Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 198


__ADS_3

[Chapter 198.]


[Pertemuan dengan Presiden pertama.]


[Silahkan Dibaca.]


Istana Presiden, Malam hari.


Ryuto dan para istrinya melihat pria di depannya atau bisa disebut roh sisa dari Presiden pertama Indonesia, I.r Soekarno.


(Note : Roh sisa artinya ada beberapa hal yang belum selesai di dunia sebelum pergi ke atas, mirip seperti Himiko namun tidak ada aura jahat, artinya terjaga.)


“Sebuah kehormatan bisa bertemu, Pahlawan Indonesia,” Ryuto berkata dengan nada sopan miliknya.


Soekarno mengangguk, kemudian dia duduk di kursi yang kosong, lalu dia menatap ke arah Ryuto dan para istrinya.


“Tidak masalahkan aku duduk disini,” Soekarno berkata dengan nada ringan sambil tersenyum.


Ryuto mengangguk, kemudian Ryuto menjentikkan jarinya dan kursi dan meja berubah posisi.


“Sudah lama aku tidak melihat sihir-sihir ini,” ungkap Soekarno, Ryuto tersenyum dan berkata.


“Aku hanya memakai jika ingin saja, Pak,” Ryuto kemudian menatap ke ara Soekarno tersebut.


Lilia dan para istri Ryuto melihat keduanya, mereka berdiri dan Lilia berkata mewakili seluruh istrinya.


“Kami akan pergi, kalian berdua bisa menikmati pembicaraan,” Lilia pun berbalik dan pergi dari ruangan tersebut, diikuti oleh para istri Ryuto lainnya.


Namun, sebelum mereka keluar. Soekarno berkata dengan nada terlihat santai dan ringan.


“Kalian tidak perlu keluar, aku tidak lama sebenarnya,” ucap Soekarno, para istri Ryuto berhenti dan menatap ke arah Ryuto yang mengangguk.


Mereka hanya menurut dan kembali duduk di kursi yang ada disana, kemudian pembicaraan inti dimulai.


“Jadi, apa tujuanmu, Nak?” tanya Soekarno, dia bersandar sambil menatap ke arah Ryuto yang sedang menatapnya dengan santai.


“Mudah, hanya menguasai seluruh dunia, agar anak-anakku nanti hidup dengan damai,” Ryuto berkata dengan santai.


Soekarno menatap ke arah Ryuto dengan sedikit serius dan terkejut bahwa Ryuto berkata jujur.


‘Anak ini, dia benar-benar menarik, apakah tidak masalah mempercayakan kepada anak ini,' batin Soekarno.


Soekarno memejamkan matanya sebentar, kemudian dia membuka kembali dan berkata kepada Ryuto.


“Kau tahu, bukan. Indonesia itu tidak pernah hancur dalam berabad-abad, luar tidak bisa menghancurkan Indonesia sejak dulu.”


“Indonesia bisa hancur karena orang-orangnya sendiri, bagaimana tanggapanmu tentang orang yang merusak ini?”


Soekarno bertanya tentang pendapat dari Ryuto, bahkan istri Ryuto yang mendengarkan juga ikut tertarik dengan jawaban Ryuto.


Namun, apa yang mereka lihat bukanlah kebingungan atau hal lainnya. Melainkan ketenangan dan kenyamanan yang mereka rasakan.


Ryuto menaikkan sudut mulutnya, membentuk lengkungan di bibirnya, tanda dia tersenyum santai.

__ADS_1


“Hukum Rimba,” sebuah kalimat yang di keluarkan Ryuto, membuat mereka terkejut, Soekarno pun juga terkejut.


‘Hukum Rimba,' batin semuanya, mereka tahu maksud dan arti kalimat Ryuto tersebut, mereka tidak menyangka Ryuto akan menggunakan kalimat tersebut.


Soekarno tersadar dari terkejutnya, dia benar-benar terlalu rendah menilai Ryuto, dia tanpa sadar tersenyum.


“Kalau begitu, tunjukkan kesuksesan dari tujuanmu, Ryuto Kurokami,” ucap Soekarno, kemudian aura rohnya mulai menurun.


Menandakan bahwa hal yang belum dia laksanakan di Dunia sudah dia laksanakan. Soekarno kemudian menghilang dan berkata.


“Akan ku awasi dirimu, Ryuto Kurokami.”


Ryuto melihat Soekarno menghilang, kemudian dia berdiri dan menatap ke arah seluruh Istrinya.


Para istri Ryuto menatap ke arah Ryuto, mereka tersenyum dan berkata dengan nada serius dan lembut.


“Kami akan selalu bersamamu, Suami,” seluruh istri Ryuto maju dan memeluk Ryuto satu persatu.


Selepas sesi berpelukan, Ryuto mengajak mereka semua tidur, mereka setuju dan akhirnya berjalan bersama menuju ke kamar milik mereka.


***


Di sebuah Hotel, dalam ruangan luas terdapat beberapa orang yang sedang melakukan pertemuan.


“Kau lihat, Pemimpin baru tersebut dengan cepat memberantas orang-orang yang kita jadikan perantara,” ungkap seseorang dengan kepala botak.


“Aku tahu, Pemimpin baru ini akan menjadi penghalang bagi kita untuk mengambil seluruh Sumber daya alam Indonesia.”


Mendengar hal tersebut, orang dengan rambut hitam kemerahan berkata dengan nada sedikit tidak enak.


“Negara kita melawan Negara ini,” mereka adalah perwakilan dari beberapa Negara yang ingin menguasai Indonesia dengan jalur apapun.


(Note : Masih bingung mau isi negara mana saja.)


***


Di kantor Polisi tertentu, para polisi masih aktif walaupun tengah malam sekalipun, mereka memiliki pekerjaan yang lebih besar.


“Berantas koruptor Negara dan berantas pengkhianat di kepolisian,” mereka semua berkata dengan tegas.


Hari ini adalah hari paling sibuk bagi seluruh polisi di Indonesia, mereka benar-benar senang dengan Pemimpin baru sekarang.


“Dengan begini kita menangkap tanpa takut Pemerintah lagi.”


“Itu benar, setiap kita menangkap koruptor, selalu saja backup mereka adalah orang Pemerintah, kita akan diancam selalu.”


Berbagai keluhan para polisi tentang pemberantasan dulu, namun sekarang sirna karena akhirnya mereka bisa menunjukkan taring tanpa takut Pemerintah bertindak.


(Note : Sejak dulu, polisi sudah siap memberantas koruptor, namun karena koruptor memiliki dukungan orang pemerintah, polisi akhirnya melepaskan dengan kesal.)


***


Ryuto dan para istrinya tertidur, mereka tidak melakukan kegiatan malam, namun karena Aoi memulai, membuat seluruhnya panas.

__ADS_1


Mereka akhirnya melakukan kegiatan malam, namun di Dunia Jiwa Ryuto dan mengatur waktu menjadi 10 hari di dalam kamar Dunia Jiwa : 1 detik di Dunia luar.


Mereka melakukan sampai mereka benar-benar lelah dan pingsan, kemudian mereka tertidur pulas.


Ryuto menggunakan energi spiritual dan membersihkan para istrinya, kemudian dia mulai memindahkan mereka ke kamar di Dunia nyata.


Selesai itu, Ryuto tertidur di tengah para istri-istrinya, dia langsung tertidur dengan sangat pulas.


***


Suatu laut di Jakarta, Karlina menempatkan kerajaan disana, dia kemudian pergi menuju ke daratan dan mulai memindai lokasi Ryuto.


“Ketemu.”


Karlina menatap ke arah suatu bangunan terbesar, itu membawa kenangan dia dulu, dimana dia bertemu dengan seorang Pemuda Indonesia.


“Ryuto berada di tempat Bocah dulu yang kuberikan cincin Pemimpin, kenapa dia ada disana?” Karlina bingung, namun dia segera menggelengkan kepalanya dan terbang melesat ke arah Ryuto.


***


Beberapa menit kemudian, Karlina tiba di Istana Presiden, kemudian dia melihat Ryuto tertidur dengan seluruh istrinya dengan wajah puas dan pulas.


“Mereka sudah melakukan itu, aku telat sepertinya,” Karlina merasa sedih, dia juga ingin ikut dalam permainan malam mereka.


Tanpa fikir panjang, Karlina masuk ke dalam dan memeluk Ryuto dengan erat. Dia juga melepaskan seluruh pakaiannya.


‘Tidak bisa bermain tak apa, terpenting aku bisa tidur bersama dengannya,' batin Karlina dan ikut tertidur sambil memeluk Ryuto.


***


Pagi hari.


Ryuto terbangun, dia mengedipkan matanya dan ingin duduk, namun dia merasa sangat berat untuk duduk.


Ryuto membuka matanya dan melihat dirinya di peluk oleh seorang perempuan yang sangat cantik, dia sedikit terkejut.


‘Eh, siapa ini? Seingatku aku tidak memiliki istri seperti ini, kecantikan hampir mirip dengan Iris, namun masih di bawah Iris, siapa perempuan ini?’


Ryuto bertanya-tanya, sampai akhirnya melihat anting yang terpasang, dia akhirnya ingat.


Ryuto tersenyum dan membelai rambut perempuan tersebut, rambut tersebut sangat halus, kemudian Ryuto berkata.


“Kau ternyata sudah datang, Karlina.”


[Promosi milikku sendiri.]


[Pendekar pedang dunia lain.]



[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.


__ADS_2