
[Chapter 200.]
[Mulai Operasi.]
[Silahkan Dibaca.]
Perbatasan Surabaya.
Di desa, mobil hitam berhenti di desa tersebut, kemudian keluar 5 orang yang tak lain ialah, Ryuto, Yuuko, Aria, Himiko, dan Asami.
Mereka turun dari mobil dan mengerutkan kening saat melihat beberapa mobil polisi dan mobil para Tentara.
“Apakah polisi juga akan ikut?” tanya Ryuto, kemudian dia bergerak maju di ikuti oleh keempat istrinya.
Mereka melihat sekitar dan menemukan sebuah tempat berlindung disana, mereka melihat berbagai polisi, Tentara berada di sana.
Ryuto dan keempat istrinya mendekat, para polisi dan tentara menyadari hal tersebut, mereka melihat ke arah Ryuto dan keempat istrinya.
“Pak Presiden,” tercengang, mereka benar-benar tercengang melihat Presiden mereka tiba disini.
(Note : Pemimpin Negara kuubah menjadi Presiden.)
“Ya, apakah kalian sudah menemukan pergerakan lawan?” tanya Ryuto, membuat polisi dan tentara sadar.
Sementara itu, tatapan Aria dan Asami jatuh kepada seorang perempuan yang memakai pakaian polisi dengan lambang sakura, yang tengah menatap Ryuto dengan terkejut.
“Itu, kami belum mengetahui lokasi tepatnya, mereka berada, Pak.”
Ryuto yang mendengar laporan dari tentara mengangguk, kemudian dia mengerutkan keningnya saat melihat rumah-rumah di desa.
“Desa ini, apakah terabaikan?” tanya Ryuto, membuat polisi dan tentara sedikit terkejut, kemudian salah satu polisi menjawab.
“Itu benar, Tuan. Desa ini sudah terlantar sangat lama, karena berbagai rumor sosok-sosok orang yang hilang dalam sekejap.”
Mendengar ucapan tersebut, Ryuto dan keempat istrinya tersenyum tipis, mereka sudah mengetahui trik dan markas milik organisasi tersebut.
“Aku ingin kalian berjaga di setiap sudut rumah, sementara aku dan istriku akan menghancurkan mereka.”
“Berjagalah, jika ada yang kabur jangan ragu untuk menembak,” Ryuto berkata dengan tegas, suaranya tidak kecil jadi bisa di dengar seluruh polisi dan tentara.
“Ryuto, bisakah aku ikut?” para polisi dan tentara menegang saat mendengar suara yang memanggil Presiden secara langsung.
Mereka segera menatap ke arah asal suara tersebut yang tak lain ialah polisi perempuan yang berasal dari Jepang.
“Shizuka, apakah ini kau?” para polisi dan tentara terdiam, dia terkejut mendengar ucapan dari Ryuto.
Dalam fikiran mereka, 'Apakah pak Presiden mengenal polisi Jepang ini?’ kemudian, mereka mengingat bahwa Ryuto berasal dari Jepang, alhasil mereka yakin bahwa keduanya saling mengenal.
“Ya, awalnya aku mengejar pengedar Narkoba, namun hal tersebut sudah diatasi, kemudian aku mendengar bahwa disini ada organisasi yang mengedarkan Narkoba ke Jepang dan Indonesia, alhasil aku menemukan disini tempatnya.”
Ryuto mengangguk paham, kemudian dia berkata dengan nada serius.
“Kau tidak bisa ikut, Shizuka. Tapi aku mengandalkan dirimu untuk berjaga di luar,” ungkap Ryuto.
Shizuka sedikit terkejut, kemudian dia menatap ke arah Ryuto, dia bisa melihat bahwa Ryuto tidak ingin rencananya berantakan.
“Baiklah,” Shizuka akhirnya menyerah, kemudian dia mulai bergabung dengan para polisi perempuan dan tentara perempuan.
Namun, sebelum Ryuto mulai beranjak pergi, dia mengambil patahan ranting kecil, kemudian mengalirkan energi spiritual.
Dia kemudian melemparkan ke arah beberapa polisi dan tentara yang bersatu dengan para polisi dan tentara.
__ADS_1
Wush Wush Wush Wush
Jlebb Jlebb Jlebb Jlebb Jlebb.
Para polisi dan tentara terkejut, mereka benar-benar tidak bergerak sama sekali, Ryuto menatap ke arah para polisi dan tentara yang tergeletak mati di tempat.
“Awasi sekitarmu, ada penyusup yang menyatu dengan kalian,” Ryuto kemudian pergi menuju ke salah satu rumah setelah berkata seperti itu.
Para polisi dan tentara tersadar, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa di antara mereka ada penyusup.
**
Ryuto dan keempat istrinya memandang ke arah rumah di depannya, Ryuto mengalirkan energi spiritual ke tangannya, kemudian menjentikkan.
Booommmm.
Rumah menghilang, polisi dan tentara benar-benar dibuat terkejut dan terkejut lagi oleh Ryuto.
Sekali jentikan rumah hilang.
Banyak polisi dan tentara menatap Ryuto dengan takut dan hormat kepadanya, mereka hanya punya satu fikiran.
Pemimpin kuat akan membuat kelompok tambah kuat.
**
Ryuto menatap ke arah sebuah kayu yang di tutup oleh beberapa puing tembok sebelumnya.
Ryuto melompat ke arah kayu tersebut dengan keras, kemudian kayu hancur dan menampilkan lubang.
Booomm.
Keempat istrinya tersenyum dengan liar, mereka juga ikut melompat ke bawah, kelima orang tersebut tidak peduli apa yang menyambut di bawah.
Mereka tiba di dasar lubang tersebut, Ryuto menatap ke arah lubang ternyata ada tangga di sisi lubang.
Ryuto mengabaikan dan menatap ke arah berbagai lubang atau terowongan di dasar tersebut.
“Markas bawah tanah,” ungkap Ryuto, dia tertarik siapa yang membantu Organisasi yang dia incar ini.
“Banyak lorong, sayang. Bagaimana kalau kita berpencar?” usul Himiko, dia juga sudah kuat dan sampai di tingkat para saudari lainnya.
“Ya, kita akan berpencar. Ingat satu ada orang di bawah tanah ini, bunuh tanpa ampun,” Ryuto berkata dengan nada dingin.
Dia tidak suka pemberontak, jika berniat mengancam Negara bahkan keluarga, maka satu hal eliminasi.
Prinsip seperti itu, membuat Ryuto memegang hukum rimba, dimanapun tempatnya hukum rimba pasti akan selalu ada.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Kelima orang tersebut melesat menuju ke lorong-lorong yang besar tersebut, mereka hanya punya satu hal yaitu Eliminasi.
**
Ryuto melesat ke arah lorong yang terlihat lebih besar dari lorong lain, kemudian perlahan dia melihat bahwa ada cahaya di ujung lorong.
‘Jarak antar lorong dekat sangat, apakah mereka benar-benar tidak ingin jauh?’ batin Ryuto.
Tanpa dia sadari, dia sendiri yang melesat terlalu jauh, lorong tersebut berjarak 50Km, sementara Ryuto bergerak 10Km/10 detik.
Tiba di ujung lorong, Ryuto melihat berbagai box dimana-mana, saat memfokuskan apa isi box tersebut, wajah Ryuto menghitam.
__ADS_1
‘Senjata, Narkoba, Organ, Budak, sepertinya aku punya alasan yang sangat besar untuk menyiksa lebih kejam,' batin Ryuto.
Dia marah, dia benar-benar marah sekarang, tanpa sadar aura membunuh memenuhi ruangan tersebut.
**
Beberapa orang yang berada di ruangan lorong, terkejut saat merasakan sesuatu yang mengerikan mengisi tempat mereka.
“Niat membunuh, siapa ini? Segera keluar,” teriak orang kekar dengan luka silang di pipi dan mata satunya terlihat tertebas dan hanya menggunakan satu mata, ia adalah pemimpin organisasi.
Seluruh pasukan anggota di lorong ruang tersebut keluar, anggota tersebut sangat banyak.
**
Ryuto menatap ke arah pasukan yang perlahan keluar dan pasukan tersebut sangat banyak, Ryuto juga menghitung dan berkata.
“50.000,” ucap Ryuto, dia benar-benar sedikit terkejut, dia benar sedikit kagum dengan mereka yang sangat banyak dan mudah mendapatkan anggota.
“Kalian membuatku marah, maka mari mulai hukuman kalian.”
**
Di sisi Himiko.
Dia juga sama dengan Ryuto, dia menemukan lorong yang sangat besar, dia melihat berbagai senjata dan budak.
“Apa-apaan ini,” teriak Himiko, dia marah. Sangat marah melihat budak di siksa bahkan di perkosa terus menerus tanpa berhenti.
Para organisasi terkejut mendengar teriakan tersebut, mereka menatap ke arah Himiko dengan cepat.
“Kalian benar-benar binatang, Aku akan membunuh kalian.”
**
Di sisi Aria.
Dia juga tiba, lalu geram melihat apa yang dia lihat, banyak wanita dan perempuan hamil dan diikat, beberapa orang bahkan membuat wanita dan perempuan terus bekerja dengan keadaan telanjang.
Aura membunuh Aria meletus dan menyebar, membuat seluruhnya menatap ke arah Aria tersebut.
“Mati kalian.”
**
Di sisi Yuuko dan Asami.
Mereka tiba di ujung lorong, mereka berdua bersama menemukan banyak pria memperkosa perempuan dengan sangat brutal.
Satu perempuan di perkosa hampir 10 orang. Selepas di perkosa terlihat perempuan di bawa ke tiang dan di ikat, kemudian para organisasi terlihat seperti memerah sapi di perempuan tersebut.
“Bjingan, mati saja kalian,”
**
Mereka berlima akhirnya melihat sisi lain dari Indonesia, sisi yang lebih mencekam, namun hal tersebut tidak sesederhana yang mereka lihat.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thanks you Minna-san.