.
“Ternyata memancing orang bodoh lebih mudah,” Amy berkata sambil tersenyum menatap ke arah Ryuto, beberapa istrinya akhirnya paham dan tersenyum.
“Aku akan pergi ke ruang penyiksaan, kalian lakukan apa yang kalian inginkan, jangan lupa buat makan dan berkumpul nanti.”
Ryuto berkata sambil mulai berjalan menuju ke arah ruang penyiksaan, namun sebelum itu seperti biasa. Dia mencium kening para istrinya.
“Baik, Suami,” ucap mereka satu persatu, ketika mereka di cium tepat kening mereka, mereka senang dengan hal tersebut, apalagi ketika Ryuto menggoda mereka.
Ryuto selesai mencium seluruh istrinya, dia pun mulai berjalan ke arah ruang penyiksaan dengan santai.
***
Dalam ruang penyiksaan, pasukan1 dan pasukan2 mengikat Ridwan di sebuah tiang berbentuk silang.
Ruang penyiksaan tersebut tidak seperti ruang penyiksaan biasanya, di sana lebih seperti ruang interogasi.
Kriekkk.
Pintu terbuka dan menampilkan Ryuto yang mulai masuk ke dalam ruang penyiksaan, dua pasukan Ryuto tersebut menunduk hormat.
“Salam Tuan,” keduanya berkata dengan nada penuh dengan hormat, Ryuto melihat hal tersebut tersenyum dan berkata.
“Ya, mari kita tunggu Zero tiba, juga mulailah nyalakan live ke seluruh saluran di Indonesia,” Ryuto benar-benar ingin mempertontonkan hal tersebut.
***
Para warga Indonesia banyak yang melihat channel Tv, bahkan banyak yang melihat hal-hal yang viral baru-baru ini, anak-anak pada bermain game.
Namun, seketika seluruh Hp dan Tv mereka terlihat buram, kemudian menampilkan loga Kurokami, hal tersebut membuat seluruh warga Indonesia gempar.
Mereka lalu melihat Pemimpin baru menatap ke arah orang yang terlihat di ikat di sebuah tiang.
Mereka bertanya-tanya, adakah sesuatu yang terjadi tidak lama ini, namun beberapa orang sudah tahu apa yang terjadi beberapa jam selepas Ryuto di angkat jadi pemimpin.
“Dia adalah Ridwan Yudistira, orang terkaya no 2 itu kan, tapi kenapa dia di ikat di tiang dan ada juga Pemimpin Negara,” ungkap salah satu warga.
Seluruh orang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi. Kemudian, orang yang sudah tahu kejadian aslinya, mereka dengan cepat memberitahu kepada orang yang belum tahu.
***
Sebelum live dimulai, Ryuto membangunkan Ridwan dengan tongkat listrik yang dulu pernah di pakai oleh pasukan Pria tua yang mengepung istrinya.
Bzzt.
“Ark,” teriak Ridwan, dia tersentak dan terkejut saat mengetahui seluruh tangannya diikat, lalu dia memandang ke arah depan dan mendapati Ryuto.
(Note : Ridwan terbangun dan Live dimulai.)
__ADS_1
Seketika wajah Ridwan marah, namun sebelum dia bisa berteriak. Pintu terbuka kembali.
Krieekkk.
Zero masuk ke dalam ruangan dengan berbagai tumpukan kertas yang terlihat seperti gunung kecil.
“Maaf, Tuan. Ini adalah seluruh bukti dari koruptor Ridwan Yudistira,” ucap Zero dengan tenang, kamera juga di arahkan ke Zero yang membawa kertas setinggi gunung.
Seluruh rakyat Indonesia melihat hal tersebut, benar-benar mendidih. Mereka akhirnya paham, kenapa ini disiarkan, ternyata ini adalah pengungkapan bukti koruptor Negara.
Seluruh rakyat Indonesia segera menjadi fokus dan mulai serius, mereka benar-benar merasa ini akan menjadi lebih menarik, berbeda dengan beberapa orang yang berada di kalangan atas.
Mereka yang tidak tenang adalah orang-orang yang terlibat dan sudah di tekan oleh Ryuto, bahkan kepolisian mulai menyeleksi seluruh anggota mereka, siapa yang ikut dalam kasus Korupsi tersebut.
Ridwan mulai terlihat berkeringat takut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Ryuto benar-benar memiliki bukti, dia ingat bahwa bukti sudah dia ubah.
“Kau me-membuat b-bukti itu, ya kau yang membuatnya agar aku terjebak dan menurun, kan?” raung Ridwan mencoba menyangkal bukti-bukti tersebut.
Ryuto sendiri menatap datar, kemudian dia menatap ke arah Zero, lalu dia mengambil salah satu kertas yang berada di atas sendiri.
“Surat dari Pemerintah, mereka meminta Ridwan untuk membantu meningkatkan sumber budaya dalam Negara.”
“Pemerintah memberikan uang sekitar 200 Milyar, dengan tanda tangan Presiden terdahulu, dia percaya karena kau adalah ketua dari Pusat Budaya Seluruh Indonesia.”
Kemudian, Ryuto mengambil kertas selanjutnya yang berasal dari pusat Budaya seluruh Indonesia.
“Namun, dalam keuangan Pusat Budaya Seluruh Indonesia, hanya terisi 100 Milyar dan data tersebut sudah diambli dari sebelum terpakai seluruhnya.”
“Pertanyaan adalah kemana 100 Milyar sisanya, Ridwan Yudistira.”
Seluruhnya diam, hening dalam sekejap. Bahkan penonton terdiam, mereka benar-benar syok dan terkejut.
100 Milyar.
Penonton benar-benar tercengang dengan hal tersebut, lalu mereka terkejut kembali selepas mendengar ucapan Ryuto selanjutnya.
“Total keseluruhan uang pemerintah menghilang selepas diberikan kau, sebesar 100 Triliun Rupiah, seluruhnya sudah di periksa Pengacara bahkan Polisi turun tangan, apakah ada alasan penyangkalan lagi, Ridwan Yudistira?”
[Promosi Novel teman.]
[I'M Not Rena Anymore.]
[Erick dan Ellen.]
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.